Anda di halaman 1dari 58

Case Report Session

HEPATOMA DENGAN EFUSI PLEURA DEXTRA

Pembimbing : dr. Hj. Eryasni Husni, Sp.PD. FINASIM

Ayyuhumah Amalia
G1A217014
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN

Hepatoma

Tumor ganas hati primer dan paling Urutan ke-5 pada kasus kanker di dunia.
sering ditemukan daripada tumor Lebih sering ditemukan ada pria
ganas hati primer lainnya dibandingkan dengan wanita.

Efusi Pleura

Penumpukan cairan dalam rongga Indikator dari suatu penyakit paru


(kavum) pleura yang melebihi batas
atau non pulmonary, dapat
normal. Dalam keadaan normal
bersifat akut atau kronis.
terdapat 10-20 cc cairan.
LAPORAN KASUS

4
IDENTITAS PASIEN

Nama : Tn. M
Usia : 35 thn
Agama : Islam
Pekerjaan : Petani
Alamat : RT 3 Semau Tebo
Tanggal Masuk : 6 Agustus 2018
Tanggal Pemeriksaan : 11 Agustus 2018

5
KELUHAN UTAMA
Perut membesar yang dirasakan sejak ± 5 hari SMRS
Riwayat Perjalanan Penyakit
Insert the title of your subtitle Here

± 18 hari yll ± 14 hari yll2019


RSUD Sultan Thaha RSUD Sultan Thaha
Saifuddin Tebo. Saifuddin Tebo.
• Nyeri perut kanan atas,
Rujukan RSUD hilang timbul, seperti • Pembesaran di • Sesak
Sultan Thaha
Saifuddin Tebo.
diremas-remas. Nyeri hati dan terdapat
Dirawat di RS tsb ± tidak menjalar ke bagian cairan di antara • Perutnya semakin
7 hari. tubuh lain. lapisan pada paru membesar
kanan.
• Perut os diurut > nyeri • Disedot cairan • Kedua kaki bengkak
semakin memberat dari paru
sampai os tidak bisa lagi kanannya. • Mata dan kulit
bekerja, nyeri tidak (berwarna merah, berwarna kuning.
dirasakan menjalar. sebanyak ± 30 cc)
• Kencing warna kuning
• Demam terus menerus • Kondisinya pekat seperti teh dan
setiap hari semakin lemah. nyeri saat BAK
Riwayat Perjalanan Penyakit
Insert the title of your subtitle Here

± 7 hari yll
RSUD Sultan Thaha RSUD Raden
Saifuddin Tebo. Mattaher Jambi

• Perutnya sedikit
• Sulit BAB dan ketika
mengecil
BAB warnanya
kehitaman.
• Bengkak di kedua
kakinya berkurang
• Mual (+), Muntah (-), Dirujuk ke RSUD Raden
Nafsu makan Mattaher.
• Badan os tidak
berkurang (+).
terlalu kuning lagi
• Susah makan karena
• BAB normal
sesak
• Sesak berkurang
• BB turun ± 18 kg dari
• Nafsu makan
sebelum sakit.
bertambah.
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
• Riwayat keluhan sama (-)
• Riwayat sakit kuning (-)
• Pernah nyeri dada bagian kanan. Nyeri dirasakan mendadak seperti menyesak sampai
susah bernapas. Os sempat pingsan selama 2 jam ketika timbul nyeri tersebut.
• Setelah sadar os berobat ke dukun dan keluhan menghilang. Sampai saat ini os belum
pernah merasakan keluhan tersebut lagi.

RIWAYAT PENYAKIT
KELUARGA
• Riwayat dengan keluhan yang sama (-)
RIWAYAT PSIKOSOSIAL DAN KEBIASAAN

• Pasien bekerja sebagai petani, sudah menikah, dan punya 2 orang anak.
• Kebiasaan merokok ± 20 tahun. 1 hari os bisa menghabiskan 1 bungkus rokok.
• Kebiasaan minum alkohol selama ± 20 tahun. Frekuensi minum tidak tetap.
Kadang setiap hari os bisa minum alkohol, kadang seminggu sekali. Ketika
minum, os bisa menghabiskan lebih dari 1 botol minuman alkohol.
• Riwayat konsumsi obat-obatan terlarang jenis sabu.
PEMERIKSAAN FISIK

KEADAAN UMUM KESADARAN

Tampak sakit sedang COMPOS MENTIS

TEKANAN DARAH NADI

130/80 mmHg 98x/menit, reguler, isi dan


tegangan cukup

RESPIRATION RATE SUHU

28x/menit 36,4 oC

BB : 37 KG
TB : 160 CM
IMT : 14,4 KG/M2 (Underweight) 11
STATUS GENERALIS

KEPALA LEHER

Normocepal, conjugtiva anemis (-/-), sklera pembesaran kgb (-), jvp 5+2 cmh2o
ikterik (+/+), refleks cahaya (+/+) isokor
ABDOMEN
COR
I : Cembung, distensi (+),
DBN A : BU (+) normal
P : nyeri tekan (+) di kuadran kanan atas,
hepar teraba 5 jari di bawah arcus
PULMO costae, konsistensi keras, permukaan
I : simetris, spider nevi (-) berbenjol-benjol, tepi tumpul, immobile.
P : fremitus taktil ka<ki Lien, ginjal tidak teraba
P : Sonor (+/+) Redup di basal paru dextra EKSTREMITAS P : Pekak di kuadran kanan atas dan
A : Vesikuler (menurun/+) Ronki (-/-) Whz (-/-) bawah, timpani di kuadran kiri atas dan
Akral hangat, edema (-/-) ,
sianosis (-/-), CRT < 2 detik bawah, shifting dullness (+) 12
PEMERIKSAAN LABORATORIUM

DARAH RUTIN (6-8-2018)

WBC : 34,75 (109/L)


HGB : 11,9 g/dL
RBC : 4,5 (1012/L) PLT : 175 (109/L)
MCV : 75,4 fl HCT : 33,9 %
MCH : 26,4 pg
MCHC : 351 g/L
ELEKTROLIT (5-8-2018) KIMIA DARAH (6-8-2018_
 UREUM : 77 mg/dL
Natrium : 132,66 mmol/L
 KREATININ : 0,7 mg/dL
Kalium : 4,79 mmol/L
Chlorida : 99,62 mmol/L
Calcium : 1,23 mmol/L
13
PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Faal Hati (5-8-2018)

Bilirubin Total : 4,5 mg/dl Serologi-Mikrobiologi


Bilirubin Direk : 2,5 mg/dl (30-07-2018)
Bilirubin Indirek : 2,0 mg/dl
Protein Total : 5,7 g/dl HBs Ag (Rapid Test) : Nonreaktif
Albumin : 2,7 g/dl Anti HCV (Rapid Test) : Nonreaktif
Globulin : 3,0 g/dl
SGOT : 199 U/L
SGPT : 90 U/L
Alkalifosphatase : 197 U/L

Identifikasi Anamnesis Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Penunjang


Pemeriksaan Penunjang
USG Abdomen (30-7-2018 di RSUD Sultan Thaha
Saifuddin Tebo)

 Hati : Ukuran massa besar, pinggir tumpul,


permukaan tak teraba
 Kandung empedu, kedua ginjal, pankreas, kandung
kemih, prostat tak tampak kelainan.

Rontgen Thoraks PA (6-8-2018)

Kesan :
 Efusi Pleura kanan
 Cor dalam batas normal

The Power of PowerPoint | thepopp.com 15


Pemeriksaan Penunjang

USG Thoraks (10-8-2018)

Kesan :
 Pleural efusi minimal di kanan et causa malignansi
 Tampak tumor massa multiple di hepar et causa
suspect hepatoseluler karsinoma

CT Scan Abdomen (10-8-2018)

Kesan :
 Hepatomegali dengan kista papiller hepar ukuran
14,4 x 7,9 cm2
 DD/ Abses hepar
 Ascites intra abdomen retroperitoneal dan
intrapelvis The Power of PowerPoint | thepopp.com 16
DIAGNOSIS
Hepatoma dengan Efusi Pleura Dextra

DIAGNOSIS BANDING
Abses Hepar
• Non Farmakologi
Tirah Baring
Edukasi

TERAPI • Farmakologi
– IVFD RL + Ketorolac 20 tpm
– Inj. Ceftriaxone 1x1 gr
– Spironolacton 25 mg 1x1 tab
– Ranitidin 2x1 g

18
PEMERIKSAAN AFP/ alfa fetoprotein

ANJURAN Biopsi Hati

The Power of PowerPoint | thepopp.com 19


Quo ad vitam : Dubia ad malam
Quo ad fungsionam : Dubia ad malam
PROGNOSIS Quo ad sanationam : Dubia ad malam

The Power of PowerPoint | thepopp.com 20


The Power of PowerPoint | thepopp.com 21
The Power of PowerPoint | thepopp.com 22
The Power of PowerPoint | thepopp.com 23
The Power of PowerPoint | thepopp.com 24
TINJAUAN
PUSTAKA
ANATOMI HEPAR

The Power of PowerPoint | thepopp.com 26


Fisiologi Hepar

1 Pembentukan dan ekskresi empedu (metabolisme garam empedu dan pigmen empedu)

Metabolisme karbohidrat (glikogenesis glikogenolisis, glukoneogenesis) dan metabolisme


2 protein, serta sintesis protein, hati berperan penting dalam mengatur kadar glukosa darah
normal menyediakan energy untuk tubuh.

3 Pembentukan urea, penyimpanan protein (asam amino), metabolism lemak, ketogenesis,


sintesis kolesterol,dan penimbunan lemak.

4 Penyimpanan glikogen, lemak, besi, tembaga dan banyak vitamin.

5 Pengaktifan vitamin D, yang dilaksanakan oleh hati bersama dengan ginjal.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 27


HEPATOMA
DEFINISI
Hepatoma primer secara histologis dibagi :
(hepatocellular carcinoma = HCC) • Karsinoma hepatoselular : sel hepatosit
merupakan tumor ganas primer di hati
yang berasal dari hepatosit. • Karsinoma kolangioselular : epitel
saluran empedu intrahepatik
• Karsinoma campuran hepatoselular dan
kolangioselular.

29
EPIDEMIOLOGI
Hepatoma 1

5,6% dari seluruh kasus kanker


pada manusia
2 Di Amerika Serikat

Sekitar 80%-90% dari tumor ganas hati


primer adalah hepatoma.
Prevalensi 3

Sekitar 80% kasus hepatoma di dunia berada di


negara berkembang seperti Asia Timur dan Asia
Tenggara serta Afrika Tengah yang diketahui 4 Usia
sebagai wilayah dengan prevalensi tinggi hepatitis
virus. Jarang ditemukan pada usia muda, kecuali di
wilayah yang endemic infeksi hepatitis B virus
Ratio lk:pr 5 (HBV)

Di wilayah dengan angka kekerapan hepatoma


tinggi, rasio kasus laki-laki dan perempuan dapat
sampai 8:1.
Etiologi dan Faktor Resiko

1 2 3 4
Virus Virus
Hepatitis B Hepatitis C Sirosis Hati Aflatoksin
(HBV) (HCV)

The Power of PowerPoint | thepopp.com 31


Etiologi dan Faktor Resiko

1 2 3 4

Diabetes
Obesitas Alkohol Faktor Resiko
Melitus
Lain

The Power of PowerPoint | thepopp.com 32


PATOFISIOLOGI

TERAPI

The Power of PowerPoint | thepopp.com 33


Hepatoma Subklinis Hepatoma Fase Klinis
Gejala Insiden %

Stadium dini Nyeri abdomen 91


Masa abdomen 43
• Pasien yang tanpa gejala dan tanda
Penurunan berat badan 35
fisik hepatoma yang jelas
Lemah 31
• Biasanya ditemukan melalui Penurunan nafsu makan dan rasa penuh 27
pemeriksaan AFP dan teknik
pencitraan.
Muntah 8
Ikterus 7
Tanda klinis
Hepatomegali 89
Splenomegali 65
DIAGNOSIS Asites 52
Ikterus 41

Gambaran klinis Febris 38


Bising hati (hepatic bruit) 28
34
PEMERIKSAAN RADIOLOGI

01 02 03 04
USG ABDOMEN CT-SCAN MRI Angiografi
Hepar yang membesar, membantu memperjelas Memperlihatkan struktur
permukaan bergelombang dan diagnosis, menunjukkan lokasi internal jaringan hati dan
arteri hepatika
lesi-lesi fokal intra hepatik tepat, jumlah dan ukuran hepatoma Metode ini tergolong
dengan struktur eko yang tumor dalam hati,
Dengan zat kontras spesifik invasive, penampilan untuk
berbeda dengan parenkim hati hubungannya dengan
hepatosit dapat menemukan hati kiri dan hepatoma tipe
normal. pembuluh darah dan
hepatoma kecil kurang dari 1 avaskular agak kurang
penentuan modalitas terapi
cm dengan angka baik. Angiografi dilakukan
keberhasilan 55%. melalui melalui arteri
hepatika.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 36


Pemeriksaan PA
Alfa-fetoprotein (AFP)
Biopsi Hati
• Protein serum normal yang disintesis
oleh sel hati fetal, sel yolk-sac dan
Biopsi hati perkutan dapat diagnostik jika
saluran gastrointestinal fetal.
sampel diambil dari daerah lokal dengan
• Normal AFP serum adalah 0-20 ng/mL. ultrasound atau CT.
• AFP meningkat pada 60-70% pasien
hepatoma
• Kadar lebih dari 400 ng/mL adalah
diagnostic atau sangat sugestif
hepatoma.
37
The Power of PowerPoint | thepopp.com 38
Tumor-Node-Metastase (TNM) Staging System
T Tumor Primer
T0 Tidak terbukti tumor primer
T1 Tumor tunggal <2cm
T2 Tumor <2cm dengan invasi vascular atau tumor multiple >2cm yg
terbatas pada satu lobus
T3 Tumor >2cm dengan invasi vascular atau tumor multiple >2cm yg
terbatas pada satu lobus
T4 Tumor multipel di dalam dua lobus
N Kelenjar limf regional
N0 Tidak terdapat metastasis di dalam kelenjar limf
N1 Metastasis di kelenjar limf
M0 Tidak terdapat metastasis jauh
M1 Metastasis jauh
40
41
Barcelona Clinic Liver Cancer (BCLC) Staging System

42
Terapi

Reseksi Hati Transplantasi Hati

Tumor tunggal, tanpa sirosis Tumor tunggal yang berukuran kurang dari 5
atau dengan sirosis yang cm atau tumor multiple (2 sampai 3 tumor)
terkompensasi dengan kadar dengan ukuran masing-masing tidak lebih
bilirubin normal dan tanpa dari 3 cm, tanpa invansi vascular dan
penyebaran ekstrahepatik, serta tanpa
hipertensi portal.
kontraindikasi untuk transplantasi.
The Power of PowerPoint | thepopp.com 43
Terapi

Ablasi Perkutan Terapi Paliatif

Pilihan bila penderita bukan Radio frequency Ablation (RFA) Stadium menengah-lanjut
kandidat pembedahan. angka keberhasilan lebih tinggi dari TAE/TACE Transarterial embolization/chemo
PEI : teknik terpilih untuk tumor kecil PEI dan efikasinya tertinggi untuk embolization) saja yang menunjukkan
karena efikasinya tinggi, efek tumor yang lebih besar dari 3cm, penurunan pertumbuhan tumor serta dapat
sampingnya rendah serta relatif murah. namun tetap tidak berpengaruh meningkatkan harapan hidup pasien dengan
HCC yang tidak reseksibel.
terhadap harapan hidup pasien.
The Power of PowerPoint | thepopp.com 44
The Power of PowerPoint | thepopp.com 45
EFUSI PLEURA
DEFINISI
• Hidrothoraks
Adanya penumpukan cairan dalam • Hemotoraks
rongga (kavum) pleura yang melebihi
batas normal. Dalam keadaan normal • Empiema
terdapat 10-20 cc cairan. • Chylotoraks

47
Klasifikasi
Transudat
Eksudat
Transudat terjadi apabila terjadi
ketidakseimbangan antara tekanan kapiler Cairan terbentuk melalui membrane kapiler yang
hidrostatik dan koloid osmotic, sehingga
permeabelnya abnormal, berisi protein
terbentuknya cairan pada satu sisi pleura
berkonsentrasi tinggi dibandingkan protein
melebihi reabsorpsinya oleh pleura lainnya.
transudat.

48
Anamnesis Pemeriksaan
Fisik
– Dinding dada lebih cembung dan
– Sesak nafas bila lokasi efusi luas. gerakan tertinggal
– Rasa berat pada dada – Vokal fremitus menurun
– Batuk pada umumnya non – Perkusi dull sampal flat
produktif dan ringan. Batuk
– Bunyi pernafasan menruun sampai
berdarah pada karsinoma
menghilang
bronchus atau metastasis
– Pendorongan mediastinum ke sisi
– Demam subfebris pada TBC,
yang sehat dapat dilihat atau diraba
demam menggigil pada empiema
pada treakhea

DIAGNOSIS
Gambaran klinis
PEM. PENUNJANG
Rontgen Thoraks 1

• Langkah pertama yang dilakukan


untuk mendiagnosis
• Hasil : adanya cairan 2 USG Thoraks
• Membantu menentukan lokasi dari
pengumpulan cairan.
CT SCAN Thoraks 3
• Sebagai penuntun waktu melakukan
Menunjukkan adanya perbedaan densitas aspirasi cairan
cairan dengan jaringan sekitarnya sehingga
Torakosintesis /
sangat memudahkan menentukan efusi pleura 4
Biopsi Pleura
Mengetahui penyebab dan jenis efusi pleura

Analisis Cairan Pleura 5

Untuk diagnosis cairan pleura dilakukan


pemeriksaan warna cairan dan biokimia
Obati Penyakit Yang PENATALAKSANAAN
1
Mendasarinya
• Hematoraks
• Kilotoraks
2 Torakosintesis
• Empiema
• Pleuritis TB • Keluarkan cairan seperlunya hingga sesak
berkurang.
Chest Tube 3 • Tujuan diagnosis
• Tujuan terapeutik
Jika efusi yang dikeluarkan jumlahnya
banyak, sehingga cairan dapat dialirkan
dengan lambat tapi sempurna 4 Pleurodesis

• Untuk menutup rongga pleura sehingga akan


mencegah penumpukan cairan pleura
Pengobatan Pembedahan 5
kembali.
• Hematoraks terutama setelah trauma • Dipertimbangkan efusi pleura yang rekuren
• Empiema, pleurektomi seperti pada efusi karena keganasan.
ANALISIS KASUS
ANALISIS KASUS

Tn. M (35 Tahun)


KU : Perut membesar dan kedua kaki  Nyeri perut kanan atas. Nyeri dirasakan
bengkak sejak ± 5 hari SMRS. seperti di remas – remas makin lama
makin sering dan memberat. Organ –
organ yang dipikirkan menjadi salah
Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik satu sumber nyeri yaitu hepar, saluran
empedu maupun ginjal.
dan pemeriksaan penunjang >
Hepatoma dengan efusi pleura dextra

The Power of PowerPoint | thepopp.com 53


ANALISIS KASUS
Penurunan BB hampir 18 kg dalam waktu ± 2
minggu , penurunan nafsu makan
Demam(+), mual(+).
Riwayat peminum alkohol 20 tahun.
Perkusi paru dextra : bunyi redup di bagian
Sklera ikterus, basal serta penurunan bunyi vesikular.
Abdomen : Asites, pembesaran hepar 5 jari di
Mengarah ke Efusi Pleura
bawah arcus kosta, konsistensi keras,
permukaan berbenjol2, tepi tumpul, immobile
serta adanya asites.

Mengarah ke Hepatoma
The Power of PowerPoint | thepopp.com 54
Hasil pemeriksaan laboratorium : Hasil USG Abdomen dan Thoraks

SGOT 199 U/L, SGPT 90 U/L dan darah tampak tumor massa multiple di hepar et causa

rutin pada leukosit meningkat. suspect hepatoseluler karsinoma

Hasil CT Scan Abdomen : Sangat mendukung penegakan diagnosis


Kesan Hepatomegali dengan kista papiller Hepatoma.
hepar ukuran 14,4 x 7,9 cm2.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 55


• Pada kasus ini sangat sulit ditentukan causa
hepatomanya meskipun ada riwayat minum
alcohol.
Untuk penegakan diagnosis biasanya melakukan
biopsy hati dan penanda serologi yaitu AFP (alfa
Namun penyebab hepatoma pada pasien ini
feto protein).
tidak disebabkan oleh infeksi hepatitis B dan
C karena dari hasil laboratorium didapatkan
hasil non reaktif.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 56


• Pengobatan pada pasien ini hanya
berupa simptomatik.
Prognosis dari penyakit hepatoma primer jika
tidak diterapi, survival rata-rata alamiah
Kemoterapi masih kurang efektif untuk adalah 4,3 bulan.
kasus hepatoma, transpalantasi hati
sedang digunakan saat ini tetapi dengan Kausa kematian umumnya adalah kegagalan
hasil yang umumnya kurang memuaskan, sistemik, perdarahan saluran cerna atas,
jka pasien bertahan hidup terhadap koma hepatik, dan rupture hati.

pembedahan, maka biasanya terjadi


kekambuhan dan metastasis.

The Power of PowerPoint | thepopp.com 57


Made with by