Anda di halaman 1dari 39

JUMPER’S KNEE

Rahmatul Wahyu
Apa itu Jumper’s Knee ?
 Patellar tendinitis (tendinopathy patella, juga
dikenal sebagai jumper's knee), merupakan
penyebab nyeri yang relatif umum di daerah
patellar inferior pada atlet. Hal ini biasa terjadi
dengan loncatan yang sering dan penelitian telah
menunjukkan itu mungkin terkait dengan gerakan
pergelangan kaki kaku dan keseleo pergelangan
kaki.
Lanjutan…
Lutut Jumper adalah reaksi kronis untuk terlalu
sering menggunakan atau cedera pada tendon
patella, yang bergabung dengan bagian bawah
tempurung lutut atau patela ke tulang kering.
Gejala pertama adalah rasa sakit yang hangat
(yaitu rasa sakit saat memulai suatu aktivitas, yang
kemudian memudar), biasanya setelah berdiri dari
posisi duduk atau menaiki tangga. Kemudian
berkembang menjadi rasa sakit yang terus menerus,
pembengkakan patela, kelembutan, dan rentang
gerak yang terbatas.
Lanjutan…

Istilah ini digunakan sejak tahun 1973 untuk


menggambarkan masalah tendon di daerah lutut
yang sering timbul pada atlet yang aktivitas
utamanya adalah melompat. Masalah tendon di
daerah lutut (tendon patella) tersebut dapat
berupa peradangan (patellar tendonitis),
penebalan (patellar tendinosis) atau robekan.
Epidimeologi
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Mike Morgan di Afrika
pada tahun 2005 bersama Fisioterapi disana bahwa kasus cedera
pada lutut terutama pada jumper's knee dengan persentase 25-
31% sedangkan sisanya adalah cedera ligament.
 Kasus cedera Jumper's knee pada sendi 62% disebabkan oleh
kecelakaan lalu lintas
 30% disebabkan karena cedera olahraga

Jurnal kesehatan sport medic pada tahun 2001 menyatakan


bahwa nyeri tendon pada atlet khususnya jumping atlet sering
terjadi cedera dengan kasus sebagai berikut:
Cedera pada lutut 25 %
 Tepat terjadi di bawah patella 65%
 Pada insertion tendon di tuberositas tibia sebanyak 10%
Gejala Umum
 nyeri langsung di atas tendon patela (atau lebih spesifik, di
bawah tempurung lutut)
 kekakuan lutut, terutama saat melompat, berlutut, jongkok,
duduk, atau menaiki tangga
 nyeri saat menekuk lutut
 nyeri di otot paha depan
 Kelemahan kaki atau betis

Gejala yang kurang umum termasuk:


 masalah keseimbangan
 kehangatan, kelembutan, atau bengkak di sekitar lutut
bagian bawah
Gejala dengan klasifikasi durasi
 Tahap I : Nyeri setelah aktivitas, tanpa gangguan
fungsional
 Tahap II : Nyeri selama dan setelah aktivitas, meskipun
pasien masih mampu tampil memuaskan dalam
berolahraga
 Tahap III : Nyeri berkepanjangan selama dan setelah
kegiatan, dengan meningkatnya kesulitan dTalam
melakukan akvitas
 Tahap IV : Tendon sobek seluruhnya sehingga
membutuhkan tidakan bedah untuk memperbaikinya.
Penyebab Jumper’s Knee
Jumper’s Knee (patellar tendonitis) terjadi
akibat regangan berlebihan dan berulang (stres
fungsional berlebihan) pada tendon patella yang
memicu timbulnya robekan-robekan kecil dan
degenerasi kolagen pada tendon. Regangan
berlebihan terjadi saat aktivitas melompat di
mana tempurung lutut memproduksi kekuatan besar
melalui tendon patella.
Faktor Resiko :
 Berat badan berlebih
 Abnormalitas letak tempurung lutut (letak
tinggi/rendah) dan kelainan anatomi berupa timpang (
tinggi atau panjang anggota gerak kanan dan kiri
tidak sama).
 Kelemahan dan gangguan fleksibilitas pada otot paha
(quadriceps dan hamstring)
 Kemampuan dan teknik melompat, sangat
mempengaruhi angka kejadian cedera ini.
 Olah raga berlebihan dan berolahraga pada
permukaan yang keras juga dianggap sebagai resiko
jumper’s knee.
Diagnosis Jumper’s Knee
 USG (Ultrasonografi)
 MRI
Komplikasi :
Komplikasi paling umum adalah nyeri yang
menetap selama melompat. Kondisi yang memburuk
atau cedera berulang juga dapat terjadi.
Patologi :
Ketika lutut diperpanjang, otot paha depan menarik
tendon paha depan, yang pada gilirannya menarik pada
patela. Kemudian, patela menarik tendon patella dan tibia
dan memungkinkan lutut untuk meluruskan. Sebaliknya,
ketika menekuk lutut, otot hamstring menarik tibia, yang
menyebabkan lutut melentur.

Dalam lutut jumper, tendon patella rusak. Karena


tendon ini sangat penting untuk meluruskan lutut,
kerusakannya menyebabkan patela kehilangan dukungan
atau penahan. Ini menyebabkan rasa sakit dan kelemahan
di lutut, dan menyebabkan kesulitan dalam meluruskan kaki.
Anamnesa
Pasien datang dengan keluhan nyeri pada lutut
sisi depan bagian bawah, nyeri dalam posisi
berdiri dimana ada nyeri tekan pada tendon
patella, nyeri gerak saat berjalan dan naik
tangga, kemudian nyeri akan menghilang setelah
beraktivitas dimana nyeri mengalami peningkatan
ketika pasien melompat. Umur penderita adalah 27
tahun, berjenis kelamin laki-laki dengan pekerjaan
tukang cat di gedung bertingkat di kota Surabaya.
Hobi bermain sepak bola.
Pemeriksaan Fisik dan Penunjang

Pemeriksaan Fisik
 Nyeri pada saat tes isometrik ke arah ekstensi lutut

 Palpasi pada lutut terjadi nyeri tekan pada infra

patella
Pemeriksaan Penunjang
 Rontgen
Diagnosa
Struktur Tubuh dan Fungsi
 Terdapat nyeri saat penderita berlari

 Nyeri saat meloncat

 Menendang bola mengalami sakit

 Gangguan koordinasi gerak

Keterbatasan Aktivitas Keseharian (ADL)


 Keterbatasan gerak saat berlari

 Gangguan saat melompat

 Kelemahan saat menendang bola atau benda di depan

 Nyeri pada sisi frontal lutut dengan penurunan dalam gerak yang
mempengaruhi ROM dan kemampuan fungsional seseorang dalam melakukan
gerakan lokomotor
Partisipasi Restriksi
 Penderita tidak mampu bekerja sebagai tukang cat karena naik turun tangga

 Hobi bermain sepak bola mengalami hambatan

 Ibadah mengalami hambatan


Rencana Pelaksanaan FT
Tujuan
 Menghilangkan nyeri pada lutut
 Meningkatkan derajat ROM yang mengalami keterbatasan gerak pada lutut
 Adaptasi anatomi dan hipertropi otot
 Stabilisasi saat berjalan dan berlari dengan seimbang
 Latihan Drill untuk kembali melakukan olahraga
Prinsip Terapi
 Nyeri fungsional
 Strengthening latihan
Edukasi
 Menjelaskan pencegahan nyeri lutut
 Menjelaskan mengenai kontra indikasi penyakit tersebut
 Merencanakan program terapi dengan pasien
Kriteria Rujukan
 Dokter Orthopedi
 Fisioterapi
Prognosis
Pada seseorang yang mengalami jumper's knee akan
mengalami gejala ringan yang berkepanjangan
setelah riwayat cedera tersebut menjadi nyata
dimana gejala akan memburuk dan mengakibatkan
seseorang mengalami instabilitas gerak pada lutut.
Sehingga bisa mengganggu dalam melangkahkan
kaki yang dikenal dengan gerakan tungkai
lokomotor.
Penanganan secara umum :
 Untuk lutut jumper ringan hingga sedang, perawatan termasuk:

 beristirahat dari aktivitas atau menyesuaikan rejimen pelatihan yang


sangat mengurangi lompatan atau dampak apa pun
 icing lutut untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan
 memakai pendukung atau tali lutut (disebut tali intrapatellar atau tali
Chopat) untuk membantu menopang lutut dan patela. Tali itu dikenakan di
atas tendon patela, tepat di bawah tempurung lutut. Dukungan lutut atau
tali dapat membantu meminimalkan rasa sakit dan mengurangi ketegangan
pada tendon patela.
 mengangkat lutut ketika sakit (misalnya, menempatkan bantal di bawah
kaki)
 obat anti inflamasi, seperti ibuprofen, untuk meminimalkan rasa sakit dan
bengkak
 pijat terapi
Penanganan Jumper’s Knee
 Tahap I : Nyeri setelah aktivitas dan tidak ada
gangguan fungsional yang tidak semestinya.
Lakukan kompres dingin setelah melakukan
aktivitas untuk meredakan rasa nyeri jika sakit
berlanjut, penggunaan obat peradangan dapat
direkomendasikan, namun mengingat efek samping
obat-obat anti peradangan, penggunaan
sebaiknya dibatasi tidak boleh lebih dari 5 hari
tanpa resep dokter.
 Tahap II : Nyeri selama dan setelah aktivitas tapi masih dapat
berpartisipasi dalam olahraga dengan cukup memuaskan.
Rasa sakit dapat mengganggu tidur.
Pada level ini harus hindari berjalan atau melompat
karena dapat menyebabkan peningkatan beban dari tendon
patella.
Dokter akan melakukan pengobatan konservatif dengan
program rehabilitasi ya ng komprehensif, adapun tujuan
pogram pengobatan konservatif adalah :
1. Meredakan peradangan dan rasa nyeri, dengan cara :
- kompres dingin
- pemberian obat
- rekomendasi alat bantu untuk mengurangi beban
tekanan dan gesekan pada tendon patella ( tapping, knee
support,dll)
- Injeksi pereda nyeri dan peradangan.
- Terapi fisik dengan modalitas.

Penggunaan beberapa alat seperti US, IR, TENS


dapat membantu melancarkan aliran darah di area
lokal. Sehingga peradangan mereda dan
mempercepat proses penyembuhan.
2. Melatih Kekuatan dan Kebugaran

Setelah rasa sakit membaik, terapi harus fokus pada luut, pergelangan kaki,
dan berbagai gerak sendi pinggul, fleksibilitas dan penguatan.

Penguatan otot betis dan hamstring juga sangat penting/ latihan penguatan
harus selalu dilakukan dalam berbagai gerakan. Jika menyebabkan sakit
bertambah, kemungkinan anda membuat cedera lebih parah. Perlu menerapkan
terapi kompres dingin setelah latihan untuk mencegah peradangan.

intensitas nyeri mungkin meningkat akibat gerakan tendon saat latihan. Ini
merupakan bagian alami dari proses rehabilitasi, namun jika gejala tidak membaik
dalam satu hari maka anda perlu untuk mengurangi intensitas dan beban latihan.

penting bahwa latihan penguatan khusus harus terus berlanjut sepanjang


proses rehabilitasi dan tidak berhenti ketika olah raga pelatihan khusus dimulai.
 Tahap III : nyeri menetap, kinerja dan partisipasi
olahraga terpengaruh. Ketidaknyamanan
meningkat.
Langkah-langkah terapi yang sama dengan
yang dijelaskan di atas harus dilanjutkan bersama
dan dihindari kegiatan yang dapat memperburuk
atau mencegah pemulihan. Seringkali, atlet akan
didorong untuk melanjutkan program kardiovaskular
dan kekuatan program kardiovaskular dan
kekuatan pelatihan alternatif.
 Tahap IV :umumnya telah terjadi ruptur tendon yang
membutuhkan tindakan bedah untuk
memperbaikinya
Latihan, untuk menghilangkan radsa
nyeri pada lutut :
Foam Rolling:
Hilangkan ketegangan di sisi depan paha.
Dapatkan posisi merangkak. Regangkan kaki, di
mana Anda mengalami rasa sakit. Tempatkan sisi
depan paha pada gulungan busa. Lalu gosokkan
saja seluruh paha. Pastikan untuk tetap menggulung
sangat lambat. Anda dapat mengulangi latihan ini
sesering yang Anda bisa.
 Foam Rolling langsung di atas lutut

Dapatkan posisi merangkak. Bawa satu kaki ke


depan (mana yang kesakitan) dan letakkan tepi
bawah penutup lutut langsung di atas gulungan
busa, dan gulung mundur ke belakang dan ke
belakang dengan sangat perlahan. Catatan:
latihan ini bisa menyakitkan. Pastikan untuk tidak
melampaui ambang rasa sakit Anda. Hanya
berlatih latihan ini sesering Anda merasa nyaman.
 Meregangkan paha depan

Berbaringlah di sisi Anda, dengan kaki yang


ingin Anda regangkan di atas. Sedikit menekuk kaki
bagian bawah untuk menstabilkan panggul. Ambil
kaki kaki bagian atas Anda dan tarik perlahan ke
arah bokong Anda. Pastikan Anda benar-benar
dapat merasakan sensasi peregangan di paha
depan Anda. Juga penting untuk tidak
melengkungkan punggung Anda. Tahan posisi
membentang ini selama 60 hingga 90 detik.
Tapping
Daftar Pustaka
 http://www.flexfreeclinic.com/detail-artikelx/109-
JUMPER%27S-KNEE-%28PATELLAR-
TENDONITIS%29.-Peradangan-Tendon-Lutut
 https://www.runtastic.com/blog/en/pain-jumpers-
knee/
 https://www.secangkirterapi.com/2018/03/pemer
iksaan-klinis-tendinitis.html
 https://www.scribd.com/document/361344603/Pe
meriksaan-Spesifik-Knee