Anda di halaman 1dari 29

PENDEKATAN PERISTIWA DAN PERILAKU

PENDEKATAN PERISTIWA
Pendekatan peristiwa mengusulkan bahwa tujuan dari akuntansi adalah
”untuk memberikan informasi mengenai peristiwa-peristiwa ekonomi yang
relevan yang dapat berguna dalam berbagai jenis model keputusan.
Peristiwa mengacu pada semua tindakan yang dapat digambarkan oleh satu
atau lebih dimensi-dimensi atau atribut dasar.
Menurut Johnson, peristiwa berarti pengamatan yang mungkin dari
karakteristik-karakteristik tertentu dari sebuah tindakan dimana seorang
reporter dapat mengatakan saya meramalkannya dan melihatnya terjadi
dengan atau kepala saya sendiri.

Jadi, karakteristik dari suatu peristiwa dapat diamati secara langsung dan
memiliki arti ekonomi yang signifikan bagi pengguna. Karakteristik dari
peristiwa yang tidak menggunakan nilai moneter mungkin harus di
ungkapkan.
Pendekatan peristiwa juga mengasumsikan bahwa tingkat pengumpulan dan
evaluasi dari data akuntansi akan ditentukan oleh pengguna, mengingat
fungsi kerugian dari para pengguna.
Laporan Keuangan dan Pendekatan Peristiwa
Dalam pendekatan nilai, neraca dianggap sebagai suatu indikator dari posisi
keuangan perusahaan pada satu titik tertentu di satu waktu.

Dalam pendekatan peristiwa, neraca dianggap sebagai suatu komunikasi


tidak langsung dari seluruh peristiwa-peristiwa akuntansi yang relevan bagi
perusahaan sejak ia dibentuk.

Dalam pendekatan nilai, laporan laba rugi dianggap sebagai suatu indikator
bagi kinerja keuangan dari sebuah perusahaan pada satu periode tertentu.
Dalam pendekatan peristiwa, laporan laba rugi dianggap sebagai komunikasi
langsung engenai peristiwa-peristiwa operasional yang terjadi selama periode
tertentu.

Dalam pendekatan nilai, laporan arus kas dianggap sebagai suatu penyajian
mengenai perubahan kas. Dalam pendekatan peristiwa, laporan arus kas
dianggap sebagai suatu penyajian peristiwa-peristiwa keuangan dan
investasi.
Teori Peristiwa Normatif dari Akuntansi
Tujuan dari teori peristiwa normatif dari akuntansi adalah untuk
maksimalkan keakuratan peramalan laporan-laporan akuntansi dengan
berfokus pada atribut-atribut yang paling relevan dari peristiwa-peristiwa
yang sangat penting bagi pengguna.

Teori ini meminta adanya:


• Suatu taksonomi yang eksplisit dari peristiwa-peristiwa nyata yang
harus dilaporkan oleh akuntan
• Perencanaan klasifikasi yang lebih efektif dengan referensi khusus
pada label-label yang memungkinkan untuk mengaitkan peristiwa
tertentu dengan peristiwa lain yang berhubungan
• Pembuatan struktur sistem informasi akuntansi berbasis peristiwa
Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Peristiwa
Satu cara untuk memenuhi tujuan dari teori peristiwa normatif dari akuntansi
adalah dengan mengintegrasikan pendekatan peristiwa dengan pendekatan
basis data pada manajemen informasi yang mengansumsikan bahwa suatu
perusahaan membuat sebuah database yang dikelola secara terpusat dan
dibagi diantara rentang pengguna yang luas dengan kebutuhan yang sangat
beragam.

Sistem akuntansi seperti ini meliputi model-model :


• Model Hierarkis, didasarkan atas pemikiran mengenai suatu sistem informasi
akuntansi – peristiwa yang memungkinkan para pengguna untuk
memberikan pertanyaan database.
• Model jaringan, didasarkan atas konsep akuntansi multidimensional yang
disampaikan oleh Ijiri dan Charnes, Colantoni dan Cooper. Model ini
menggunakan sebagai input database yang pada awalnya belum terstruktur
dan kumpulan pertanyaan atau permintaan data untuk mengembangkan
suatu struktur data hierarkis yang akan meminimalisasi jumlah catatan yang
harus diakses untuk menjawab suatu rangkaian yang diminta.
Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Peristiwa
• Model relasional, didasarkan pada teori matematis tentang relasi. Pada
dasarnya suatu database suatu kumpulan relasi-relasi berbagai tingkatan
yang memiliki perbedaan waktu.
• Model hubungan entitas, mengasumsikan bahwa suatu sistem akuntansi
akan dapat dibuat modelnya secara paling alamiah dalam suatu
lingkungan database yang berupa kumpulan entitas-entitas dunia nyata
dan hubungan diantara entitas-entitas tersebut.
• Model akuntansi REA adalah suatu penyajian hubungan entitas umum
dari fenomena akuntansi dengan kompenen yang terdiri atas perangkat-
perangkat yang mewakili sumber daya ekonomi, peristiwa ekonomi, dan
agen-agen ekonomi.
Evalusi atas Pendekatan Peristiwa
Pendekatan peristiwa menawarkan kelebihan dan kekurangannya sendiri.
Kelebihannya terutama adalah dalam bentuk usaha-usaha untuk
memberikan informasi mengenai peristiwa ekonomi yang relevan yang
mungkin bermanfaat bagi macam-macam model keputusan.

Sebagai hasilnya akan terdapat lebih banyak informasi yang tersedia bagi
para pengguna yang dapat menggunakan fungsi kegunaan untuk
menentukan sifat dan tingkat agregrasi dari informasi yang
diperlukan dalam membuat keputusan.
Evalusi atas Pendekatan Peristiwa
Kegunaan dari pendekatan peristiwa dapat bergantung pada satu atau lebih
argumen dibawah ini :
 Kegunaan dari pendekatan peristiwa mungkin bergantung pada keadaan
psikologis dari si pengambil keputusan.
 Dapat terjadi kelebihan informasi dari usaha percobaan untuk mengukur
karakteristik yang relevan dari seluruh peristiwa penting yang
mempengaruhi perusahaan
 Kriteria yang memadai untuk pemilihan peristiwa yang penting belum
dikembangkan
 Mengukur seluruh karakteristik dari suatu pendekatan peristiwa mungkin
terbukti sulit untuk dilakukan , melihat kondisi seni akuntansi saat ini.
PENDEKATAN PERILAKU
Pendekatan perilaku pada formulasi teori akuntansi menekankan relevansi pengambilan
keputusandari informasi yang dikomunikasikan (orientasi keputusan-komunikasi) dan
perilaku individu dan kelompok yang ditimbulkan oleh komunikasi informasi (orientasi
pengambil keputusan).

Akuntansi diasumsikan berorientasi pada tindakan, tujuannya adalah untuk


mempengaruhi tindakan secara langsung melalui muatan informasional dari pesan yang
disampaikan dan secara tidak langsung melalui perilaku para akuntan.

Tujuan dari ilmu keperilakuan adalah untuk memahami, menjelaskan dan meramalkan
perilaku manusia, yaitu untuk menetapkan generalisasi dari perilaku manusia yang
didukung oleh bukti empiris yang dikumpulkan dalam cara yang objektif oleh prosedur-
prosedur yang sepenuhnya terbuka untuk ditinjau, ditiru, dan dapat diverifikasi oleh
ilmuan-ilmuan lain yang berminat.

Tujuan mendasar dari akuntansi keperilakuan adalah untuk menjelaskan dan


meramalkan perilaku manusia disemua konteks akuntansi yang mungkin terjadi.
Dampak Perilaku Dari Informasi Akuntansi
Informasi akuntansi dilihat dari segi isi dan formatnya mungkin dapat
memberikan dampak bagi masing-masing pengambilan keputusan. Maka dari
itu, studi-studi penelitian di area ini telah memeriksa model-model pelaporan
dan praktik pengungkapan untuk menilai pilihan yang tersedia dilihat dari segi
relevansi dan dampaknya pada perilaku.

Studi-studi ini dapat dibagi dalam lima kelompok umum, yaitu:


 Kecukupan pengungkapan
Digunakan 3 pendekatan untuk menilai kecukupan pengungkapan yaitu:
1. menilai pola yang berkaitan dengan dimasukkannya informasi tertentu.
2. menilai persepeksi dan sikap dari kelompok kepentingan yang berbeda
3. menilai sampai sejauh mana item-item informasi yang berbeda diungkap
dalam laporan tahunan dan faktor tertentu dari perbedaan-perbedaan
yang signifikan dalam kecukupan pengungkapan keuangan antar
perusahaan.
Dampak Perilaku Dari Informasi Akuntansi
 Kegunaan dari data laporan keuangan
Digunakan dua pendekatan untuk menilai kegunaan dari data laporan
keuangan, yaitu:
1. menilai arti penting secara relatif dari analisis investasi item-item informasi
yang berbeda baik untuk pengguna maupun pembuat informasi keuangan
2. menilai relevansi dari laporan keuangan terhadap pengambilan
keputusan dengan didasarkan pada komunikai laboratorium dari data
laporan keuangan dari segi kemudahan untuk dibaca dan arti bagi
pengguna secara umum
 Sikap dari praktik-praktik pelaporan perusahaan
Digunakan dua pendekatan untuk menilai sikap dari praktik-praktik
pelaporan perusahaan.
1. menilai preferensi untuk teknik-teknik akuntansi alternative
2. menilai sikap dari permasalahan pelaporan umum
Dampak Perilaku Dari Informasi Akuntansi
 Pertimbangan materialitas
Digunakan dua pendekatan untuk menilai pertimbangan materialitas
1. menilai faktor-faktor utama yang menentukan pengumpulan,
pengklasifikasian, dan perangkuman data akuntansi
2. berfokus pada item-item apa yang dianggap meterual oleh orang lain
dan mencoba untuk menentukan tingkat perbedaan yang diminta
dalam data akuntansi sebelum perbedaan tersebut dianggap ebagai
material.
 Berbagai dampak keputusan dari prosedur akuntansi alternatif
Terutama di dalam konteks penggunaan teknik-teknik persediaan yang
berbeda, informasi tingkat harga, dan informasi non akuntansi.
Dampak Linguistik dari Data Dan Teknik Akuntansi
Ada empat dalil yang diperkenalkan yang diperoleh dari paradigma relativitas
linguistik yang bertujuan untuk secara konseptual mengintegrasikan temuan-
temuan penelitian mengenai dampak dari informasi akuntansi terhadap
perilaku penggunanya:
• Para pengguna yang membuat pembedaan leksikal tertentu dalam
akuntansi akan mampu berbicara dan menyelesaikan masalah yang tidak
dapat dipecahkan oleh pengguna yang tidak membuat perbedaan tersebut
• Para pengguna yang membuat perbedaan leksikal tertentu dalam akuntansi
akan mampu melaksanakan tugas-tugas dengan lebih cepat
• Para pengguna yang memiliki aturan akuntansi cenderung akan
membedakan gaya dan penekanan manajerial daripada mereka yang tidak
memilikinya
• Teknik-teknik akuntansi dapat cenderung memfasilitasi atau menjadikan
lebih sulit beragam perilaku-perilaku manajerial dari pihak pengguna.
Fiksasi Fungsional Dan Data
Digunakan dalam akuntansi, mengusulkan bahwa dalam kondisi tertentu
seorang pengambil keputusan mungkin tidak dapat menyesuaikan proses
pengambilan keputusan terhadap suatu perubahan dalam proses akuntansi
yang memberikan data yang mempengaruhinya.

Fiksasi fungsional diawali sebagai satu konsep dalam psikologi yang berasal
dari investigasi mengenai dampak dari pengalaman masa lalu pada perilaku
manusia.

Terdapat bermacam-macam konsep untuk hasil-hasil dari fiskal fungsional


dalam akuntansi, yaitu:
 Hipotesis pengondisian
 Teori prospek dan hipotesis penyusunan
 Keterlibatan ego yang pertama versus yang terbaru
Sifat Induksi Informasi
Perilaku seorang individu dipengaruhi oleh informasi dalam dua cara, yaitu:
• Melalui penggunaan informasi ketika bertindak sebagai seorang penerima
• Melalui induksi informasi ketika bertindak sebagai seorang pengirim

Faktor waktu juga dapat mengatur induksi sebagai berikut:


• Komunikasi dari informasi yang pada kenyataannya merupakan
penggambaran dari perilaku pengirimnyaatau di anggap seperti itu oleh
pengirimnya
• Konsekuensi-konsekuensi yang mencerminkan kemungkinan efek-efek
timbal balikpada pengirim informasi akan sangat kondusif bagi induksi
informasi
Sifat Induksi Informasi
Pengklasifikasian secara luas dampak-dampak timbal balik bagi pengirim
informasi yang muncul dari :
1. evaluasi eksternal atas kinerja
2. regulasi dan pengendalian atas operasi
3. interaksi dengan keputusan-keputusan dari unit-unit keperilakuan yang lain
4. pengubahan-pengubahan yang terjadi pada seperangkat pilihan yang
terbuka bagi pengirim informasi.
PENDEKATAN PEMROSESAN INFORMASI MANUSIA
Pendekatan pemrosesan informasi manusia tumbuh dari adanya suatu
keinginan untuk meningkatkan baik perangkat informasi yang disajikan kepada
pengguna dari data keuangan maupun kemampuan dari pengguna untuk
menggunakan informasi tersebut.

Terdapat tiga komponen utama dari model pemrosesan infoormasi, yaitu input,
proses, dan output.

Study dari perangkat input informasi berfokus pada variabel-variabel yang


kemungkinan besar akan mempengaruhi bagaimana cara seseorang memroses
informasi untuk pengambilan keputusan.
PENDEKATAN PEMROSESAN INFORMASI MANUSIA
Variabel-variabel yang dilihat adalah :
1. karakteristik skala dari masing-masing isyarat (tingkat pengukuran, diskret
atau kontinu, deterministik atau probabilistik)
2. sifat-sifat statistikal dari perangkat informasi (jumlah isyarat, karakteristik
distribusional, hubungan antar isyarat, dimensionalitas yang mendasari
3. muatan informasional atau signifikansi prediktif (bias, dapat di andalkan
atau bentuk dari hubungan dengan kriteria)
4. metode penyajian (format, ukuran, tingkat agregasi)
5. konteks (kondisi pandangan secara fisik, instruksi, karateristik tugas dan
umpan balik)
PENDEKATAN PEMROSESAN INFORMASI MANUSIA
studi-studi mengenai komponen proses berfokus pada variabel-variabel yang
mempengrauhi pengambilan keputusan seperti :
1. karakteristik dari pertimbangan
2. karakteristik dari aturan-aturan keputusan

Studi - studi mengenai komponen output berfokus pada variabel yang


berhubungan dengan pertimbangan, peramalan atau keputusan yang
kemungkinan besar akan mempengaruhi cara pengguna memproses informasi.

Variabel variabel tersebut meliputi :


1. mutu dari pertimbangan
2. wawasan dari (penggunaa isyarat subjektif, kualitas keputusan yang
diterima, dan persepeksi dari karakteristik perangkat informasi)
PENDEKATAN PEMROSESAN INFORMASI MANUSIA
perbedaan penekanan pada ketiga komponen dari model pemrosesan
informasi mengarah pada penggunaan 4 (empat) pendekatan yang berbeda,
yaitu :
1. pendekatan model lensa
pendekatan model lensa memungkinkan adanya pengakuan secara eksplisit
atau saling ketergantungan antara variabel-variabel lingkungan dan spesifik
individu.

Model lensa digunakan untuk menilai situasi-situasi pertimbangan manusia


dimana seseorang membuat pertimbangan berdasarkan atas seperangkat
isyarat yang eksplisit dari lingkungan.

Model ini menekankan kesamaan antara lingkungan dan respons dari


subjek.
PENDEKATAN PEMROSESAN INFORMASI MANUSIA
Berbagai jenis masalah keputusan akuntansi yang telah dilihat dengan
menggunakan model lensa, antara lain :
• studi-studi pencatatan kebijakan, yang melihat arti penting secara relatif dari
isyarat-isyarat yang berbeda dalam proses pertimbangan dan konsensus
diantara para pengambil keputusan
• keakuratan dari pertimbangan yang dibuat dengan basis isyarat-isyarat
akuntansi
• dampak dari karakteristik pekerjaan terhadap pencapaian dan pembelajaran
PENDEKATAN PEMROSESAN INFORMASI MANUSIA
2. Pertimbangan Probabilistik
Pertimbangan probabilistik yang dikenal sebagai pendekatan Bayesian,
pertama berfokus pada suatu perbandingan antara pertimbangan-
pertimbangan probabilitas intuitif dengan model normatif.

Penelitian mengenai ditinggalkannya perilaku pengambilan keputusan


secara normative berfokus pada heuritis dan bias-bias yang pada dasarnya
adalah kepresentatifan dalam pengauditan, penyandaran dalam
pengauditan, penyandara dalam pengendalian manajemen, dan
penyandaran dalam analisis keuangan dan pada kemampuan dari
pengambilan keputusan untuk melaksanakan perannya sebagai evaluator
informasi.
PENDEKATAN PEMROSESAN INFORMASI MANUSIA
3. Perilaku Prakeputusan
Perilaku prakeputusan umumnya diuji dengan menggunakan metode
pelacakan proses.

Metode ini telah mengalami evolusi dari teori tentang pemecahan masalah
yang dikembangkan oleh Newell dan Simon, yang berpendapat bahwa
manusia memiliki ingatan jangka pendek dengan kapasitas yang terbatas
dan ingatan jangka panjang yang sepertinya tidak terbatas.

Pelacak-pelacak proses cenderung mengandalkan empat metoda dibawah


ini :
• Pergerakan mata
• Perilaku pencarian informasi
• Penyertaan isyarat informasi atau waktu respons
• Protokol introspektif verbal
PENDEKATAN PEMROSESAN INFORMASI MANUSIA
4. Pendekatan Gaya Kognitif
Pendekatan gaya kognitif berfokus pada variabel-variabel yang kemungkinan
besar akan memberikan sebuah dampak pada kualitas dari pertimbangan
yang dibuat oleh para pengambil keputusan.

Gaya kognitif adalah adalah sebuah gagasan hipotetis yang digunakan untuk
menjelaskan proses mediasi yang terjadi antara stimuli dan respons.

Ada 5 (lima) pendekatan yang diketahui dari studi mengenai gaya kognitif
dalam psikologi, antara lain :
 Otoriterianisme
 Dogmatisme
 Kompleksitas kognitif
 Kompleksitas integrative
 Ketergantungan pada bidang
PENDEKATAN PEMROSESAN INFORMASI MANUSIA
5. Relativisme Kognitif Dalam Akuntansi
Revolusi kognitif dalam psikologi sosial telah menciptakan adanya suatu
perhatian yang kuat tentang struktur ilmu pengetahuan mengenai ingatan
pada umumnya, dan bagaimana seseorang belajar pada khususnya.
PENDEKATAN PEMROSESAN INFORMASI MANUSIA
6. Relativisme Kultural Dalam Akuntansi
Relativisme kultural mengendalikan bahwa kebudayaan membentuk fungsi
kognitif dari individu-individu yang berhadapan dengan suatu fenomena
akuntansi atau audit.

Terdapat bermacam-macam konsep mengenai kebudayaan dalam


antropologi yang menunjukkan adanya tema yang berbeda-beda dalam
penelitian akuntansi.
 Mengikuti fungsionalisme Malinowski
 Mengikuti fungsionalisme struktural radcliffe-Brown
 Mengikuti ilmu etnik Goodenough
 Mengikuti antropologi simbolis Geertz
 Mengikuti strukturalisme Levi-Strauss
PENDEKATAN PEMROSESAN INFORMASI MANUSIA
Diterapkan pada akuntansi, kebudayaan dapat dipandang sebagai media
akuntansi. Kebudayaan pada intinya menentukan proses
pertimbangan/keputusan dalam akuntansi.

Model mengendalikan kebudayaan melalui komponen-komponen, elemen-


elemen dan dimensi-dimensi, menentukan struktur organisasional yang
dipergunakan, perilaku mikro-organisasional, dan fungsi kognitif dari individu
sedemikian rupa sehingga pada akhirnya memengaruhi proses
pertimbangan/keputusan mereka ketika mereka berhadapan dengan suatu
fenomena akuntansi dan/atau audit.
EVALUASI ATAS PENDEKATAN PERILAKU

Kebanyakan penelitian akuntansi keperilakuan yang telah dibahas di bagian-


bagian sebelumnya telah mencoba untuk menetapkan generalisasi mengenai
perilaku manusia sehubungan dengan informasi akuntansi.

Sasaran implisit dari seluruh studi ini adalah untuk mengembangkan dan
memverifikasi hipotesis-hipotesis perilaku yang relevan bagi hipotesis-hipotesis
teori akuntansi mengenai kecukupan pengungkapan, kegunaan data laporan
keuangan, sikap mengenai praktik-praktik pelaporan perusahaan, pertimbangan
materialitas, dampak-dampak keputusan dari prosedur akuntansi alternatif, dan
komponen-komponen dari suatu model pemrosesan informasi (input, proses,
dan output).
SELESAI