Anda di halaman 1dari 18

ANALISIS PROFITABILITAS:

RETURN ON ASSET (ROA)


PERHITUNGAN ROA

Analisis ROA mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan


laba dengan menggunakan total aset (kekayaan) yang dipunyai
perusahaan setelah disesuaikan dengan biaya-biaya untuk
mendanai aset.
Formula ROA bisa dihitung sebagai berikut (dengan memasukan
pendanaan):

Laba bersih + bunga


ROA =
Total Aset rata-rata
Karena bunga tidak masuk dalam analisis ROA, maka bunga
ditambahkan kembali ke laba bersih. Dengan demikian setelah
penyesuaian pajak, formula ROA dihitung sebagai berikut:
Laba bersih + bunga (1 – tingkat pajak)
ROA =
Total Aset rata-rata
Dalam formula diatas, bunga ditambahkan kembali ke laba bersih,
sedangkan penghematan pajak karena bunga dikurangi dari laba
bersih.
Laba bersih suatu perusahaan kadang-kadang dipengaruhi oleh dua
faktor luar biasa yang tidak selalu muncul dalam kegiatan bisnis
yang normal:
1) Laba karena perubahan prinsip akuntansi
2) Biaya restrukturasi
KOMPONEN-KOMPONEN ROA

ROA bisa di pecah lagi ke dalam dua komponen yaitu:


1. Profit margin
ROA = Laba Bersih + Bunga (1 – tingkat pajak)
Total Aset rata – rata
Profit margin melaporkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari
tingkat penjualan tertentu.

2. Perputaran Total Aktiva


ROA = Laba Bersih + Bunga (1 – tingkat pajak) Penjualan
Penjualan Total Aset rata –rata
Perputaran total aset mencerminkan kemampuan perusahaan menghasilkan
penjualan dari total investasi tertentu.
Tabel ROA, Profit margin, dan Perputaran aktiva Perusahaan ABC dan XYZ

Tahun 3 Tahun 2 Tahun 1


Perusahaan ABC
ROA 12,16% 11,9% 12,5%
Profit margin 7,6% 7,9% 8,3%
Perputaran aktiva 1,6% 1,5% 1,5%

Perusahaan XYZ
ROA 10% 9,3% 8,7%
Profit margin 5,9% 6,2% 5,8%
Perputaran aktiva 1,7% 1,5% 1,5%

Dari data – data diatas nampak bahwa ABC mempunyai tingkat ROA yang
lebih tinggi dibandingkan dengan XYZ selama tiga tahun ini. Dengan
pemecahan ROA ke dalam profit margin dan perputaran aktiva, tampak bahwa
profit margin ABC lebih tinggi dibandingkan dengan profit margin XYZ.
Keduanya mempunyai tingkat perputaran aktiva yang sama.
INTERPRETASI ROA
Berikut ini ada dua faktor yang mempengaruhi perbedaan ROA antarindustri dan
yang mempengaruhi perbedaan proporsi profit margin/perputaran aktiva
antarindustri.
a. Operating leverage
Operating leverage menunjukkan sejauh mana pemakaian beban tetap dalam suatu
perusahaan. Perusahaan yang menggunakan beban tetap yang tinggi berarti
mempunyai operating leverage yang tinggi. Beban tetap operasional datangnya dari
beban depresiasi peralatan/bangunan (aktiva tetap). Perusahaan yang mempunyai
proporsi aktiva tetap yang besar akan mempunyai beban depresiasi yang tinggi,
yang berarti mempunyai beban operasional yang tinggi, dan berarti mempunyai
operating leverage yang tinggi pula.
b. Siklus kehidupan produk
Siklus kehidupan produk akan mempunyai pengaruh terhadap ROA atau
perbedaan-perbedaan ROA. Produk, mulai dari muncul sampai menghilang,
bergerak melalui beberapa tahap;
1. Tahap perkenalan (Introducing)
2. Tahap pertumbuhan (Growth)
3. Tahap kedewasaan (Maturity)
4. Tahap penurunan (Decline)
PERBEDAAN DALAM KOMPOSISI PROFIT MARGIN
DAN PERPUTARAN AKTIVA

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam analisis ROA adalah


proporsi profit margin dan perputaran aktiva. Beberapa industri
mempunyai komposisi profit margin dan perputaran aktiva yang
berbeda-beda. Industri toko grosir dan supermaket mempunyai
kecenderungan memiliki perputaran aktiva yang tinggi dan profit
margin yang rendah. Sedangkan sebaliknya, industri eksplorasi
minyak mempunyai profit margin yang tinggi dengan perputaran
aktiva yang rendah.
• Pembatasan kapasitas dan pembatasan kompetisi
Perusahan atau industri dengan biaya tetap yang besar dan
membutuhkan periode yang lama untuk membangun atau
menambah kapasitas produksi akan mempunyai pembatasan
kapasitas.untuk industri atau perusahan semacam ini,diperlukan
cara lain agar diperoleh ROA yang mampu menarik modal ke
usaha tersebut,cara tersebut adalah dengan menaikan profi
margin-nya.
• Strategi bisnis Strategi yang dirumuskan oleh Michael porter
yaitu:
1. Diferensiasi
2. Biaya rendah (low cost strategy)
3. Fokus
PROBLEM 1

2011 2010 2009


Penjualan 1.000.000 900.000 900.000
HPP 500.000 500.000 470.000
Biaya Administrasi 170.000 160.000 150.000
Pendapatan non-operasional 9.000 8.000 6.500
Biaya Bunga 14.000 12.000 11.000
Pendapatan sebelum pajak 280.000 270.000 240.000
Pajak 115.000 110.000 100.000
Laba bersih 170.000 160.000 140.000
Modal kerja 190.000 180.000 180.000
Bangunan, pabrik, peralatan 300.000 280.000 170.000
Total aset 800.000 770.000 700.000
Utang jangka panjang 120.000 112.000 100.000
Modal saham 400.000 360.000 340.000
PENYELESAIAN

A. Profit margin = laba bersih/penjualan


• Tahun 2011 = 170.000/1.000.000 = 17%
• Tahun 2010 = 160.000/900.000 = 17,78%
• Tahun 2009 = 140.000/900.000 = 15,6%

B. Perputaran total aset = penjualan/total aset


• Tahun 2011 = 1.000.000/800.000 = 1,25 kali dalam setahun
• Tahun 2010 = 900.000/770.000 = 1,168 kali dalam setahun
• Tahun 2009 = 900.000/700.000 = 1,28 kali dalam setahun

C. Return on asset (ROA) = profit margin x perputaran total aset


• Tahun 2011 = 17% x 1,25 = 21,25%
• Tahun 2010 = 17,78% x 1,168 = 20,7%
• Tahun 2009 = 15,6% x 1,28 = 20%
D. Perputaran aset tetap = penjualan/total aktiva tetap
• Tahun 2011 = 1.000.000/300.000 = 3,33 kali dalam setahun
• Tahun 2010 = 900.000/280.000 = 3,21 kali dalam setahun
• Tahun 2009 = 900.000/170.000 = 5,29 kali dalam setahun
ANALISIS DUPPONT TAHUN 2011

Profit margin
17%
ROA
x
21,25%
Perputaran Total Aset
1,25%

ROE
1 25%
Rasio modal saham
Rasio Total Utang ke Total Aset ke total aset
120.000/800.000 = 0,15 0,85
ANALISIS DUPPONT TAHUN 2010

Profit margin
17,78%
x ROA
20,7%
Perputaran Total Aset
1,168
ROE
24,2%
1
Rasio modal saham
ke total aset
Rasio Total utang ke total aset
0,855
112.000/770.000 = 0,145
ANALISI DUPPONT TAHUN 2009

Profit margin
15,6%
ROA
x
20%
Perputaran Total Aset
1,28
ROE
23,25%
1
Rasio modal saham
Rasio total utang ke total aset ke total aset
100.000/700.000 = 0,14 0,86
PROBLEM 2

Segmen A Segmen B
Penjualan
Tahun 1 400 1.400
Tahun 2 440 1.500
Pendapatan operasional (sebelum pajak)
Tahun 1 48 104
Tahun 2 60 135
Rata-rata aset
Tahun 1 260 850
Tahun 2 280 975
Pengeluaran modal
Tahun 1 80 130
Tahun 2 90 150
Depresiasi
Tahun 1 40 54
Tahun 2 43 58
PENYELESAIAN

A. Biaya variabel dan biaya tetap untuk tiap segmen, setiap tahunnya
Biaya variabel (pengeluaran modal) Segmen A Segmen B
Tahun 1 80 130
Tahun 2 90 150

Biaya tetap (depresiasi) Segmen A Segmen B


Tahun 1 40 54
Tahun 2 43 58

B. Titik impas = biaya tetap/rasio margin kontribusi


• Segmen A = 83/0,807 = 102,85
• Segmen B = 112/0,903 = 124,03
C. Segmen mana yang lebih menguntungkan?
• Dilihat dari penjualan, walaupun penjualan segmen B terlihat lebih
tinggi dari segmen A, tetapi persentase kenaikan penjualan di segmen A
lebih tinggi dibandingkan segmen B.
• Dilihat dari rata-rata aset, depresiasi, dan pengeluaran modal, jumlah
segmen B lebih tinggi dari segmen A. Persentase kenaikan rata-rata aset
dan pengeluaran modal segmen B juga lebih tinggi dibandingkan
segmen A.
• Dengan memperhatikan beberapa uraian di atas, dapat ditarik
kesimpulan bahwa segmen A yang lebih menguntungkan dibandingkan
dengan segmen B.
TERIMA KASIH