Anda di halaman 1dari 33

Kasus-kasus komplikasi

persalinan
Melinda Yulistia
KHGB 16005
Kelas 2-A
DIII KEBIDANAN
Kasus 1
Seorang perempuan G2 P 1 A 0 h a m i l a t e r m u s i a 2 1 t a h u n
datang ke BPM dengan hasil Px TTV normal
pembukaan 5 cm. Dari anamnesa diketahui ibu
melahirkan anak pertama dengan operasi SC 2
tahun yang lalu . Rencana apa yang harus
dilakukan?

Rencana asuhan:
Segera rujuk ibu ke fasilitas yang mempunyai
kemampuan untuk melakukan bedah sesar.
Kasus 2
Seorang perempuan G4P3A0 Usia kehamilan 37 minggu
umur ibu 28 tahun. Datang ke BPM dengan keluhan keluar
darah dari vagina hasil pemeriksaan TD 90/60 mmHg. N
120x/mnt. Dari leopold diketahui terdapat kontraksi nyeri (-
). Rencana apa yang dilakukan bidan pada pasien tersebut?

Rencana asuhan
• Jangan melakukan pemeriksaan Dalam
• Miringkan ibu ke kiri
• Pasang infus intravena
• Lakukan Rujukan
Kasus 3
Seorang perempuan usia 20 tahun G1P0A0 hamil 34 minggu
datang ke BPM dengan keluhan mules-mules. Hasil
pemeriksaan fisik TTV normal. HIS 4x 10 ‘ , 42’’. PD
pembukaan 6 cm. ket +
a. Sebutkan diagnosanya?
Diagnosa : G1P0A0 Gravida 34 minggu infartu kala 1 fase aktif
dengan persalinan Kurang bulan (Premature)

b. Rencana apakah yang harus dilakukan bidan pada pasien


tersebut?
Segera rujuk ibu ke fasilitas yg memiliki kemampuan
penatalaksanaan kegawatdaruratan obstetri dan bayi baru lahir.
Kasus 4
Seorang perempuan usia 25 tahun G3P2A0 Datang ke BPM
dengan keluhan keluar air dari jalan lahir usia kehamilan
ibu 38 minggu. Hasil Px TTV normal, his 3x10’ 25’’ DJJ
174 x/mnt. PD: Pembukaan 7 cm. Ket: Presbelkep terdapat
mekonium.
Diagnosa pada ibu tersebut adalah?

G3P2A0 Gravida 38 minggu infartu kala I Fase


aktif dengan Gawat janin
Kasus 5
Seorang perempuan G3P2A0 Usia 28 tahun hamil 38 minggu
datang ke BPM dengan keluhan demam. Hasil Px suhu 39 0
c . TD 80/60 mmHg. R 28 x/mnt , N 126 x/mnt. PD
pembukaan 6 cm ket. Berbau
Diagnosa dan rencana apakah yang dapat disimpulkan dari
data tersebut!

a. Diagnosa : G3P2A0 Gravida 38 minggu infartu kala I fase


aktif dengan korioniamnitis
b. Rencana asuhan:
- Baringkan ibu miring ke kiri,
- Pasang infus
Kasus 6
Seorang perempuan G1P0A0 Usia 35 Tahun. Hamil 38
minggu datang ke BPM dengan keluhan sakit kepala yang
berat, hasil Px TD 160/110 mmHg. Protein urine +++
- Diagnosa apa yang dapat disimpulkan dari data diatas?
- Rencana apa yang dapat dilakukan oleh bidan pada kasus
tersebut!
Tindakan kasus 6:
a. Diagnosa : G1P0A0 gravida 38 minggu dengan
Preeklampsi berat
b. Rencana Asuhan :
• Baringkan ibu miring kiri,
• Pasang infus,
• Berikan dosis awal 4 g MgSO4 20% IV selama 20 menit,
• Segera rujuk ibu,
• Suntikan 10 g MgSO4 50% (5 g IM pada bokong kiri dan
kanan)
Kasus 7
Seorang perempuan usia 27 tahun G2P1A0 Hamil 37 minggu
datang ke Bpm dengan keluhan mules-mules sejak 10 jam
yang lalu. Hasil Px TTV normal, TFU 42 cm, PD
pembukaan 4 cm ket + Presbelkep.
Rencana apakah yang harus dilakukan oleh bidan pada
kasus diatas?
Lakukan rujukan karena termasuk persalinan dengan fase
makrosomia
Kasus 8
Seorang perempuan G2P1A0 Hamil 38 minggu usia 24 tahun
datang ke BPM dengan keluhan mules-mules. Hasil Px
TTV normal HIS 4x 10’. 42’’. DJJ 90 x/mnt dilakukan
penilaian DJJ ke 2 dalam selang waktu 5 menit hasilnya DJJ
86x/Mnt. PD Pembukaan 3 cm preskep ket +.
• Diagnosa apa yang dapat disimpulkan!
• Rencana apakah yang harus dilakukan oleh bidan pada
kasus diatas!
Tindakan kasus 8
a. Diagnosa : G2P1A0 Gravida 38 minggu infartu kala 1 Fase
laten dengan Gawat janin
b. Rencana asuhan :
- Baringkan ibu miring ke kiri
- Anjurkan untuk bernafas secara teratur
- Pasang infus
- Segera rujuk
- Dampingi.
Kasus 9
Seorang perempuan usia 26 tahun G1P0A0 Hamil 37 minggu
datang ke BPM dengan keluhan mules-mules. Hasil Px
TTV normal, TFU 38 cm. leopold presentasi kepala
penurunan kepala 5/5 HIS 3x10’ 25’’.
Rencana apakah yang harus dilakukan bidan pada kasus
diatas!

• Baringkan ibu miring ke kiri,


• Segera rujuk,
• Dampingi ibu ke tempat rujukan
Kasus 10
Seorang perempuan G1P0A0 Hamil 39 minggu usia 28 tahun
datang ke BPM dengan keluhan mules-mules. Hasil Px
TTV normal, TFU 37 cm. leopold bagian atas kosong.
Samping kiri ibu terdapat bagian keras melenting. HIS
4x10’ 40’’. PD pembukaan 7 cm ket + presentasi bahu kiri
belakang
- Daignosa apakah yang dapat disimpulkan dari data diatas
- Rencana apakah yang harus dilakukan bidan pada kasus
diatas
Tindakan kasus 10
a. Diagnosa : G1P0A0 Gravida 39 minggu infartu kala I
fase aktif dengan presentasi lintang
b. Rencana asuhan :
• Baringkan ibu miring ke kiri
• Pasang infus
• Segera rujuk
• Dampingi ibu ke tempat rujukan
Kasus 11
• Seorang perempuan G2P1A0 Hamil 37 minggu usia 30
tahun datang ke BPM dengan keluhan mules hasil Px
TTV normal, HIS 3x10’ , 35’’. Presentasi kepala. PD
pembukaan 4 cm ket + , pres kepala teraba tangan
disamping kiri kepala
• Diagnosis apakah yang dapat disimpulkan dari kasus
diatas!
• Rencana apakah yang dapat dilakukan oleh bidan pada
kasus tersebut?
Tindakan kasus 11
a. Diagnosa : G2P1A0 Gravida 37 minggu infartu kala I
fase aktif dengan presentasi majemuk
b. Rencana asuhan:
• Baringkan ibu dengan posisi lutut menempel ke dada atau
miring ke kiri
• Segera rujuk
• Dampingi ibu ke tempat rujukan
Kasus 12
• Seorang perempuan G2P1A0 Usia 27 tahun hamil 37
minggu datang ke BPM dengan keluhan air-air dari jalan
lahir sejak 1 jam yang lalu. Hasil Px TTV normal, TFU
40 cm, Presentasi kepala, DJJ 120 x/menit . PD
pembukaan 5 cm ket presbelkep terdapat tali pusat
berdenyut.
• Diagnosa apakah yang dapat disimpulkan dari kasus
diatas!
• Rencana apakah yang dapat dilakukan oleh bidan pada
kasus tersebut!
Tindakan kasus 12
a. Diagnosa : G2P1A0 Gravida 27 minggu infartu kala 1
fase aktif dengan tali pusat menumbung
b. Rencana asuhan:
• Gunakan sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi
• letakkan 1 tangan di vagina dan jauhkan kepala janin dari
tali pusat janin,
• Segera rujuk
• Dampingi ibu ke tempat rujukan
Kasus 13
Seorang perempuan G1P0A0 Hamil 40 minggu usia 28 tahun
datang ke bidan dengan keluhan kuar darah dari jalan lahir.
TD 80/60 mmHg, N 120 x/menit. R 35x/menit terdapat
pendarahan banyak dari vagina
Rencana apakah yang harus dilakukan bidan pada kasus
diatas!

• Miringkan ibu ke kiri,


• posisi trendelenburg
• pasang infus
• Segera rujuk
Kasus 14
Seorang perempuan G1P0A0 hamil 38 minggu usia 29 tahun
datang ke BPM dengan keluhan mules-mules. Hasil Px TTV
normal, TFU normal DJJ normal, His 4x 10’ , 43 ‘’. PD
pembukaan 2 cm ket + Presbelkep bidan melakukan PD
setelah 8 jam hasilnya pembukaan 3 cm ket + presbelkep

-Diagnosa pasien tersebut


adalah! -Rencana apakah yang harus
G1P0A0 Gravida 38 minggu dilakukan bidan pada kasus
infartu kala 1 dengan fase diatas!
laten memanjang Segera lakukan rujukan
Kasus 15
Seorang perempuan G1P0A0 hamil 37 minggu usia 29 tahun
datang ke BPM dengan keluhan mules-mules. Hasil Px
TTV normal, TFU 36 cm, His 1x 10’ , 15’’ PD pembukaan
1 cm ket + preskep. Empat jam kemudian bidan melakukan
PD lagi hasilnya pembukaan 1 cm ket + preskep.
Rencana apa yang harus dilakukan bidan pada kasus diatas!

• Anjurkan ibu makan, minum.


• Anjurkan ibu jalan-jalan
• Anjurkan ibu pulang jika kontraksi berhenti
Kasus 16
Seorang perempuan G1P0A0 hamil 38 minggu usia 26 tahun
datang ke BPM dengan keluhan mules-mules hasil Px TTV
normal, TFU 37 cm. DJJ 110x/menit. HIS 1x10’ 33’’. PD
pembukaan 4 cm , ket + presbelkep . Empat jam kemudian, bidan
melakukan Px ,HIS 2x10’ 35’’. PD dengan hasil pembukaan 4
cm, ket + presbelkep
- Diagnosa apa yang sesuai dengan kasus?
- G1P0A0 Gravida 38 minggu infartu kala I dengan Fase aktif
memanjang
- Rencana asuhan yang dilakuakan oleh bidan?
Segera rujuk ke fasilitas kesehatan yang memadai
Kasus 17
G1P0A0 hamil aterm kala II setelah kepala lahir, bahu
tertahan
- Apa diagnosanya!
G1P0A Gravida aterm infartu kala II dengan distosia bahu
- Tindakan apa yang harus dilakukan oleh bidan !
• Lakukan episiotomi
• Lakukan manuver McRobert’s
• Jika bahu belum lahir lakukan manuver Wood dan/atau
Wood Screw Crew atau lakukan manuver Shwartz
KASUS 18
Seorang perempuan G2P1A0 Hamil aterm kala II dengan
lilitan tali pusat !
Tindakan apa yang harus dilakukan oleh bidan

Jika longgar lepaskan tali pusat, jika melilit erat klem


talli pusat lalu gunting.
Kasus 19
Seorang perempuan P1A0 Kala III plasenta belum lahir
dalam 30 menit !
- Diagnosa apa yang dapat disimpulkan
P1A0 Kala III dengan retensio plasenta
- Tindakan apa yang harus dilakukan oleh bidan!
Rencana tindakan
a. Segera setelah bayi lahir, cek bayi kedua. Setelah dipastikan tidak ada bayi kedua,
suntikkan oksitosin 10 IU secara Intra Muskular di 1/3 paha atas lateral.

b. Lakukan Peregangan Tali Pusat Terkendali (PTT).

c. Memasase fundus uteri dengan lembut dan gerakan tangan dengan arah memutar pada
fundus uteri selama 15 detik.

d. Jika dalam 15 menit setelah bayi lahir, plasenta belum lahir juga, suntikkan kembali
oksitosin dosis kedua.

e. Kembali lakukan PTT ulang ketika ada his. 15 menit plasenta belum lahir juga, periksa
perdarahan.

f. Bila tarikan tali pusat terkendali tidak berhasil, lakukan plasenta manual secara hati-hati.

g. Berikan antibiotik provilaksis dosis tunggal (ampisillin 2 g IV dan metronidazole 500 mg


IV)

h. Segera atasi atau rujuk ke fasilitas yang lebih lengkap bila terjadi komplikasi perdarahan
hebat atau infeksi
Kasus 20
• Seorang perempuan P2A0 KalaO III. Tali pusat putus saat dilakukan
PTT!
Tindakan apa yang dilakukan oleh bidan
Lakukan manual plasenta
a. Masukan 1 tangan kedalam vagina dengan menulusuri tali pusat
bagian bawah
b. Tentukan implantasi plasenta, temukan tepi plasenta yang paling
bawah.
c. Gerakkan tangan kanan ke kiri dan kanan sambil bergeser kranial
sehingga semua permukaan maternal plasenta dapat dilepaskan.
d. Sementara satu tangan masih didalam kavum uteri, lakukan
eksplorasi ulangan untuk memastikan bagian plasenta yang masih
melekat pada dinding uterus.
e. Keluarkan plasenta
Kasus 21
Seorang perempuan P3A0 Kala IV persalinan. Terdapat
pendarahan dari jalan lahir, kontraksi uterus (+), plasenta
tidak lengkap , laserasi perineum (-)!
- Diagnosa pasien tersebut!
P3A0 Kala IV dengan pendarahan post partum sisa plasenta
- Tindakan apa yang harus dilakukan oleh bidan!
Tindakan kasus 21
• Berikan 20-40 unitoksitosin dalam 1000 ml larutan NaCl 0,9
%/Ringer laktat dengan kecepatan 60 tetes/menit dan 10 unit
IM. Lanjutkan 20 unitoksitosin dalam 1000 ml larutan NaCl
0,9 %/Ringer laktat dengan kecepatan 40 tetes/menit hingga
perdarahan berhenti.
• Lakukan eksplorasi digital (bila serviks terbuka) dan keluarkan
bekuan darah dan jaringan . Bila serviks hanya dapat dilalui
oleh instrumen, lakukan evaluasi sisa plasenta dengan aspirasi
vakum manual atau dilatasi dan kuretase.
• Berikan antibiotika profilaksis dosis tunggal (ampisillin 2 g IV
dan metronidazole 500 mg)
• Jika perdarahan berlanjut , tatalaksana seperti kasus atonia
uteri.
Kasus 22
Seorang perempuan P2A0 kala IV persalinan keluar darah
banyak dari jalan lahir. Kontraksi uterus (-), plasenta
lengkap. Laserasi perineum (-)
• Diagnosa pasien tersebut!
P2A0 kala IV dengan atonia uteri
• Tindakan apa yang harus dilakukan oleh bidan!
Tindakan yang dilakukan
• Lakukan pemijatan uterus
• Pastikan plasenta lahir lengkap
• Berikan 20-40 unitoksitosin dalam 1000 ml larutan NaCl 0,9 %/Ringer
laktat dengan kecepatan 60 tetes/menit dan 10 unit IM. Lanjutkan 20
unitoksitosin dalam 1000 ml larutan NaCl 0,9 %/Ringer laktat dengan
kecepatan 40 tetes/menit.
• Bila tidak tersedia oksitosin atau bila perdarahan tidak berhenti, berikan
ergometrin 0,2 mg IM atau IV (lambat), dapat diikuti pemberian 0,2 mg
IM setelah 15 menit, dan pemberian 0,2 mg IM/IV (lambat) setiap 4 jam
bila sipelkuan,
• Jika pendarahan berlanjut, berikan 1 g asam traneksamat IV (bolus
selama 1 menit dapat diulang setelah 30 menit)
• Lakukan pasang kateter atau kompresi bimanual internal selama 5 menit.
• Jika uterus tak berkontraksi setelah 5 menit suruh anggota keluarga
untuk melakukan komoresi bimanual eksterrnal.
• Siapkan tindakan operatif atau rujuk ke fasilitas yang lebih memadai
sebagai antisipasi bila perdarahan tidak berhenti.
Kasus 23
Seorang perempuan P2A0 kala IV persalinan keluar darah dari jalan
lahir. Kontraksi uterus (+), plasenta lengkap, terdapat robekan pada
vagina dan otot perineum
- Diagnosa kasus tersebut!
P2A0 kala IV dengan robekan jalan lahir derajat II
- Tindakan yang dilakukan oleh bidan!
1. Lakukan eksplorasi untuk mengidentifikasi sumber perdarahan.
2. Lakukan irigasi pada tempat luka dan bersihkan dengan antiseptik.
3. Hentikan sumber perdarahan dengan klem kemudian ikat dengan
benang yang diserap.
4. Lakukan penjahitan
5. Bila perdarahan masih berlanjut, berikan 1 g asam traneksamat IV
(Bolus selama 1menit, dapat diulang selama 30 menit) lalu rujuk
pasien.