Anda di halaman 1dari 16

Gizi merupakan salah satu faktor penentu utama

kualitas sumber daya manusia.

Gizi kurang pada balita tidak hanya menimbulkan


gangguan pertumbuhan fisik, tetapi juga
mempengaruhi kecerdasan dan produktivitas di
masa dewasa

Menurut WHO salah satu masalah gizi buruk


terjadi akibat konsumsi makanan yang tidak
cukup mengandung energi dan protein serta
karena adanya gangguan kesehatan.

menurut Depkes RI (2005), gizi buruk adalah


status gizi menurut berat badan (BB) dan tinggi
badan (TB) dengan Z-score <-3 dan atau dengan
tanda-tanda klinis (marasmus, kwasiorkor dan
marasmus-kwasiorkor).
DEFINISI
Yang dimaksud dengan gizi
buruk adalah terdapatnya
edema pada kedua kaki atau
adanya severe wasting
(BB/TB < 70% atau < -3SD*),
atau ada gejala klinis gizi
buruk (kwashiorkor,
marasmus atau marasmik-
kwashiorkor).
etiologi

asupan
makanan sering atau terkena
yang infeksi
kurang

sosial
kepadatan penduduk
ekonomi

kemiskina
n
Malnutrisi merupakan Dalam kekurangan Selama kurangnya intake
suatu sindrom makanan mkanan,jar lemak akan
dipecah jd asam lemak,
gliserol , dan keton bodies.

• terjadi akibat banyak • - Tubuh selalu berusaha • Jika lemak tidak dapat
faktor. Faktor – faktor ini untuk mempertahankan mencukupi kebutuhan
dapat digolongkan atas untuk mempertahankan energi,jd memamkai
tiga faktor penting yaitu hidup dengan asam lemak dan keton
: tubuh sendiri (host) , memenenuhi kebutuhan bodies. Setelah
agent ( kuman penyebab pokok ata energi ( kh, semuanya tidak dapat
) , environment protein dan lemak ) protein berperan
(lingkungan) terutama KH dipakai kebutuhan metabolisme
disluruh jaringan tubuh tubuh. ( proses ini
sebagai energi tapi berjalan menahun, dan
kemampuan tubuh untuk merupakan respon
menyimpan kh sangat adaptasi terhadap
sedikit . Jadi, ketidak cukupan asupan
katabolisme protein trjdi energi dan protein.
setelah beberapa jam
dengan menghasilkan
asam amino yang
segera diubah jd KH
dihepar dan diginjal.
Klasifikasi & gejala klinis
Marasmus Kwasiokor
Tampak kurus Wajah bulat (moonface)

Tulang hanya terbungkus kulit Terjadi usia 1-3 bulan

Otot lemah Edema umunya seluruh tubuh ( terutama


punggung kaki dan wajah ) membulat dan lembab

Wajah tampak tua ( monkey face)


Pandangan mata sayu , rambut tipis kemerahan
seperti warna rambut jagung dan mudah dicabut /
Sering pada bayi < 12 bulan , mudah menangis dan rontok
rewel
Apatis dan rewel, pembesaran hati , otot hipertrofi
Kulit menjadi keriput
Kelainan kulit berupa bercak merah muda yg
Baggy pant, perut cekung, iga gambang meluas dan beubah warna

Tidak ada edema dan warna rambut tidak berubah


Penilaian gizi anak
Menggunakan tabel BB/PB < 2 tahun

> 2 tahun BB/TB

Z – score
Diagnosis
dilihat dari tanda ,gejala klinis dan pengukuran
antropometri

( MARASMUS , KWASHIORKOR, MARASMUS –


KWASHIOKOR )
TATALAKSANA
Anamnesis

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan penunjang
Medikamentosa

Suportif

Pemantauan tumbuh kembang

Eduksi
Fase dalam
penatalaksaanaan gizi
buruk
Fase stabilisasi (1-2)

Fase transisi (hari 3-7)

Fase rehabilitas (minggu ke 2 -6 )

Fase tindak lanjut (minggu 7-26 )


Penanganan umum meliputi 10
langkah dan terbagi dala 2
fase yaitu fase stabilisasi dan
fase rehabilitas
Komplikasi
Noma’

Xeroftalmia

Tuberkulosis

Sirosis hepatis

Hipotermia

Hipoglikemia

Infeksi traktus urinarius

Penurunan kecerdasan
Pencegahan
Pola makan

Pemantauan tumbuh kembang

Faktor sosial

Faktor ekonomi

Faktor infeksi