Anda di halaman 1dari 26

Kelompok 2

1. Cyrillus Aghista C. R. (165060600111011)


2. Fikriyah (165060601111009)
3. Rosa Asiga Cahya (165060601111012)

SINGAPURA
TRANSIT ORIENTED
DEVELOPMENT (TOD)

Transit Oriented Development (TOD)


muncul pertama kali tahun 1990-am yang
dipelopori oleh Peter Clathrope karena
adanya denomena urban sprawl yang
menyebabkan tingginya penggunaan
kendaraan pribadi dan menyebabkan
kemacetan. (Yuniasih, 2007)
KARAKTERTISTIK

• Di Singapura, stasiun kereta api dimanfaatkan sebagai TOD. Hal tersebut


dikarenakan masyaraat Singapura, mayoritas berpergian jauh dengan menggunakan
kereta Mass Rapid Transit (MRT) yang akan memanfaatkan stasiun sebagai tempat
transit untuk naik dan menurunkan penumpang. Maka dari itu, stasiun tersebut
menjadi tempat ramai yang banyak dikunjungi sebelum seseorang berpergian
menggunakan kereta MRT. Stasiun tidak selalu menjadi TOD, namun menjadi salah
satu factor pembentukan TOD di Singapura, salah satunya Jalan Orchard.

• Jalan Orchard menjadi salah satu TOD yang ada di Singapura. Letaknya yang dekat
dengan stasiun dan terdapat beragam guna lahan di kawasan tersbut, membuat
kawasan tersebut memiliki tarikan yang tinggi. Penambahan fasilitas-fasilitas bagi
masayarakat berupa jalur pejalan kaki, jalur sepeda, dsb membuat tempat tersebut
semakin ramai dikunjungi.
WALK Mengembangkan lingkungan yang
promosikan berjalan kaki

Jalur Pejalan Kaki


Jalur yang aman dan mudah diakses SKOR

Jalur pejalan kaki aman dan mudah diakses 100% 3


Jalur pejalan kaki aman dan mudah diakses kurang dari 100% 0

Penyebrangan Pejalan Kaki


Persimpangan dengan jalur penyebrangan lengkap SKOR

Jalur penyebrangan lengkap 100% 3


Jalur penyebrangan kurang dari 100% 0
Muka Bangunan Yang Aktif
Persentase jalur pejalan kaki dengan koneksi visual ke aktifitas gedung SKOR

Jalur pejalan kaki dengan konektivitas visual ke aktifitas gedung 90% atau lebih 6
Jalur pejalan kaki dengan konektivitas visual ke aktifitas gedung 80% atau lebih 5
Jalur pejalan kaki dengan konektivitas visual ke aktifitas gedung 70% atau lebih 4
Jalur pejalan kaki dengan konektivitas visual ke aktifitas gedung 60% atau lebih 3
Jalur pejalan kaki dengan konektivitas visual ke aktifitas gedung 50% atau lebih 2
Jalur pejalan kaki dengan konektivitas visual ke aktifitas gedung kurang dari 50% 0

Muka Blok Yang Permeable


Rata-rata jumlah toko, pintu masuk bangunan, dan akses pejalan kaki lainnya per SKOR
100 meter
Rata-rata jumlah jalan masuk per 100 meter muka blok 5 atau lebih 2
Rata-rata jumlah jalan masuk per 100 meter muka blok 3 atau lebih 1

Rata-rata jumlah jalan masuk per 100 meter muka blok kurang dari 3 0
Peneduh dan Pelindung
Persentase jalur pejalan kaki yang menyediakan elemen peneduh atau pelindung SKOR
yang cukup
Jalur pejalan kaki dengan fasilitas peneduh dan pelindung 75% atau lebih 1
Jalur pejalan kaki dengan fasilitas peneduh dan pelindung kurang dari 75% 0
CYCLE
Memprioritaskan jaringan transportasi
tidak bermotor

Cycle
Network

Cycle
Parking at
Transit
Station
Cycle
Parking at
Buildings
CYCLE PARKING
CYCLE AT TRANSIT
PARKING STATIONS
AT BUILDINGS SKOR
SKOR
Cycle Rak sepeda disediakan
PersentaseCYCLE
bangunan
CYCLE NETWORK
dalam jarak
dengan tempat10 m dari
parkir
SKOR
ACCESS IN BUILDINGS 11
SKOR
Access in Persentase
semua ruasdari
sepedastasiun
lebih jalan
transitdengan jalur sepeda 100%
95% 2
Sepeda memiliki akses menuju bangunan 1
Buildings Persentase
Rak sepeda
Persentase ruas jalan
hanya
bangunan dengan jalur
disediakan
dengan disepeda
tempat lebih dari 90%
beberapa
parkir 00 0
1
Sepedatransit
stasiun
sepeda
Persentase tidak
ruasmemiliki
kurang dari 95%
jalan aksesjalur
dengan menuju bangunan
sepeda kurang dari 90% 0
CONNECT Menciptakan jaringan jalan dan akses
untuk pejalan kaki yang padat

SMALL BLOCKSCONNECTIVITY
PRIORITIZED

PRIORITIZED CONNECTIVITY SKOR


SMALL BLOCKS SKOR
Rasio persimpangan pejalan kaki dengan
Lebih pendek dari 110 m 5 10
kendaraan bermotor lebih dari 2
Lebih pendek dari 130 Rasio
m persimpangan pejalan kaki dengan 6
3
Lebih pendek dari 150 kendaraan
m bermotor lebih dari 1 2
Beberapa blok di wilayah pembangunan
Rasio lebih panjang
persimpangan dari 150
pejalan kakim dengan 0
1
kendaraan bermotor lebih dari 0,5
Rasio persimpangan pejalan kaki dengan
0
kendaraan bermotor kurang dari 0,5
TRANSIT Menempatkan pembangunan berdekatan
dengan transportasi publik berkualitas tinggi

WALK DISTANCE TO TRANSIT SKOR


Jarak yang harus ditempuh pejalan kaki menuju stasiun transit
Memenuhi Standar TOD
kurang dari 500 m
Jarak yang harus ditempuh pejalan kaki menuju stasiun transit
Tidak Memenuhi Standar TOD
lebih dari 500 m
MIX USED
Kesempatan berada pada jarak berjalan kaki yang pendek
dari tempat dimana orang tinggal dan bekerja, dan ruang
publik yang aktif untuk waktu yang lama.
Tata Guna Lahan Komplementer
Pengggunaan lahan untuk permukiman dan non permukiman dalam blok yang sama atau bersebelahan

Range Point Catatan Penilaian


Pembangunan menyediakan 8 8 Penggunaan lahan di
campuran penggunaan komplementer kawasan orchard road
secara internal dan kontekstual menggunakan konsep
mix used dimana
terdapat tempat hunian
dalam bentuk apartmen
dan tempat pusat
Pembangunan bersifat komplementer 5 perbelanjaan dalam
secara internal satu blok

Pembangunan bersifat komplementer 3


secara kontekstual (meningkatkan
atau mendorong keseimbangan di
daerah layanan stasiun
Pembangunan tidak menyediakan 0
penggunaan lahan campuran baik
secara internal maupun di sekitar area
Akses Menuju Pelayanan Lokal
Persentase dari gedung yang berada dalam jangkauan berjalan kaki dari sekolah dasar atau sekolah menengah, fasilitas
kesehatan atau apotek, dan sumber makanan segar.

Range Point Catatan Penilaian


3 Tipe 3 1 Lokasi umah sakit
Mount E
2 Tipe 2 Singapura
bersebelahan
1 Tipe 1 dengan tempat
perbelanjalan
Kurang dari 80% 0 Lucky Plaza
gedung berada di dalam
jarak yang ditentukan
menuju tipe pelayanan
lokal yang ditetapkan
Akses Menuju Taman dan Tempat Bermain
Persentase gedung yang berlokasi dalam jangkauan berjalan kaki sejauh 500 meter dari taman atau tempat bermain

Range Point Catatan Penilaian


Persentase dari gedung dengan 1 Garden by the bay
taman dan tempat bermain yang merukana taman
dapat diakses publik dengan terbesar yang ada
berjalan kaki di Singapura.
Memerlukan waktu
5 menit menuju
80% atau lebih 1
garden by the bay
dari pusat kota
Kurang dari 80% 0 Singapura
Perumahan Terjangkau
Persentase dari total unit residensial yang disediakan sebagai perumahan yang terjangkau.

Range Point Catatan Penilaian


Presentase perumahan yang 4 Singapura telah
terjangkau mengeluarkan berbagai
50 % atau lebih 8 kebijakan mengenai memiliki
hunian layak dengan harga
35% hingga 49% 6 terjangkau. Beberapa
20% hingga 34% 4 kebijakan tersebut seperti
10% hingga 19% 2 program untuk memudahkan
para lajang memiliki hunian,
1% hingga 9% 1 Parenthood Priority Scheme
Kurang dari 1% 0 (PPS) atau skema prioritas
bagi pasangan muda
(keluarga) untuk memiliki
rumah pertama. Namun tidak
disemua lokasi perumahan
terjangkau ini ada
Preservasi Perumahan
Persentase dari rumah tangga yang tinggal di tempat proyek yang dipertahankan atau direlokasi di tempat dengan jangkauan
berjalan kaki

Range Point Catatan Penilaian


Preservasi perumahan yang sudah ada 2 Singapura telah melakukan
relokasi pada permukiman
kumuh yang ada di pusat kota.
100% rumah tangga dipertahankan, 3
Untuk keperluan itu pemerintah
direlokasi dalam lokasi proyek atau
Singapura pun membangun pulau
dalam jarak 250 m dari alamat
seluas sekitar 500 kilometer
sebelumnya, atau diberikan
persegi (sebelum melakukan
kompensasi berdasarkan pilihan
reklamasi) menjadi kota taman, di
mereka, atau tidak ada rumah
atasnya dibangun apartemen
tangga sebelumnya pada lokasi
atau rumah-rumah susun yang
representatif, dilengkapi dengan
prasarana pendidikan dan
kesehatan, dengan prinsip setiap
keluarga harus punya rumah
100% rumah tangga yang memilih 2 dengan lingkungan yang bersih
untuk direlokasi dalam jarak 500 m dan higinis.
dari alamat sebelumnya

Kurang dari 100% rumah tangga 0


dipertahankan atau direlokasi
dalam jarak yang ditentukan
Preseravsi Bisnis dan Jasa
Persentase dari bisnis dan jasa yang melayani penduduk setempat yang sudah ada sebelumnya di lokasi proyek yang
dipertahankan di lokasi atau direlokasi dengan jangkauan berjalan kaki.

Range Point Catatan Penilaian


Preservasi bisnis dan jasa 2 Pada awalnya permukiman kumuh di
lokal yang sudah ada Singapura berdiri berdampingan
Semua bisnis dan jasa 2 dengan perdagangan dan jasa yang
yang memenuhi syarat juga kumuh. Namun setelah dilakukan
dipertahankan secara in relokasi, maka bisnis dan jasa lokal
situ atau direlokasi saat ini menjadi kawasan yang
dalam jarak 500 m dari menarik dan menjadi salah satu
lokasi sebelumnya, atau destinasi wisatawan.
tidak ada bisnis dan
jasa sebelumnya pada
lokasi
Bisnis dan jasa tidak 0
sepenuhnya
dipertahankan atau
direlokasi dalam
jangkauan berjalan kaki
LAND USE DENSITY Mengoptimalkan kepadatan dan
mencocokkan kapasitas transit

Kepadatan Permukiman
Kepadatan Non Permukiman di Area Cakupan Stasiun SKOR

Kepadatan permukiman lebih tinggi dari acuan, dan area cakupan 500 meter lebih padat
8
dari area cakupan 1000 meter
Kepadatan permukiman lebih tinggi dari acuan, dan area cakupan 500 meter tidak lebih
6
padat dari area cakupan 1000 meter
Kepadatan permukiman sama atau 5% di bawah acuan, dan area cakupan 500 meter
4
lebih padat dari area cakupan 1000 meter
Kepadatan permukiman sama atau 5% di bawah acuan, dan area cakupan 500 meter
2
tidak lebih padat dari area cakupan 1000 meter
Total kepadatan permukiman lebih dari 5% di bawah acuan 0
LAND USE DENSITY Mengoptimalkan kepadatan dan
mencocokkan kapasitas transit

Kepadatan Non Permukiman


Kepadatan Non Permukiman di Area Cakupan Stasiun SKOR

Kepadatan non-permukiman lebih tinggi dari acuan, dan area cakupan 500 meter lebih
7
padat dari area cakupan 1000 meter
Kepadatan non-permukiman lebih tinggi dari acuan, dan area cakupan 500 meter tidak
5
lebih padat dari area cakupan 1000 meter
Kepadatan non-permukiman sama atau 5% di bawah acuan, dan area cakupan 500 meter
3
lebih padat dari area cakupan 1000 meter
Kepadatan non-permukiman sama atau 5% di bawah acuan, dan area cakupan 500 meter
2
tidak lebih padat dari area cakupan 1000 meter
Total kepadatan lebih dari 5% di bawah acuan 0
COMPACT
Menciptakan kawasan dengan akses menuju transit yang singkat
Area Perkotaan
Jumlah sisi pembangunan yang berdampingan dengan area yang telah terbangun sebelumnya.

Range Point Catatan Penilaian


Jumlah sisi yang 2 Proyek infrastruktur Line 3
berdampingan dengan Jalan Besar Stasion dikelola
lahan terbangun: dengan rapi, termasuk
4 8 menutupnya dengan
hoarding yang berisikan
3 6 informasi proyek berlokasi di
2 4 jantung kawasan Little India,
1 2 atau sekitar Stasiun MRT
Farrer Park.
0 0
Pilihan Angkutan Umum
Jumlah pilihan angkutan umum berbeda yang dapat diakses dengan berjalan kaki.

Range Point Catatan Penilaian


Setiap pilihan berlaku maksimal 2 2 Singapura memiliki
poin pilihan angkutan
Tambahan jalur 2 umum yang
angkutan umum beragam seperti
berkapasitas tinggi mrt, bus dan system
bike share.
Sistem bike share 2
Tambahan rute 1
angkutan umum
reguler
SHIFT
Meningkatkan mobilitas dengan regulasi mengenai parkir dan penggunaan jalan
Parkir off-street
Total area off-street yang diperuntukkan untuk parkir sebagai persentase dari area pembangunan

Range Point Catatan Penilaian


0% hingga 10% dari luas 8 7 Menyediakan lahan parkir yang
lahan sedikit dan mahal merupakan
11% hingga 15% dari luas 7 kebijakan pemerintah
lahan Singapura untuk mengurangi
penggunaan kendaraan
bermotor agar beralih
16% hingga 20% dari luas 6 menggunakan transportasi
lahan umum

21% hingga 25% dari luas 5


lahan

26% hingga 30% dari luas 4


lahan
31% hingga 40% dari luas 2
lahan

Lebih dari 40% dari luas lahan 0


Tingkat Kepadatan Luasan Daerah Milik Jalan
Akses Kendaraan Untuk Kendaraan Bermotor
Bermotor Total luas area jalan yang digunakan untuk lalu lintas kendaraan
Rata-rata jumlah akses bermotor dan parkir on-street sebagai persentase dari total luas
kendaraan bermotor per
Range Point Catatan Penilaian
100 meter muka blok
Rata-rata kepadatan driveway 6 Driveway merupakan
adalah: jalur untuk kendaraan
Range Point Catatan
15% atau kurang dari 6 bermotor yang
Penilaian
luas lahan melintasi area jalur
Rata-rata kepadatan driveway 1 pejalan kaki dan trotoar.
pembangunan
adalah: Singapura memiliki
20% atau kurang dari 3 proporsi driveway < dari
2 atau lebih sedikit 1
luas lahan jalur pejalan kaki
driveway per 100 m
pembangunan
muka blok
Lebih dari 2 0
driveway per 100 m Lebih dari 20% dari luas 0
muka blok lahan pembangunan
SCORE
WALK 11
CYCLE 1
CONNECT 5
TRANSIT V 69
MIX USED 18
DENSITY 9
COMPACT 4
SHIFT 21
TERIMAKASIH