Anda di halaman 1dari 14

Tugas Terstruktur

“TAKSONOMI BERPIKIR DALAM PEMBELAJARAN”

MATA KULIAH “NEUROSAINS”

Disusun Oleh :

Misrianti
Qoyyimah
Maratul Istiqomah
Elvi Novalia
Siti Rohana

Dosen Pembimbing
Dodi Harianto, S. Pd. M.Pd
TAKSONOMI BERPIKIR DALAM PEMBELAJARAN
(TAKSONOMI BLOOM, MODALITAS BELAJAR, DAN
KETERAMPILAN BERPIKIR )

Otak manusia, mengumpulkan informasi mengenai dunia,


kemudian menyusunnya, selanjutnya dibuat bentuk yang
mempresentasikan dunia berdasarkan informasi tersebut.
Representasi dunia dalam otak manusia inilah yang disebut
dengan aktivitas berpikir ( thinking ).

Aktivitas anak dikatakan berpikir jika memenuhi beberapa


kriteria, diantaranya adalah bertanya”mengapa”, “apa” dan
“bagaimana
a. Taksonomi berpikir
Model Taksonomi berpikir benjamin bloom
adalah cara mengembangkan keterampilan
berpikir tngkat tinggi melalui cara-cara yang
mudah dan menyenangkan, siswa akan
berkembang pemikirannya, termasuk pencapaian
yang lebih baik.
b. Keterampilan berpikir
Model asli /orosinal dan model hasil revisi taksonomi bloom
Evaluasi Mengkreasi

Sintetis Mengevaluasi

Analisis Menganlisis

Aplikasi Mengaplikasi

Pemahaman Mengerti

Pengetahuan Mengingat

Gmb. 1 Model asli /orosinal Gmb.2 Model Revisi


Satu hal yang menjadi tekanan utama dalam revisi
taksonomi bloom adalah fleksbilitas. Artinya, tingkat
yang satu dengan tingkat yang lain tidak menunjukkan
hubungan atas-bawah yang kaku. Dengan demikian,
pembelajaran tidak harus dimulai dari mengingat,
mengerti, dan seterusnya hingga mengkreasi, tetapi
peserta didik bisa berpindah dari satu tingkat
ketingkat yang lain secara bebas
a. Definisi Peristilahan dalam Revisi Taksonomi
1. mengingat, adalah menghapalkan dan mengenali materi-
materi pelajaran yang telah diberikan, mulai dai fakta-
fakta khusus hingga definisi atau teori lengkap.
2. Mengerti, adalah proses berpikir berupaya memahami
atau menangkap makna suatu materi pelajaran.
3. Mengaplikasikan, adalah kemampuan untuk
memanfaatkan materi yang dibelajari dalam situasi baru
dengan petunjuk minimal.
4. Menganalisis, adalah kemampuan untuk menguraikan
suatu materi menjadi bagian-bagian atau komponen
sehingga strukturnya dapat dimengerti.
5. Evaluasi, adalah kemampuan mempertimbangkan nilai-
nilai materi berdasarkan kriteria dan standar tertentu.
6. Mengkreasi, adalah kemampuan menggabungkan bagian-
bagian informasi atau materi sehingga membentuk
rancangan yang sifatnya baru bagi anak.
b. Karakteristik Revisi Taksonomi
1. Melonggarkan urutan taksonomi
2. Melompati urutan
3. Berfikir kognitif dan emotif
c. Perbedaan kritis antara kesulitan
dan kerumitan

kerumitan menggambarkan kompleksitas


proses berpikir, sedangkan kesulitan
menggambarkan seberapa besar upaya
untuk berpikir.
c. Modalitas belajar
Modalitas belajar adalah “seni” berpikir melalui
kecenderungan masing-masing anak.
ada tiga gaya belajar yang dapat dikenali, yakni
visual, auditori, dan kinestetik.
dalam hal ini, Rita Dunn, seorang ahli gaya
belajar sebagaimana dikemukakan DePorter,
telah menemukan banyak variabel yang
mempengaruhi cara belajar seseorang. Variabel-
variabel tersebut mencakup faktor-faktor fisik,
emosional, sosiologis, dan lingkungan.
a. Gaya Belajar Visual
ciri-cirinya :
1. Rapi dan tratur
2. Berbicara dengan cepat
3. Teliti terhadap detail dan pelik
4. Lebih mementingkan penampilan
5. Lebih mudah mengingat dengan asosiasi visual
6. Tidak mudah terganggu dengan keributan
7. Pembaca tekun dan cepat
8. Sering lupa menyampaikan pesan verbal kepada
orang lain
9. Lebih suka melakukan demonstrasi daripada
berpidato
10. Lebih suka seni ( pertunjukkan ) daripada musik
atau suara
11. dll.
b. Gaya Belajar Auditori
ciri-cirinya :
1. Suka berbicara kepada diri sendiri
2. Mudah terganggu kepada suara ribut
3. Ketika membaca, tanpa sadar bibir mereka bergerak-
gerak seolah-olah bersuara
4. Lebih senang membaca dengan keras daripada ada
yang membacakannya
5. Mampu menirukan gaya bicara seseorang
c. Gaya Belajar Kinestetik
Ciri-cirinya :
1. Jika bicara sangat pelan
2. Mampu merespon dengan gerak reflek
3. Seringkali menyentuh orang yang sedang mendengarkan
4. Mendekat kepada lawan bicara jika ingin berkomunikasi
5. Banyak menggunakan bahasa verbal atau bahasa tubuh
daripada bahasa tulis
Dominasi modalitas belajar
berdasarkan usia
Anak Usia Dini 0-6 Tahun: Auditori kinestik

Keseimbangan tiga gaya bermain


visual

.................................................................................................................................

Kinestik
6 Tahun sampai remaja
Visual
Dua Kombinasi gaya blajar
Auditori

................................................................................................................................

Visual

Orang Dewasa Auditori


Kinestik
Satu Dominasi gaya belajar