Anda di halaman 1dari 41

KINGDOM ANIMALIA

OLEH KELOMPOK 3:
1. NAJIB NASRULLAH
2. BINTI AIRIN AISYAH
3. SHERLY HANDAYANI
4. YAYIK FUJI ARIYANTI

BIOLOGI ’14
UNIPA SURABAYA
DEFINISI KINGDOM ANIMALIA

Kingdom animalia adalah


klasifikasi taksonomi organisme
yang tidak memiliki dinding sel
serta kloroplas dan karena itu
tergantung organisme lain untuk
makanan mereka.

BIOLOGI ’14
CIRI-CIRI KINGDOM ANIMALIA

Hewan merupakan organisme eukariota, multiseluler, dan


heterotrof.

Sel-sel hewan tidak memiliki dinding sel yang menyokong


tubuh dengan kuat.

Sebagian besar hewan bereproduksi secara seksual,


dengan tahapan diploid yang mendominasi siklus
hidupnya.

Mempunyai jaringan saraf dan jaringan otot sehingga dapat


bergerak secara aktif.

BIOLOGI ’14
KLASIFIKASI KINGDOM ANIMALIA
Filum Porifera • Hewan berpori
Filum Cnidaria • Hewan berongga
Filum Platyhelminthes • Cacing pipih
Filum Nematoda • Cacing gilig
Filum Annelida • Cacing bersegmen
Filum Molusca • Hewan bertubuh lunak
Filum Arthropoda • Hewan berbuku-buku
Filum Echinodermata • Hewan berkulit duri
Filum Chordata • Hewan bertulang
BIOLOGI ’14
Delapan filum
Filum terakhir yaitu
pertama merupakan
Chordata yang terdiri
hewan invertebrata
dari hewan
karena tidak
invertebrata dan
memiliki tulang
hewan vertebrata.
belakang.

BIOLOGI ’14
FILUM PORIFERA

Porifera berarti pemilik pori-pori atau pore


bearers (Y: poros = pori atau saluran; Latin (L):
feres = memiliki ). Jadi porifera adalah hewan
yang memiliki pori. Kelompok porifera
merupakan hewan multiselular yang primitif.
Tubuhnya tidak memiliki jaringan maupun organ
yang sesungguhnya. Semua hewan dewasa
anggota dari filum porifera bersifat menempel
atau menetap/ sesil pada suatu dasar dan hanya
menunjukkan sedikit gerakan.

BIOLOGI ’14
UNIPA SURABAYA
Ciri-ciri: Cara hidup dan habitat:
Ukuran tubuh porifera sangat bervariasi, dari
sebesar kacang polong sampai setinggi 90 cm
dan lebar 1 m. Porifera hidup secara heterotof. Makanannya
adalah bakteri dan plankton.
Bentuknya ada yang seperti tabung, vas bunga,
mangkuk, atau bercabang seperti tumbuhan.
Memiliki tiga tipe saluran air, yaitu: Asconoid, Habitat porifera umumnya di laut, mulai dari tepi
Syconoid, dan Leuconoid . pantai hingga laut dengan kedalaman 5 km.

Peranan bagi kehidupan:


REPRODUKSI:

Euspongia officinalismerupakan spons yang biasa


digunakan untuk mencuci.
Aseksual = pembentukan tunas (budding) Petrosia contegnatta menghasilkan senyawa
Seksual = penyatuan sperma dan ovum bioaktif yang berkhasiat sebagai obat anti kanker.
Spongia dan Hippospongia dapat digunakan
sebagai spons mandi.

BIOLOGI ’14
KLASIFIKASI PORIFERA Ordo
Homocoela
Leucosolenia

Ordo Scypha
Heterocoela
Calcaera
Euplectella
Ordo aspergillum
Hexasterophora

Hyalonema
Ordo
Porifera Hexactinelida Amphidiscophora
Corticium
candelabrum
Tetraxonida
Poterion
Monaxonida
Demospongiae
Euspongia
Ceratosa
officinalis

Myxospongia Oscarella sp.

BIOLOGI ’14
Leucosolenia sp. Scypha

Euplectella aspergillum Hyalonema


BIOLOGI ’14
UNIPA SURABAYA
Corticium candalelabrum Poterion neptuni

Euspongia officinalis Oscarella sp.

BIOLOGI ’14
FILUM CNIDARIA

Cnidaria juga disebut


Coelenterata berasal dari kata
Coelos yang berarti rongga
dan enteron yang berarti
usus, sebab mempunyai
rongga gastrovaskuler untuk
pencernaan makanan.
Oskulum berfungsi sebagai
mulut dan anus sekaligus,
memiliki saraf dan otot
sederhana.

BIOLOGI ’14
UNIPA SURABAYA
Ciri-ciri:
1. Mempunyai knidoblas yang mengandung
benang berduri berisi racun yang disebut
nematosis (alat penyengat). Habitat:
2. Bentuk tubuhnya terdapat dalam dua variasi
yaitu polip yang menempel pada suatu substrat Sebagian besar hidup di laut
dan medusa yang melayang-layang di air.
3. Hewan Cnidaria tubuhnya sederhana dan tidak
memiliki mesoderm, yaitu hydra, ubur-ubur,
anemone laut dan karang.

Peranan bagi kehidupan:


Reproduksi:

1. Beberapa jenis ubur-ubur digunakan sebagai


Cnidaria berkembang biak bahan pembuatan agar-agar dan bahan baku
secara generatif dengan peleburan industri kosmetik.
sperma dan sel telur, sedangkan
secara vegetatif dengan cara 2. Sebagian besar Cnidaria lainnya pada ekosistem
membentuk tunas. laut memiliki peran ekologis yang penting, seperti
membentuk batu karang penahan gelombang.

BIOLOGI ’14
KLASIFIKASI CNIDARIA

1. Hydra
Hydrozoa
2. Obelia

CNIDARIA Scypozoa Ubur-ubur

Anthozoa anemon laut

BIOLOGI ’14
Obelia Ubur-ubur

Anemon laut
BIOLOGI ’14
UNIPA SURABAYA
FILUM PLATYHELMINTHES
Platyhelminthes
berasal dari bahasa
Yunani, Platy = Pipih
dan Helminthes =
cacing. Oleh sebab
itulah Filum
platyhelminthes sering
disebut Cacing Pipih.
Platyhelminthes adalah
filum ketiga dari
kingdom animalia
setelah ’14porifera dan
BIOLOGI
coelenterata.
UNIPA SURABAYA
Ciri-ciri:
1. Tubuh Platyhelminthes tidak memiliki system rangka, system pernapasan, dan
system peredaran darah.
2. Platyhelminthes memiliki ukuran tubuh beragam, dari yang berukuran hampir
microskopis hingga yang panjangnya 20 cm.
3. Platyhelminthes tidak memiliki rongga tubuh (selom) sehingga disebut hewan
triblobastik aselomata.
4. Platyhelminthes memiliki tiga lapisan tubuh yaitu ekstoderm, mesoderm, dan
endoderm.
5. Sistem pencernaan terdiri dari mulut, faring, dan usus (tanpa anus).
Pernapasan dilakukan secara difusi oleh seluruh sel tubuhnya.

Cara hidup dan habitat:

Platyhelminthes bisa hidup bebas ataupun parasit.


Habitat Platyhelminthes yang hidup bebas adalah di air tawar, laut, dan tempat-
tempat yang lembap.

BIOLOGI ’14
Reproduksi:
Reproduksi Platyhelminthes dilakukan secara seksual dan aseksual.
Pada reproduksi seksual akan menghasilkan gamet.
Reproduksi aseksual tidak dilakukan oleh semua Platyhelminthes.
Kelompok Platyhelminthes tertentu dapat melakukan reproduksi
aseksual dengan cara membelah diri (fragmentasi), kemudian
regenerasi potongan tubuh tersebut menjadi individu baru.

Peranan bagi kehidupan:

Pada umumnya Platyhelminthes merugikan,


sebab parasit pada manusia maupun hewan. Kecuali
planaria, Planaria dapat dimanfaatkan untuk makanan
ikan.

BIOLOGI ’14
KLASIFIKASI
PLATYHELMINTHES Dugesia

Turbellaria
(cacing rambut getar)
Planaria

Trematoda
Platyhelminthes Fasciola hepatica
(cacing isap)

Cestoda TaeniaSolium
(caing pita) Taenia saginata

BIOLOGI ’14
BIOLOGI ’14
UNIPA SURABAYA
FILUM NEMATODA
Nama lain Nemathelminthes
adalah Nematoda. Secara bahasa, Kata
Nemathelminthes berasal dari bahasa
yunani, yaitu “Nema” yang artinya
benang, dan “helmintes” yang artinya
cacing. Nemathelminthes merupakan
kelompok hewan cacing yang memiliki
tubuh bulat panjang dengan ujung yang
runcing. Nemathelminthes sudah
memiliki rongga pada tubuhnya
walaupun rongga tersebut bukan rongga
tubuh sejati. Rongga tubuh pada
Nemathelminthes disebut
pseudoaselomata.

BIOLOGI ’14
Ciri-ciri:
1. Merupakan cacing dengan tubuh bulat panjang seperti benang dengan kedua ujung tubuh yang runcing
2. Memiliki tiga lapisan tubuh (Triploblastik) yaitu lapisan tubuh luar (ektoderm), tengan (mesoderm), dan
lapisan tubuh dalam (Endoderm).
3. Tubuhnya memiliki rongga, namun bukan rongga tubuh sejati sehingga rongga ini disebut
Pseudoaselomata.
4. Kulitnya halus, licin, tidak berwarna dan dilapisi oleh kutikula yang berfungsi melindunginya dari enzim
pencernaan inang.
5. Sistem pencernaannya sudah lengkap
6. Belum memiliki sistem sirkulasi dan sistem respirasi (pernapasan). Sistem saraf merupakan saraf cincin.

Habitat:

Nematoda hidup di habitat akuatik, tanah yang lembab,


didalam jaringan tumbuhan, serta didalam cairan
dan jaringan hewan.

BIOLOGI ’14
Reproduksi:

Nematoda bereproduksi secara seksual dengan


fertilisasi internal.

Peranan dalam kehidupan:

Globodera rostochiensis, yang menjadi


parasit pada tanaman kentang dan tomat, dan
sebagai vektor virus pada beberapa tanaman
pertanian.
Ascaris lumbricoides (cacing usus) dan
Enterobius vermicularis (cacing kremi), menjadi
parasit pada manusia dan menyebabkan penyakit.

BIOLOGI ’14
KLASIFIKASI
NEMATODA Trichuris ovis

Adenophorea Trichinella spiralis

Ascaris lumbricoides
(Cacing Perut)

Ancylostoma duodenale
NEMATODA (Cacing Tambang)

Oxyuris Vernicularis
(Cacing Kremi)

Secernentea Wuchereria bancrofri


(Cacing Filaria)

Onchorcerca volvulus

BIOLOGI ’14
FILUM ANNELIDA
Annelida berasal
dari kata annulus yang
berarti cincin-cincin kecil,
gelang-gelang atau ruas-
ruas, dan oidus yang
berarti bentuk. Oleh
sebab itu, Annelida juga
dikenal sebagai cacing
gelang.

BIOLOGI ’14
Ciri-ciri:

Memiliki tubuh bersegmen (beruas-ruas yang mirip dengan cincin) dan memiliki
otot.
Bersifat tripoblastik selomata, simetri bilateral, dan metameri
Habitat:
Mempunyai sistem pencernaan sempurna (mulut, kerongkongan, perut otot,
tembolok, usus, dan anus).
Habitat annelida di laut, air tawar dan
Tubuh dilapisi dengan kutikula tipis dan lembab
tanah yang lembab.
Sistem respirasi melalui permukaan kulit dan berlangsung difusi
Sistem saraf berupa ganglion otak dan tali syaraf yang tersusun dari tangga tali.
· Sistem peredaran darah annelida adalah tertutup dengan tersusun dari pembuluh
darah yang mempunyai hemoglobin
· Sistem ekskresinya berupa nefridia atau nefrostom

Peranan bagi kehidupan:


Beberapa contoh kelas Oligochaeta yang penting adalah
Reproduksi: Pheretima (cacing tanah) yang mampu menghancurkan sampah
dan membantu proses sirkulasi bahan organik di tanah serta
sebagai makanan sumber protein bagi ternak.
Perkembangbiakan vegetatifnya dengan cara fragmentasi tubuh
Hirudinea merupakan kelas dari Annelida yang mampu
yang diikuti dengan regenerasi.
menghasilkan zat hirudin, semacam bahan kimia yang mencegah
coagulasi atau pembekuan darah, contohnya Hirudo medicinalis,
Haemodipsa javanica.

BIOLOGI ’14
KLASIFIKASI
ANNELIDA
Tubifex sp
Oligochaeta (Cacing air
tawar/sutra)

Eunice viridis
Annelida Polychaeta (Cacing Palolo)

Hirudo javanica
Hirudinea (Lintah jawa)
BIOLOGI ’14
FILUM MOLLUSCA
Moluska berasal dari
bahasa latin: molluscus yang
artinya lunak.
Mollusca merupakan
hewan bertubuh lunak yang
dilindungi oleh cangkang
keras yang tersusun dari
senyawa kalsium karbonat,
kecuali cumi-cumi dan gurita
yang cangkangnya tereduksi.

BIOLOGI ’14
Ciri-ciri:
1. Tubuh terdiri dari 3 bagian yaitu kaki
berotot, massa viseral dan mantel.
Habitat:
2. Hewan triplobastik selomata.
3. Organ ekskresi berupa nefridia
4. Memiliki radula (lidah bergigi). hidup di air tawar dan di darat.
5. Hewan Heterotof
6. Struktur tubuhnya simetri bilateral

Reproduksi:
Peranan bagi kehidupan:
Mollusca merupakan hewan
hermaprodit, yaitu memiliki alat kelamin
jantan dan betina dalam satu individu 1. Sebagai bahan makanan
(berumah satu), tetapi ada juga yang alat
kelaminnya terpisah (berumah dua). Oleh (cumi-cumi, sotong, kerang)
sebab itu, cara reproduksinya dengan cara 2. Sebagai perhiasan (kerang dan tiram)
fertilisasi internal.

BIOLOGI ’14
KLASIFIKASI
MOLLUSCA
Amphineura Chiton sp

Cephalopoda Gurita
Cumi-cumi

MOLLUSCA Gastropoda Siput

Scaphopoda dentalium

remis, kerang
Bivalva hijau, tiram

BIOLOGI ’14
FILUM ARTHROPODA
Arthropoda adalah hewan dengan kaki
beruas-ruas, berukuku dan bersegmen. Istilah
Arthropoda berasal dari bahasa Yunani yang
terdiri dari dua kata yaitu arthro yang berarti ruas
dan podos yang berarti kaki. Arthropoda
merupakan hewan tripoblastik selomata dan
bilateral simetris. Tubuh Arthropoda terdiri dari
kepala, dada, dan abdomen yang keseluruhan
dibungkus oleh zat kitin dan kerangka luar
(eksoskeleton).

BIOLOGI ’14
UNIPA SURABAYA
Ciri-ciri:
Mempunyai 3 bagian tubuh utama yakni tubuh bersegmen (ruas), rangka luar (eksoskeleton)
keras, dan ekor.
Tubuh yang terdiri dari caput (kepala), toraks (dada), dan abdomen (perut) yang bersegmen-
segmen
Tubuh terbungkus kutikula sebagai kerangka luar yang terbuat dari zat protein dan zat kitin
Memiliki ukuran tubuh yang beragam
Bentuk tubuh simteris bilateral
Sifat hidup arthropoda adalah parasit, hetertropik, dan hidup dengan bebas
Memiliki alat pernapasan yang berupa trakea, insang, dan paru-paru (berbuku)
Alat pencernaan yang sempurna atau lengkap mulai adri mulut, kerongkongan, usus, dan
anus
Sistem peredaran darah arthropoda adalah terbuka dengan darah yang tidak mengandung
hemoglobin melainkan hemosianin

Habitat:

Arthropoda hidup di air tawar, darat, laut, dan udara

BIOLOGI ’14
Reproduksi:

Bereproduksi secara aseksual dan seksual

Peranan bagi kehidupan:

1. Crustacea sebagai bahan makanan yang kaya akan protein tinggi, seperti udang,
lobster, dan kepiting.
2. Arachnida bermanfaat dalam pengendalian populasi serangga terutama pada
serangga hama. Namun pada hewan-hewan, Arachnida lebih banyak merugikan
teurtama hewan-hewan acarina.
3. Insecta merupakan golongan kupu-kupu dan lebah yang sangat membantu para
petani karena dapat membantu proses penyerbukan pada bunga

BIOLOGI ’14
KLASIFIKASI ATHROPODA

Crustacea

Myriapoda
Athropoda
Arachnoidea

Insecta

BIOLOGI ’14
FILUM ECHINODERMATA

Echidodermata adalah
kelompok hewan berduri
yang bergerak lamban
dengan bantuan kaki tabung
dan berada di kelaman laut.
Istilah echinodermata
berasal dari bahasa Yunani
dari kata echi yang berarti
berduri, dan derma yang
berarti kulit.

BIOLOGI ’14
UNIPA SURABAYA
Ciri-ciri:

Tubuh echinodermata terdiri atas 3 lapisan dan mempunyai rongga tubuh atau disebut
dengan tripoblastik
Memiliki bentuk tubuh yang simetri bilateral pada saat masih larva, dan disaat dewasa
bentuk tubuhnya simteri radial
Mempunyai kulit tubuh yang terdiri atas zat kitin
Bergerak dengan ambulakral yaitu kaki tabung dengan lubang-lubang kecil yag berfungsi
untuk menghisap.
Mempunyai sistem pencernaan sempurna kecuali bintang laut yang tidak mempunya
anus.
Tidak memiliki sistem ekskresi
Pada permukaan tubuh terdiri atas tonjolan-tonjolan yang menyerupai duri

Habitat:

Echinodermata hidup di laut atau air payau.

BIOLOGI ’14
Reproduksi:
Echinodermata berkembang biak secara seksual, yaitu hewan jantan dan betina
yang melepaskan sel gametnya ke air laut, dan proses fertilisasi yang berlangsung
secara eksternal (di dalam air laut).

Peranan bagi kehidupan:


1. Bulu babi dapat diambil gonadnya untuk dikonsumsi. Jepang memiliki
peternakan bulu babi yang luas. Di wilayah Indonesia, terdapat di Nusa
Tenggara Timur (NTT) dan Kendari.
2. Holothuria (mentimun laut) diperdagangkan sebagai teripang kering atau
kerupuk teripang. Hongkong merupakan pusat perdagangan teripang dunia. Di
negeri China, mentimun laut dikeringkan dan dimanfaatkan sebagai bahan obat-
obatan.
3. Echinodermata memakan bangkai-bangkai, sehingga pantai menjadi bersih.

BIOLOGI ’14
KLASIFIKASI
ECHINODERMATA Archidea
(bintang laut)

Echinoidea
(Landak laut)

ECHINODERMATA Crinoidea

Ophiuroidea
(bintang mengular)

Holothuroidea
(mentimun laut)

BIOLOGI ’14
FILUM CHORDATA

Chordata berasal dari bahasa Yunani.


Chordata berarti tali, dawai atau senar. Jadi,
Chordata berarti hewan yang mempunyai korda
dorsalis (notokord) yang memanjang sebagai
kerangka sumbu tubuh di bagian punggung.
Filum Chordata adalah kelompok hewan,
termasuk vertebrata dan beberapa binatang
invertebrata yang memiliki ciri-ciri yang serupa.

BIOLOGI ’14
UNIPA SURABAYA
FILUM CHORDATA
Chordata berbeda dengan phylum lainnya, karena memiliki ciri khas, yaitu :
a. Notokord
Yaitu struktur mirip batang yang fleksibel dan memanjang, terletak
diantara saluran pencernaan dan tali syaraf. Tersusun atas sel-sel besar yang
terbungkus dalam jaringan serat agak kaku. Berfungsi menunjang/menyokong
tubuh dari dalam.
b. Tali Syaraf Berlubang
Tali syaraf tsb berkembang dari ekstodern yang menjadi suatu bentuk
tabung dan terletak di bagian dorsal notokord.
c. Kantong Insang,
Hanya terlihat pada anggota chordata tertentu saat masih embrio,
terutama yang hidup di air yang kemudian berubah menjadi insang.
d. Ekor di Belakang Anus
Semua chordata memiliki ekor dibelakang anus, yang dalam
perkembangan embrio, ekor dapat tumbuh atau mereduksi Urochordata dan
Cephalochordata. Satu sub-phylum memiliki tengkorak (cranium), yaitu Vertebrata.

BIOLOGI ’14
UNIPA SURABAYA
Habitat
Vertebrata hidup diberbagai
habitat baik darat dan laut

Peranan Chordata
a. Sebagai bahan makanan
b. Bahan obat-obatan dan kesehatan
c. Dapat dijadikan hama bagi pertanian
d. Pengembangan teknologi
e. Dapat dijadikan hobby dan rekreasi
f. Sebagai bahan sandang
BIOLOGI ’14
KLASIFIKASI Kelas Agnatha
CHORDATA
Kelas
Chodrichthyes
Urochordata
Kelas
Osteicthyes
Pisces

Chephalocordata
Kelas
Amphibia
Chordata Tetrapoda
Kelas
Vertebrata Reptil
Kelas
Aves

Kelas
Mamalia
BIOLOGI ’14