Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN KASUS

Kehamilan Ektopik (Abdominal)


Oleh:
Abidah Bazlinah Dermawan
I4061162040

Pembimbing:
dr. Davis Shian, Sp.OG
Kepaniteraan Klinik
Obstetri dan Ginekologi
RSUD Abdul Aziz Singkawang
2018 1
1 Nama
Ny. DN

2 Umur
35 Tahun

3 Alamat

Identitas
SINGKAWANG

4 Pendidikan Terakhir
SMA

5 Pekerjaan
Ibu Rumah Tangga

6 Tanggal Masuk
8 Oktober 2018

2
Anamnesis
8/10/2018

Keluhan Utama : Nyeri perut kanan

Pasien datang dengan keluhan nyeri perut kanan yang dirasakan sejak 2 bul
an SMRS. Nyeri yang dirasakan hilang timbul, namun sejak 2 minggu terakh
ir nyeri dirasakan terus-menerus. Nyeri menjalar hingga ke pinggang dan pa
ha kanan. Nyeri biasanya berkurang setelah meminum obat anti nyeri yang d
idapatkan dari bidan yaitu paracetamol. Pasien juga mengeluhkan mual mu
ntah, nyeri ulu hati dan hilang nafsu makan, tidak ada pengeluaran darah d
ari jalan lahir. Pasien sebelumnya telah melakukan pemeriksaan test pack 3 b
ulan yang lalu hasil (+).

Laporan Kasus: Kehamilan Abdominal 3


Riwayat Penyakit Dahulu

Riwayat Operasi (-)


Riwayat terbentur (-) Riwayat hepatitis (-)
Riwayat Hipertensi (-) Riwayat penyakit ginjal (-)
Riwayat DM (-) Riwayat anemia (-)
Riwayat penyakit jantung (-) Riwayat asma (-)
Riwayat stroke (-)
Riwayat alergi obat/makanan (-)
Riwayat penyakit tiroid (-)

Laporan Kasus: Kehamilan Abdominal 4


Riwayat Ginekologi
HPHT : 24 – 6 – 2018 RIWAYAT PERNIKAHAN:
TP : 31 – 03 – 2019 -Pasien menikah hanya 1 kali
UK : 15 Minggu -Pasien pertama kali berhubungan saat menikah usia 17 ta
Menarche : 13 tahun hun
Menstruasi teratur (lamanya 6-7 hari), nyeri saat haid (+)
Riwayat IMS (-), Riwayat sering keputihan (+)

RIWAYAT KONTRASEPSI: penggunaan kontrasepsi suntik setiap 3 bulan


selama 3 tahun setelah hamil anak pertama, kemudian tidak pernah menggunakan k
ontrasepsi lagi.
Laporan Kasus: Kehamilan Abdominal 5
Riwayat Obstetri
G2P1A0M0
1. 15 th/perempuan/ Aterm/ Spt/ Bidan/2900 gr/H
Riwayat Kehamilan Ektopik(-)
2. Hamil ini Riwayat Abortus (-)

Riwayat ANC
3x Bidan  pasien disarankan kontrol ke dr. Sp. OG
1x Sp. OG  USG: kehamilan di luar kandungan

Laporan Kasus : Kehamilan Abdominal 6


Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat Kehamilan di luar kandungan (-)
Riwayat Abortus (-)
Riwayat Hipertensi (-)
Riwayat DM (-)
Riwayat penyakit jantung (-)
Riwayat stroke (-)
Riwayat Kebiasaan, Sosial dan Lingkungan
pasien seorang ibu rumah tangga yang tinggal bersama suami dan anaknya. Aktivitas
keseharian pasien adalah membantu suami dalam berwiraswasta. pendidikan terakhir : SMA.
Riwayat merokok (-) Laporan Kasus: Kehamilan Abdominal 7
Pemeriksaan Fisik

KU: Baik, Kesadaran : CM


TD: 110/70 mmHg BB: 43 kg
HR: 88 x/menit TB: 150 cm
RR: 20 x/menit
T: 36,6OC

Laporan Kasus: Kehamilan Abdominal 8


Status Generalis
Mata : Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-)
Leher : Pembesaran KGB (-)
Paru : Suara nafas dasar vesikuler (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)
Jantung : S1-S2 reguler, murmur (-), gallop (-)
Abdomen : supel, TFU : tidak teraba, nyeri tekan (+)
Ekstremitas : Edema (-/-), akral hangat, CRT < 2 detik
Perdarahan / vaginam : (-)

Laporan Kasus: Kehamilan Abdominal 9


Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Darah Rutin
Selasa, 8 / 10 / 2018

PEMERIKSAAN HASIL NILAI RUJUKAN


PEMERIKSAAN HASIL NILAI RUJUKAN
Golongan Darah O (+) -
Non
Leukosit 8.100/µL 3.6 – 11 x 103/µL HbsAg Non Reaktif
Reaktif
Eritrosit 4.240.000/µL 3.8 – 5.2 x 106/µL Tidak

Hemoglobin 9.2 g/dL 11.7 – 15.5 g/dL diperiksa


Anti HIV Non Reaktif
(reagen
Hematokrit 28,8 % 35 – 47 % habis)

Trombosit 253.000/µL 150 – 440 x 103/µL

10
Pemeriksaan USG

Add an image

Kesan: janin tunggal, usia 14 minggu 6 hari, extra uterine/ hamil abdom
inal The Power of PowerPoint | thepopp.com 11
The Power of PowerPoint | thepopp.com 12
Diagnosis

G2P1A0Mo gravida 14-15 minggu dengan Kehamilan Ektopik (Kehamilan Abdominal)

RENCANA TERAPI:
 IVFD RL 20 tpm
 PCT 3x 1 tab po
 Pro Laparotomi → USG ulang → konservatif (kontrol
setiap 2-3 minggu sekali)
Laporan kasus : Kehamilan Abdominal
Terganggu
13
Follow Up
8 Oktober 2018 – 10.00 WIB

 Keadaan Umum : Baik

S O
 TD : 100/60 mmHg, HR : 80 x/m
 Nyeri perut kanan disertai nyeri ulu hati
 RR : 20 x/m ; T: 36,7oC
 Perdarahan pervaginam : -

 IVFD Ringer Laktat 20 tpm


 G2P1A0 gravida 14-15 minggu dengan Keha
milan Ektopik (Kehamilan Abdominal) A P  Paracetamol tab 3 x 500 mg po

Laporan Kasus: Kehamilan Abdominal 14


Follow Up
9 Oktober 2018 – 09.00 WIB

 Keadaan Umum : Baik

S O
 TD : 90 /60 mmHg, HR : 72 x/m
 Nyeri perut dirasakan berkurang
 RR : 20x/m ; T: 36,6oC
 Perdarah pervaginam : (-)

 PO. Paracetamol 3x500 mg (bila nyeri)


 PO. Lansoprazole 1x 30 mg
 G2P1A0 gravida 14-15 minggu dengan Keha
milan Ektopik (Kehamilan Abdominal A P  PO. Feritrin 1 x 1
 BLPL
 Kontrol 2-3 minggu

Laporan Kasus: Kehamilan Abdominal 15


Kondisi yang sangat berisiko, dimana
perkembangan & implantasi ovum
Kehamilan hasil fertilisasi terjadi di luar uterus.
Ektopik Prevalensi KE1-2% dari semua kehamilan dan
bertanggung jawab atas 9% kematian di US
Kehamilan serviks,
Ovarium & Abdominal 95 % paling sering terjadi di Tuba Falopii

Apabila ruptur di lokasi kehamilan /


implantasi, maka dapat menimbulkan Kehamilan Ektopik
Kehamilan Ektopik
perdarahan masif dan nyeri akut abdomen Terganggu
Terganggu(KET)
(KET)

An Ectopic pregnancy . Royal College of Obstetricians & Gynaecologists . 2010 ; 1-7 16


Prawiroharjo S. Buku Ajar Ilmu Kandungan Edisi Ketiga. Jakarta: Tridasar Printer. 2011 12
Lokasi Implantasi

Hoffman BL, Schorge JO, Schaffer JL, Halvorson LM, Bradshaw KD, Cunningham FG. William Gyneology 2nd Ed. New York: Mc Graw Hill. 2012 18
12
Faktor Risiko
Risiko Sedang
• Infertil 2.5-21%
• Riw. Infeksi Genital 2.5-
Risiko Ringan
• Riw. OP pelvik/Abd 3.7%
sblmny 0,93-3.8% • Sering Berganti Pasangan
• Merokok 2.3 – 2.5% 2.1%
• Douching 1.1-3.1%
• Koitus <18 thn 1.6% Risiko Tinggi
Rekonstruksi Tuba 21%
Sterilisasi Tuba 9,3%
Riw. KE sebelumnya 8,3%
AKDR 4.2-45%
Patologi Tuba 3.8-21%

Prawiroharjo S. Buku Ajar Ilmu Kandungan Edisi Ketiga. Jakarta: Tridasar Printer. 2011 19
Hoffman BL, Schorge JO, Schaffer JL, Halvorson LM, Bradshaw KD, Cunningham FG. William Gyneology 2nd Ed. New York: Mc Graw Hill. 2012 12
Gejala dan Tanda KE
Subakut
• Nyeri perut berulang
Akut
• Teraba massa disalah satu sisi forniks vagina
Trias Kehamilan Ektopik :
• Hb ↓  perdarahan di rongga abdomen
•Amenorea (≥6-8 minggu)  PP test (+)
•Nyeri abdomen unilateral • WBC normal/sedikit ↑
•Perdarahan pervaginam
Biasanya juga bisa muncul :
• Nyeri abdomen sisi bawah (nyeri tekan; rebound
Pemeriksaan :
tendernes, defans muscular) • Nyeri saat portio digerakkan (Slinger pain (+));
• Perdarahan pervaginam dari bercak hingga jumlah • Forniks posterior vagina menonjol  darah
sedang terkumpul di cavum douglas; atau
• Anemia • Teraba massa di salah satu sisi uterus

20
Prawiroharjo S. Buku Ajar Ilmu Kandungan Edisi Ketiga. Jakarta: Tridasar Printer. 2011 12
Diagnosis Banding

21
Hoffman BL, Schorge JO, Schaffer JI, Halvorson LM, Bradshaw KD and Cunningham FG. Ectopic Pregnancy: Williams Gynecology 2nd ed. New York : McGrow-Hill. 2012. 12
kehamilan yang terjadi pada rongga abdomen
Kehamilan diluar organ reproduksi wanita
Abdominal 1% dari seluruh kehamilan ektopik, terjadi pada
1/2200 hingga 1/10200 kehamilan dan 1/6000
hingga 1/9000 kelahiran.

mortalitas 7.7 kali lebih tinggi daripada


kehamilan tuba, dan 89.8 kali lebih tinggi
Tempat implantasi : serosa uterus, pouch of Douglas, dibandingkan kehamilan intrauterine,
omentum, usus, mesosalpinx, peritoneum dari
dinding pelvis dan dinding abdomen, hepar, spleen,
diafragma, dan fascia Gerota ginjal.

Agarwal N, Odejinmi F. Early abdominal ectopic pregnancy: challenge, update and review of current management. RCOG. 2014;16:193- 25
8. 12
KLASIFIKASI

Jika implantasi secara langsung pada rongga abdomen dan or


PRIMER
gan-organnya (kecuali tuba dan ovarium)

terjadi ketika konsepsi abort & terlepas dari organ reproduksi wa


SEKUNDER nita (TUBA) dan menjadi sekunder ber-reimplantasi di rongga a
bdomen, >>paling banyak terjadi

EARLY ABDOMINAL PREGNANCY kehamilan abdominal pada usia kehamilan sebelum 20


minggu

terjadi setelah usia kehamilan 20 mi


LATE ABDOMINAL PREGNANCY
nggu.

26
PATOFISIOLOGI

fertilisasi dapat terjadi pada posterior cul-de-sac dimana sperma diketahui teraku
Cavanagh 1958
mulasi dan ovum dapat berada disana sebagai akibat dari aliran dependen dari ca
iran peritoneal

terlambatnya ovulasi yang terjadi mendekati menstruasi →aliran retrogad ovum


Paternoster dan Santarossa 1999 yang terfertilisasi, yang dapat membawa zigot dari pouch of Douglas ke lokasi peri
toneal yang berbeda

Dmowski et al (2002), EAP retroperitoneal dapat terjadi karena migrasi embrio


Iwama et al (2008) dari organ reproduksi wanita ke ruang retroperitoneal m
elalui kanal limfatik

The Power of PowerPoint | thepopp.com 27


DIAGNOSIS-TATA LAKSANA

TANDA & GEJALA PEMERIKSAAN PENUNJANG


 Titer

tidak ada gejala patognomik →nyeri a USG: metode akurat


bdomen, nausea, muntah, malaise, da  gambaran janin dalam gestational sac di luar uterus
n nyeri saat janin bergerak.  Janin yang terletak dekat dengan material dinding abdomen dan
okalisasi plasenta di luar batas-batas rongga uterus.
 MRI
TATA LAKSANA
MEDIKAMENTOSA (metotreksat, embolisasi
nyeri tekan abdomen, presentasi janin abn
angiografi)
ormal dan lokasi serviks uteri yang beruba
h. PEMBEDAHAN → LAPAROTOMI

28
 Keluhan: nyeri perut kanan
 PF: ttv stabil, abdomen supel, TFU tidak teraba, NT (+)
Nyeri menjalar hingga ke pinggang dan paha kanan, dis USG ulang: janin hidup ektrauterin (abdominal) usia 14w6d
ertai mual muntah, nyeri ulu hati dan hilang nafsu ma Nyeri mulai menetap, tapi tidak → konservatif (USG serial tiap 2-3 minggi)
kan, tidak ada pengeluaran darah dari jalan lahir. HPH begitu kuat DI RS
T: 24/6/2018 →amenore hampir 4 bulan
2 MINGGU SMRS

KONTROL KE SP.OG
KONTROL KE BIDAN USG: didiagnosis kehamilan di lu
2 BULAN SMRS Diberikan obat anti nyeri (PCT) , obat ar kandungan→dirawat, pro lap
wanita G2P1A0M0 usia 35 tahun lambung, vitamin→ keluhan nyeri b arotomi
keluhan nyeri perut kanan erkurang, namun dpt kambuh lagi
→disarankan kontrol ke Sp.OG 29
Diagnosa tegak:
kehamilan
abdominal
USG janin hidup ektrauterin (intra ab
dominal) usia 14w6d

PF palpasi abdomen yang lembut, TFU tidak t


eraba, dan terdapat nyeri tekan pada perut
kanan

ANAMNESA
amenorea, nyeri abdomen yang persiste
n, gambaran lain yaitu nausea, muntah,
malaise
30
TATA LAKSANA

LAPAROTOMI SEGERA:
Diagnosa kehamilan untuk terminasi kehamilan karena risiko
abdominal tegak Penanganan: mortalitas maternal dan abnormalitas
kongenital, mortalitas perinatal 80-90%

Placenta removal ↔perdarahan MANAJEMEN EKPEKTATIF: kontroversial ; menunggu hingga


massive maturitas paru janin, ahli lainnya menyebutkan bahwa
terdapat risiko tinggi perdarahan yang mengancam nyawa.
Konseling risiko ruptur, pengawasan ketat
Meninggalkan plasenta in situ
& pemberian metotreksat postop
untuk mempercepat involusi dan
resorpsi plasenta Pembedahan Laparotomi KASUS: Janin 14 minggu,
hidup ->manajemen ekspektatif->
follow up (pemeriksaan kadar B-hcg secara serial dan
dgn persiapan konservatif dgn kontrol kehamilan
USG) terhadap involusi dan identifikasi awal preoperatif (USG serial tiap 2-3 minggu) 31
komplikasi potensial
Kesimpulan
1. Wanita G2P1A0M0 usia 35 tahun hamil 14-15 minggu dengan keluhan utama
nyeri perut kanan yang dirasakan sejak 2 bulan SMRS, berdasarkan anamnesi,
pemfis, pemeriksaan penunjang, wanita tersebut mengalami kehamilan
abdominal. Pasien mendapatkan terapi konservatif (manajemen ekspektatif )
dengan pengawasan kehamilan yang ketat dengan pemeriksaan USG serial
setiap 2-3 minggu sekali.
2. Kehamilan abdominal jarang terjadi dan merupakan kondisi serius dan
berpotensi mengancam nyawa.
3. Manajemen yang berhasil bergantung pada tingkat kecurigaan yang tinggi,
anamnesa dan pemeriksaan yang hati-hati dengan pemeriksaan USG dapat
membantu dalam penegakkan diagnosis.
4. Tatalaksana dapat dilakukan dengan terapi, medikamentosa, manajemen
ekspektatif, dan pembedahan
32
12
TERIMA KASIH
CULDOCENTESIS

The Power of PowerPoint | thepopp.com 34


PROGNOSI
S

The Power of PowerPoint | thepopp.com 35


Add an image

Add an image

Add an image