Anda di halaman 1dari 31

GLUKOSA DARAH

GLUKOSA SEBAGAI GULA DARAH MERUPAKAN


BAHAN BAKAR UTAMA YANG AKAN DIUBAH
MENJADI ENERGI ATAU TENAGA.

HAMPIR SEMUA HASIL AKHIR PENCERNAAN


KARBOHIDRAT DALAM SALURAN PENCERNAAN
BERUPA MONOSAKARIDA, GLUKOSA
MERUPAKAN HASIL YANG PALING BESAR
DIAGNOSIS DM DAPAT DITEGAKKAN MELALUI :
1.PEMERIKSAAN GLUKOSA DARAH SEWAKTU ≥ 200
MG/DL .

2.DENGAN TTGO (TES TOLERANSI GLUKOSA ORAL)


KADAR GULA PLASMA 2 JAM PADA TTGO 200 MG/DL
(11,1 MMOL/L) TTGO YANG DILAKUKAN DENGAN
STANDAR WHO, MENGGUNAKAN BEBAN GLUKOSA
YANG SETARA DENGAN 75 G GLUKOSA ANHIDRUS
YANG DILARUTKAN KE DALAM AIR.
3.HASIL PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH
PUASA >126 MG/DL JUGA DIGUNAKAN UNTUK
PATOKAN DIAGNOSIS DM.
4. PEMERIKSAAN HBA1C YAITU:
KOMPONEN MINOR DARI HEMOGLOBIN YANG
BERIKATAN DENGAN GLUKOSA. DISEBUT
SEBAGAI GLIKOSILASI ATAU HEMOGLOBIN
GLIKOSILASI ATAU GLYCOHEMOGLOBIN.

PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN A1C INI AKAN


MENGGAMBARKAN RATA-RATA GULA DARAH
SELAMA 2 SAMPAI 3 BULAN TERAKHIR
Kisaran nilai normal HbA1c adalah
antara 4% sampai 5,6%.

Kadar HbA1c antara 5,7% sampai


6,4% mengindikasikan peningkatan
risiko diabetes

dan kadar 6,5% atau lebih tinggi


mengindikasikan diabetes.
SELAMA PEMERIKSAAN, YANG DIPERIKSA TETAP
ISTIRAHAT DAN TIDAK MEROKOK.

UNTUK KELOMPOK TANPA KELUHAN KHAS DM


HASIL PEMERIKSAAN GLUKOSA DARAH YANG
BARU SATU KALI SAJA, BELUM CUKUP KUAT
UNTUK MENEGAKKAN DIAGNOSIS KLINIS DM
-Penyakit infeksi dan prosedur operasi
mempengaruhi toleransi glukosa.

• Beberapa obat menggangu kadar


toleransi glukosa :
- Insulin
– Hipoglikemi oral
- Salisilat dosis besar
- Diuretik tiazid -
IMPLIKASI KLINIK
• PENINGKATAN GULA DARAH (HIPERGLIKEMIA) ATAU
INTOLERANSI GLUKOSA (NILAI PUASA > 120 MG/DL)
DAPAT MENYERTAI:
PENYAKIT CUSHING (MUKA BULAN)
STRES AKUT
FEOKROMASITOMA
PENYAKIT HATI KRONIK
DEfiSIENSI KALIUM
PENYAKIT YANG KRONIK
SEPSIS.
• KADAR GULA DARAH MENURUN
(HIPOGLIKEMIA) DAPAT DISEBABKAN OLEH
KADAR INSULIN YANG BERLEBIHAN ATAU
PENYAKIT ADDISON.
• OBAT-OBAT GOLONGAN KORTIKOSTEROID
DAN ANESTETIK DAPAT MENINGKATKAN KADAR
GULA DARAH MENJADI LEBIH DARI 200 MG/DL.

• BILA KONSENTRASI GLUKOSA DALAM SERUM


BERULANG-ULANG > 140 MG/DL, PERLU
DICURIGAI ADANYA DIABETES MELLITUS.

• DENGAN MENGHUBUNGKAN KONSENTRASI


SERUM GLUKOSA DAN ADANYA GLUKOSA PADA
URIN MEMBANTU MENENTUKAN MASALAH
GLUKOSA DALAM GINJAL PASIEN.
KADAR GLUKOSA DARAH PUASA NORMAL
ADALAH 80-90 MG/DL.
MENINGKAT MENJADI 120-140 MG/DL SELAMA
JAM PERTAMA ATAU LEBIH SETELAH MAKAN.

SISTIM UMPAN BALIK MENGATUR KADAR


GLUKOSA DARAH DENGAN CEPAT
MENGEMBALIKAN KONSENTRASI GLUKOSA KE
NILAI NORMALNYA DALAM WAKTU 2 JAM
SETELAH ABSORPSI KARBOHIDRAT YANG
TERAKHIR
Faktor pengganggu
• Merokok meningkatkan kadar glukosa
• Perubahan diet (misalnya penurunan berat
badan) sebelum pemeriksaan dapat
menghilangkan toleransi karbohidrat dan terjadi
“false diabetes”
• Kadar glukosa normal cenderung meningkat
dengan penambahan umur

• Penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang


dapat menyebabkan glukosa meningkat secara
signifi kan
Kortikosteroid - Estrogen dan
kontrasepsi oral - Asam nikotinat -
Fenotiazin - Litium - Propranolol;

jika memungkinkan, obat tersebut


seharusnya dihentikan selama paling
kurang 3 hari sebelum pemeriksaan. •
INSULIN ADALAH HORMON YANG DISEKRESIKAN
OLEH PULAU LANGERHANS DI PANKREAS.

BERPERAN PENTING DALAM METABOLISME


KARBOHIDRAT, LEMAK DAN PROTEIN.

BEKERJA MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH,


ASAM LEMAK DAN ASAM AMINO DALAM DARAH
SERTA MENDORONG PENYIMPANANNYA.
DALAM KEADAAN NORMAL, BILA KADAR
GLUKOSA DARAH NAIK MAKA INSULIN AKAN
DIKELUARKAN DARI KELENJAR PANKREAS DAN
MASUK KE DALAM ALIRAN DARAH.

INSULIN AKAN MENUJU KE TEMPAT KERJANYA


(RESEPTOR) YAITU 50% KE HATI, 10-20 % KE
GINJAL DAN 30-40 % BEKERJA PADA SEL-SEL
DARAH, OTOT DAN JARINGAN LEMAK.
BILA TUBUH KEKURANGAN INSULIN MAKA
TERJADI HIPERGLIKEMIA AKIBAT PENURUNAN
PENYERAPAN GLUKOSA OLEH SEL-SEL DISERTAI
PENINGKATAN PENGELUARAN GLUKOSA OLEH
HATI.

KADAR GLUKOSA YANG TINGGI DALAM DARAH


MENYEBABKAN JUMLAH GLUKOSA YANG
DIFILTRASI MELEBIHI KAPASITAS SEL TUBULUS
UNTUK MELAKUKAN REABSORPSI SEHINGGA
GLUKOSA AKAN TIMBUL DALAM URIN .
BEBERAPA FAKTOR YANG MENYEBABKAN
DIABETES MELLITUS YAITU:
A. GENETIK ATAU FAKTOR KETURUNAN
B. VIRUS DAN BAKTERI.
C . BAHAN TOKSIK ATAU BERACUN
D. NUTRISI
KOMPLIKASI AKUT
DIABETES MELLITUS

HIPOGLIKEMIA KETOASIDOSIS

HIPERGLIKEMIA-
HIPEROSMOLAR

22
HIPERTENSI

INFARK JANTUNG
RETINOPATI

KOMPLIKASI
KRONIK STROKE
GANGREEN DM

INFEKSI NEFROPATI

NEUROPATI
OTONOM
PERIFER 23
METODE PENENTUAN KADAR GLUKOSA DARAH
DAPAT DITENTUKAN DENGAN DUA CARA, YAITU
DENGAN METODE KIMIA DAN METODA
ENZIMATIS .

1. METODA KIMIA
PENETUAN KADAR GLUKOSA DARAH DENGAN
METODA KIMIA PADA PRINSIPNYA DILAKUKAN
DENGAN REAKSI REDUKSI ATAU REAKSI
KONDENSASI .
a. METODA REDUKSI
PADA METODA REDUKSI, PROTEIN SERUM DAN
SENYAWA PEREDUKSI NON GLUKOSA
DIENDAPKAN, MISALNYA DENGAN
PENAMBAHAN SENG KLORIDA DAN BARIUM
HIDROKSIDA.
Glukosa + Cu 2+  campuran asam-asam gula + Cu2O
Cu2O + Arsenomolibdat + 4 H+  2 Cu+ + H2O +
Arseno molibdat biru.
B. METODA KONDENSASI
PADA METODA KONDENSASI, GLUKOSA
DIKONDENSASIKAN DENGAN ORTOTOLUIDIN
DENGAN PEMANASAN DALAM ASETAT GLASIAL
MEMBENTUK GLUKOSAMIN DAN KEMUDIAN
MEMBENTUK BASA SCHIFF YANG BERWARNA
HIJAU.

BASA SCHIFF YANG BERWARNA HIJAU TERSEBUT


SERAPANNYA SEBANDING DENGAN KADAR
GLUKOSA DARAH.
2. METODA ENZIMATIS
PADA METODA ENZIMATIS DAPAT DILAKUKAN
DENGAN CARA METODA GLUKOSA OKSIDASE
DAN METODA HEKSOKINASE YANG DIBEDAKAN
BERDASARKAN ENZIM YANG DIGUNAKAN.

METODA GLUKOSA OKSIDASE


PADA METODA GLUKOSA OKSIDASE, GLUKOSA
DENGAN ADANYA OKSIGEN AKAN DIOKSIDASI
OLEH ENZIM GLUKOSA OKSIDASE MEMBENTUK
ASAM GLUKORONAT DAN HIDROGEN
PEROKSIDA.
SELANJUTNYA HIDROGEN PEROKSIDA YANG
TERBENTUK AKAN MENGOKSIDASI ORTOTOLUIDIN
(KROMOGEN) YANG DIKATALIS OLEH ENZIM
PEROKSIDASE SEHINGGA MEMBENTUK ORTOTOLUIDIN
BERWARNA. JUMLAH PRODUK WARNA YANG
TERBENTUK SESUAI DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH .

Prinsip reaksinya :
Glukosa + O2 + H2O asam glukoronat + H2O2
H2O2 + kromogen kromogen teroksidasi + H2O
METODA HEKSOKINASE
PADA METODA HEKSOKINASE, GLUKOSA DENGAN
ADANYA ATP DIFOSFORILASI OLEH ENZIM
HEKSOKINASE MENGHASILKAN GLUKOSA-6-FOSFAT.
REAKSI YANG BERLANGSUNG ADALAH SEBAGAI
BERIKUT:

Glukosa + ATP heksokinase Glukosa-6-PO4 + ADP


Glukosa-6-PO4 + NADP glukosa-6-PO4Dehidrogenase NADPH + H + 6-
fosfoglukonat.
APABILA PENYAKIT DM INI DIBIARKAN MAKA
AKAN MENIMBULKAN KOMPLIKASI- KOMPLIKASI
YANG DAPAT BERAKIBAT FATAL ATAU KEADAAN
CACAT.

TANDA DAN GEJALA YANG SERING DIKELUHKAN


PASIEN ANTARA LAIN RASA HAUS, BANYAK
KENCING, RASA LAPAR, BADAN TERASA LEMAS,
BERAT BADAN TURUN DAN KESEMUTAN.