Anda di halaman 1dari 12

BAHAN KONTROL

LABORATORIUM
Oleh : Tyas Cahyaning Kartika
Pengertian
■ Bahan kontrol adalah bahan yang digunakan untuk memantau ketepatan suatu
pemeriksaan dilaboratorium untuk mengawasi kualitas hasil pemeriksaan sehari-
hari (khususnya dilaboratorium).
Bahan kontrol dapat dibedakan
berdasarkan :
■ Sumber bahan kontrol

Bahan kontrol dapat dibedakan yang berasal dari manusia, binatang, bahan kimia murni

■ Bentuk bahan kontrol

Bahan kontrol dapat berbentuk cair , bubuk padat (liofilisat) dan berbentuk strip. Bahan
kontrol yang berbentuk padat / strip harus dilarutkan terlebih dahulu sebelum digunakan.

■ Berdasarkan pembuatannya

– Bahan kontrol yang dibuat sendiri

– Bahan kontrol yang sudah jadi atau komersial


Lanjutan…
■ Bahan kontrol yang sudah jadi atau komersial

1. Unassayed

Merupakan bahan kontrol yang tidak memiliki nilai rujukan sebagai tolak ukur. Nilai
rujukan dapat diperoleh setelah dilakukan periode pendahuluan. Biasanya dibuat kadar
normal/abnormal, tinggi/rendah.

2. Assayed

Merupakan bahan kontrol yang diketahui nilai rujukannya serta batas toleransi menurut
metode pemeriksaannya. Hanya bahan kontrol ini lebih mahal. Bahan kontrol ini dapat
digunakan untuk akurasi kontrol, selain itu dapat digunakan untuk menilai alat dan cara
baru.
Syarat bahan kontrol
■ Memiliki komposisi sama atau mirip dengan specimen
■ Komponen yang terkandung di dalam bahan kontrol harus stabil (tidak mengalami
perubahan selama penyimpanan)
■ Disertai sertifikat analisa yang dikeluarkan pabrik, khususnya untuk bahan kontrol jadi (
komersial)
Bahan Kontrol Kimia Klinik
Pemilihan Bahan Kontrol :
■ Berdasarkan spesimen yang akan diperiksa
1. Spesimen berasal dari manusia maka bahan kontrol berasal dari manusia.
Karena beberapa zat dalam bahan kontrol binatang berbeda dengan bahan kontrol yang
berasal dari manusia.
2. Spesimen air maka bahan kontrol berasal dari bahan kimia murni.
■ Berdasarkan penggunaan
1. Bahan kontrol dari bahan kimia murni untuk pemeriksaan kimia lingkungan urinalisa dan
kimia klinik
2. Serum kumpulan atau pooled sera dan liofilisat untuk pemeriksaan kimia klinik dan
imunoserologi
3. Bahan kontrol assayed untuk uji ketepatan dan ketelitian, uju kualitas reagen, uji kualitas
alat, dan uji kualitas metode pemeriksaan
4. Bahan kontrol unassayed untuk uji ketelitian suatu pemeriksaaan
Lanjutan…
■ Stabilitas bahan kontrol

Bentuk bubuk padat atau liofilisat lebih stabil dan tahan lama dari pada bentuk cair. Untuk
memudahkan transportasi umumnya bentuk bubuk padat dibuat dalam bentuk strip.
Stabilitas bahan kontrol yang dibuat sendiri kurang terjamin selain itu mempunyai bahaya
infeksi yang tinggi.
Jenis-jenis bahan kontrol
■ Serum kontrol
1. Serum kontrol cair
a. Pool serum
Pool serum dibuat dari serum- serum penderita yang tersisa namun tidak hemolitik dan
lipemik.
2. Serum kontrol cair komersial.
Yaitu serum kontrol siap pakai yang mengandung stabilisator dan zat-zat anti bakteri
yang pada umumnya di rahasiakan oleh pabrik. Serum kontrol cair komersial cocok
untuk analisa rutin di laboratorium klinik.
■ Serum kontrol Liafilisat
Liofilisasi adalah cara pengeringan pada suhu yang sangat rendah (dibawah titik beku larutan)
dengan tekanan yang sangat rendah pula. Sisa proses pengeringan demikan dinamakan
liofilisat. Bahan dasar serum kontrol liofilisat menggunakan serum manusia.
Lanjutan…
■ Serum kontrol ketelitian (precision control sera)

Serum kontrol ketelitian dikenal pula dengan sebutan “unassayed control sera”. Digunakan untuk
pemantapan ketelian yang tidak perlu ada nilai rujukannya sebagai tolak ukur. Dengan demikan
hargannya akan lebih murah.

■ Serum kontrol ketetapan (accuracy control sera)

Serum kontrol ketetapan digunakan untuk pemantapan ketetapan dan disebut pula “assayed
control sera”. Sesuai dengan prinsip pemantapan ketetapan yaitu membandingkan hasil analisa
dengan suatu nilai rujukan sebagai tolak ukur, serum kontrol ketetapan selalu disertai dengan
suatu tabel nilai- nilai rujukan dan batas- batas toleransinya.
Bahan kontrol hematologi
Suatu material yang mempunyai nilai uji yang diramalkan dan mempunyai matriks yang tipikal
sama seperti halnya sampel pasien. Kontrol diperiksa secara bersamaan dengan spesimen
pasien untuk memonitor penampilan uji tersebut. Sampel kontrol adalah spesimen yang
dipersiapkan secara khusus dan disisipkan kedalam proses pemeriksaan yang mempunyai
matriks yang sama dan diperlakukan sama seperti sampel pasien. Nilai pengujian sampel
kontrol seharusnya berada didalam rentang yang ditentukan sebelumnya, sehingga
memberikan kepercayaan bahwa uji tersebut ditampilkan secara optimal. Pada seleksi kontrol
harus diperhitungkan suatu kadar yang secara klinis mempunyai arti, yaitu suatu kadar yang
digunakan oleh klinisi dalam membuat keputusan berkenaan dengan pemberian terapi.
Syarat-syarat Bahan Kontrol Hematologi
yang Ideal

■ Tidak mahal
■ Stabilitas lama
■ Siap periksa
■ Mudah tersuspensi
■ Tidak mudah aglutinasi
■ Karakteristik aliran menyerupai darah
■ Sifat optik dan elektrik menyerupai darah
■ Ukuran dan bentuk partikel menyerupai darah
■ Dapat diukur dengan metode apapun
TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai