Anda di halaman 1dari 19

Pendahuluan

A.Latar Belakang

Peradaban di dunia terjadi sejak adanya manusia yang Allah ciptakan di dunia ini ,proses peradaban
tersebut berjalan dan berubah dengan kemajuan dan perubahan yang terjadi di dunia ini. Proses peradaban
dunia telah terjadi naik turun mulai peradaban yang maju hingga menurun sebagi mana kita ketahui didalam
kejadian dunia ini mulai nabi adam sampai dengan nabi muhammad SAW peradaban dunia naik turun.

Dalam masa Rasulullah sampai sekarang peradaban juga dimulai kembali proses naik turunnya
sebagaimana judul dari maklah kami ini yaitu kontribusi Islam terhadap peradaban di dunia barat . yaitu
kemajuan peradaban dunia barat yang dipengaruhi oleh peradaban Islam di segala bidang baik
pendidikan,sain dan teknologi,ekonomi,Politik ,moral , kepercayaan dan Budaya.

B.Rumusan Masalah

1. Pengaruh Kontribusi Islam terhadap Peradaban di Dunia Barat Pada bagian :

a. Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan

b. Teknologi

c. Politik

d.Ekonomi

e. kepercayaan dan Budaya

f.moral

C.Tujuan Masalah

1. Mengetahui makna peradaban

2. mengetahui sejauh mana pengaruh peradaban Islam terhadap kemajuan yang terjadi di dunia
barat

3.Mengetahui dan Paham akan kontribusi Islam terhadap pengaruh peradaban di dunia barat dalam
segala bidang .

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. KONTRIBUSI ISLAM TERHADAP PERADABAN DUNIA BARAT

Pada ketika Perjumpaan Islam dengan Yunani mendorong para filosof Muslim untuk
mempelajari karya-karya filosof Yunani, menerjemahkannya, dan kemudian mengembangkannya
sehingga turut memberikan sumbangan pada kemajuan peradaban Islam. Namun, Islam
memiliki jasa yang besar karena Islamlah yang menyelamatkan peradaban Yunani yang pada
awal Islam peradaban tersebut hampir tenggelam, dan menginternasionalisasikannya sehingga
dikenal di seantero dunia.1

Setelah perjumpaan dengan Yunani, seiring dengan ekspansi Islam ke Spanyol,


perjumpaan dilanjutkan Islam dengan Barat. Perjumpaan itu melalui kontak politik, kontak
militer, kontak sosial dan kontak ilmiah atau kontak keilmuan yang terjadi secara langsung
dan vis to vis terutama saat berada di bawah kekuasaan dinasti Umayyah yang berada di
Spanyol. Melalui Spanyol ini, Islam memancarkan cahaya pencerahan di Barat Gerakan filosofis
dalam Islam yang menghasilkan khazanah paling kaya dari budaya intelektual Islam serta
mempengaruhi pemikiran Barat begitu dalam dan berlangsung lama, adalah kontinuitas
pengalaman-pengalaman berpikir rasional Mu'tazilah selama abad-abad kedua, ketiga dan
keempat. Mu'tazilah memang dikenal sebagai aliran teologi yang paling rasional dalam
Islam, yang memiliki kerangka berpikir ke depan. Aliran ini memiliki semangat yang kuat
untuk memberdayakan akal baik dalam memahami ajaran-ajaran agama maupun dalam
mencapai kemajuan. Pola pikir Mu'tazilah yang mengapresiasikan akal itu pada
perkembangan berikutnya setelah kemunduran Islam tidak lagi dijadikan pola di kalangan
umat Islam, sebaliknya, pola pikir itu sangat direspons dan dikembangkan oleh Barat
sehingga kawasan Barat dapat mencapai kemajuan yang luar biasa terutama di bidang
pengetahuan. Para filosof dan ilmuan Muslim memiliki andil besar di dalam Para filosof
dan ilmuan Muslim memiliki andil besar di dalam melakukaan transmisi keilmuan itu dari
dunia Islam ke dunia Barat. A. Qodri Azizy sebagaimana dikutip oleh Muzamil Qomar
menegaskan bahwa dari segi pemikiran, renaissance yang merupakan cikal bakal kemajuan
Barat tidak bisa lepas dari pengaruh dan sumbangan pemikiran para sarjana Muslim di abad

1
Muzamil Qomar, Merintis Kejayaan Islam Kedua, yokyakarta,teras, hlm. 36.

2
sebelumnya. Ketika Barat masih menyandang gelar dark ages (abad kegelapan), dunia
Muslim sudah memiliki peradaban yang maju dan sudah memperkenalkan metode induktif
dan beberapa metode yang menjadi embrio kemajuan masa berikutnya di Barat.2

Islam telah menempuh perjalanan yang panjang ke arah Barat hingga ke Maroko yang
terkenal dengan daerah Maghriby, dan Spanyol dalam waktu yang lebih dari dua abad.
Perjalanan tersebut mengakibatkan terjadinya interaksi antara Islam dengan Barat makin
intens sekali, baik interaksi sosial, interaksi kultural dan interaksi intelektual antara keduanya,
sehingga terjadi titik pertemuan antara peradaban Islam yang dibawa orang-orang Arab dan
peradaban Barat yang dimiliki Spanyol khususnya, sebuah pertemuan dua macam peradaban
dengan corak yang berlawanan yaitu peradaban Islam yang maju dan peradaban Barat yang
terbelakang saat itu. Sebagai peradaban yang telah maju, banyak menumbuhkaan kreasi-kreasi
baru baik bercorak kultural maupun intelektual. Kreasi kultural diwujudkan dalam bentuk
peningkatan semangat dan etos kerja, kedisiplinan dan pemanfaatan waktu. Sedangkan kreasi
intelektual diwujudkan dalam bentuk upaya-upaya perenungan untuk mengungkapkan
konsep-konsep teoritis aplikatif. Maurice Bucaille sebagaimana dikutip oleh Muzamil Qomar
menuturkan sebagai berikut: Di Cordoba (Qurtubah) perpustakaan khalifah memuat 400.000
buku, Ibn Rusyd mengajar di situ. Banyak orang dari berbagai daerah di Eropa datang ke
Qurtubah untuk belajar seperti pada waktu ini banyak orang belajar ke Amerika Serikat.
Banyak manuskripr manuskrip lama sampai kepada kita dengan perantaraan orang-orang dan
membawa kebudayaan kepada negeri negeri yang ditaklukkan. Banyak hutang kami (orang-
orang Barat) kepada pengetahuan Arab dalam matematika (kata al-Jabar adalah kata Arab),
astronomi, fisika dan optik, geologi, ilmu tumbuh-tumbuhan (botanik), ilmu kedokteran (Ibnu
Sina) dan lain-lain. Untuk pertarna kali sains mempunyai sifat internasional dalam universitas
Islam pada abad pertengahan.”3

Muzamil Qomar menjelaskan bahwa “Para filosof dan ilmuan Muslim ibarat guru
sedangkan para filosof dan ilmuan Barat ibarat murid. Mereka (para filosof dan ilmuan Muslim)
menjalankan tugasnya sebagai guru dalam membangun kepribadian murid, antara lain;
memberikan bimbingan kepada murid-murid yang belum mengerti, memberikan petunjuk bagi

2
Muzamil Qomar, Merintis Kejayaan Islam Kedua, yokyakarta,teras, hlm. 36.
3
Muzamil Qomar, Merintis Kejayaan Islam Kedua, yokyakarta,teras, hlm. 36.

3
mereka yang tersesat, memberikan pelatihan bagi mereka yang belum terampil, memberikan
pemahaman bagi mereka yang belum paham, memberikan penjelasan bagi mereka yang
belum jelas, dan memberi pengetahuan mengenai orientasi yang dituju. Lebih lanjut Muzamil
Qomar Sebagai guru yang baik, para filosof dan ilmuan justru bersikap sangat terbuka kepada
siapapun, bersikap adil kepada siapapun termasuk kepada orang-orang Barat yang berbeda
agama sekalipun, menyelamatkan mereka yang terancam dari bahaya kehancuran. Semua
tindakan ini dilakukan untuk kemajuan muridnya, yakni dunia Barat yang pada waktu itu
masih tertinggal bahkan terbelakang, di samping tentu juga untuk mempertahankan
integritas kepribadian guru, yakni para filosof dan ilmuan Muslim tersebut agar tetap
berkembang dan terus berkreasi. Dari sini tampak betapa besarnya pengaruh peradaban Islam
pada dunia Barat melalui perjumpaan dan pergumulan yang intent sekali dengan literatur-
literatur hasil karya sarjana Islam. Melalui literatur-literatur ini, pikiran mereka terpengaruhi,
kemudian mereka mengikuti dan mengalokasikan dalam pembahasan-pembahasan ilmiah
mereka, bahkan mereka berusaha mempertahankan hingga sekarang ini. Itulah gambaran
sepintas konstribusi Islam terhadap perdaban Barat modern. Islam telah membukakan jalan
bagi dunia Barat melalui berbagai kreasi yang diciptakan, berbagai percobaan yang
diupayakan, berbagai temuan yang digali, dan berbagai teori yang dirumuskan. Ini semua
mengilhami dan mempengaruhi para sarjana Barat, sehingga mereka berupaya meniru dan
melanjutkan prestasi peradaban Islam tersebut hingga sekarang. Pada masa klasik umat Islam
telah mengukir prestasi yang gemilang. Mereka telah berhasil mencapai kejayaan di
berbagai bidang peradaban. Kejayaan itu memantulkan sinarnya ke seantero dunia yang
berasal dari Timur dan Barat. Poros Timur berpusat di Baghdad sedangkan poros Barat
berpusat di Cordova Spanyol. Kedua poros itu meskipun berasal dari dua dinasti yang
berseteru yaitu Abbasiyyah di Timur dan Umayyah di Barat, namun keduanya memiliki
komitmen yang tinggi untuk memajukan peradaban Islam. Pada saat itu umat Islam menjadi
penguasa dunia, sementara negeri-negeri yang telah maju seperti Romawi sedang mengalami
kemunduran karena didera kekalahan perang sedangkan negeri negeri lainnya masih
tertinggal. Keberhasilan menjadi penguasa dunia itu sebagai hasil dari perjuangan panjang
mulai dari Nabi sebagai peletak dasar peradaban Islam pertama. Nabi merintis jalan paling
awal untuk dilalui peradaban, kemudian para sahabat, tabi'in dan tabi'at melanjutkannya.
Mereka tinggal melanjutkan bangunan yang telah dirancang oleh Nabi. Memang membicarakan

4
peradaban Islam, tentu saja tidak bisa dilepaskan dari Islam periode Nabi Muhammad
SAW, di Semenanjung Arab pada permulaan abad ke-7 M, bagaimana situasi Arab sebelum
kemunculan Islam, Nabi sebagai kepala agama di Mekkah, dan pembinaan masyarakat
hingga pembentukan Negara Madinah pertama, serta penyatuan penduduk Jazirah Arab
dalam mengembangkan agama Islam.

Setelah itu, proses ekspansi besar besaran dilakukan, sehingga kawasan Islam pun meluas
ke beberapa wilayah di sekitarnya: Persia dan Asia Tengah, Afrika Utara dan Pantai
Atlantik, kawasan pusat-pusat peradaban lama, Spanyol sampai ke pegunungan Pyrenia, dari
Tunisia ke Sisilia di Italia Selatan. Wilayah Balkan, Kaukasus dan Eropa Tengah atau apa
yang terkenal sekarang dengan Rusia Selatan juga tak ketinggalan mendapat sentuhan
kekuasaan Islam. Cukup luas wilayah kekuasaan dan pengaruh Islam di dunia, karena juga
sampai ke India, Cina dan bahkan Asia Tenggara dan Indonesia.4 Tak ketinggalan pula di

Eropa, kekuasaan Islam tidak hanya terbatas di Barat. Di Eropa Timur terdapat beberapa
wilayah yang pernah ditaklukkan dan berada di bawah pengaruh kekuasaan Islam, puncak
kejayaan Islam atas Eropa ketika berkuasanya Sulaiman al-Qanuni (al-Fatih), penguasa Turki
Utsmani dengan ibukota Konstantinopel pada tahun 1453. Setelah itu Islam meluas ke
Yunani, Balkan, Hongaria dan Polandia5.

Adapun proses awal mula pengaruh kontribusi peradaban islam terhadap peradaban
dunia Barat melalui : Andalusia, Shaqalliyah (Sisilia), Perang Salib di Siria dan Sekitarnya,
Qustanthiniyah (Konstantinopel).

1. Andalusia (Spanyol)

Inilah awal mula mulai nya peradaban islam masuk ke barat yaitu pusat kontak yang
terpenting. Pada abad ke-9 ibu kota Andalusia, Qurthubah (Kordova) yang memanjang dalam
20 mill dengan lebar 6 mill telah tampil layaknya kota metropolitan di abad modern ini’
jalan-jalan yang rapi lengkap dengan penerangannya, taman-taman, hotel-hotel, pusat-pusat
perbelanjaan, masjid-masjid, istana-istana, gedung-gedung dan Unuversitas-Universitasnya
mewarnai megahnya Kordova. Para pencari ilmu dari Eropa Barat telah berduyun -duyun

4
Rusydi Sulaiman, Pengantar Metodologi Studi Sejarah Peradaban Islam, Jakarta,pt persada graha indo, hlm. 108
5
Rusydi Sulaiman, Pengantar Metodologi Studi Sejarah Peradaban Islam, Jakarta,pt persada graha indo, hlm. 108

5
mendatangi mendatangi Andalusia untuk menimba ilmu. Kejayaan ini mencapai puncaknya
pada abad ke-11 M. ketika para ulama dan pakar muslim berdatangan ke Andalusia dari
Iraq, Syam dan Mesir, karena pemerintah Muslim Andalusia benarbenar memberi tempat
terhormat bagai para ilmuwan. Mereka memboyong literatur-leteratur dari Timur dalam
berbagai ilmu ke Andalusia. Dinamika keilmuan dan peradaban ini terus berlanjut sekalipun
kekuasaan muslim Spanyol tercabik-cabik.6

Di Toledo, wilayah yang telah direbut kembali oleh orang orang Nasrani (oleh
Alvonzo VI)7 terdapat Masjid dan perpustakaan yang amat kaya dengan literatur. Orang-

orang Arab campuran (muwallad) dan Yahudi bekerjasama dengan Nasrani Spanyol dalam
proyek penerjemahan besar-besaran, misalnya Johannes Hispanus, Gundi Salinus,juga Gerard
de Cremora(1114-1187) penerjemah itali yang pergi ke Toledo, Michael orang Skotdan Herman
orang Jerman(antara 1240-1246), mereka mempelajari matematika, fisikan, kedoklteran
astonomi kimia, dari Universitas-Universitas di Kordoba,Toledo (Thulaithulah), Sevila
(Isybiliyah) dan Granada (Gharnathah).Selain mereka dikenal pula Adelhard dari Bath,
Robert dari Chester, Stephen dari Saragosa (Sarqusah), William dari Yunis, Philipdari Tripoli
(Tharabulus). Mereka inilah yang membawa hasil-hasil pemikiran dan sains Islam ke Eropa
Kristen. Penerjemahan dilakukan dari bahasa Arab ke bahasa latin dan juga Ibrani untuk
8
kemudian diterjemahkan lagi kebahasa-bahasa Eropa, dengan menghilangklan nuansa
Islamnya. Untuk kepentingan misi ini didirikanlah lembaga-lembaga pengajaran Bahasa Arab,
Ibrani dan Yunani. Dari lembaga yang ada di Toledo berhasil dicetak orang-orang seperti
Raymond Martin (abad ke-13), Raymond Lull (1316) yang mendirikan departemen bahasa
asing di Universitas-Universitas Eropa. Gerkan penerjemahan ini di dorong oleh Alfonzoyang
bijak dari Catilla (Qastalah).9

2. Shaqaliyyah (Sisilia)

Sains Islam, khususnya kedokteran dipelajari di Salerno (ibu kota Sisilia), penerjemahan
besar-besaran dilakukan terutama oleh Constantinus Africanus(1087 M) yang beruntung menjadi

6
Abdul Aziz al-Khuwaithir dkk. Al-‘Alam al-Islami,Wizarah al-Ma’arif-KSA,
1395/1975, Hlm. 146
7
Nasir Sulaiman al-Umar, Pembantaian pada abad 9 H (terj.) VC.Firdaus,Jakarta:
1993, hlm. 50
8
Haidar Baqir. Jejak jejak sains dalam sains modern,Jurnal ulumul qur’an, Edisi Juli – September ,Th 1989. hlm. 56
9
Haidar Baqir. Jejak jejak sains dalam sains modern,Jurnal ulumul qur’an, Edisi Juli – September ,Th 1989. hlm. 56

6
murid dari seorang muslim Arab. Dia menerjemah karya-karya Hippocratesdan Gales dari Arab
ke Latin. Selain juga menerjemahkan karya-karya orisinil sarjana-sarjana muslim. Pada abad
XII M, terjadi penerjemahan besar-besaran karena dorongan dari Frederick IIdan Roger II,
dalam waktu 25 tahun saja Frederick telah berhasil mengumpulkan seluruh karya Ibn Rusyd
setelah kematian filosof itu (1198 M). dia juga mengundang Michael orang Scot untuk
mengetuai tim penerjemah yang dipilihnya. Kemudian Frederick-lah yang membawa hasil-hasil
terjemahan ini ke berbagai Universitas-Universitas di Eropa melewati Itali. Dengan demikian
Loraire, Liege, Gorze, Cologne menjadi pusat-pusat studi hasil pemikiran dan sains Islam. 10

3. Penaklukan Konstantinopel.

Pada masa pemerintahan Muhammad II (pertengahan abad ke-15 M). kerajaan Turki Usmani
telah mencapai puncak kejayaannya. Sehingga pada tanggal 29 Mei 1453, Muhammad al -
Fatih berhasil menaklukkan benteng Konstantinopel yang terkuat , lambang Imperium
Bizantium. Dengan demikian para Khilafah Utsmani mengakhiri abad kegelapan di Eropa dan
memberikan cahaya baru terhadap mereka. Suatu yang unik, ketika Konstantin II meminta bantuan
kepada Paus untuk menyatukan gereja ortodoknya dengan gereja Katolik Roma demi
menghadapi Turki Utsmani, penduduk Konstantinopel menentang persatuan itu bahkan
mereka lebih memilih melihat surban-surban orang muslim berada di jantung ibu kota
mereka dari pada melihat peci tokoh katolik di sana.11

Dengan dipindahkannya Ibukota Khilafah Utsmaniyah ke Konstantinopel (Istambul) maka


berahirlah kekuasaan Bizantium dan Konstantinopel memasuki babak baru yang penuh dengan
ilmu, kemakmuran dan kemajuan. Di Konstantinopel ini terjadi kontak antara muslim dan kristen
ortodok. Tindakan Turki Utsmani yang toleran terhadap non muslim makin membantu terjadinya
proses transpormasi nilai-nilai Islam ke Barat. Disini tidak terlalu banyak pengaruh sains
Islam terhadap Barat. Sebab barat ketika itu sedang serius mempelajari dan mengembangkan
sains Islam dan ilmu pengetahuan yang sudah diboyong dua abad sebelumnya, bahkan pada
akhirnya Barat melampaui Turki Utsmani.

10
Badriyatim, Sejarah Peradan Islam.Raja Grafindo Jakarta, 2000, hlm. 108-111
11
Abdul Aziz. dan Baharuddin Fatih, Aina Nahnu min Akhlaq As-Shalaf. Riyadh: Dar Ath-Thayyibah,Th 1419.hlm. 213-214.

7
4. Perang Salib Di Syiria dan Sekitarnya

Perang salib didunia timur Islam berlangsung selama dua abad (490-690 H) dengan frekuensi
delapan kali ekspedisi. Perang ini secara militer dimenangkan oleh umat Islam akan tetapi
kerugian terbesar ada dipihak Islam dan keuntungan ada dipihak Kristen, pertama karena
terjadinya di negeri Islam dan kedua karena pasukan Salib rendah peradabannya dibanding
pasukan Muslim.12 Salah satu penyebab majunya pendidikan dan ilmu pengetahuan di dunia Barat

adalah ketika islam menguasai sesuatu daerah maka daerah tersebut akan dijadikan basis sebagai
penyebaran segala ilmu yang dimilikinya tampa berpikir negative kedepan sehingga
menterjemahkan berbagai leteratur ilmu kedalam bahasa bahasa mereka dan mengajarkan mereka
serta membangun lembaga lembaga pendidikan sebagai mana yang ada di dunia timur.dan juga
secara khusus ilmu ilmu baik dari aljabar , Kompas yang pada ketika itu ditemukan oleh ilmuan
muslim juga turut di bawa ke eropa dan banyak ilmu2 lainnya sehingga orang2 barat yang pada
ketika itu penuh dengan kebodohan dan buta huruf serta jauh dari kemulian,setelah bertemu
dengan orang orang islam pada ketika itu mereka menjadi orang orang yang terpelajar dan berilmu
dikarnakan pendidikan yang islam berikan terhadap mereka.

Dari titik inilah dunia barat mulai bangkit dan berkembang karna pengaruh peradaban
islam serta dari titik ini pula Islam sesungguhnya memiliki kontribusi yang sangat luar biasa
terhadap kemajuan peradaban yang ada di dunia barat saat itu hingga sekarang ini yaitu :

A.Pendidikan Dan Ilmu Pengetahuan Dunia Barat

Berbicara tentang kontribusi Islam bagi perkembangan peradaban pendidikan dan ilmu
pengetahuan dunia barat tentu saja secara interen akan melekat suatu pembahasan mengenai
sejarah peradaban Islam terhaadap hal tersebut . Para pengkaji sejarah Islam biasanya membuat
suatu peta sistematis terkait berubah atau berkembangnya peradaban Islam terhadap pendidikan
dan pengetahuan , yaitu mulai dari peradaban Yunani, peradaban Islam, sampai kemudian
peradaban Barat. Pada masing-masing periode perkembangan itu mempunyai dimensi
peradaban tertentu yang berbeda satu sama lain. Sebagai Muslim tentu kita ingin
mengetahui bagaimana perkembangan peradaban Islam itu dan apa sumbangsih Islam bagi

12 Kaldun Ibrahim,….,… .hlm.40, Imaduddin Khalil, Haula Maqhza Hurub alShalibiyah, Majalah al Wa’yu al-Islamied. 246 Jumadil akhir 1405

Kuwait hlm. 45

8
peradaban dunia. Terdapat pernyataan bahwa sains Islam paling maju. Toby E. Huff dalam
bukunya The Rise of Early Modern Science mengatakan, “Dari abad kedelapan hingga akhir abad
keempat belas, ilmu pengetahuan Arab (Islam) barangkali adalah sains yang paling maju di dunia,
jauh melampaui Barat dan Cina.”

Perkembangan agama Islam sejak 14 abad silam turut mewarnai sejarah peradaban dunia.
Bahkan pesatnya perkembangan Islam ke Barat dan Timur membuat peradaban islam
dianggap sebagai peradaban yang paling besar pengaruhnya di dunia. Berbagai bukti kemajuan
peradaban Islam terhadap pendidikan dan ilmu pengetahuan barat adalah kala itu dapat dilihat
dari beberapa indikator antara lain:

1. Keberadaan perpustakaan islam dan lembaga-lembaga keilmuan seperti Baitul Hikmah,


Masjid Al-Azhar, Masjid Qarawiyyin dan sebagainya, yang merupakan pusat para
intelektual muslim berkumpul untuk melakukan proses pengkajian dan pengembangan ilmu
dan sains

2. Peninggalan karya intelektual muslim seperti Ibnu Sina, Ibn Haytam, Imam Syafii, Ar-
Razi, Al-Kindy, Ibnu Rusyd, Ibnu Khaldun dan lain sebagainya. Ibnu Sina dan Auguste
Comte13

3. Penemuan-penemuan intelektual yang dapat mengubah budaya dan tradisi umat manusia,
seperti penemuan kertas, karpet, kalender Islam, penyebutan hari -hari, seni arsitektur dan
tata perkotaan

4. Pengarusutamaan nilai-nilai kebudayaan asasi sebagai manifestasi dari konsep Islam, iman,
ihsan, dan taqwa. Islam mendorong budaya yang dibangun atas dasar silam (ketenangan dan
kondusifitas), salam (kedamaian), salaamah (keselamatan). Sedangkan Iman melahirkan budaya
yang dilandasi amn (rasa aman), dan amaanah (tanggung jawab terhadap amanah).
Akhirnya Ihsan mendorong budaya hasanah (keindahan) dan husn (kebaikan).

Pada masa Bani Abbasiyah perhatian terhadap ilmu pengetahuan mulai tumbuh,
khususnya pada masa kepemimpinan Harun Al-Rasyid (785-809 M) dan Al-Ma‟mun (813-
833). Perhatian terhadap ilmu pengetahuan ini ditandai dengan penerjemahan buku buku

13
: smardren.worpress.com dan revistaescola.abril.com.br
9
yang berbahasa Yunani dan Bizantium ke dalam bahasa Arab. Untuk kegiatan menerjemahkan
buku-buku ini, Khalifah Al-Ma‟mun mendirikan Bait al-Hikmah. Di antara cabang-cabang
ilmu pengetahuan yang diutamakan dalam Bait al-Hikmah ini adalah ilmu kedokteran,
fisika, geografi, astronomi, optik, sejarah, dan filsafat. Pada masa kemajuan Islam ini terdapat
integrasi dari beberapa cabang ilmu pengetahuan. Dalam ilmu kedokteran, terkenal nama ArRazi
yang di Barat & Eropa dikenal dengan nama Rhazes. Karya-karyanya di bidang kedokteran
diterjemahkan ke dalam bahasa Latin untuk digunakan di Eropa. Selain Ar-Razi, yang tidak
kalah masyhur dan terkenal adalah Ibnu Sina seorang filsuf sekaligus dokter. Ia menulis satu
ensiklopedia dalam ilmu kedokteran berjudul Al-Qānūn fī AthThibb (Canon of Medicine).
Buku ini digunakan di Barat dan Eropa sampai pertengahan kedua dari abad XVII. Integrasi
juga terjadi dalam bidang bahasa, kebudayaan, astronomi, optik, ilmu kimia, geografi, dan
filsafat. Yang menarik, pada periode ini pula ilmu-ilmu keagamaan dalam Islam mulai
disusun. Dalam bidang penyusunan hadis terkenal nama Imam Bukhari dan Muslim. Dalam
bidang fikih, terkenal nama Imam Abu Hanifah, Imam Malik bin Anas, Imam Syafi‟i, dan
Imam Ahmad bin Hanbal. Imam Ath-Thabari terkenal dalam bidang tafsir dan Ibnu Hisyam
terkenal dalam bidang sejarah. Perumusan konsep teologi dihadirkan oleh Washil bin Atha‟,
Ibnu Huzail Al-Allaf dan lain lain dari golongan Muktazilah. Adapun dari Ahlu Sunnah, terkenal
Abu Hasan Al-Asy‟ari dan Al-Maturidi. Dalam bidang tasawuf, terdapat nama Abu Yazid
Al-Busthami, Husain bin Mansur Al-Hallaj, dan sebagainya. Periode ini merupakan masa
peradaban Islam yang tertinggi dari periode-periode sebelumnya.

B.Bidang Teknologi

Peradaban Islam, tidak saja menyumbangkan dasar-dasar yang kokoh bagi pengembangan
ilmu kedokteran, perbintangan, matematika, kimia, fisika, biologi, sejarah, sosiologi hingga
kesusastraan. Peradaban Islam bertabur bintang ketika itu, dari Ibnu Sina, Ibnu-Rusyd, al-Farabi,
ar-Razi, al-Khawarizmi, al-Jabbar, Ibnu-Haytam, Jabbir Ibnu al-Hayyan, Umar al-Khayyam, dan
sebagainya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam berbagai bentuknya, membuat
Barat belajar banyak dan berupaya mentransfer kemajuan ilmu dan teknologi.

Bagian-bagian dalam iptek yang sangat spesialistik dapat dirajut kembali sebagai suatu
kesatuan (holistik) ke poros yang maha Pencipta sehingga manusia tahu akan fungsi dan tujuan
hidupnya.Seperti yang diungkapkan Sardar(1985) konsep pencarian dan pengembangan ilmu islam

10
bertumpu pada sepuluh istilah kunci yaitu tauhid (keesaan), khilafah (perwalian manusia), ibadah
(pemujaan), ilmu (pengetahuan), halal (diizinkan), haram (dilarang), adil (keadilan sosial),
zhalim (kezaliman), istishlah (kepentingan umum) dan dziya' (pemborosan). Iptek yang harus
dikembangkan Islam haruslah bersifat adil, sedangkan yang dijauhi adalah yang zalim dan
mengarah ke dziya' atau boros. Iptek yang cenderung hanya dinikmati segelintir orang dan
merusak Lingkungan tidak layak dikembangkan. Strategi Pengembangan Iptek Islami Menurut
Salama ada prasyarat untuk pengembangan Iptekdan teknologi . Pertama, pusat-pusat
pengembangan ilmu berskala intemasional yang dapat menjadi tempat bertemunya para ahli dari
seluruh dunia.

Pentingnya sains dan teknologi Islam dalam peradaban Islam dan juga peranannya dalam
pembentukan sains dan teknologi di Barat adalah keluasan subyeknya yang memerlukan perlakuan
yang berbeda beda. Disini, pertama-tama perlu dipahami bahwa sains Islam bukan sekadar
kelanjutan dari sains Yunani serta leluhur sains Barat, melainkan tidak lebih dari penghubung
antara sains kepurbakalaan, Yunani dan Alexandria, dengan sains Barat yang mendominasi peta
keilmuan selama beberapa abad. Kedua, walaupun mereka mempengaruhi sains Barat, namun
sains Islam secara mandiri menelaah watak fenomena, kausalitas, hubungan antar berbagai bentuk
obyek mulai dari macam-macam mineral hingga dijelaskan. Sejahrawan sains Islam beruntung
memiliki sejumlah besar manuskrip ilmiah yang memungkinkan cahaya terang tentang sejarahnya.
Namun demikian, keberlimpahan ini memunculkan sejumlah kesulitan metodologis. Survey awal
sejarah sains Islam didasarkan kepada segenggam kajian acak atas warisan saintifik.

Beberapa kajian aktual memiliki kualitas bagus; meskipun ironisnya, kekurangan fakta nyata yang
dialami para ilmuan sering kali memungkinkan mereka untuk memasukkan semua bidang sains
dalam narasi yang mencakup semua dan sering kali bersifat reduktif. Dalam beberapa dekade
terakhir lebih banyak lagi warisan sains dan teknologi dijelaskan secara kritis, dengan efek ganda
untuk memberikan informasi detail mengenai beragam disiplin ilmiah dan menyoroti keganjilan
sejarah tiap disiplin terpisah atau bahkan bidang-bidang dalam disiplin sains.

Telah dipercayai oleh umum tumbuhan dan hewan, makna perubahan dan perkembangan
di alam serta akhir dan tujuan alam ini. Seluruh subyek ini ditelaah oleh sains Islam di bawah
cahaya ajaran Al-Qur‟an dan Hadits dan menjadi sebentuk sains yang bahwa peradaban adalah
hasil dari kejeniusan sebuah bangsa atau budaya, sehingga peradaban Yunani adalah merupakan

11
hasil dari para jenius bangsa Yunani, peradaban Cina adalah merupakan hasil dari para jenius
bangsa Cina, peradaban dikembangkan bukan sekadar sebagai tahap awal perkembangan sains
Barat walaupun berperan penting dalam beberapa bidang sains eksakdan kuantitatif seperti
matematika dan astronomi.

Islam adalah Kajian sejarah sains Islam merupakan hasil dari para jenius Islam, begitu pula
dengan peradaban Barat yang sekarang sedang jaya-jayanya adalah merupakan hasil para jenius
dari bangsa-bangsa Barat. Dikatakan ini masa klasik sendiri merupakan satu usaha ekstensif:
memerlukan satu penjelasan atas aktifitas kultural yang membentang luas, dalam satu wilayah
geografis yang luas,dengan beragam kondisi historis, dan untuk satu periode masa setidaknya tujuh
abad. Sumber-sumber kajian untuk hal ini sama-sama mengerikan, bahkan ketika satu-satunya
fakta karena hasil temuan saintis Muslim tersebut memiliki kualitas prima serta menjadi dasar dan
tolak ukur tertulis pengetahuan keilmuan sampai hari ini.

C.Bidang Politik

Keberadaan islam di spayol dan dicilia dari face facenya seperti tersebut diatas ,telah
melahirkan struktur politik yang stabil dan mantap .kestabilan dan kemantapan politik tersebut
mulia pada dinasti aqhlabiyah berkuasa,terutama masa emir ketujuh , Tsiqatul Daulah Abdullah
dan emir ke delapan ,Taujud Daulah.Masa inilah islam mulai masuk ke italia ,menduduki kota
casino, Naples, Bari, dan lain lain14

Al-farabi menulis buku yang sangat terkenal tentang filsafat polotik yang berjudul
Madinatul Fadhilah,dalam buku tersebut, ia menyatakan bahwa pemimpin suatu negara harus
mampu memberikan jaminan agar penduduknya mencapai kehidupan yang sejahtera baik di dunia
maupun di akhirat. Untuk itu negara harus di pimpin oleh seorang kepala negara yang memiliki
kualitas sempurna, yakni: 1) Tinggi kecerdasannya; 2) kuat ingatan; 3) fasih berbicara; 4) rajin
bekerja; 5) sederhana; 6) luhur budi; 7) adil; 8) teguh pendirian dan 9) konsisten dalam niat
berprestasi. Sehingga pada masa islam berada di spayol politik negeri tersebut menadi stabil dan
normal karna menerapkan ke sembilan pilar kepemimpinan tersebut.

14
Dr.Misri A.Muchsin.MA, Studi Islam Kawasan Sejarah,Sosial politik dan Demokratisasi, Ar-Raniry, Banda Aceh, Th 2014, Hal 133

12
D.Bidang Ekonomi

Kemunculan ilmu ekonomi Islam pada tiga dasawarsa belakangan ini, telah mengarahkan
perhatian para ilmuan modern kepada pemikiran ekonomi Islam klasik. Selama ini, buku-buku
tentang sejarah ekonomi yang ditulis para sejarawan ekonomi atau ahli ekonomi, sama sekali tidak
memberikan perhatian kepada pemikiran ekonomi Islam. Apresiasi para sejarawan dan ahli
ekonomi terhadap kemajuan kajian ekonomi Islam sangat kurang dan bahkan terkesan
mengabaikan dan menutupi jasa-jasa intelektual para ilmuwan muslim.

Buku Perkembangan Pemikiran Ekonomi Schumpeter History of Economics Analysis dan


tulisan Deliarnov misalnya, sama sekali tidak memasukkan pemikiran para ekonom muslim di
abad pertengahan, padahal sangat banyak ilmuwan muslim klasik yang memiliki pemikiran
ekonomi yang amat maju melampaui ilmuwan-ilmuwan Barat dan jauh mendahului pemikiran
ekonomi Barat tersebut. Dengan demikian sangat tepat jika dikatakan bahwa buku-buku sejarah
pemikiran ekonomi (konvensional) yang banyak ditulis itu sesungguhnya adalah sejarah ekonomi
Eropa, karena hanya menjelaskan tentang pemikiran ekonomi para ilmuwan Eropa. Padahal
sejarah membuktikan bahwa Ilmuwan muslim adalah ilmuwan yang sangat banyak menulis
masalah ekonomi. Mereka tidak saja menulis dan mengkaji ekonomi secara normatif dalam kitab
fikih, tetapi juga secara empiris dan ilmiah dengan metodologi yang sistimatis menganalisa
masalah-masalah ekonomi. Salah satu intelektual muslim yang paling terkemuka dan paling
banyak pemikirannya tentang ekonomi adalah Ibnu Khaldun (1332-1406). Ibnu Khaldun adalah
ilmuwan muslim yang memiliki banyak pemikiran dalam berbagai bidang, seperti ekonomi,
politik
dan kebudayaan. Salah satu pemikiran Ibnu Khaldun yang sangat menonjol dan amat penting
untuk dibahas adalah pemikirannya tentang ekonomi.
Ibnu Khaldun adalah raksasa intelektual paling terkemuka di dunia. Ia bukan saja Bapak
sosiologi tetapi juga Bapak ilmu Ekonomi, karena banyak teori ekonominya yang jauh mendahului
Adam Smith dan Ricardo. Artinya, ia lebih dari tiga abad mendahului para pemikir Barat modern
tersebut. Muhammad Hilmi Murad telah menulis sebuah karya ilmiah berjudul Abul Iqtishad :
Ibnu Khaldun. Dalam tulisan tersebut Ibnu Khaldun dibuktikannya secara ilmiah sebagai
penggagas pertama ilmu ekonomi secara empiris.

13
Karya-karya tentang ekonomi oleh para ilmuwan Barat, seperti ilmuwan Yunani dan zaman
Scholastic bercorak tidak ilmiah, karena pemikir zaman pertengahan tersebut memasukkan kajian
ekonomi dalam kajian moral dan hukum. Sedangkan Ibnu Khaldun mengkaji problem ekonomi
masyarakat dan negara secara empiris. Ia menjelaskan fenomena ekonomi secara actual.

Oleh karena besarnya sumbangan Ibnu Khaldun dalam pemikiran ekonomi, maka Boulakia
mengatakan, “Sangat bisa dipertanggung jawabkan jika kita menyebut Ibnu Khaldun sebagai salah
seorang Bapak ilmu ekonomi.” Shiddiqi juga menyimpulkan bahwa Ibn Khaldun secara tepat
dapat disebut sebagai ahli ekonomi Islam terbesar (Ibnu Khaldun has rightly been hailed as the
greatest economist of Islam) Sehubungan dengan itu, maka tidak mengherankan jika banyak
ilmuwan terkemuka kontemporer yang meneliti dan membahas pemikiran Ibnu Khaldun,
khususnya dalam bidang ekonomi.

Kontribusi islam dalam pemikiran ekonomi seakan hilang ditelan peradaban dunia sehingga tidak
di temukan buku buku sejarah pemikiran ekonomi islam. Kalaupun ada, misalnya dalam buku
yang ditulis oleh schumpter hanya dalam bentuk penjelasan beberapa baris tentang kontribusi para
ilmuwan islam.

Adalah hal yang sangat ironis, Adam smith yang dikenal sebagai bapak ilmu ekonomi, dalam
bukunya The Wealth Of Nations, volume 5 menjelaskan bahwa perekonomian yang maju ketika
itu adalah perekonomian arab.

Lebih ironis lagi, judul buku Adam Smith merupakan terjemahan dari judul buku Imam Abu
Ubayd, Al-Amwal. Adam Smith baru dapat menyelesaikan bukunya setelah bergaul luas dengan
para pemikir Prancis, sebuah Negara yang saat itu menjadi tempat peredaran buku buku karya
ilmuwan islam.

Dalam literatur Islam, sangat jarang ditemukan tulisan tentang sejarah pemikiran ekonomi Islam
atau sejarah ekonomi Islam. Buku-buku sejarah Islam atau sejarah peradaban Islam sekalipun tidak
menyentuh sejarah pemikiran ekonomi Islam klasik. Buku-buku sejarah Islam lebih dominan
bermuatan sejarah politik. Kajian yang khusus tentang sejarah pemikiran ekonomi Islam adalah
tulisan Muhammad Nejatullah Ash-Shiddiqi yang berjudul, Muslim Economic Thinking, A Survey
of Contemporary Literature , dan Artikelnya berjudul History of Islamic Economics Thought .
Buku dan artikel tersebut ditulis pada tahun 1976. Paparannya tentang studi historis ini lebih

14
banyak bersifat diskriptif. Ia belum melakukan analisa kritik, khususnya terhadap “kejahatan”
intelektual yang dilakukan ilmuwan Barat yang menyembunyikan peranan ilmuwan Islam dalam
mengembangkan pemikiran ekonomi, sehingga kontribusi pemikiran ekonomi Islam tidak begitu
terlihat pengaruhnya terhadap ekonomi modern. Tulisan ini selain akan memaparkan sejarah
pemikiran ekonomi Islam juga akan menyingkap bagaimana transmisi ilmu ekonomi Islam klasik
ke dunia Barat (pemikir ekonomi barat) serta bagaimana kontribusi ekonomi Islam terhadap
ekonomi modern.

Konstribusi Ekonomi Islam untuk Ekonomi Modern dalam tiga dekade belakangan ini, kajian dan
penelitian ekonomi Islam kembali berkembang. Berbagai forum internasional tentang ekonomi
Islam telah sering dan banyak digelar di berbagai negara, seperti konferensi, seminar, simposium,
dan workshop. Puluhan para doktor dan profesor ekonomi Islam yang ahli dalam ekonomi
konvensional dan syari’ah, tampil sebagai pembicara dalam forum-forum tersebut. Dari kajian
mereka ditemukan bahwa teori ekonomi Islam, sebenarnya bukan ilmu baru ataupun ilmu yang
diturunkan secara mendasar dari teori ekonomi modern yang berkembang saat ini. Fakta historis
menunjukkan bahwa para ilmuwan Islam zaman klasik, adalah penemu dan peletak dasar semua
bidang keilmuan, termasuk ilmu ekonomi.

Karena itu adalah logis, bahwa teori-teori ekonomi modern yang saat ini dipelajari di seluruh
dunia, merupakan pencurian dari teori-teori yang ditulis oleh para ekonomi Barat yang melakukan
plagiat tanpa menyebut rujukan yang berasal dari kitab-kitab klasik tentang ekonomi Islam.

E.Kepercayaan dan Budaya

Hubungan Islam dengan kebudayaan dan peradaban juga dapat dilihat dari tujuan ajaran
Islam itu sendiri, yaitu :

1. memelihara jiwa atau nyawa manusia (hifdz annafs ), agar tidak ada orang yang
merenggut, membunuh atau menyakiti manusia.
2. memelihara agama (hifdz al-din), yaitu agar memberikan hak dan kebebasan kepada
setiap orang untuk memilih, memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran
agamanya.

15
3. memelihara akal (hifdz al-aql), yaitu memberikan hak dan kebebasan manusia untuk
mengembangkan pemikiran, gagasan, dan cita-citanya dengan memilih bidang keahlian
melalui pendidikan, pengajaran, dan sebagainya.
4. memelihara keturunan (hifdz al-nasl), yaitu memberikan hak dan kebebasan kepada
manusia untuk memilih pasangan hidupnya dan mengembangkan keturunannya.
5. memelihara harta benda (hifdz al-maal) yaitu memberikan hak dan kebebasan kepada
manusia untuk mencari, mengelola dan menggunakan harta benda miliknya.15

Dari lima tujuan ajaran Islam (Maqashid al-Syar’iyah) ini nampak jelas hubungannya dengan
aspek-aspek kebudayaan yang harus dikembangkan. Yaitu kebudayaan yang terkait dengan hak-
hak asasi manusia yang paling fundamental. Tujuan syari’at Islam yang terkait dengan memelihara
jiwa atau hak hidup, terkait erat dengan mengembangkan budaya hidup sehat, yang selanjurnya
mendorong dibangunnya balai pengobatan, rumah sakit, pembuatan obat-obatan, pendidikan
dokter, keperawatan, ahli gizi, memproduksi bahan makanan dan minuman yang sehat, dan
sebagainya. Hal ini semua adalah masalah kebudayaan.

Selanjutnya tujuan syari’at Islam yang terkait dengan memelihara akal terkait erat dengan
membangun dan mengembangkan tempat peribadatan, seperti masjid, gereja, wihara, sinagog,
kelenteng dan lain lain. Dalam rangka membangun tempat-tempat ibadah ini, terkait erat dengan
pengaruh budaya lokal di mana rumah ibadah tersebut dibangun. Dan dalam konteks ini, budaya
Islam bersifat amalgam atau hibrida atau “campuran” dari berbagai budaya. Mungkin pembaca
akan kaget, bahwa unsur-unsur yang terdapat dalam bangunan masjid ternyata mendapat pengaruh
dari budaya luar.

Tepat sekali pengakuan jujur Robert Stephen Briffault (1876-1948) dalam bukunya yng berjudul
Making of Humanity : “Ilmu pengetahuan adalah sumbangan peradaban Islam yang maha penting
kepada dunia modern... Utang ilmu pengetahuan kita kepada ilmu pengetahuan bangsa Arab tidak
tergantung kepada penemuan-penemuan teori yang revolusioner: ilmu pengetahuan berutang besar
sekali kepada kebudayaan Islam.” Fakta ini menunjukkan bahwa ilmuwan muslim telah “berjasa”
mengantarkan Eropa ke Era Renaisans. Renaisans barati rebirth (kelahiran kembali) atau revival
(kebangkitan kembali), yaitu masa transisi dari Abad Pertengahan ke Abad Modern (dari abad ke-

15
Lihat al-Syathibi, a-Muwafaqat fi Ushul al-Ahkam, al-Juz al-Tsani, (BeirutL Dar al-Rosyad al-Haditsah, hal. 8; Lihat pula Said Hawa, al-Islam,
(Jakarta:Gema Insani, 1425 H./2004 M.), cet. I, hal. 278-285

16
14 M sampai abad ke-17 M) yang terjadi di Eropa dan ditandai oleh tingginya apresiasi dan bes-
arnya perhatian orang-orang Eropa terhadap kesusastraan, ilmu pengetahuan dan filsafat klasik
(Yunani klasik), berkembangnya kesenian dan kesusastraan baru, dan tumbuhnya ilmu
pengetahuan modern.

Setelah memasuki Era Renaisans, Eropa memasuki Era Reformasi yang kemudian melahirkan Era
Aufklarung (Enlightenment, Pencerahan). Era Enlightenment adalah gerakan filsafat di Eropa
pada
abad ke-18 M yang ditandai oleh kepercayaan kepada kekuatan akal manusia dan ditandai pula
oleh inovasi di bidang politik, agama, dan doktrin pendidikan. Alam pikiran orang-orang Eropa
tercerahkan kembali dan pencerahan kembali alam pikiran ini menjadi modal besar bagi mereka
untuk terus bangkit mengembangkan sains dan teknologi sehingga Eropa memasuki era yang serba
modern dan canggih seperti sekarang ini.
Demikianlah fakta pengaruh ilmuwan Muslim terhadap kebangkitan kebudayaan Eropa. Tapi tidak
sedikit sarjana Barat, terutama generasi awal, yang cenderung bersikap tidak fair, mencoba
menutupi luasnya kontribusi para pakar muslim terhadap Barat pada Abad Pertengahan.

Inilah yang diadopsi oleh barat dalam kepercayaan dan budaya mereka sehingga banyak corak
kebudayaan yang ada di barat dipengaruhi oleh islam seperti adanya HAM dan Budaya budaya
lainya .

F. Moral

Moral dunia barat sebelum terkontribusi dengan islam sangat memprtihatinkan Masa itu
merupakan zaman doktrin Kristen ditetapkan oleh otoritas tradisi dan ditegakkan oleh konsesus
pengajar-pengajar ortodoks gereja. Tampak begitu kuat dan berpengaruh gereja dalam kehidupan
Masyarakat Barat pada masa masa tersebut. Pernyataan Paus yang melarang keterlibatan raja
dalam pengangkatan gereja menurutnya merupakan konsep gereja sebagai monarkhi yang berasal
dari tradisi Imperium Romawi. Paus berhak mengadakan Sidang Umum dan mengeluarkan pe-
raturan moral dan keagamaan. Jika paus mengucilkan seseorang penguasa, maka penguasa tersebut
tidak dapat menjadi penguasa di wilayah Kristen (christendom).16 Oleh karena itu, pada Abad
Pertengahan atau Zaman Kegelapan di Barat (dark ages) adalah masa nilai baik dan buruk, benar

16
Adian Husaini, Wajah Peradaban Barat, ( Jakarta: Gema Insani Press, 2005), hal 33

17
dan salah, ditetapkan oleh institusi gereja, karena gereja bertindak sebagai wakil Tuhan, dan
mengatasnamakan Tuhan.

Diketika peradaban islam berada di spayol maka ajaran ajaran dan moral moral orang2
pada ketika itu di ubah dengan dengan memasukkan akhlak – akhlak yang terpuji ,seperti saling
menghormati , Saling menjaga satu sama yang lain dan lain lain.

Saran :

Diharapkan kepada teman teman agar memberikan masukan dan kemajuan untuk makalah kami
ini. Karna penulis berdua sadari dan mengakui makalah ini sangat banyak kekurangan dikarnakan
ketidak telitian penulis dan kurangnya cermat penulis dalam mengeluarkan atau merangkai kata
kata.

Note : Mari budayakan peradaban mengkritik dan memberikan masukan tujuanya adalah untuk
membangun demi kemajuan dan kebaikan serta kesempurnaan makalah kmai ini , bukan untuk
menjatuhkan.

18
Daftar Pustaka

Muzamil Qomar, Merintis Kejayaan Islam Kedua, yokyakarta,teras.

Rusydi Sulaiman, Pengantar Metodologi Studi Sejarah Peradaban Islam, Jakarta,pt persada
graha indo.

Abdul Aziz al-Khuwaithir dkk. Al-‘Alam al-Islami,Wizarah al-Ma’arif-KSA, 1395/1975.

Nasir Sulaiman al-Umar, Pembantaian pada abad 9 H (terj.) VC.Firdaus,Jakarta: 1993.

Haidar Baqir. Jejak jejak sains dalam sains modern,Jurnal ulumul qur’an, Edisi Juli – September
,Th 1989.

Kaldun Ibrahim dan Imaduddin Khalil, Haula Maqhza Hurub alShalibiyah, Majalah al Wa’yu al-
Islamied.kuwait, 246 Jumadil akhir 1405 H.

smardren.worpress.com dan revistaescola.abril.com.br

Dr.Misri A.Muchsin.MA, Studi Islam Kawasan Sejarah,Sosial politik dan Demokratisasi, Ar-
Raniry, Banda Aceh, Th 2014.

Al-Syathibi, a-Muwafaqat fi Ushul al-Ahkam, al-Juz al-Tsani, BeirutL Dar al-Rosyad al-Haditsah.

Said Hawa, al-Islam, (Jakarta:Gema Insani, 1425 H./2004 M.).

Adian Husaini, Wajah Peradaban Barat, (Jakarta: Gema Insani Press, 2005).

Abdul Aziz Dahlan , Agama dan Filsafat, dalam jurnal Al Ta’lim,edisi IX, September – Desember
, IAIN Imam Bonjol Press,Padang, Th 2000.

Yunus Mundzirin,Sejarah Peradaban Islam, Yokrakarta ,Pinus ,Th 2006.

Hamka ,Sejarah Umat Islam,Bulan Bintang,Jakarta ,Th 1984.

19