Anda di halaman 1dari 29

KELOMPOK 3

1. Briana Nikoyoma (1411031023)


2. Maydian Dara (1411031079)
3. Aziza Reyditha Rahmawan (1511031001)
4. Mutia Nihandayona (1511031019)
5. Dian Ekawati (1511031031)
6. Zahrah Salsabila (1511031075)
7. Nazhim Annabih (1511031087)
Akuntansi sewa
Sewa adalah perjanjian antara lessee (penyewa) dengan lessor
(pemberi sewa) di mana lessee diberikan hak kepada lessor untuk
menggunakan asset milik lessor pada periode yang telah disepakati.
Atas diperolehnya hak tersebut, lessee diharuskan melakukan
pembayaran kepada lessor.
Akuntansi sewa untuk lessee
Sewa pembiayaan Sewa operasi
Lessee mengakui asset dan Lessee hanya perlu mengakui beban
liabilitas di awal masa sewa atas pembayaran sewa dengan
sebesar nilai terendah antara nilai dasar garis lurus selama masa sewa
wajar asset sewaan atau sebesar kecuali terdapat dasar sistematis
nilai kini dari pembayaran sewa lain yang dapat lebih mencerminkan
minimum. Nilai asset dan liabilitas pola waktu dari manfaat asset yang
tersebut diakui pada nilai yang dinikmati pengguna. Sedangkan
sama, kecuali jika terdapat uang untuk pengukuran, nilai beban sewa
muka atas sewa, maka liabilitas diukur berdasarkan jumlah
diakui setelah dikurangi uang pembayaran sewa yang dilakukan
muka. oleh lessee.
Penyajian dan pengungkapan
Sewa pembiayaan Sewa operasi
- Laporan posisi keuangan - Laporan laba rugi
Jika asset sewaan digunakan Lessee mengakui beban sewa
untuk kegiatan operasi maka dalam laporan laba rugi, kecuali
sebagai bagian dari asset tetap. jika beban tersebut dalam jumlah
- Laporan laba rugi tercatat asset lainnya.
Lessee mengakui beban
penyusutan dan beban bunga
dalam laporan laba rugi, kecuali
jika beban tersebut dimasukkan
dalam jumlah tercatat asset
lainnya.
Akuntansi sewa untuk lessor
Sewa pembiayaan Sewa operasi
Lessor mengakui piutang sewa Lessor hanya perlu mengakui
sebesar nilai investasi bersih, yaitu pendapatan atas pembayaran sewa
investasi kotor yang didiskontokan yang diterima. Sedangkan nilai
dengan tingkat bunga implisit, pendapatan diukur berdasarkan
sedangkan pengukuran jumlah pembayaran sewa yang
pendapatan sewa didasarkan diterima oleh lessee.
pada suatu pola yang
mencerminkan suatu tingkat
pengembalian periodic yang
konstan atas investasi bersih
lessor dalam sewa pembiayaan.
Penyajian dan pengungkapan
Sewa pembiayaan Sewa operasi
- Laporan posisi keuangan - Laporan laba rugi
Piutang disajikan dalam kelompok Lessor mengakui pendapatan
piutang pembiayaan dan harus sewa dalam laporan laba rugi.
dianalisis terhadap kemungkinan Pendapatan sewa dari sewa
penurunan nilai. operasi diakui sebagai pendapatan
- Laporan laba rugi dengan dasar garis lurus selama
masa sewa.
Lessor mengakui pendapatan
sewa dalam laporan laba rugi,
kecuali jika beban tersebut
dimasukkan dalam jumlah
tercatat asset lainnya.
Kriteria sewa pembiayaan
1. Perjanjian sewa menyatakan 5. Aset sewaan bersifat khusus dan
adanya pengalihan kepemilikan hanya lessee yang dapat
aset kepada lessee di akhir masa menggunakannya tanpa perlu
sewa. modifikasi secara material.
2. Lessee memiliki opsi untuk 6. Sewa tidak dapat dibatalkan,
membeli aset tersebut pada harga kalaupun batal kerugian
lebih murah dibandingkan dengan ditanggung lessee.
nilai wajar.
7. Laba/rugi dari fluktuasi nilai
3. Masa sewa mencakup sebagian wajar atas residu dibebankan
besar umur ekonomis aset ( ≥ kepada lessee.
75%)
8. Nilai wajar untuk periode
4. Pada awal sewa, nilai kini dari
berikutnya lebih rendah dari
pembayaran sewa minimum
pada nilai wajar rental.
mendekati nilai wajar aset (≥ 90%)
Nilai Residu
Bagi Lessee
Jika nilai residu dijamin, maka:
• Nilai kini pembayaran minimum = nilai kini pembayaran sewa + nilai kini residu
Jika nilai residu tidak dijamin, maka:
• Nilai kini pembayaran minimum = nilai kini pembayaran sewa

Bagi Lessor
Jika aset yang disewakan memiliki nilai residu, maka di perhitungkan dalam nilai
kini pembayaran minimum terlepas apakah nilai residu dijamin atau tidak.
• Nilai kini pembayaran minimum = nilai kini pembayaran sewa + nilai kini residu
SOAL 20.1
Pada tanggal 1 April 2015, PT Lessee menandatangani kontrak sewa sebuah alat
berat dengan PT Lessor selama 6 tahun. alat berat dengan nilai wajar Rp
200.000.000 memiliki umur ekonomis 8 tahun tanpa nilai residu. PT Lessee harus
membayar sewa sebesar Rp 41.746.796, 43 per tahun dimulai sejak awal masa
sewa. PT Lessee baru bias menggunakan alat berat tersebut pada tanggal 2 April
2010 dan pada akhir masa sewa alat berat akan menjadi milik PT Lessee. Tingkat
bunga implisit yang digunakan PT Lessor adalah 10%. Sedangkan tingkat bunga
incremental adalah 9%.
Diminta:
1. Tentukan jenis sewa pada kontrak di atas. Jelaskan alasannya.
2. Buatlah jurnal yang dibutuhkan mulai dari awal masa sewa hingga pembayaran
sewa ke-2, dari sisi PT Lessee dan PT Lessor.
Jawaban :
1. Sewa tersebut termasuk ke dalam sewa pembiayaan (finance lease), karena :
• Aset menjadi milik lessee di akhir masa sewa;
• Masa sewa : 6Τ8 x 100% = 75%;
• Nilai kini pembayaran minimum mendekati nilai wajar aset yaitu sebesar 100%,
perhitungan sebagai berikut :
Nilai kini Pembayaran minimum = Nilai kini Pembayaran sewa x anuitas jatuh tempo
= Rp41.746.796,43 x an. Jatuh tempo dgn n = 6 ; i = 10%
= Rp41.746.796,43 x 4,79079
= Rp200.000.134 dibulatkan menjadi Rp200.000.000
nn
Nilai kini Pembayaran minimum = 𝑅𝑝200.000.000ൗ𝑅𝑝200.000.000 x 100% = 100%
n,
Jadi, Nilai Kini Pembayaran minimum sebesar 100% dari Nilai Wajar aset sewaan.
Tabel Amortisasi – Tanpa Nilai Residu
Tanggal A B C=A–B D=D–C
Penerimaan sewa Pendapatan bunga Pengurang pokok piutang Piutang sewa
(9% X D)
1 Apr ‘15 200.000.000
1 Apr ‘15 41.746.796,43 41.746.796,43 158.253.204
1 Apr ‘16 41.746.796,43 14.242.788 27.504.008,11 130.749.195
1 Apr ‘17 41.746.796,43 11.767.428 29.979.368,84 100.769.827
1 Apr ‘18 41.746.796,43 9.069.284 32.677.512,03 68.092.315
1 Apr ‘19 41.746.796,43 6.128.308 35.618.488,12 32.473.826
1 Apr ‘20 41.746.796,43 9.272.970 32.473.826,00 0
2. Ayat jurnal yang dibutuhkan
Tanggal Lessee lessor
1 Apr ‘15 Aset sewa pembiayaan 200.000.000 Piutang sewa pembiayaan 200.000.000
Liabilitas sewa pembiayaan 200.000.000 Aset sewa pembiayaan 200.000.000
1 Apr ‘15 Liabilitas sewa pembiayaan 41.746.796,43 Kas 41.746.796,43
kas 41.746.796,43 Piutang sewa pembiayaan 41.746.796,43
31 Des ‘15 Ayat jurnal penyesuaian : Ayat jurnal penyesuaian :
z

Beban penyusutan 25.000.000


Tidak ada penyusutan
Akumulasi penyusutan 25.000.000
9
(200.000.000 x Τ12 : 6 tahun)
Sa
Beban bunga 10.682.091 Piutang bunga 10.682.091
Utang bunga 10.682.091 Pendapatan bunga 10.682.091
(14.242.788 x 9Τ12 )
1 Apr ‘16 Liabilitas sewa pembiayaan 27.504.008 Kas 41.746.796,43
Utang bunga 10.682.091 Piutang sewa pembiayaan 27.504.008
Beban bunga 3.560.697,43 Piutang bunga 10.682.091
Kas 41.746.796,43 pendapatan bunga 3.560.697,43
SOAL 20.2
Pada tanggal 1 Januari 2015, PT Lessee menandatangani kontrak sewa sebuah mesin
dengan PT Lessor selama 3 tahun. Mesin dengan nilai wajar Rp 150.000.000 memiliki
umur ekonomis 4 tahun tanpa nilai residu. PT Lessee harus membayar sewa sebesar Rp
45.221.093,11 per tahun dimulai sejak awal masa sewa. PT Lessee baru bias
menggunakan mesin tersebut pada tanggal 2 Januari 2015 dan pada akhir masa sewa PT
Lessee diberikan opsi untuk memperpanjang sewa 1 tahun lagi dengan membayar sewa
Rp 35.000.000. tingkat bunga implisit yang digunakan PT Lessor adalah 10%, sedangkan
tingkat bunga incremental adalah 11%.
Diminta :
1. Tentukan jenis sewa pada kontrak di atas. Jelaskan alasannya!
2. Buatlah jurnal yang dibutuhkan mulai dari awal masa sewa hingga pembayaran
sewa ke-2, dari sisi PT Lessee dan PT Lessor!
3. Jika PT Lessor tidak menawarkan opsi perpanjangan sewa, namun menawarkan opsi
untuk membeli mesin tersebut pada akhir masa sewa seharga Rp 40.000.000, maka
berapakah pembayaran sewa tahunan yang akan ditawarkan PT Lessor?
Jawaban :
1. Sewa tersebut termasuk ke dalam sewa pembiayaan (finance lease), karena :
• Biaya sewa aset pada periode selanjutnya lebih murah;
• Masa sewa : 3Τ4 x 100% = 75% dari umur ekonomis.
2. Nilai kini Pembayaran minimum = Nilai kini Pembayaran sewa x anuitas jatuh tempo
= Rp45.221.093 x an. Jatuh tempo dgn n = 3 ; i = 10%
= Rp45.221.093 x 2,73554
= Rp123.704.109
a

ayat jurnal yang dibutuhkan :


Tanggal Lessee lessor
1 Jan ‘15 Aset sewa pembiayaan 123.704.109 Piutang sewa pembiayaan 123.704.109
Liabilitas sewa pembiayaan 123.704.109 Aset sewa pembiayaan 123.704.109
1 Jan ‘15 Liabilitas sewa pembiayaan 45.221.093 Kas 45.221.093
kas 45.221.093 Piutang sewa pembiayaan 45.221.093

Lanjutan →
← Lanjutan

Tanggal Lessee lessor


31 Des ‘15 Ayat jurnal penyesuaian : Ayat jurnal penyesuaian :
z

Beban penyusutan 41.234.703


Tidak ada penyusutan
Akumulasi penyusutan 41.234.703
(123.704.109 : 3 tahun)
Sa
Beban bunga 7.848.302 Piutang bunga 7.848.302
Utang bunga 7.848.302 Pendapatan bunga 7.848.302
( [123.704.109 - 45.221.093] x 10% )
1 Jan ‘16 Liabilitas sewa pembiayaan 37.372.791 Kas 45.221.093
Utang bunga 7.848.302 Piutang sewa pembiayaan 37.372.791
Kas 45.221.093 Piutang bunga 7.848.302

3. Nilai kini Pembayaran minimum = Nilai kini Pembayaran sewa + Nilai kini Pembelian murah
Nilai kini pembayaran sewa = 45.221.093 x an. Jatuh tempo dengan n = 3 ; i = 10%
= 45.221.093 x 2,73554 = 123.704.109
Nilai kini pembelian murah = 40.000.000 x PV dengan n = 3 ; i = 10%
= 40.000.000 x 0,75132 = 30.052.800
= 153.756.909
Pembayaran sewa tahunan = 153.756.909Τ2,73554 = 56.207.151
SOAL 20.3
Pada tanggal 1 Januari 2015, PT Lessee menandatangani kontrak sewa sebuah mesin selama 5
tahun dengan PT Lessor. Nilai wajar mesin saat awal sewa sebesar Rp 300.000.000, dengan
nilai residu Rp 112.000.000 dijamin oleh PT Lessee. PT Lessee mulai menggunakan mesin
tersebut pada tanggal 2 Januari 2015. pada akhir masa sewa, mesin dikembalikan ke PT Lessor
yaitu tanggal 31 Desember 2019. PT Lessor menetapkan pembayaran sewa dilakukan secara
tahunan tiap awal periode mulai 2 Januari 2015 sebesar Rp 55.267.205,81. tingkat bunga
implisit yang ditetapkan PT Lessor adalah 10% sedangkan tingkat bunga incremental bagi PT
Lessee adalah sebesar 12%. Umur ekonomis mesin diestimasi 8 tahun. Metode penyusutan
yang digunakan kedua perusahaan adalah garis lurus.
Diminta :
1. Tentukan jenis sewa pada kontrak di atas, jelaskan alasannya!
2. Buatlah jurnal yang dibutuhkan mulai dari awal masa sewa hingga pembayaran sewa ke-2,
dari sisi PT Lessee dan PT Lessor!
3. Buatlah jurnal yang dibutuhkan kedua pihak pada saat pengembalian asset tanggal 31
Desember 2019, jika nilai wajar dari nilai residu saat itu adalah Rp 100.000.000!
Jawaban :
1. Sewa tersebut termasuk ke dalam sewa pembiayaan (finance lease), karena nilai
kini pembayaran minimum mendekati nilai wajar aset yaitu sebesar 100%
dengan perhitungan sebagai berikut :
Nilai kini Pembayaran minimum = Nilai kini Pembayaran sewa + Nilai kini Residu
d

• Nilai kini Pembayaran sewa = Rp55.267.205,81 x an. Jatuh tempo dgn n = 5 ; i = 10%
= Rp55.267.205,81 x 4,16986 = Rp230.456.511
• Nilai kini Residu = Rp112.000.000 x PV dgn n = 5 ; i = 10%
= Rp112.000.000 x 0,62092 = Rp 69.543.040
Nilai kini Pembayaran minimum = Rp299.999.551 dibulatkan menjadi = Rp 300.000.000
N
Nilai kini Pembayaran minimum = Rp300.000.000ൗRp.300.000.000 x 100% = 100% dari nilai wajar
aset.
Tabel Amortisasi – Nilai Residu Dijamin
A B C=A–B D=D–C
tanggal Penerimaan sewa Pendapatan bunga Pengurang pokok piutang Piutang sewa
(10% x D)
01 Januari 2015 300.000.000
02 Januari 2015 55.267.205,81 55.267.205,81 244.732.794,19
02 Januari 2016 55.267.205,81 24.473.279,42 30.793.926,36 213.938.867,80
02 Januari 2017 55.267.205,81 21.393.887,78 33.873.319,03 180.065.548,77
02 Januari 2018 55.267.205,81 18.006.555,88 37.260.650,93 142.804.897,84
02 Januari 2019 55.267.205,81 14.280.490,78 40.986.716,03 101.818.181,81
31 Desember 2019 112.000.000 10.181.818,19 101.818.181,81 0
2. Ayat jurnal yang dibutuhkan
Tanggal Lessee lessor
1 Jan ‘15 Aset sewa pembiayaan 300.000.000 Piutang sewa pembiayaan 200.000.000
Liabilitas sewa pembiayaan 300.000.000 Aset sewa pembiayaan 200.000.000
2 Jan ‘15 Liabilitas sewa pembiayaan 55.267.205,81 Kas 55.267.205,81
kas 55.267.205,81 Piutang sewa pembiayaan 55.267.205,81
31 Des ‘15 Ayat jurnal penyesuaian : Ayat jurnal penyesuaian :
z

Beban penyusutan 37.600.000


Tidak ada penyusutan
Akumulasi penyusutan 37.600.000
([300.000.000 – 112.000.000]: 5 tahun)
Sa
Beban bunga 24.473.279,42 Piutang bunga 24.473.279,42
Utang bunga 24.473.279,42 Pendapatan bunga 24.473.279,42
2 Jan ‘16 Liabilitas sewa pembiayaan 30.793.926,36 Kas 55.267.205,81
Utang bunga 24.473.279,42 Piutang sewa pembiayaan 30.793.926,36
Kas 55.267.205,81 Piutang bunga 24.473.279,42
3. Ayat jurnal jika nilai wajar dari nilai residu saat itu adalah Rp100.000.000
Tanggal Lessee lessor
31 Des ‘19 Liabilitas sewa pembiayaan 101.818.181,81
Beban bunga 10.181.818,19 Kas 12.000.000
Kerugian 12.000.000 Aset sewa pembiayaan 100.000.000
Akumulasi penyusutan 188.000.000 Piutang sewa pembiayaan 101.818.181,81
Kas 12.000.000 pendapatan bunga 10.181.818,19
Aset sewa pembiayaan
300.000.000

Perhitungan akumulasi penyusutan :


(300.000.000 – 112.000.000)
Perhitungan kerugian :
(112.000.000 – 100.000.000)
SOAL 20.4
Pada tanggal 1 Januari 2015 PT Lessee menandatangani kontrak sewa sebuah mesin selama 4
tahun dengan PT Lessor. Nilai wajar mesin saat awal sewa sebesar Rp 250.000.000, dengan nilai
residu Rp 50.000.000 tidak dijamin oleh PT Lessee. PT Lessee mulai menggunakan mesin
tersebut pada tanggal 2 Januari 2015. pada akhir masa sewa, mesin dikembalikan ke PT Lessor
yaitu pada tanggal 31 Desember 2019. PT Lessor menetapkan pembayaran sewa dilakukan
secara tahunan tiap awal periode mulai 2 Januari 2015 sebesar Rp 61.903.782,49. tingkat bunga
implisit yang ditetapkan PT Lessor sebesar 10% sedangkan tingkat bunga incremental bagi PT
Lessee adalah sebesar 12%. Umur ekonomis mesin diestimasikan 5 tahun. Metode penyusutan
yang digunakan kedua perusahaan adalah garis lurus.
Diminta :
1. Tentukan jenis sewa pada kontrak di atas, jelaskan alasannya!
2. Buatlah jurnal yang dibutuhkan mulai dari awal masa sewa hingga pembayaran sewa ke-2,
dari sisi PT Lessee dan PT Lessor!
3. Buatlah jurnal yang dibutuhkan kedua pihak pada saat pengembalian asset pada tanggal 31
Desember 2019, jika nilai wajar dari nilai residu saat itu adalah Rp 60.000.000!
Jawaban :
1. Sewa tersebut termasuk ke dalam sewa pembiayaan (finance lease), karena
masa sewa (4Τ5 x 100% = 80%)
2. Nilai kini Pembayaran Minimum = Nilai kini Pembayaran Sewa + Nilai kini Residu
• Nilai kini pembayaran sewa = Rp61.903.782,49 x An. jatuh tempo n=4;i=10%
= Rp61.903.782,49 x 3,4868 =Rp215.849.203,98
• Nilai kini Residu = Rp50.000.000 x PV n=4;i=10%
= Rp50.000.000 x 0,68301 =Rp34.150.500 +
Jumlah pembayaran minimum (pembulatan) Rp250.000.000
Tabel Amortisasi bagi Lessee - Nilai Residu Tidak Dijamin

A B C=A-B D = D-C
Tanggal
Penerimaan Sewa Pendapatan Bunga Pengurangan Pokok Piutang Piutang Sewa

1 Januari 2015 215.849.203,98

2 Januari 2015 61.903.782,49 61.903.782,49 153.945.421,49

2 Januari 2016 61.903.782,49 15.394.542,15 46.509.240,34 107.436.181,15

2 Januari 2017 61.903.782,49 10.743.618,11 51.160.164,38 56.276.016,78

2 Januari 2018 61.903.782,49 5.627.765,71 56.276.016,78 0,00


Tabel Amortisasi bagi Lessor - Nilai Residu Dijamin
A B C=A-B D = D-C
Tanggal
Penerimaan Sewa Pendapatan Bunga Pengurangan Pokok Piutang Piutang Sewa

1 Januari 2015 250.000.000,00

2 Januari 2015 61.903.782,49 61.903.782,49 188.096.217,51

2 Januari 2016 61.903.782,49 18.809.621,75 43.094.160,74 145.002.056,77

2 Januari 2017 61.903.782,49 14.500.205,68 47.403.576,81 97.598.479,96

2 Januari 2018 61.903.782,49 9.759.848,00 52.143.934,49 45.454.545,47

2 Januari 2018 50.000.000,00 4.545.454,53 45.454.545,47 0,00


Ayat jurnal yang dibutuhkan
Tanggal Lessee Lessor
1 Jan’15 Aset sewa pembiayaan Rp215.849.203,98 Piutang sewa pembiayaan Rp250.000.000
Liabilitas sewa pembiayaan Rp215.849.203,98 Aset Rp250.000.000
2 Jan’15 Liabilitas sewa pembiayaan Rp61.903.782,49 Kas Rp61.903.782,49
Kas Rp61.903.782,49 Piutang sewa pembiayaan Rp61.903.782,49
31Des’15 Biaya penyusutan Rp53.962.301
Akum.penyusutan Rp53.962.782,49
(Rp215.849.203,98 : 4 tahun)
Biaya bunga Rp15.394.542,15 Piutang bunga Rp18.809.621,75
Utang bunga Rp15.394.542,15 Pendapatan bunga Rp18.809.621,75
2 Jan’15 Utang Bunga Rp15.394.542,15 Kas Rp61.903.782,49
Liabilitas sewa pembiayaan Rp46.509.240,34 Piutang bunga Rp15.394.542,15
Kas Rp61.903.782,49 Piutang sewa pembiyaan Rp46.509.240,34
3. Ayat jurnal jika nilai wajar dari nilai residu saat itu adalah Rp60.000.000
Tanggal Lessee Lessor
31 Des’19 Akumulasi penyusutan Rp215.849.203,98 Aset Rp50.000.000
Aset sewa pembiayaan Rp215.849.203,98 Piutang sewa pembiayaan Rp4.545.454,53
Pendapatan sewa Rp45.454.545,47
SOAL 20.5
Pada tanggal 1 Januari 2015, PT Lessee menandatangani kontrak sewa sebuah mesin
selama 5 tahun dengan PT Lessor. Nilai wajar mesin saat awal masa sewa sebesar Rp
300.000.000, dengan nilai residu Rp 112.000.000 dijamin oleh PT Lessee. PT Lessor
memproduksi sendiri mesin tersebut dengan biaya perolehan Rp 250.000.000. PT Lesse
mulai menggunakan mesin tersebut pada pada tanggal 2 Januari 2015. pada akhir masa
sewa, mesin dikembalikan ke PT Lessor yaitu pada tanggal 31 Desember 2019. PT Lessor
menetapkan pembayaran sewa dilakukan secara tahunan tiap awal periode mulai 2
Januari 2015 sebesar Rp 55.267.205,81. tingkat bunga implisit yang ditetapkan PT Lessor
sebesar 10% sedangkan tingkat bunga incremental bagi PT Lessee adalah sebesar 12%.
Umur ekonomis mesin diestimasikan 8 tahun. Metode penyusutan yang digunakan kedua
perusahaan adalah garis lurus.
Diminta :
1. Tentukan jenis sewa pada kontrak di atas! Jelaskan alasannya!
2. Buatlah jurnal yang dibutuhkan mulai dari awal masa sewa hingga pembayaran sewa
ke-2, dari sisi PT Lessee dan PT Lessor!
Jawaban :
1. Nilai kini Pembayaran Minimum = Nilai kini Pembayaran sewa + Nilai kini Residu
Nilai kini Pembayaran sewa = Rp55.267.205,81 + An.jatuh tempo n=5;i=10%
= Rp55.267.205,81 x 4,16986 = Rp230.456.511
Nilai kini Residu = Rp112.000.000 x PV n=5;i=10%
= Rp112.000.000 x 0,62092 = Rp69.543.040 +
Nilai kini pembayaran minimum (dibulatkan) Rp300.000.000
𝑅𝑝300.000.000
Persentase nilai kini pembayaran minimum = x 100% = 100% dari nilai wajar
𝑅𝑝300.000.000
aset. Maka jenis sewa kontrak ini adalah sewa pembiayaan.
2. Jurnal yang dibutuhkan
Tanggal Lessee Lessor
1 Jan’15 Aset sewa pembiyaan Rp300.000.000 Piutang sewa pembiayaan Rp300.000.000
Utang sewa pembiayaan Rp300.000.000 Penjualan Rp300.000.000
Harga pokok penjualan Rp250.000.000
Persediaan barang jadi Rp250.000.000
2 Jan’15 Utang sewa pembiayaan Rp55.267.205,81 Kas Rp55.267.205,81
Kas Rp55.267.205,81 Piutang sewa pembiayaan Rp55.267.205,81
31 Des’15 Beban penyusutan Rp37.600.000
Akum.penyusutan Rp37.600.000
[(300.000.000-112.000.000) : 5]
Beban bunga Rp24.473.279,42 Piutang bunga Rp24.473.279,42
Utang bunga Rp24.473.279,42 Pendapatan bunga Rp24.473.279,42
[10%x(300.000.000-55.267.205,81)]
2 Jan’16 Utang bunga Rp24.473.279,42 Kas Rp55.267.25,81
Utang sewa pembiyaan Rp30.793.926,39 Piutang bunga Rp24.473.279,42
Kas Rp55.267.205,81 Piutang sewa pembiayaan Rp30.793.926,39