Anda di halaman 1dari 21

Oleh

Nama : Astuti Clara Simanjuntak


Nim : 2017-84-020
 Chloroma (granulocytic sarcoma) adalah
infiltrasi sel-sel leukemia di bawah kulit atau
bagian lain dari tubuh. Chloroma dapat
terjadi pada bagian tubuh atau organ
manapun. Dan biasanya terjadi pada acute
myeloid leukemia.
 Konjungtiva terdiri
dari 3 bagian :
1.Conjungtiva
palpebralis
 2.Conjungtiva
forniks
 3.Conjungtiva
bulbi
 Insiden leukemia mieloid akut (AML) adalah + 3,7
per 100.000 orang per tahun, dan kejadian yang
disesuaikan menurut umur lebih tinggi pada pria
dibandingkan pada wanita. Insiden AML
meningkat sesuai umur, yaitu 1,9 pada individu
65. Sebuah peningkatan yang signifikan pada
insiden AML telah terjadi selama 10 tahun
terakhir. Etiologinya meliputi hereditas, radiasi
dan paparan pekerjaan serta obat-obatan dan
virus . Chloroma sebagai manifestasi dari AML
pun jarang terjadi.
 Hampir setiap jaringan okular dapat dipengaruhi oleh leukemia
baik infiltrasi langsung atau efek sekunder dari neoplasma.
Variasi efek yang lain dapat terjadi dari infeksi opportunistik,
prosedur terapi seperti kemoterapi, radioterapi ataupun
transplantasi sum-sum tulang. Keterlibatan okular dimulai sejak
terjadinya infiltrasi sel leukemia kedalam jaringan melalui
pembuluh darah yang diakibatkan proliferasi sel darah putih
yang abnormal.

 Infitrasi ini mengakibatkan sel normal digantikan oleh sel


kanker. Salah satunya terjadi penumpukan di sumsum tulang.
Sehingga terjadi kegagalan dalam hematopoesis karena sel
leukemia menekan hematopoesis. Keadaan ini mendepresi sum-
sum tulang yang akhirnya tejadilah ketidakseimbangan suplai O2
dengan kebutuhan tubuh yang dapat mengakibatkan kelemahan
dan kelelahan sehingga mengakibatkan gangguan perfusi
jaringan. Gangguan perfusi jaringan mempengaruhi fungsi
vaskular yang menyebabkan vaskulopati.
 Jika vaskulopati terjadi maka organ yang termasuk
didalamnya akan mengalami kerusakan seperti retina.
Retina akan mengalami perdarahan dan eksudat.
Apabila kondisi ini berlanjut maka dapat
menyebabkan lepasnya retina yang dikenal sebagai
retinal detachment . Pada leukemia gangguan pada
retina paling sering disebabkan oleh kondisi
hemolitik pasien seperti anemia, leukositosis dan
trombositosis. Sedangkan pada kornea yang
avaskular keterlibatan kornea ini adalah secara tidak
langsung sebagai perburukan perfusi vaskular yang
mengakibatkan limbic ulcer .Hal ini telah dilaporkan
pada kasus leukemia myelogenous akut.
 Semua tipe leukemia dapat melibatkan orbit tetapi
keterlibatan terjadi lebih sering pada leukemia akut
daripada kronik. Leukemia tidak jarang menyebabkan
proptosis pada anak. Beberapa penulis melaporkan
bahwa 2-11% dari anak dengan proptosis adalah
bentuk dari akut leukemia dan ini terjadi paling
sering pada leukemia myeloid. Infiltrasi orbit pada
leukemia diperlihatkan dengan exoftalmos, lid
edema, kemosis konjungtiva, diplopia dan rasa sakit
yang sedang sampai berat yang mirip dengan selulitis
orbita. Yang biasanya terjadi pada pasien yang
sebelumnya telah terdiagnosa leukemia tetapi pada
beberapa kasus dapat merupakan tanda awal dari
penyakit.
 Anamnesis
 pemfis
Pemeriksaan laboratorium dan CT Scan
Hanya irigasi mata dan pencegahan infeksi dan
erosi, karena leukemia yang paling utama harus
ditangani
 A. IDENTITAS
 Nama Pasien : Tn. LN
 Umur : 57 Tahun

 Alamat : passo
 Agama : Kristen Protestan
 Pekerjaan : petani
 Nomor RM : 12 44 22
 Tanggal Pemeriksaan: 12 Desember 2017
 Keluhan Utama : ODS bengkak
 Anamnesis terpimpin :
 Pasien datang ke RSUD DR. M Haulussy Ambon dengan
keluhan utama ODS bengkak ± Sejak 2 bulan yang lalu,
pasien mengaku bahwa awalnya hanya bengkak biasa namun
2 minggu terakhir menjadi semakin bengkak. Keluhan
disertai dengan silau jika melihat cahaya dan sulit membuka
mata karena bengkak. Pasien juga mengeluhkan semakin
lama kedua mata pasien semakin kabur.
 Riwayat penyakit dahulu: Riwayat penyakit Leukemia.
 Riwayat penyakit keluarga: Tidak diketahui
 Riwayat penyakit sistemik: Tidak diketahui.
 Riwayat Penggunaan Kacamata:Pasien menggunakan
kacamata baca.
 Riwayat Pengobatan: Citodrox 2 hari 1 tab, ferospat dan
caviplex
PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum
 Kesadaran : Compos Mentis
 Tekanan Darah : 110/80 mmHg
 Nadi : 80x/menit
 Pernafasan : 18x/menit
 Suhu : 36,5˚C

 Status Oftalmologi
 Visus ODS :
 VOD: 50 cm hitung jari posisi berbaring
 VOS: LP (-)  posisi berbaring
OD OS
OD Segmen Anterior OS
Bola Mata

Palpebra Superior Palpebra Palpebra Superior


Edema(+),blefarospasme (-), eritema(-), Edema(+),blefarospasme (-), eritema(-),
ektropion (-), entropion (-), hematom (-) ektropion (-), entropion (-), hematom (-)
Palpebra inferior Palpebra inferior
Edema (+), eritema (-), blefarospasma (-), ektropion (-), entropion (- Edema (+), eritema (-), blefarospasma (-), ektropion (-), entropion (-),
), hematom (-) hematom (-)

Kemosis (+++), subconjunctival bleeding (-), Konjungtiva Kemosis (+++), Subconjunctival bleeding (-),
hiperemis (-), anemis(-), pterigium (-), injeksi hiperemis(-), anemis(-), pterigium (-), injeksi
konjungtiva konjungtiva (-)

Jernih, infiltrat (-), arcus senilis (-), edema (-), ulkus (- Kornea Jernih, Infiltrat (-), arcus sinilis (-), edema (-),
), korpus alienum (-) ulkus (-), korpus alienum (-)

Tidak dapat ditentukan Bilik Mata Depan Tidak dapat ditentukan

Warna coklat tua Iris Tidak dapat dinilai


Bulat, 3 mm Pupil Tidak dapat dinilai
Jernih Lensa Tidak dapat dinilai
 Tekanan Intra Okuli
 Digital Palpasi: Tidak dilakukan
 Tonometer : Tidak dilakukan
 Pergerakan Bola Mata : Tidak dilakukan
 Funduskopi ODS : Tidak dilakukan

 PEMERIKSAAN PENUNJANG
 Pemeriksaan laboratorium darah rutin,
pemeriksaan CT Scan kepala

 E. DIAGNOSIS KERJA
 ODS Chloroma et causa Acute Myeloid
Leukemia

 F. DIAGNOSIS BANDING
 ODS Chloroma et causa Acute limfoid leukemia
PERENCANAAN
 Terapi
- Pro operasi OS SICS + IOL
 Monitoring:
◦ Keluhan
◦ Visus
◦ Segmen anterior mata
 G. PERENCANAAN
 Terapi
 - Irigasi ODS dengan RL
 - Cendo Lyteers 4 dd gtt 1 ODS
 - Cendo Mycetine 3 dd ung ODS

 Monitoring:
◦ Keluhan
◦ Visus
◦ Segmen anterior mata

 Edukasi
◦ Penjelasan mengenai kondisi mata pasien saat ini
◦ Tindakan yang harus dilakukan terhadap pasien
◦ Komplikasi yang mungkin terjadi
◦ Prognosis