Anda di halaman 1dari 57

4 STRUKTUR DAN FUNGSI

ORGANELA SEL
Drs. Ainur Rofieq, M.Kes.
Materi: A. Pembagian Organela
B. Fungsi dan Isolasi Organela
C. Retikulum Endoplasma
D. Aparatus Golgi
E. Lisosom
F. Vokuola
G. Mitokondria
H. Kloroplas
I. Ribosom
J. Sitoskeleton
K. Organela lain-lain
1
A. Pembagian Organela

Pembagian sistem
organela dalam sel,
yaitu:
1. Nukleus
2. Endomembran
3. Mitokondria
4. Kloroplas
5. Ribosom
6. Sitoskeleton

2
Secara evolutif, organela memiliki asal usul,
ada dua teori:

1. Teori membran invaginasi


membran sel  invaginasi (endositosis) 
vesikel endosom  tumbuh kembang 
organela
ex. RER, SER, lisosom, aparatus golgi, dll
2. Teori Endosymbiosis
membran sel  pagositosis struktur biologis
lain di luar sel  vesikel pagosom  tumbuh
kembang  organela
ex. Mitokondria, kloroplast, dll.
3
B. Fungsi dan Isolasi Organela

4
Organela dapat diisolasi dengan
cara fraksionasi sel, caranya?

homogenat

Atau disebut
juga pelet

5
Organela memiliki molekul penanda
pada fraksionasi sel, yaitu:

6
Anatomi sel tumbuhan dan hewan yang
menunjukkan letak organela didalam sel

7
Sel Eukariotik
(Sel Hewan)
Sel Eukariotik
(Sel Tumbuhan)
C. Retikulum Endoplasma
Letak
retikulum
endoplasma
(RE) di
dalam sel

12
Retikulum endoplasma merupakan perluasan
dari membran nukleus

 RE = endoplasmik
(didalam sitoplasma) dan
retikulum (“jaringan”)
 Terdiri dari jaringan tubula
dan gelembung membran
→ disebut sisterne
 Macam RE: (1) RE kasar
→ permukaan sitoplasmik
membrannya berlekatan
dengan ribosom , dan (2)
RE halus → tidak memiliki
ribosom
13
Meskipun satu sisterne, RE-kasar dan
RE-halus memiliki fungsi berbeda
RE-kasar
 Menampung dan memproses protein hasil sintesis dalam ribosom
menjadi protein sekretoris. Protein itu → glikoprotein
 Mentransfer protein sekretoris menuju aparatus golgi→ melalui
vokuola transport atau vesikel transport
 Tempat sintesis komponen membran plasma
RE-halus
 Sintesis lipid (steroid, kolesterol dan phosfolipid).
contoh steroid yang diproduksi → hormon seks vertebrata dan
homon yang disekresi oleh kelenjar adrenal
 Metabolisme karbohidrat (hidrolisis glikogen → glukosa fosfat →
glukosa )
 Menawarkan racun (menambahkan gugus hidroksil pada senyawa
tertentu → mudah larut)
 Membantu konstrasksi sel-sel otot (mengatur kadar kalsium di
dalam sitosol)
14
RE mensekresi
protein sekretoris
ke aparatus golgi
dengan cara
membentuk
vesikel transport

Vesikel transport →

15
D. Aparatus (Badan) Golgi

16
Aparatus golgi tersusun dari berlapis-
lapis sisterne
AG-cis

AG-trans

17
Aparatus golgi memproduksi dan menyempurnakan
produk secara bertahap sesuai polaritas struktur dan
fungsional sisterne

18
Transportasi protein
hasil sintesis dalam
ribosom melalui RE,
apartus golgi, dan
vesikel RE

(lihat juga pada slide


nomor 14)

Tiga vesikel:
1. V. Lisosom
2. V. Sekretorik
3. V. untuk perbaikan
membran
19
E. Lisosom

20
Enzim di dalam lisosom memiliki
ciri khas kerja

21
Fungsi utama lisosom adalah tempat
pencernaan intraseluler
Tempat pencernaan
nutrien di dalam sel
1. Autophagy
2. Heterophagy

22
Terjadi perubahan kimiawi pada pencernaan
seluler oleh lisosom

23
F. Vakuola (Sentral)
Dibandingkan organela yg lain, vakuola sentral memiliki
volume atau luas yang paling besar
Pada sel dewasa, luas vakuola
mencapai 80% dari seluruh isi
sel (hanya di sel tumbuhan)
Fungsinya bisa disamakan
dengan lisosom pada sel
hewan, yaitu tempat
pencernaan makanan
Fungsi lain: (1) mengatur
ketersediaan air, (2) tempat
penimbunan ion anorganik, (3)
penyimpanan senyawa organik
seperti asam amino, sukrosa
dll; (4) penampung CO2
24
Pada protista (ex. Paramecium), tidak memiliki v.sentral
tetapi memiliki vokuola kontraktil

Air/cairan sel
masuk kedalam
v.kontraktil
melalui saluran
bercabang
25
Volume air dalam vakuola
sentral mempengaruhi
tekanan turgor sel
tumbuhan

26
Vakuola sentral terbentuk sebagai akibat fusi vesikel-vesikel
dari RE dan aparatus golgi
Vakuola berperan penting menentukan perbesaran
(perpanjangan) pada sel tumbuhan

27
G. Mitokondria
Mitokondria dilapisi oleh membran luar dan membran dalam. Membran
dalam berlekuk ke dalam matrix membentuk krista.

(krista)

28
Ada tiga macam mitokondria berdasarkan
bentuk krista-nya

Krista seperti Lembaran Krista seperti spiral Krista seperti jala

29
Mitokondria memiliki ukuran sama dengan sel
bakteri, memiliki DNA dan ribosom
Letak di dalam sel  dekat pada
bagian sel yang memerlukan ATP.
Misalnya: (1) pada sel bersilia,
mitokondria terletak pada apikal sel;
(2) pada sel otot lurik, mitokondria
terletak antar mikrofibril; (3) pada
sel kelenjar, terletak dekat RER

Fungsi utama bagi sel  tempat


respirasi sel (mentransformasi
nutrien menjadi energi)

Fungsi lain  biosintesis steroid,


oksidasi asam lemak, dan sintesis
asam nukleat

Sifat di dalam sel  semiotonom


mampu replikasi  disebut
biosintesis mitokondria
30
Mitokondria pada sel sperma terletak pada bagian
tengah sel, hal ini berhubungan dengan
pergerakan ekor yang selalu memerlukan energi

31
H. Kloroplas
Seperti halnya mitokondria, kloroplas dilapisi oleh membran luar dan
membran dalam. Membran dalam berlekuk ke dalam stroma membentuk
thylakoid → granum → grana

32
Pada sel tumbuhan tingkat tinggi, kloroplas berbentuk
cakram/diskoid tetapi pada tumbuhan tingkat rendah
bermacam bentuk
Bentuk kloroplas:
diskoid/cakram (tumbuhan
tinggi); pita spiral
(Spirogyra); seperti lensa
cekung (Hymenophyllum);
seperti jala (Cladophora);
bintang (Zygnema)

33
Satu sel mesofil daun
mengandung 30 – 500
butir kloroplas (diameter
± 2 – 5 m)

Fungsi: tempat
fotosintesis (Reaksi I →
Tahap Fotokimia atau
Reaksi Terang; Reaksi II
→ Tahap kimia atau
Reaksi Gelap)

34
Kloroplas mengalami
biosintesis di dalam sel
dari proplastid
Struktur embrional kloroplas
adalah proplastid
biosintesis

Proplastid  cahaya  membran


dalam membentuk vesikel thylakoid
 fusi antar vesikel thylakoid
membentuk granum  antar
granum menyatu membentuk grana
 kloroplas matang
35
Proplastid mengalami diferensiasi menjadi berbagai
macam plastida
Etioplas
Kloroplas

Proplastid

Amyloplas Kromoplas

Elaioplas
36
Plastida selain
kloroplas juga
memiliki memiliki dua
membran (membran
luar dan membran
dalam). Contoh pada
amyloplas

37
I. Ribosom
Fungsi ribosom sebagai tempat sintesis protein terdiri dari
dua struktur yaitu; subunit besar dan subunit kecil

(1) Subunit kecil


disebut Ribosom
70S, terdiri dari
subunit 30S dan
subunit 50S;

(2) Subunit besar


disebut Ribosom
80S, terdiri dari
subunit 40S dan
60S
38
Kerangka ribosom tersusun dari protein-
protein dan molekul-molekul RNA (disebut
RNA Ribosom atau rRNA)

Ribosom 70S  rRNA dengan BM=23S pada subunit 50S


rRNA dengan BM=16S pada subunit 30S 50S

34 macam protein pada subunit 50S


21 macam protein pada subunit 30S 30S

Ribosom 80S  rRNA dengan BM=28S pada subunit 60S


rRNA dengan BM=18S pada subunit 40S 60S

40 macam protein pada subunit 60S


40S
30 macam protein pada subunit 40S

Sifat kimia ribosom sel eukariotik lebih tahan pada obat-obatan tertentu. Antibiotik
tetracycline dan streptomycin → menghambat kemampuan ribosom sel prokariotik
39
Ribosom memiliki sebuah tempat pengikatan untuk
mRNA dan tiga buah tempat untuk tRNA

40
Dalam sintesis protein, fungsi utama ribosom
adalah memasangkan kodon pada mRNA dengan
antikodon pada tRNA

41
Ribosom bebas dan terikat
pada RE melakukan fungsi
yang sama dalam sintesis
protein tetapi protein yang
dihasilkan berbeda fungsi

Ribosom bebas → protein yang


berfungsi dalam sitosol (enzim-
enzim katalisis metabolisme
dalam sitosol)

Risbosom terikat → protein


penyusun membran plasma,
protein sekretoris, dan enzim
pencernaan seluler
42
J. Sitoskeleton
Sitoskeleton atau
sitoskelet di dalam
sel eukariotik ada
tiga macam:

(1) Mikrotubula,

(2) Filamen Aktin


atau disebut juga
mikrofilamen,

(3) Filamen
Intermediet

43
Struktur penyusun
dan fungsi ketiga
sitoskeleton
berbeda-beda

44
Mikrotubula
Monomer mikrotubula adalah kesatuan antara protein
α-tubulin dan β-tubulin. Polimer protein tersebut
memiliki ujung + dan -

45
Mekanisme yang
membantu
mikrotubula dalam
melakukan fungsinya
sebagai media
pergerakan organela
adalah ATP dan
reseptor

46
Jarak pergerakan organela di dalam sel tergantung
pada panjang pendeknya mikrotubula

47
Untuk melakukan fungsi motilitas sel, mikrotubula
berdeferensiasi menjadi silia (cilium) dan flagel
(flagellum)

48
Pada silia/flagel
tersusun atas (9
duplet + 2)
mikrotubula

Pada basal bodies


(sentriol) silia/flagel
tersusun atas (9
triplet + 0)
mikrotubula

49
Filamen Aktin
Monomer filamen aktin adalah protein aktin-F.
Polimer protein ini beruntai heliks yang memiliki
ujung + dan -

50
Filamen aktin berperan mengatur kontraksi sel-
sel otot bersama filamen miosin

51
Filamen aktin mengalami polimerisasi oleh senyawa
thymosyn β4 dan profilin sehingga menyebabkan
sel membentuk pseudopodia

52
Filamen aktin dapat megatur pergerakan atau
pengaliran sitoplasma, sedangkan bagian sitoplasma
yang tidak mengandung filamen tidak mengalir

53
Filamen intermediet
Monomer filamen intermediet adalah beberapa jenis
protein IF yang tidak memiliki ujung + dan -

54
Filamen intermediet adalah jenis sitoskeleton yang
paling permanen mempunyai fungsi mempertahankan
bentuk sel dengan mengkaitkan protein membran,
desmosom antar sel dan hemidesmosom
Sisi apikal
Protein membran

Desmosom

Hemidesmosom
Sisi basal

Cairan ekstrasel
55
Pada mikrovilus usus, filamen aktin dan filamen
intermediet melakukan kerjasama dalam penyerapan
nutrien dari lumen usus ke dalam sel-sel usus

56
57