Anda di halaman 1dari 28

MANAJEMEN RESIKO

MANAJEMEN RESIKO
Kegiatan berupa identifikasi dan evaluasi untuk
mengurangi risiko cedera dan kerugian pada
pasien, komponen rumah sakit, pengunjung
dan organisasinya sendiri (JCAHO)
Tujuan
• 1. Mencegah dan mengurangi risiko
• 2. Mengantisipasi / perbaikan jika risiko
menjadi kenyataan
MANAJEMEN RESIKO
• Manajemen risiko merupakan aktivitas
Pelayanan Kefarmasian yang dilakukan untuk
identifikasi, evaluasi, dan menurunkan risiko
terjadinya kecelakaan pada pasien, tenaga
kesehatan dan keluarga pasien, serta risiko
kehilangan dalam suatu organisasi
MANAJEMEN RESIKO PENGELOLAAN
PERBEKALAN FARMASI
1. Menentukan konteks manajemen resiko
2. Mengidentifikasi resiko
3. Menganalisa resiko
4. Mengevaluasi resiko
5. Mengatasi resiko
MANAJEMEN RESIKO PENGELOLAAN
PERBEKALAN FARMASI
1. Menentukan konteks manajemen resiko pada
proses pengelolaan perbekalan farmasi
2. Mengidentifikasi resiko
3. Menganalisa resiko
4. Mengevaluasi resiko
5. Mengatasi resiko
MANAJEMEN RESIKO PENGELOLAAN
PERBEKALAN FARMASI
Mengidentifikasi resiko
• ketidaktepatan perencanaan kebutuhan PF
selama periode tertentu;
• pengadaan PF tidak melalui jalur resmi;
• pengadaan PF yang belum/tidak teregistrasi;
• keterlambatan pemenuhan kebutuhan PF;
MANAJEMEN RESIKO PENGELOLAAN
PERBEKALAN FARMASI
Mengidentifikasi resiko
• kesalahan pemesanan PF (spesifikasi dan kuantitas);
• ketidaktepatan pengalokasian dana 
pemenuhan/ketersediaan PF;
• ketidaktepatan penyimpanan  terjadinya kerusakan
dan kesalahan dalam pemberian;
• kehilangan fisik yang tidak mampu telusur;
• pemberian label yang tidak jelas /tidak lengkap; dan
• kesalahan dalam pendistribusian.
MANAJEMEN RESIKO PENGELOLAAN
PERBEKALAN FARMASI
Menganalisa resiko
Analisa risiko dapat dilakukan kualitatif, semi
kuantitatif, dan kuantitatif.
Pendekatan kualitatif dilakukan dengan
memberikan deskripsi dari risiko yang terjadi.
Pendekatan kuantitatif memberikan paparan
secara statistik berdasarkan data
sesungguhnya.
MANAJEMEN RESIKO PENGELOLAAN
PERBEKALAN FARMASI
Mengevaluasi resiko
Membandingkan risiko yang telah dianalisis
dengan kebijakan pimpinan Rumah Sakit
serta menentukan prioritas masalah yang
harus segera diatasi.
Evaluasi dapat dilakukan dengan pengukuran
berdasarkan target yang telah disepakati.
MANAJEMEN RESIKO PENGELOLAAN
PERBEKALAN FARMASI
Mengatasi resiko
• melakukan sosialisasi terhadap kebijakan RS;
• mengidentifikasi pilihan tindakan;
• menetapkan kemungkinan pilihan (cost benefit analysis);
• menganalisa risiko yang mungkin masih ada; dan
• mengimplementasikan rencana tindakan,
– menghindari risiko,
– mengurangi risiko,
– memindahkan risiko,
– menahan risiko, dan
– mengendalikan risiko.
MANAJEMEN RESIKO FARMASI KLINIK
• Faktor risiko terkait kondisi klinik pasien 
kemungkinan kesalahan dalam terapi.
– umur,
– gender,
– etnik,
– ras,
– status kehamilan,
– status nutrisi,
– status sistem imun,
– fungsi ginjal,
– fungsi hati.
MANAJEMEN RESIKO FARMASI KLINIK

• Faktor risiko yang terkait penyakit pasien


terdiri dari 3 faktor yaitu:
– tingkat keparahan,
– persepsi pasien terhadap tingkat keparahan,
– tingkat cidera yang ditimbulkan oleh keparahan
penyakit.
MANAJEMEN RESIKO FARMASI KLINIK

• Faktor risiko yang terkait farmakoterapi pasien


• Faktor risiko yang berkaitan dengan
farmakoterapi pasien meliputi:
– toksisitas,
– profil reaksi Obat tidak dikehendaki,
– rute dan
– teknik pemberian,
– ketepatan terapi.
MANAJEMEN RESIKO FARMASI KLINIK
TINDAK LANJUT
1. Analisa risiko baik secara kualitatif, semi kualitatif,
kuantitatif dan semi kuantitatif.
2. Melakukan evaluasi risiko; dan
3. Mengatasi risiko melalui:
a. melakukan sosialisasi terhadap kebijakan pimpinan Rumah Sakit;
b. mengidentifikasi pilihan tindakan untuk mengatasi risiko;
c. menetapkan kemungkinan pilihan (cost benefit analysis);
d. menganalisa risiko yang mungkin masih ada; dan
e. mengimplementasikan rencana tindakan, meliputi menghindari
risiko, mengurangi risiko, memindahkan risiko, menahan risiko,
dan mengendalikan risiko.
MANAJEMEN RESIKO FARMASI KLINIK
• Pembinaan dan edukasi Sumber Daya Manusia (SDM)
yang terlibat dalam setiap tahap manajemen risiko
perlu menjadi salah satu prioritas perhatian.
• Semakin besar risiko dalam suatu pemberian layanan
dibutuhkan SDM yang semakin kompeten dan
kerjasama tim (baik antar tenaga kefarmasian dan
tenaga kesehatan lain/multidisiplin) yang solid.
Beberapa unit/area di Rumah Sakit yang memiliki risiko
tinggi, antara lain Intensive Care Unit (ICU), Unit Gawat
Darurat (UGD), dan kamar operasi (OK).