Anda di halaman 1dari 9

TUKAK DUODENUM

 Ulkus duodenum atau tukak duodenum


(TD) secara anatomis didefinisikan
sebagai suatu defek mukosa/ submukosa
yang berbatas tegas dapat menembus
muskularis mukosa sampai lapisan serosa
sehingga dapat terjadi perforasi. Secara
klinis, suatu tukak adalah hilangnya epitel
superficial atau lapisan lebih dalam
dengan diameter ≥ 5mm yang dapat
diamati secara endoskopi atau radiologis

DEFINISI
 Infeksi bakteri H. Pylori
 Peningkatan Sekresi asam
 Konsumsi obat-obatan seperti OAINS
 Reflux usus lambung

ETIOLOGI
PATOGENESIS
 Nyeri : nyeri tumpul seperti tertusuk atau
terbakar . Terkadang dirasakan 90 menit-
3 jam , membaik setelah makan.
 muntah
 konstipasi dan perdarahan : akibat obat-
obatan

MANIFESTASI KLINIS
 Endoskopi : diambil contoh jaringan
untuk keperluan biopsy.
 Rontgen : dengan kontras barium dari
lambung dan duodenum
 analisa Lambung
 Pemeriksaan darah tidak dapat
menentukan adanya ulkus, tetapi hitung
jenis darah bisa menentukan adanya
anemia akibat perdarahan ulkus

DIAGNOSIS
 antasida
 obat-obat ulkus :
Simetidin : 2 x 400 mg atau 800 mg malam hari
Ranitidin : 300 mg malam hari
Nizatidine : 1 x 300 mg malam hari
Famotidin : 1 x 40 mg malam hari
Roksatidin : 2 x 75 mg atau 150 mg malam hari.
 Antibiotik :
kombinasi bismut subsalisilat (sejenis sukralfat)
dengan tetracyclin dan metronidazole atau
amoxycillin. Kombinasi efektif lainnya adalah
omeprazole dan antibiotik

PENATALAKSANAAN
 Kadang-kadang suatu ulkus menembus seluruh lapisan
mukosa sehingga terjadi perforasi usus, karena isi usus
tidak steril, hal ini dapat menyebabkan infeksi rongga
abdomen. Nyeri pada perforasi sangat hebat dan menyebar.
Nyeri ini tidak hilang dengan makan atau antasida.
 Obstruksi lumen saluran GI dapat terjadi akibat episode
cidera, peradangan dan pembentukan jaringan perut yang
berulang-ulang. Obstruksi paling sering terjadi di saluran
sempit antara lambung dan usus halus ada di pylorus
(Sfingter di lokasi ini).
 Dapat terjadi perdarahan apabila ulkus menyebabkan erosi
suatu arteri atau vena di usus. Hal ini dapat menyebabkan
hematemesis (muntah darah) atau melena (keluarnya
darah saluran GI atas melalui tinja). Apabila perdarahannya
hebat dan mendadak, maka dapat timbul gejala-gejala
syok. Apabila perdarahannya lambat dan samar maka dapat
terjadi anemia hipokronik mikrositik.

KOMPLIKASI
 Kebanyakan orang dengan ulkus
peptikum menjadi lebih baik saat diobati
dengan obat yang tepat.

PROGNOSIS