Anda di halaman 1dari 13

dr.

Muhamad Taufiqy Setyabudi, SpOG(K)


RSUD dr.Adhyatma,MPH-Tugurejo,Semarang

10 December 2018 1
Pelvic Inflammatory Disease (PID)
 Infeksi panggul yang bersifat akut maupin
kronik pada organ genitalia interna
 Mikroorganisme
 Ascenden
 Perkontinuitatum (pert abnormal) dari organ
sekitar
 Hematogen

10 December 2018 2
Infeksi bisa berupa
 Endometritis
 Salpingitis
 Tubo-ovarian abses
 Pelvic peritonitis

Secara klinis :
 Kesulitan untuk menentukan organ yang
terinfeksi
 Biasanya lebih dari satu organ yang terinfeksi

10 December 2018 3
Penyebabnya sama dengan mikroorganisme
penyakit menular seksual
 Neisseria gonorrhoea
 Chlamidia trachomatis
 Flora normal vagina ( bakteri anaerob,
Gardnerella vaginalis, Haemophilus influenza,
kuman bentuk batang gram negatif dan
Streptococcuc agalactie ).

10 December 2018 4
Infeksi organ genitalia interna dapat terjadi
setelah abortus atau setelah melahirkan:
 Stafilokok
 Streptokok
 E coli
 bakteri anerob
Masuk ke jaringan melalui laserasi jaringan atau
lebih sering melalui jaringan plasenta

10 December 2018 5
Infeksi panggul akibat penyebaran
hematogen (infeksi yg nyebar melalui
darah)
 Tuberkulosis
 Peritonitis panggul

10 December 2018 6
Diagnosis PID sulit ditegakkan :
 variasi gejala
 tanda klinik yang luas
 gejalaringan dan tidak spesifik

Trias gejala dan tanda klinik :


 - nyeri pelvik.
 - nyeri pergerakan serviks.
 - nyeri tekan adneksa.
10 December 2018 7
Kriteria tambahan :
 Suhu badan > 38,30 C
 Sekret vagina atau serviks yang bersifat
mukopurulen (mengandung lendir dan nanah)
 Adanya lekosit pada pemeriksaan mikroskop
sediaan sekret kanalis servikalis yang diberi
salin
 Penigkatan LED
 Pemeriksaan bakteriologi kanalis servikalis
ditemukan N. Gonorrhoeae dan C. Trachomatis

10 December 2018 8
Diagnosis pasti dapat ditegakkan dengan
 biopsi endometrium yang menunjukkan
endometritis secara histopatologi.
 USG transvaginal atau MRI yang menunjukkan
adanya cairan yang mengisi tuba fallopii
dengan atau tanpa cairan pada pelvik atau
abses tubo-ovarial.
 laparoskopi untuk visualisasi langsung tuba
fallopii dan mengambil sediaan bakteriologi.

10 December 2018 9
DIFFERENSIAL DIAGNOSIS
 Kehamilan tuba.
 Kista ovarium terinfeksi.
 Appendisitis akut.
 Ureterolithiasis.
 Infeksi saluran kemih.

10 December 2018 10
PENGOBATAN
Indikasi rawat inap adalah :
 Pembedahan emergensi, misalnya apendisitis.
 Pasien hamil
 Tidak respon terhadap antimikroba oral
 Tidak mematuhi pemberian antimikroba oral
 Disertai gejala yang memberat seperti
mual,muntah atau panas tinggi
 Terdapat tubo-ovarial abcess

10 December 2018 11
Pemberian antibiotik disesuaikan dengan:
 Ketersediaan obat
 Biaya
 Penerimaan pasien
 Kepekaan mikroba

Terapi harus segera diberikan :


 Cegah komplikasi jangka panjang
 Terapi meliputi pasangan seksual
10 December 2018 12
10 December 2018 13