Anda di halaman 1dari 17

PX PADA INFEKSI SAL.

PERNAPASAN
MEGA MULYA DWI FITRIYANI
1310211023
PENGAMBILAN SAMPEL SPUTUM
• Sputum adalah bahan yang dikeluarkan dari paru,
bronchus, dan trachea melalui mulut.
• Orang dewasa normal bisa memproduksi mukus sejumlah
100 ml dalam saluran napas setiap hari
• Mukus ini digiring ke faring dengan mekanisme
pembersihan silia dari epitel yang melapisi saluran
pernapasan
• Keadaan abnormal produksi mukus yang berlebihan
(karena gangguan fisik, kimiawi, atau infeksi yang terjadi
pada membran mukosa), menyebabkan proses
pembersihan tidak berjalan secara adekuat normal seperti
tadi, sehingga mukus ini banyak tertimbun
JENIS PEMERIKSAAN SPUTUM
• Pewarna gram
• Kultur Sputum (u/ identifikasi mikroorganisme)
• Sensitivitas (u/ pedoman terapi antibiotik dengan
mengidentifikasi antibiotik yang mencegah pertumbuhan
organisme yang terdapat dalam sputum.)
• Basil tahan asam (BTA)
• Sitologi (u/mengidentifikasi adanya keganasan pada paru-
paru)
• Tes Kuantitatif
PENGAMBILAN SPUTUM
• Indikasi
Pasien yang mengalami infeksi/peradangan saluran pernafasan
(apabila diperlukan).
• Waktu
Diperlukan 3 kali pengambilan sputum dalam 2 kali kunjungan
(SPS)
• Persiapan Alat
 Sputum pot (tempat ludah) yang bertutup
 Botol bersih dengan penutup
 Hand scoon
 Formulir dan etiket
 Perlak
 Pengalas
 Bengkok
 Tissue
PERSIAPAN PASIEN
• Jelaskan pada pasien apa yang dimaksud dengan
sputum agar yang dibatukkan benar-benar merupakan
sputum, bukan air liur/saliva ataupun campuran antara
sputum dan saliva. Selanjutnya, jelaskan cara
mengeluarkan sputum.
PROSEDUR TINDAKAN
1. Menyiapkan alat
2. Memberitahu pasien
3. Mencuci tangan
4. Mengatur posisi duduk (fowler)
5. Memasang perlak pengalas dibawah dagu dan menyiapkan
bengkok.
6. Memakai hand scoon
7. Meminta pasien membatukkan dahaknya ke dalam tempat yang
sudah disiapkan (sputum pot)
8. Mengambil 5cc bahan, lalu masukkan ke dalam botol
9. Membersihkan mulut pasien
10. Merapikan pasien dan alat
11. Melepas hand scoon
12. Mencuci tangan
PELAKSANAAN
1. Jelaskan kepada pasien apa yang akan Anda lakukan,
mengapa hal tersebut perlu dilakukan dan bagaimana pasien
dapat bekerja sama. Diskusikan bagaimana hasilnya akan
digunakan untuk perawatan atau terapi selanjutnya. Berikan
informasi dan instruksi berikut pada pasien:
• Tujuan pemeriksaan, perbedaan antara sputum dan saliva, dan cara
mendapatkan spesimen sputum,
• Jangan menyentuh bagaian dalam wadah specimen,
• Untuk mengeluarkan sputumlangsung ke dalam wadah sputum,
• Untuk menjaga bagian luar wadah tidak terkena sputum, bila
memungkinkan,
• Cara memeluk bantal secara kuat pada insisi abdomen bila pasien
merasa nyeri saat batuk,
• Jumlah sputum yang diperlukan (biasanya 1-2 sendok teh (5-10 ml)
sputum cukup analisis),
• Cuci tangan dan observasi prosedur pengendalian infeksi lain yang
sesuai.
2. Berikan privasi pasien.
…PELAKSANAAN
3. Berikan bantuan yang diperlukan untuk mengumpulkan specimen.
• Bantu pasien mengambil posisi berdiri atau duduk u/ memungkinkan ventilasi dan
ekspansi paru yang maksimum.
• Minta pasien untuk memegang bagian luar wadah sputum, atau, untuk pasien yang
tidak dapat melakukannya, pasang sarung tangan dan pegang bagian luar wadah
tersebut untuk pasien.
• Minta pasien untuk bernapas dalam dan kemudian membatukan sekresi. Inhalasi
yang dalam memberikan udara yang cukup untuk mendorong sekresi keluar dari jalan
udara ke dalam faring.
• Pegang wadah sputum sehingga pasien dapat mengeluarkan sputum ke dalamnya,
pastikan sputum tidak kontak dengan bagian luar wadah. Memasukan sputum ke
dalam wadah akan mencegah penyebaran mikroorganisme ke tempat lain.
• Bantu pasien untuk mengulang batuksampai terkumpul jumlah sputum yang cukup.
• Tutup wadah segera setelah sputum berada di dalam wadah. Menutup wadah akan
mencegah penyebaran mikroorganisme secara tidak sengaja ke tempat lain.
• Bila sputum mengenai bagian luar wadah, bersihkan bagian luar dengan disinfektan.
Beberapa institusi menganjurkan untuk membersihkan seluruh bagian luar wadah
dengan sabun cair dan air dan kemudian mengeringkannya dengan handuk kertas.
• Lepas dan buang sraung tangan.
…PELAKSANAAN
4. Pastikan pasien merasa nyaman.
• Bantu pasien untuk membersihkan mulutnya dengan obat kumur, bila
dibutuhkan.
• Bantu pasien mengambil posisi nyaman yang memungkinkan
ekspansi paru secara maksimal, bila diperlukan.

5. Beri label dan bawa spesimen ke laboratorium.


• Patikan informasi yang benar tertulis pada label dan slip permintaan
laboratorium. Tempelkan label dan lampirkan perimintaan
laboratorium pada wadah spesimen. Identifikasi dan/atau informasi
yang tidak akurat pada wadah spesimen dapat membuat kesalahan
diagnosis atau terapi.
• Atur agar specimen dikirim segera ke laboratorium atau di dinginkan.
Kultur bakteri harus segera dimulai sebelum organisme yang
mengkontaminasi tumbuh dan berkembang baik sehingga
memberikan hasil positif palsu.
…PELAKSANAAN
6. Dokumentasikan semua informasi yang relevan.
• Dokumentasikan pengumpulan spesimen sputum pada catatan
pasien. Pendokumentasian meliputi jumlah, warna, konsistensi
(kental, lengket, atau encer), adanya hemoptisis (darah pada
sputum), bau sputum, tindakan yang perlu dilakukan untuk
mendapatkan sputum (mis., drainase postural), jumlah sputum
yang dihasilkan secara umum, adanya ketidaknyamanan yang
dialami pasien
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
• Menyikat gigi sebelum pengambilan sputum
• dianjurkan pasien mengonsumsi air yang banyak pada
malam sebelum pengambilan sputum
• Spesimen bercampur saliva
PENGHITUNGAN EOSINOFIL
MEGA MULYA DWI FITRIYANI
1310211023
EOSINOFIL (DASAR TEORI)
• Eosinofil merupakan salah satu dari leukosit yang
memiliki granula dan tergolong dalam granulosit. Granula
dalam sel ini mempunyai afinitas yang tinggi terhadap
eosin sehingga pada pewarnaan mengambil zat warna
asam eosin dan berwarna merah orange.
• Jumlah normal eosinofil berkisar antara 1-3 sel per-100
leukosit.
• Mempunyai sedikit kemampuan fagositosis
• Peranan utama eosinofil masih belum jelas, hanya
dikatakan terjadi peningkatan jumlahnya apabila tubuh
kemasukkan benda – benda asing, baik suatu protein
asing ataupun parasit yaitu disebut keadaan alergi.
• Selain terdapat disirkulasi juga dapat tinggal di jaringan –
jaringan pada keadaan alergi, misalnya dimukosa usus,
jaringan paru – paru.
HITUNG EOSINOFIL (ABSOLUT)
• Jumlah eosinofil absolut adalah ukuran jumlah eosinofil
didalam darah berdasarkan pengukuran eosinofil
diferensial dan jumlah total sel darah putih. Jumlah
eosinofil absolut meningkat pada reaksi alergi dan
hipersensitivitas dan infeksi parasit. Sel ini juga banyak
dijumpai pada infeksi parasit.
…HITUNG EOSINOFIL (ABSOLUT)
Tujuan
• Menghitung jumlah eosinofil dalam darah

Prinsip pemeriksaan
• Darah ditambah reagen DUNGER maka sel – sel lain akan lisis
sedangkan eosinofil akan terwarnai sehingga dapat dihitung

Prinsip kerja
• Eosinofil dihitung tersendiri dengan larutan pengencer yang
dapat mewarnai eosinofil. Sel – sel leukosit yang lain serta
eritrosit lisis perhitungan didasarkan atas penipisan dan
volume cairan dalam kamar hitung
PROSEDUR HITUNG EOSINOFIL
• Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
• Menghomogenkan spesiment
• Menghisap spesiment dengan pipet thoma leukosit sampai tanda 1
kemudian disusul larutan pengencer dungren sampai tanda 11
• Mengocok pipet thoma selama 3 – 5 menit, buang 1-3 tetesan
pertama
• Teteskan pada kamar hitung lalu letakkan kamar hitung pada
petridish dengan dasar tissue/kapas basah selama 15 menit.
Menghitungnya pada mikroskop pada perbesaraan 40x (pada seluruh
kamar hitung)
NILAI NORMAL
• Dewasa : 20 – 350/ mm3