Anda di halaman 1dari 13

INTERPRETASI

KEPERILAKUAN PADA
DESENTRALISASI
1. KONDISI NYATA SUATU 6. KEUNGGULAN DAN
ENTITAS KELEMAHAN DESENTRALISASI

2. KONSEP DESENTRALISASI 7. FAKTOR-FAKTOR YANG


MEMPENGARUHI PILIHAN
3. LINGKUNGAN SEBAGAI 8. DESENTRALISASI DAN
FAKTOR PENENTU PENENTUAN HARGA TRANSFER
DESENTRALISASI
9. PENGUKURAN DAN EVALUASI
4. MEMILIH STRUKTUR KINERJA

5. PENGEMBANGAN
ANGGARAN DASAR
2
1. KONDISI NYATA SUATU ENTITAS

Menjelang tahun 1978, Grup XYZ telah melakukan ekspansi kearah


yang berbeda. Grup tersebut mendirikan pabrik untuk menghasilkan kemasan
yangakan digunakan untuk es krim, sereal, rokok, dan produk lainya. Adanya sebagian
kecil dari kapasitas penghasil bahan kemasan yang diperlukan untuk es krim
dansisanya direncanakan untuk dijual keluar. Grup tersebut mendirikan pabrik eskrim
lagi di jalan timur.
Pada awal tahun 1980 an, baik pabrik bahan kemasan maupun pabrik es
krim di jalan timur dijadwalkan untuk berproduksi. Tuan Z bertanggung jawab atas
operasi di jalan timur dan bekasi sementara, tuan Y pindah ke medan untuk mengawasi
dan menjalankan usahanya.
Percakapan yang digambarkan diatas terjadi pada a"al tahun 1980 an antara
tuan A & dan tuan K. Tuan K adalah seorang insinyur produk susu yang
memperolehkeahlianya melalui pelatihan, telah dipindahkan dari medan. (ntuk
membantu dengan instalasi pabrik es krim di jalan timur. 3
2. KONSEP DESENTRALISASI

Istilah desentralisasi digunakan dalam sejumlah besar


literatur yang beragam, dengan demikian, istilah ini memiliki
arti bagi orang yang berbeda. Definisi yang paling populer
dari desentralisasi adalah definisi yang diberikan oleh H.A.
Simon, Suatu organisasi administratif dalam adalah
tersentralisasi sejauh keputusan dibuat pada tingkatan yang
relatif tinggi dalam organisasi tersebut tedesentralisasi sejauh
keputusan itu didelegasikan oleh manajemen puncak kepada
tingkatan wewenang eksekutif yang lebih rendah.

4
3. LINGKUNGAN SEBAGAI FAKTOR
PENENTU DESENTRALISASI

Bagian ini membahas mengenai kondisi-kondisi


pendahulu yang menciftakan kebutuhan akan jenis-
jenis perilaku manajerial yang dijelaskan oleh Vancil
(1980). Hanya dengan memahami mengapa
perilaku-perilaku semacam itu dibutuhkan, adalah
mungkin untuk memahami akan kebutuhan
desentralisasi.

5
Alasan-alasan dibutuhkannya desentralisasi
mencakup hal-hal sebagai berikut ;

1. Desentaralisasi membebaskan manajemen puncak untuk 4. Desentralisasi menyediakan dasar pelatihan yang baik
fokus pada keputusan-keputusan strategis jangka panjang bagi manajemen puncak masa depan.
dan bukannya terlibat dalam keputusan-keputusan operasi.
Hal ini berarti penggunaan yang lebih baik atas aktu
manajerial yang sangat berharga.
2. Desentralisasi memungkin organisasi untuk memberikan 5. Desentralisasi memenuhi kebutuhan akan otonomi
respon secara cepat dan efektif terhadap masalah (manajer dan dengan demikian merupakan suatu alat
lokal) memiliki informasi yang paling baik dan oleh sebab motivasional yang kuat bagi para manajer.
itu, dapat memberikan respon yang lebih baik pada
kebutuhan-kebutuhan lokal.
3. Sistem yang tersentralisasi tidak mampu menangani
semua informasi yang rumit yang diperlukan untuk
membuat keputusan yang optimal. Keputusan-keputusan
yang tersentralisasi mungkin lebih inferior dibandingkan
dengan keputusan-keputusan yang dibuat secara lokal
dalam suatu sistem yang terdesentralisasi.
6
4. MEMILIH STRUKTUR

Untuk menerapkan desentralisasi, suatu organisasi harus


memilih struktur yang sesuai, mengembangkan anggaran dasar,
dan mengukur kinerja dari subunit-subunit yang terdesentralisasi.
Tidak ada satu pun truktur yang paling sesuai untuk desentralisasi.
Untuk memilih struktur dari sekian banyak struktur yang dapat
meningkatkan desentralisasi adalah ;
1. Pembagian Tugas/Keputusan
2. Merencanakan Akuntabilitas Sumber Daya

7
5. PENGEMBANGAN ANGGARAN DASAR

1. Pendelegasian Aktivitas
Persyaratan penting dari desentralisasi adalah penentuan aktivitas
yang sebaiknya didelegasikan kepada subunit dan aktivitas yang
sebaiknya dikendalikan secara sentral.

2. Menetapkan Norma-norma Keperilakuan


Anggaran dasar harus mengikuti pembagian aktivitas dengan
menyatakan norma-norma keperilakuan yang diharapkan oleh kantor
pusat dari para manajer subunit dalam melaksanakan aktivitas-
aktivitas ini

3. Klarifikasi Hubungan Antar unit


Anggaran dasar yang baik juga memeberikan peraturan -peraturan
dasar untuk mengelola pertukaran antar unit.

4. Pendekatan Kompetitif versus Kolaborasi


Anggaran dasar untuk desentralisasi mencoba untuk mencegah
peluang untuk melakukan suboptimasi ini.
8
KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN
DESENTRALISASI

Keunggulan : Kelemahan :
1. Manajemen puncak dapat berkonsentrasi 1. Manajer pada tingkat yang lebih rendah dapat
pada strategi dan pembuatan keputusan membuat keputusan yang tidak sejalan
strategis dengan strategi umum perusahaan
2. Memberikan pengalaman bagi manajemen 2. Dapat terjadi kurangnya koordinasi antar
pada tingkat yg lebih rendah untuk pembuatan manajer
keputusan 3. Manajer pada level yang lebih rendah mungkin
3. Pemberian kewenangan pembuatan memiliki tujuan yang berbeda dari tujuan
keputusan dan tanggung jawab akan perusahaan secara keseluruhan
memberikan kepuasan kerja 4. Dalam organisasi terdesentralisasi, agak sulit
4. Manajemen pada level lebih rendah umumnya untuk menyebarkan gagasan inovatif secara
memiliki informasi yg lebih rinci dan update efektif
sehingga dapat menghasilkan keputusan yang
lebih baik
5. Sulit untuk mengevaluasi presetasi seorang
manajer apabila tidak diberi banyak
kebebasan

9
7. FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI PILIHAN

Suatu pendekatan pragmatis untuk mengembangkan


anggaran dasar yang terdesentralisasi mencoba untuk menggabungkan
kedua pendekatan ini. Tugasnya adalah menempatakan organisasi
pada suatu kontinum yang ujung-ujungnya adalah kompetisi dan
kolaborasi. Ada empat faktor penting yang sebaiknya dipertimbangkan
oleh suatu organisasi dalam memutuskan ujung yang mana yang akan
dipilih pada kontinum kompetisi-kolaborasi tersebut :
1. Tersedianya pasar tradisional
2. Saling ketergantungan yang strategis
3. Ketidaklengkapan harga

10
8. DESENTRALISASI DAN PENENTUAN
HARGA TRANSFER

Mekanisme utama yang digunakan oleh organisasi untuk mengatur pertukaran antar subnit
adalah mekanisme penentuaan harga transfer (transfer pricing). Sistem penentuan harga transfer dapat
digunakan sebagai suatu alat untuk memaksakan prilaku yang diinginkan oleh anggaran dasar.
Jenis-jenis harga transfer
Organisasi biasanya menggunakan lima jenis harga transfer. Kelima jenis harga transfer tersebut adalah
:
1. Harga pasar
2. Harga biaya plus
3. Biaya variabel
4. Harga yang dinegosiasikan
5. Harga yang diputuskan atau diperintahkan

11
9. PENGUKURAN DAN EVALUASI
KINERJA

Atribut-atribut dari ukuran-ukuran kinerja yang kemungkinan besar akan mengarah


pada keselarasan tujuan adalah :
a. Kontrolabilitas
Dianggap dinginkan karena kontrolabilitas mengeluarkan aspek-aspek kinerja yang
tidak dapat dikendalikan oleh seorang manajer dari pengukuran.
b. Kelengkapan
Mengacu pada tingkat sejauh mana suatu ukuran dapat mencakup semua dimensi
kinerja yang relevan.
c. Pemisahan aktivitas dan evaluasi manajerial
Dirancang untuk membedakan daya tarik ekonomi dari suatu aktivitas denga cara
aktivitas tersebut dikelola.

12
THANKS!
Any questions?

13