Anda di halaman 1dari 12

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN

PASIEN DENGAN STADIUM


TERDETEKSINYA KARSINOMA
NASOFARING
DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO
PURWOKERTO

OLEH :
Sendyka Rinduwastuty
Anton Budi Dharmawan
Madya Ardi WIcaksono

PRESENTATOR Bara Kharisma - G1A013110


ABSTRACT
 Cepat tidaknya deteksi penyakit ini berhubungan dengan berbagai faktor,
salah satu faktor yang paling kuat adalah rendahnya pengetahuan pasien
tentang Karsinoma Nasofaring.

 Untuk mengetahui hubungan antara tingkat penegathuan dengan stadium


terdiagnosisnya karsinoma nasofaring di RSUD PROF.DR MARGONO SOEKARJO

 Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross


sectional.

 Terdapat korelasi yang bermakna antara tingkat pengetahuan pasien dengan


stadium terdeteksinya Karsinoma Nasofaring (p<0,001) dengan arah korelasi
negatif dan kekuatan korelasi sedang (r=-0,586).

 Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan pasien, akan


semakin awal stadium terdeteksi karsinoma nasofaringnya dan berlaku
sebaliknya.
INTRODUCTION

• Di Indonesia insidensi karsinoma nasofaring hampir merata di


setiap daerah; di Jawa Tengah, Purwokerto menduduki nomor 2
kasus terbanyak setelah Yogyakarta.

• Karsinoma nasofaring sering terlambat didiagnosis karena kurang


spesifiknya gejala awal seperti gangguan pada telinga unilateral
ataupun hidung (Adham, et al., 2014).

• Salah satu faktor yang paling kuat adalah rendahnya pengetahuan


pasien tentang Karsinoma Nasofaring.

• Permasalahan inilah yang mendorong peneliti untuk mengetahui


tingkat pengetahuan pasien karsinoma nasofaring pada saat
stadium terdeteksinya
METHODS

• Rancangan studi dengan jenis survei observasional analitik dengan


pendekatan cross sectional

• Sampel pada penelitian ini adalah 37 orang pasien baru karsinoma


nasofaring yang terdapat pada RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo
Purwokerto pada bulan Agustus sampai Desember 2014 yang
memenuhi kriteria inklusi dan tidak memenuhi kriteria eksklusi.

• Pengambilan data mengenai tingkat pengetahuan dilakukan dengan


menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dengan teknik validasi
terpakai dan uji reliabilitas.

• Data sekunder berupa data responden mencakup identitas, diagnosis,


stadium, tipe histopatologi dan terapi didapatkan dari rekam medik

• Analisa univariat dan bivariat (Spearman)


RESULT
ANALISIS
UNIVARIAT

• Mayoritas responden penelitian


berjenis kelamin laki-laki (73%)
dibanding perempuan (27%).
• Usia responden mayoritas
adalah 41-50 tahun (37,8%).
• Pendidikan responden
mayoritas adalah SD (43,2%).
• Sementara, mayoritas
pekerjaan responden adalah
wiraswasta (27%). Pendapatan
mayoritas responden adalah di
bawah Rp 1.000.000 (81,1%).
• Jenis terapi yang didapatkan
oleh responden seluruhnya
adalah kemoradioterapi (100%).
• Stadium terdeteksinya
karsinoma nasofaring
responden mayoritas adalah
stadium III (40,5%).
ANALISIS
BIVARIAR
DISCUSSION
 Analisis stratifikasi yang telah dilakukan pada responden dengan tingkat
pendidikan SD menunjukkan korelasi tingkat pengetahuan dengan stadium
terdeteksinya karsinoma nasofaring yang bermakna (p=0,013) dengan
arah korelasi negatif dan kekuatan korelasi kuat (r=-0,608).

 Analisis pada responden dengan tingkat pendidikan Sarjana (S1 atau S2)
menunjukkan korelasi yang bermakna (p<0,001) dengan arah negatif dan
kekuatan sangat kuat (r=-1,000).

 Analisis stratifikasi yang telah dilakukan pada responden dengan tingkat


pendapatan kurang dari Rp 1.000.000 menunjukkan korelasi tingkat
pengetahuan dengan stadium terdeteksinya karsinoma nasofaring yang
bermakna (p=0,015) dengan arah korelasi negatif dan kekuatan korelasi
sedang (r=-0,439).

 Analisis pada responden dengan tingkat pendapatan lebih dari Rp


1.000.000 menunjukkan korelasi yang bermakna (p=0,007) dengan arah
negatif dan kekuatan sangat kuat (r=-0,889).
Tingkat Tingkat
Penghasilan Pendidikan

Kurangnya pengetahuan
pasien

Keterlambatan datang ke
dokter dan diagnosis pada
stadium akhir

Prognosis memburuk
CONCLUSION

Terdapat korelasi yang bermakna


antara tingkat pengetahuan pasien
dengan stadium terdeteksinya karsinoma
nasofaring di RSUD Prof. dr. Margono
Soekarjo, yaitu semakin tinggi tingkat
pengetahuan pasien, akan semakin awal
stadium terdeteksi karsinoma
nasofaringnya dan berlaku sebaliknya.
Daftar Pustaka