Anda di halaman 1dari 35

M A N I F E S TA S I K L I N I S

SIFILIS

Pembimbing :
Dr. Ekorini Puji Rahayu, Sp.KK
Sifilis?

Primer Sekunder Tersier

Disebabkan oleh Dapat ditularkan dari


Sistemik Kronis
Treponema pallidum ibu ke janin
Di AS sebanyak 44.828 kasus

Umur 35-39 tahun Umur 20-24 tahun

LSL (9%) WPS (10%)


Pria berisiko tinggi (4%) WPSTL (3%)

Pengguna narkoba suntik


Waria (25%)
(3%)

3
Gejala klinis berbeda di tiap stadium

Papul Pustul Ulkus

Alat Mulut
Rektum
kelamin

4
Kelainan lain
yang dapat
terjadi
Tulang
3 4
Mukosa dan
rambut
Saraf
1 2 KGB
Definisi
Infeksi menular sistemik yang disebabkan
oleh T.pallidum, bersifat kronik

Dibagi 3 fase: primer, sekunder, laten,


tersier
Tr e p o n e m a p a l l i d u m
Bakteri motil, bentuk spiral, ukuran panjang 6-15 μm, lebar 0,10-0,18 μm

Bakteri ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui selpaut lendir atau melalui kulit

Dalam beberapa jam bakteri akan sampai ke KGB terdekat

kKemudian menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah


Tr e p o n e m a p a l l i d u m

Ordo Spirochaetales

Treponema Genus
Familia Spirochaetaceae

9
Dini (sebelum 2 tahun)

Sifilis Kongenital Lanjut (sesudah 2 tahun) dan


stigmata

Klinis
Sifilis Akuisita
Epidemiologik
Sifilis akuisita

Klinis Epidemiologik

Stadium dini
menular • St I, St II, St
(dalam satu rekuren dan laten
tahun dini
infeksi)
Stadium Stadium Stadium
I II III
Stadium
lanjut tak
menular • St laten lanjut dan
(setelah satu St III
tahun sejak
infeksi)

11
12
Manifestasi Klinis
Sifilis Primer

Sifilis
Sekunder

Manifestasi
Sifilis Tersier
Klinis

Sifilis
Kongenital

Sifilis pada
Wanita Hamil
Lk: Sulkus
koronarius
Genital
Pr: Labia
mayor &/
minor

Lidah, tonsil,
Extragenital
dan anus

Sifilis Primer Sifat: Tidak


nyeri

Inkubasi: ± 21
hari

Sembuh: 3-10
minggu
Gambar 1. Sifilis Gambar 2. Sifilis Gambar 3. Sifilis
primer: nodul pada primer: Chancre Primer: Ulkus di
glan penis pada skrotum Daerah Anorectal

Gambar 4. Sifilis Primer: Ulkus di


Labium Mayora
Muncul: 6-8
minggu
setelah S1

Durasi: ± 9
bulan

Sifat: tidak
gatal

Sering disertai
Sifilis
limfadenitis
Sekunder
generalisata

Gejala tidak
berat

Tanda The Great


kelainan kulit Imitator

Tanda
kelainan lain
Gejala tidak berat

Penurunan
Anorexia Malaise
BB

Nyeri otot,
Demam
Sakit kepala sendi, dan
tidak tinggi
tulang
Tanda kelainan lain

Mukosa
Dini: alopesia
difusa
Rambut
Lanjut: alopesia
areolaris

Kuku Paronikia

Pembesaran
KGB kelenjar getah
bening superfisial
Mata Uveitis anterior

Hepatitis,
Hepar hepatomegali,
ikterus ringan

Pembengkakan
Tulang
tapi tidak nyeri

Abnormalitas
saraf pada cairan
intrakranial
Gambar 6. Sifilis Gambar 7. Sifilis
Gambar 5. Sifilis
Sekunder: lesi annular Sekunder: erupsi
Sekunder: Condyloma pada wajah
lata annular
Gambar 8. Sifilis papulosquamosa
Sekunder: roseola
sifilitika di telapak kaki pada telapak kaki
Gambar 9. Sifilis
Sekunder: roseola
sifilitika di telapak
tangan
Muncul: 3-10 tahun
setelah S1
Mulut, tenggorokan,
Sifilis tersier Guma lidah, hepar,
esofagus, dll.
Kelainan khas:

Nodus
Gambar 10. Sifilis Tersier: Gambar 11. Sifilis Gambar 12. Sifilis
Gumma Tersier: Gumma di Tersier: tipe
Hidung noduloulseratif

Gambar 13. Sifilis


Tersier: Gumma di
Palatum
2 tahun pertama

Dini (prekoks)

Ditularkan saat stadium


Gejala mirip S2
dini

Klasifikasi Setelah 2 tahun

Lanjut
Sifilis kongenital
Gejala mirip S3

Stigmata

berat badan lahir rendah,


adanya anemia, jaundice,
Manifestasi
repiratory distress, dan
rinitis
Gambar 14. Sifilis Gambar 15. Sifilis
Kongenital stadium dini : Kongenital stadium
Lesi Mukokutaneus lanjut: Gigi Hutchinson

Gambar 16. Sifilis


Kongenital stadium lanjut :
Keratitis Interstisial
SIFILIS PADA WANITA HAMIL

Spirosit dapat melewati plasenta dan menginfeksi janin (14 minggu), dan risiko
infeksi janin meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan

Sifilis kongeital dapat menyebabkan abortus pada trimester pertama dan kematian
janin di trimester akhir

Infeksi plasenta dan penurunan aliran darah ke janin adalah penyebab paling umum
kematian janin.
Pemeriksaan Penunjang
Mikroskopis medan gelap

Tes serologis :
• Treponemal : TPHA, TPPA, FTA-ABS
• (Persons who have had syphilis usually will have reactive treponemal test results for
life, even after successful treatment)
• Non treponemal : VDRL, RPR

Direct fluorescense antibodi test

Molecular test (PCR-Based)

Histopatologi
T. Pallidum Gambaran Mikroskop Elektron
Histopatologis T. pallidum
TERAPI
Stadium Terapi
Sifilis primer & 1. Benzatin Penicillin G 2,4 juta IU, IM, SD
Sekunder 2. Prokain Penicillin G 600.000 IU/hr (10hari)
3. Untuk anak : 50.000 IU/Kg

Sifilis Laten Dini 1. Benzatin Penicillin G 2,4 juta IU, IM, SD


2. Prokain Penicillin G 900.000 IU/hr (15hari)
3. Untuk anak : 50.000 IU/Kg, IM, SD

Sifilis Laten Lanjut 1. Benzatin Penicillin G 2,4 juta IU, IM/minggu, selama
3 minggu
2. Untuk anak : 50.000 IU/Kg, IM/Minggu
Sifilis Tersier 1. Benzatin Penicillin G 2,4 juta IU, IM/minggu, selama
3 minggu
2. Prokain Penicillin G 100.000 IU/hr (12 hari)
JIKA TERAPI DI ATAS TIDAK BISA DIBERIKAN
KARENA ALERGI MAKA :

Syphillis dini, Laten primer


1. Doksisiklin 2x100 mg, min 30 hari
2. Ceftriaxone 250mg/hari

Siphyillis Laten lanjut


1. Doksisiklin 2x100 mg, min 30 hari
2. Tetrasiklin 4x500 mg, min 30 hari
KESIMPULAN
Sifilis adalah penyakit kelamin menular yang disebabkan oleh bakteri spiroseta, Treponema
pallidum

Klasifikasi sifilis dibagi menjadi

• Sifilis Kongenital
• Sifilis Akuisita : Stadium I, Stadium II, dan Stadium III.

Menurut WHO secara epidemiologik dibagi menjadi:

• Stadium dini menular


• Stadium lanjut tidak menular
Gejala dan tanda dari sifilis banyak dan berlainan , diagnosis sulit dilakukan dan penyakit ini
sering disebut "the great imitator".

Bila tidak terawat, sifilis dapat menyebabkan efek serius seperti kerusakan sistem saraf,
jantung, atau otak. Sifilis yang tak terawat dapat berakibat fatal.