Anda di halaman 1dari 20

SPM dan Lingkunganya

1
KERANGKA KONSEPTUAL PENDESAINAN
SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

PENDEKATAN DALAM
PENDESAIAN
PENGIMPLEMENTASIAN
SPM

HUMAN
CONTINGENCY RESOURCE-
APPROACH LEVERAGE
APPROACH
PENDESAINAN SISTEM PENGENDALIAN
MANAJEMEN CONTINGENCY APPROACH

PEMACU
PERUBAHAN
STRUKTUR

Managerial Paradigma KARAKTERISTIK


Skills Managemen LINGKUNGAN
BISNIS

PROSES
HUMAN-RESOURCE-LEVERAGE
APPROACH

Human resource leverage approach yg melandasi


pendesainan sistem pengendalian manajemen ini terlihat
pada :
1. Pembangunan paradigma SDM berdasarkan lingkungan
bisnis yg akan di masuki oleh perusahaan & penggunaan
paradigma tersebut.
2. Perhatian terhadap perlunya keterampilan managerial
dalam managing the shadow side of organization agar
personel mampu secara efektif menjalankan sistem
pengendalian manajemen.
1. CUSTOMER VALUE
(Manfaat – Pengorbanan) x Hubungan

Customer : 1. Internal Customer


2. External Customer
Paradigma :
- Kami membuat apa yang dibutuhkan oleh customer –
Kami menjual apa yang bisa kami buat
- Seluruh SDM dioptimalkan untuk pelayanan customer
- Mengubah arah perhatian manajemen dari konsep
memuaskan diri sendiri berbalik kearah pemuasan
customer
- Keseluruhan proses bisnis bermanfaat bagi customer
5
Nilai Dasar:

1. Integritas
2. Kerendahan hati
3. Kesediaan untuk melayani

6
LOGIKA

Konsumen Produsen
 Manfaat  Membuat produk/jasa
 Memperhatikan pelayanan  Profit untuk memperluas
nilai investasi
 Produk/jasa sesuai
 Mengutamakan kenya-
kebutuhan manan internal organisasi
 Fokus: kekeliruan yang  Penciptaan produk
tidak terlihat berdasarkan teknologi
 Membeli produk/jasa  Berfokus pada kekeliruan
yang terlihat

7
EMPLOYEE
EMPOWERMENT
Sudut pandang:
 Knowledge workers ? --- VISIONER
 Skill workers ? --- KETERAMPILAN
Definisi:
Memampukan dan memberikan kesempatan kepada
karyawan untuk merencanakan, mengimplemen-
tasikan/ mewujudkan rencana, dan mengendalikan
implementasi tersebut yang menjadi tanggung jawab
individu atau kelompok karyawan

8
Sudut Pandang Manajer:
 Karyawan dipandang sebagai manusia bukan mesin
 Manusia pada dasarnya baik
 Birokrasi menghambat inisiatif
 Tugas manajer menyediakan pelatihan, teknologi, dan
dukungan bagi karyawan

Nilai dasar:
1. Kejujuran
2. Kerendahan hati

9
Sudut Pandang Karyawan:

 Pemberdayaan didasarkan atas kepercayaan


manajer kepada karyawan
 Kepercayaan manajer didasarkan pada
kompetensi dan karakter

10
SIMPULAN

PARADIGMA YANG HARUS DIBANGUN DALAM


SUATU SISTEM ADALAH:

FINANCIAL ASSET HUMAN ASSET

11
CONTINUOUS
IMPROVEMENT MINDSET

Paradigma Keyakinan dasar Nilai-nilai dasar yang


terhadap melandasi
Improvement improvement improvement
Berkelanjutan berkelanjutan berkelanjutan

1. Harus mengetahui
fakta 1. Kejujuran
2. Alasan dan belajar
2. Kerendahan
3. Selalu ada cara yang
lebih baik Hati
4. Harus selalu berusaha 3. Kerja keras
untuk sempurna ; 4. Kesabaran
orang tidak akan 5. Keterbukaan
pernah mencapai 6. keberanian
kesempurnaan
tersebut
PERWUJUDAN CONTINUOUS
IMPROVEMENT MINDSET
KE DALAM SPM

Struktur SPM Proses SPM

1. Organisasi sebagai Peningkatan kualitas,


destabilizer keandalan, kecepatan,
2. Peran manajer efisiensi biaya.
3. De-jibbed
organization
4. Teamwork
5. Cross-functional
approach
CROSS FUNCTIONAL MINDSET

Tim lintas fungsional hanya akan efektif di dalam


menjalankan organisasi lintas fungsional jika mereka
memiliki mindset yang cocok dengan organissai
tersebut. Proses untuk menghasilkan produk dan
jasa menembus batas-batas antar fungsi. Dengan
demikian manajemen atas aktivitas pembuatan
produk dan jasa penyediaan jasa hanya akan berhasil
jika batas-batas antarfungsi ditiadakan, baik secra
fisik maupun secara mental.
PERWUJUDAN CROSS FUNTIONAL MINDSET KE DALAM SISTEM
PENGENDALIAN MANAJEMEN

Cross Functional Mindset diwujudkan kedalam dua komponen system


pengendalian manajemen, yaitu:

1. Perwujudan cross functional mindset ke dalam struktur system


pengendalian manajemen
Cross functional mindset diwujudkan dalam struktur system pengendalian
manajemen berikut ini :

Cross functional organization : Cross functional organization ini


menggunakan paradigma organisasi sebagai : (1) Suatu rangkaian system
yang digunakan untuk melayani kebutuhan customer dan (2) Suatu
kumpulan shared competencies and resources yang disediakan untuk
dimobilisasi guna memenuhi kebutuhan customer.
Paradigma Lintas Fungsional

Suatu kumpulan
Suatu rangkaian shared
system yang competencies and
digunkan untuk resources yang
melayani disediakan untuk
kebutuhan dimobilisasi guna
customer memenuhi
kebutuhan
customer.
Perwujudan Cross-Functional Mindset Ke Dalam
Proses Sistem Pengendalian Manajemen

1.Perumusan strategi
2.Perencanaan strategic
3.Penyusunan program
4.Penyusunan anggaran
5.Implementasi
6.Pengendalian
• Cross-Functional Mindset diwujudkan dalam
tahap-tahap proses system pengendalian
manajemen berikut ini:
1.Penyusunan anggaran berbasis aktivitas
(activity – based budgeting)
2.Implementasi rencana dengan activity – based
management
3.Pengendalian pelaksanaan rencana dengan
activity – based cost system
TERIMA KASIH

20