Anda di halaman 1dari 20

EKOLOGI MANUSIA (1)

● Manusia
● Kebudayaan
● Lingkungan

MANUSIA

● Manusia adalah makhluk yang berakal (mampu menguasai


makhluk lain; insan, orang) (KBBI, 2001).
● Manusia menurut Al-Qur’an :
1. Adam, ditafsirkan sebagai bapak manusia, manusia pertama,
2. Al-Basyar, adalah manusia dalam bentuk dan susunan
jasmaniahnya, struktur fisik dan postur, atau tampak
lahiriahnya yang khas,
3. Al-Insan, menunjuk kepada manusia individu, makhluk
pribadi, makhluk berakal dan bernalar,
4. An-Nass, adalah manusia dalam perilaku sosialnya, hidup
berkelompok-kelompok dan setiap kelompok itu mempunyai
ciri khasnya sendiri-sendiri,
An-Nass, seperti yang disebut oleh Aristoteles-Zoon Politicon,
makhluk yang berpolitik.
● Manusia dari pendekatan Antropologi Filsafat SNIJDERS (2004):
1. Berpikir, mempertimbangkan, memutus dan bertindak,
2. Subjek yang bertanya dan sekaligus menjadi objek yang
ditanya,
3. Makhluk rohaniah,
4. Makhluk ekstrensik (eks artinya luar), menemukan diri di
dunia dan terarah kepada sesama,
5. Manusia adalah eksistensi, hakekat manusia adalah relasi,
manusia bersama orang lain, dan terarah kepada Tuhan,
6. Manusia Paradok (mengandung kebenaran yang bertentangan,
seperti manusia bebas dan terikat, dunia dan illahi, rohaniah
dan jasmaniah, fana dan baka,
7. Manusia yang dinamis,
8. Makhluk yang multidimensional, tingkatan berbeda.
● Manusia Indonesia menurut Mochtar Lubis (2001) :
1. Hipokrit alias munafik,
2. Segan dan enggan bertanggung jawab atas perbuatannya,
kelakuan dan pikirannya,
3. Jiwa feodal,
4. Masih percaya tahayul,
5. Artistik, percaya pada segala benda alam, dekat dengan alam,
6. Watak yang lemah-memperjuangkan keyakinannya,
7. Cenderung boros,
8. Tidak bekerja keras,
9. Jadi PNS adalah idaman utama,
10. Kurang sabar,
11. Tukang menggerutu,
12. Cepat cemburu,
13. Manusia sok-kalau kuasa mabuk berkuasa,
14. Manusia tukang tiru,
15. Memiliki sikap buruk, kejam,
16. Cenderung bermalasan,
17. Kurang rajin,
18. Sikap nrima, percaya pada takdir,
19. Tidak peduli dengan nasib orang lain (sudah tidak memikirkan
sesamanya).
● Ciri manusia yang sebenarnya menurut Lubis (2001):
1. Bekerjasama,
2. Tolong menolong,
3. Saling menjaga,
4. Hubungan mesra antara yang satu dengan lainnya,
5. Kasih ibu dan kasih bapak pada anak,
6. Kekeluargaan,
7. Berhati lembut dan suka damai,
8. Punya rasa humor yang tinggi,
9. Manusia yang sabar, kesabaran seakan tak ada batasnya.
● Menurut Koentjaraningrat (1974), ciri manusia Indonesia:
1. Sifat mentalitet yang meremehkan mutu,
2. Sifat mentalitet yang suka menerabas,
3. Sifat tak percaya pada diri sendiri,
4. Sifat tak berdisiplin murni,
5. Sifat mentalitet yang suka mengabaikan tanggung jawab yang
kokoh.
● Menurut Herman Soewardi (1999), ciri manusia Indonesia
sekarang:
1. Tak ada orientasi ke depan,
2. Tak ada growth philosophy (esok yang lebih baik),
3. Cepat menyerah,
4. Retreatisme atau berpaling ke akhirat,
5. Lamban atau Inertia.

SOLUSI

● Menurut Koentjaraningrat (1974), untuk merubah mentalitet:


1. Dengan memberi contoh yang baik,
2. Dengan memberi perangsang-perangsang yang cocok,
3. Dengan persuasi dan penerangan,
4. Pembinaan dan pengasuhan suatu generasi yang baru untuk
masa yang akan datang sejak kecil dalam kalangan keluarga.
● Menurut Selo Soemardjan (1993):
1. Harus memiliki kepercayaan atas diri sendiri, tak boleh
dihinggapi rendah diri,
2. Memiliki kuat untuk memperbaiki nasib,
3. Mempunyai watak dinamis:
● Pandai memanfaatkan kesempatan,
● Mampu memecahkan setiap persoalan hidup yang dihadapi,
● Selalu siap menghadapi perubahan yang terjadi di dalam
masyarakat,
4. Siap kerjasama dengan manusia lain atas dasar pengertian,
penghormatan dan kewajiban masing-masing pihak,
5. Dapat menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan dan
ketrampilan lainnya.
● Menurut Alex Inkels (1986) manusia modern:
1. Keterbukaan bagi pembaharuan dan perubahan,
2. Dapat menerima pendapat-pendapat yang berbeda-beda tanpa
perlu secara tegas menolaknya,
3. Waktu masa kini dan masa depan, bukan masa lalu,
4. Punya perencanaan dalam hidupnya,
5. Dapat belajar, menguasai alam, bukan dikuasai oleh seluruh
alam,
6. Dunia dapat diperhitungkan, dunia cukup tertib dan dapat
dikendalikan manusia,
7. Punya harga diri dan bersedia menghargai orang lain,
8. Keadilan dalam pembagian. Semua ganjaran-ganjaran
diberikan sesuai dengan tindakan-tindakannya.
● Menurut Wahyu (2005) manusia unggul yang diharapkan ke
depan:
1. Kerja keras,
2. Tanggung jawab,
3. Disiplin,
4. Jujur,
5. Kreatif/dinamis/inisiatif,
6. Integritas intelektual, moral, emosional dan spritual yang tinggi,
7. Berwawasan luas.
KEBUDAYAAN

● Pengertian Kebudayaan
1. Kata kebudayaan berasal dari kata Sanskerta BUDDHAYAH,
merupakan jamak dari BUDDHI, berarti Budi atau akal.
Kebudayaan berkaitan dengan budi atau akal,
2. Culture, berasal dari Colere (Bahasa Latin), yang berarti
mengolah atau mengerjakan, yaitu mengolah tanah atau
bertani. Dari asal Colere, kemudian culture, yaitu segala
daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan merubah alam.
● Definisi Kebudayaan:
1. Kebudayaan adalah Kompleks yang mencakup pengetahuan,
kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat-istiadat, dan lain
kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang
didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat (Tylor,
dalam Soekanto, 1977).
2. Kebudayaan, adalah semua hasil karya, rasa dan cipta
masyarakat (Soemardjan dan Soemardi, 1969).
3. Kebudayaan adalah seluruh sistem gagasan dan rasa,
tindakan serta karya yang dihasilkan manusia dalam
kehidupan bermasyarakat, yang dijadikan miliknya dengan
belajar (Koentjaraningrat, 2001).
4. Kebudayaan adalah perilaku yang dipelajari dan hasil
perilaku tersebut digunakan bersama dalam masyarakat
(Linton, 1947).
5. Kebudayaan adalah unsur pengorganisasian antara individu
dan membentuk menjadi satu kelompok yang berkebudayaan
(Benedict, 1947).
Kesimpulan :
Kebudayaan adalah semua ciptaan atau hasil karya manusia yang
dapat digunakan bersama di dalam masyarakat baik yang bercorak
materi maupun non materi.
● Pembagian Kebudayaan
1. Materi, seperti bangunan, lukisan,
2. Non materi, seperti ilmu pengetahuan, falsafah, kepercayaan,
sistem kekeluargaan, nilai, UU, peraturan, pedoman, akhlak-
moral, sopan santun, dll.
● Ciri Kebudayaan:
1. Mengalami perubahan (modernisasi), melakukan penyesuaian,
2. Dipelajari, bisa diikuti oleh setiap individu,
3. Dapat digunakan bersama oleh anggota masyarakat untuk
berinteraksi,
4. Nilai Integratif, disatu padukan oleh kebudayaan yang sama,
5. Kesetaraan, dengan mempelajari kebudayaan bisa sejajar
dengan yang lain.
● Menurut Koentjaraningrat (2001) ada 4 wujud kebudayaan:
1. Artifacts, benda-benda fisik,
2. Tingkahlaku atau tindakan berpola,
3. Sistem gagasan,
4. Ideologis (menentukan sifat dan corak dari pikiran, cara
berpikir).
● Unsur-unsur kebudayaan:
1. Bahasa,
2. Sistem pengetahuan,
3. Organisasi sosial,
4. Sistem peralatan hidup dan teknologi,
5. Sistem mata pencaharian hidup,
6. Sistem religi,
7. Kesenian (Koentjaraningrat, 2001).
● Pengembangan Kebudayaan:
1. Integrative Symbol, pembentukan lambang integrasi.
Kebudayaan harus mewujudkan seperangkat lambang yang
dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,
2. Symbol of Equality, sebagai lambang kesetaraan. Kebudayaan
harus menempatkan diri setara dengan bangsa-bangsa lain,
3. Symbol of modernization, sebagai lambang kemajuan.
Kebudayaan mampu merangsang kreativitas pembaharuan
menuju peradaban.
● Penafsiran terhadap Kebudayaan:
1. Etnosentrisme, kebudayaan sendiri yang paling baik,
mengagung-agungkan kebudayaan sendiri, di samping
memperkecil kebudayaan lain,
2. Xenosentrisme, kebudayaan sendiri lebih rendah dari yang
lain. Kebudayaan sendiri inferior, dari luar superior,
3. Temposentrisme, kebudayaan sekarang adalah lebih baik
dari masa lampau,
4. Relativisme budaya, kebudayaan harus disesuaikan dengan
masyarakat sendiri. Masing-masing masyarakat tidak boleh
memandang rendah kebudayaannya, karena antara
masyarakat adalah berbeda.
LINGKUNGAN

● Lingkungan hidup, merupakan penelaahan terhadap sikap


dan perilaku manusia, dengan segenap tanggung jawab dan
kewajiban maupun haknya untuk mencermati lingkungan
hidup dengan sebaik-baiknya.
● Sikap dan perilaku ini sangat penting atau diperlukan untuk
memungkinkan kelangsungan peri kehidupan secara keseluruhan
dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
● Filosofi tentang lingkungan hidup adalah kecintaan, pencarian,
dan penerapan kearifan (Wisdom) terhadap lingkungan hidup
di dalam mana kita berada.
● Pengertian dan paham apa pun yang kita miliki harus diaplikasikan
dengan kearifan, karena hanya dengan kearifanlah akhirnya kita
memperoleh maknanya untuk bersikap dan berperilaku dalam
kehidupan.
● UU RI, No. 23 tahun 1997 menyebutkan:
1. Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu untuk
melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi
kebijakan penataan, pemanfaatan, pengembangan,
pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian
lingkungan hidup.
2. Asas:
● Tanggung jawab negara
● Keberlanjutan
● Manfaat
3. Tujuan:
Untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang
berwawasan lingkungan hidup dalam rangka pembangunan
manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat
Indonesia seluruhnya yang beriman dan bertaqwa kepada
Tuhan YME,
4. Sasaran:
● Tercapainya keselarasan, keserasian, dan keseimbangan antara
manusia dan lingkungan hidup,
● Terwujudnya manusia Indonesia sebagai insan lingkungan
hidup yang memiliki sikap dan tindak melindungi dan membina
lingkungan hidup,
● Terjamin kepentingan generasi masa kini dan generasi masa
depan,
● Tercapainya kelestarian fungsi lingkungan hidup,
● Terkendalinya pemanfaatan sumber daya secara bijaksana,
● Terlindunginya NKRI terhadap dampak usaha atau kegiatan di
luar wilayah negara yang menyebabkan pencemaran dan/atau
perusakan lingkungan hidup.
● Hak, kewajiban dan peranan masyarakat:
1. Setiap orang mempunyai hak yang sama atas lingkungan
hidup yang baik dan sehat,
2. Setiap orang berkewajiban memelihara kelestarian fungsi
lingkungan hidup serta mencegah dan menanggulangi
pencemaran dan perusakan lingkungan hidup,
3. Masyarakat mempunyai kesempatan yang sama dan seluas-
luasnya untuk berperan dalam pengelolaan lingkungan hidup.
MANUSIA, KEBUDAYAAN DAN LINGKUNGAN

Manusia

Kebudayaan Lingkungan