Anda di halaman 1dari 35

PENGOLAHAN AIR

LIMBAH
NANI NAGU
TUJUAN :

Mengurangi kandunganbahan pencemar seperti :


Senyawa organik
Padatan tersuspensi (TSS)
Mikroba patogen
Senyawa organik yang todak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang
ada di alam
Senyawa anorganik
DIBAGI 5 TAHAP PENGOLAHAN :

1. Pengolahan Awal (Pretreatment)


2. Pengolahan Tahap Pertama (Primary Treatment)
3. Pengolahan Tahap Kedua (Secondary Treatment)
4. Pengolahan Tahap Ketiga (Tertiary Treatment)
5. Pengolahan Lumpur (Sludge Treatment)
METODE LAIN DALAM PENGGOLONGAN

• Melihat pada proses yang terjadi yaitu :


Proses Fisika
Proses Kimia
ProsesBiologi
PEMILIHAN PROSES PENGOLAHAN AIR LIMBAH

Pengelompokkan karakteristik kontaminan dalam air limbah


Membuat checklisi karakteristik air limbah
Penentuanproses pengolahan air limbah yang tepat dengan
mempertimbangkan aspek ekonomis, teknis, operasi dan lingkungan
Melakukan studi kelayakan dan percobaan skala labaoratorium
CHECKLIST KARAKTERISTIK AIR LIMBAH
No Pertanyaan Analisis Yang Diperlukan
1a Apakah proses manufaktur melibatkan zat inorganik sebagai bahan baku, produk • Logam
samping, atau produk akhir? • Total Alkanitas
• COD
• TDS
• Kontaminan spesifik lainnya
1b Apakah proses manufaktur melibatkan zat organik sebagai bahan baku, produk • TOC
samping, atau produk akhir • BOD
• Minyak dan lemak/TPH
• Kontaminan spessfik
lainnya
2 Apakah proses menghasilkan aliran limbah yang bersifat asam atau basa • pH
• Kapasitas buffer
3 Apakah proses menghasilkan aliran limbah bertemperatur tinggi Temperatur

4 Apakah aliran limbah mengandung padatan? • TS


• TSS
• TDS
• Turbiditas
5 Apakah aliran limbah mengandung senyawa nitrogen • NH3, NO3, Total Nitrogen
No Pertanyaan Analisis Yang Diperlukan
6 Apakah aliran limbah mengandung senyawa sianida? • Total Sianida
• Sianida Reaktif
7 Apakah aliran limbah mengandung senyawa Sulfur? • Sulfida
• Sulfat
• Sulfit
8 Apakah aliran limbah mengandung senyawa Fosfor? • Fosfat

9 Apakah aliran limbah mengandung surfaktan atau buih dalam jumlah besar? • Surfaktan

10 Apakah aliran limbah mengandung senyawa toksik? • Total Organic Toxic


• Logam Berat/toksik
PENGOLAHAN AWAL DAN TAHAP PERTAMA

Tujuan :
o Meminimalkan variasi konsentrasi dan laju alir dari air limbah dan juga
menghilangkan zat pencemar tertentu
o Menghilangkan zat pencemar yang tak terbiodegradasi atau beracun, agar
tidak mengganggu proses-proses selanjutnmya
o Pada umumnya, proses pada tahapan ini adalah proses fisika dan juga
proses kimia dapat diterapkan pada tahapan ini
CONTOH :

Air limbah yang akan ditangani secara biologis harus memenuhi kriteria
tertentu, yaitu :
 pH antara 6-9
 Totalpadatan tersuspensi < 125 mg/l
 Minyak dan lemak <15 mg/l
 Sulfida < 50 mg/l
 Logam berat < 1 mg/l
PROSES PENGOLAHAN FISIKA

1. Penyaringan (screening)
Screening merupakan unit operasi yang diaplikasikan pada awal
pengolahan air limbah. Tujuan dari screening ini adalah untuk pemisahan
material berukuran besar seperti kertas, plastik, kayu, kulit udang, sisik
ikan, dan sebagainya.
TEKNIK PENGOPERASIAN, SCREENING DIKLASIFIKASI
MENJADI (2) YAITU :

• Dioperasikan secara manual, screen yang dibersihkan secara manual


(mempergunakan tangan).
• Screening yang dioperasikan secara automatis : screen dengan pemisahan
padatan berlangsung secara kontinyu, pemisahan padatan dapat dilakukan
secara mekanik atau dengan aliran air limbah itu sendiri.
• Screen” terdiri dari atas batangan-batangan besi yang berbentuk lurus atau
melengkung dan biasanya dipasang dengan tingkat kemiringan 750–
900 terhadap horizontal.
• Efektifitas proses tergantung pada jarak antar bar. Pada screen halus jarak
antarbar berkisar antara 5 mm – 15 mm, medium screen 15 mm – 50 mm,
dan screen kasar lebih dari 50 mm.
MACAM2 SCREENING :

 Bar Screen dengan Pembersihan Manual


 Curved Screen
 Straight Screen Otomatis
 Basket Screen
 Screening Press
 Compact Screen dengan Kombinasi Screening Press
Bar screen
2. GRIT CHAMBER
• Grit chamber bertujuan untuk menghilangkan kerikil, pasir, dan partikel –
partikel lain yang dapat mengendap didalam saluran dan pipa-pipa serta
untuk melindungi pompa-pompa dan peralatan lain dari penyumbatan,
abrasi, dan overloading. Grit removal digunakan untuk mengambil padatan-
padatan yang memiliki ukuran partikel lebih kecil dari 0,2 mm.
• Macam - macam grit yaitu:
1. Grit Removal Sederhana
2. Circular Grit Removal
3. Aerated Grit Chamber
3.SIEVES

• Berbeda dengan screen yang menggunakan bar, strainer menggunakan anyaman kawat
logam atau plastik, ataupun pelat berlubang (perforated plate). Ukuran bukaan biasanya
berkisar antara 0,02 mm atau lebih kecil. Peralatan ini biasa digunakan untuk
mengembalikan bahan-bahan yang masih bermanfaat
Macam2 Sieves :
 Curved Strainer
 Rotary Strainer
 Spiral Sieves
 Band Strainer
4. Ekualisasi
Mengurangi variasi laju alir dan konsentrasi air limbah, agar mencegah
pembebanan tiba-tiba (shock load) kolam dengan/tanpa pengaduk
Equalisasi laju air digunakan untuk menangani variasi laju alir dan
memperbaiki performance proses – proses selanjutnya. Disamping itu,
equilasasi juga bermanfaat untuk mengurangi ukuran dan biaya. Pada
dasarnya equilisasi dibuat untuk meredam fluktuasi air limbah sehingga
dapat masuk kedalam air IPAL secara konstan
a) Lokasi equilisasi tergantung pada jenis pengolahan dan karakteristik air limbah,
biasanya sebelum bak pengendapan awal dan aerasi
b) Dalam pelaksanaan equilisasi dibutuhkan pengadukan untuk mencegah pengendapan
dan aerasi untuk menghilangkan bau.
c) Equlisasi biasanya dilaksanakan bersamaan dengan netralisasi.
d) Dasar – dasar perencanaan Equlisasi:
 Energy pengadukan sebesar 5 – 10 watt/m3;
 Alat pengadukan meliputi shaft vertical atau horizontal mixer, submerged mixer,
jet mixer, dan surface aerator atau blower;
 Pemilihan material: baja beton, GRP (Glass Reinforced Plastic), batukali atau
geomembrane;
 Dapat dilengkapi penutup ataupun tanpa penutup
 Level bervariasi atau konstan; dan
 Otomatisasi atau system control (pHIR, TIR, LIRC).
EKUALISASI
5. Netralisasi

Dicapai dengan mencampurkan asam atau basa dengan air limbah.


Disarankan denganmenggunakan sistem netralisasi dua atau tiga tingkat
dengan pengendalian pH yang otomatis
PERANCANGAN BAK EKUALISASI

• Tergantung dari fluktuasi aliran air limbah dan fluktuasi konsentrasi air
limbah
• Memerlukan data yang cukup dari fluaktuasi aliran, maupun konsentrasi air
limbah yang akan diolah
• Bak ekualisasi harus dapat meredam gejolak yang terjadi tersebut.
NETRALISASI
6. Sedimentasi
Tujuan :
a) Sedimentasi bertujuan untuk memisahkan padatan – padatan
b) Proses ini mengurangi beban air limbah sebesar 50% - 70% SS dan 30%
- 40% BOD5 (typically)
c) Sedimentasi dapat dilakukan dengan ataupun tanpa bahan kimia
d) Jenis – jenis sedimentasi antara lain horizontal flow, solit contact, atau
inclined surface
e) Factor – factor yang perlu dipertimbangkan dalam sedimentasi adalah
overflow rate, detention time, weir loading rate, bentuk dari sedimen bak,
struktur air masuk dan air keluar, serta system pengambilan lumpur
1. Overflow rate, rata – rata : 30 – 50 m3/ m2 hari
2. Overflow rate, tertinggi : 70 – 130 m3/ m2 hari
3. Detention time : 2 – 3 jam
4. Weir loading rate : < 350 m3/ m hari
5. Rectangular, length : 10 m – 100 m
6. Rectangular, length/ width ratio : 1,0 – 7,5
7. Rectangular, length / depth ratio : 4,2 – 25,0 m
8. Rectangular, side water depth : 2,5 – 5, 0
9. Rectangular,width : 3,0 m – 24,0 m
10. Circular, diameter : 3,0 – 60,0 m
11. Circular, side water depth : 3,0 m – 6,0 m
g. Kecepatan air pada pipa masuk sekitar 0,3 m / detik
h. Kemiringan pada bak sedimentasi empat adalah 1% - 2%
SEDIMENTASI

Setelah melalui tahap pengolahan awal, limbah cair akan dialirkan ke


tangki atau bak pengendapan. Metode pengendapan adalah metode
pengolahan utama dan yang paling banyak digunakan pada proses
pengolahan primer limbah cair. Di tangki pengendapan, limbah cair
didiamkan agar partikel – partikel padat yang tersuspensi dalam air
limbah dapat mengendap ke dasar tangki. Enadapn partikel tersebut
akan membentuk lumpur yang kemudian akan dipisahkan dari air
limbah ke saluran lain untuk diolah lebih lanjut. Selain metode
pengendapan, dikenal juga metode pengapungan (Floation).
Proses sedimentasi mengendapakan partikel-partikel non koloidal
Dengan adanya gravitasi, partikel mengendap
Dilakukan pada bak dengan kecepatan tertentusehingga partikel
mengendap
Waktu yang diperlukan untuk mengendap tergantung :
• Berat jenis, bentuk dan ukuran partikel
• Viskositas air
• Aliran dalam bak pengendap