Anda di halaman 1dari 16

MATERI KULIAH II

HUKUM MENDEL
LATAR BELAKANG

 Bila makhluk hidup berkembang secara aseksual  keturunannya : salinan tepat


induknya (dibesarkan dalam keadaan sama)

 Bila makhluk hidup berkembang secara seksual  keturunannya : mengembangkan ciri-


ciri yang tidak tepat sama dengan salah satu induknya
GREGOR MENDEL

 Pendeta Austria (Brunn)


 Bapak Genetika Modern
Teori mengenai sifat turun temurun
 Gregor Johann Mendel abad ke-19
Percobaan persilangan pada kacang ercis (Pisum sativum)→prinsip-prinsip pewarisan
sifat
 Mendel menyilangkan tanaman kacang ercis yang tinggi dengan yang pendek
Beberapa keuntungan kacang ercis adalah sebagai
berikut.
1. Memiliki pasangan-pasangan sifat beda
2. Memiliki bunga sempurna sehingga dapat melakukan
penyerbukan sendiri.
3. Mudah disilangkan sehingga mudah menghasilkan
hibrid.
4. Siklus hidupnya singkat dan cepat menghasilkan
keturunan.
TERMINOLOGI

 Genotipe : sifat atau karakter yang ditentukan oleh gen dan bersifat tidak tampak‡
 Fenotipe : sifat atau karakter yang ditentukan oleh gen dan lingkungan dan
bersifat tampak
 P : Individu tetua
 F1: keturunan pertama
 F2 : keturunan kedua
 Alel : bentuk alternatif suatu gen
 Gen dominan ; gen yang menutupu ekspresi alelnya
 Gen resesif : gen yang ekspresinya ditutupi oleh ekspresi alelnya
HIPOTESIS MENDEL

 Pada setiap organisme ada sepasang faktor yang mengendalikan munculnya sifat
tertentu (kini faktor ini dinamai gen)
 Organisme tersebut mendaptkan faktor-faktor dari induknya
 Setiap faktor diteruskan sebagai unit tersendiri (biji keriput pada F2 tidak kurang
keriputnya daripada yang dihasilkan P, kendatipun faktor-faktor yang
mengendalikan sifat ini telah dilakukan pada F1)
 Bila sel-sel reproduktif (sperma atau telur) dipersiapkan, maka faktor-faktor itu
berpisah & disebarkan sebagai unit-unit pada setiap gamet (Hukum Mendel I /
Hukum Segregasi)
 Jika suatu organisme mempunyai 2 faktor berbeda untuk ciri tertentu, satu
mungkin dinyatakan untuk peniadaan sama sekali yang lainnya (istilah yang
dipakai ialah alel)
HUKUM MENDEL I
(HUKUM SEGRESI)

 Pemisahan gen se-alel atau Segregation of allelic genes”


 Peristiwa pemisahan alel terlihat ketika pembentukan gamet inidividu (genotipe
heterozigot), tiap gamet mengandung salah satu alel itu
 Hukum Segregasi, berdasarkan percobaan menyilang 2 individu yang memilki satu
karakter berbeda atau Monohibrid
Monohibrid Kacang Ercis Oleh Mendel

 P (Induk) : TT (tinggi) x tt (rendah)


 F1 (Keturunan 1) : Tt (tinggi)
 F2 (Keturunan 2) : F1 x F1
T t
T TT Tt

t Tt tt

 Rasio Genotipe = 1 TT : 2 Tt : 1 tt
 Rasio Fenotipe = 3 Tinggi : 1 Rendah
Mendapatkan Generasi Ketiga
a. TT (Tinggi) x TT (Tinggi)
F3 = TT (Tinggi) >>> 100 % Tinggi
b. Tt (Tinggi) x Tt (Tinggi)
F3 =
T t
T TT Tt
t Tt tt
Rasio Genotipe : 1 TT : 2 Tt : 1 tt
Rasio Fenotipe : 3 Tinggi (75 %) : 1 Rendah (25 %)
c. tt (Rendah) x tt (Rendah)
F3 = tt (Rendah) >>> 100 % Rendah
BACKCROSS

 Menyilang atau mengawinkan individu hasil hibrid (F1) dengan salah


satu P (Parent)
P: TT (tinggi) x tt (rendah)
F1 : Tt (tinggi)
Backcross
a. Tt (Tinggi) x TT (Tinggi)
Hasil Backcross : 100 % Tinggi
b. Tt (Tinggi) x tt (Rendah)
Hasil Backcross :
- Rasio Genotipe = 1 Tt : 1 tt
- Rasio Fenotipe = 50% Tinggi : 50% Rendah
TESTCROSS

 Menyilang atau mengawinkan suatu individu yang tak diketahui genotipenya dengan

individu yang diketahui genotipenya homozigot resesif  mengetest sifat genetik


suatu karakter  heterozigot / homozigot
 Misal kita memiliki kacang ercis tinggi, ingin tahu apakah genotipenya TT / Tt (Testcross)

 100 % tinggi : genotipe TT


 Rasio Fenotipe
50 % tinggi : 50 %rendah (genotipe Tt)
PEMANFAATAN HUKUM MENDEL I

 Tumbuhan
(Aster, Chrysanthemum, Coreopsis, Datura, Viola, Leunca, Jagung)
 Hewan
o Pigmentasi pada kelinci, tikus, tupai, babi, dan gajah
o Jawer pada ayam
o Obesitas pada mencit
o Sapi potong
 Manusia
o Buta kecap PTC (Phenylthiocarbamida)
o Polydactyly
o Gangguan metabolisme Phenylalanine (Phenylketonuria)
o Galaktosemia
o Gigi coklat
o Huntingtin’s chorea
DOMINAN PENUH DAN TAK PENUH

 Ada karakter yang tak dominan penuh (semi dominan, kodominan), alelnya tidak
bersifat resesif penuh
 Pada genotipe heterozigot, alel dominan tidak mampu menutupi karakter alel resesif
(heterozigot memiliki karakter perantaraan antara yang homozigot dominan dengan
homozigot resesif)
 Pada homozigot dominan, fenotipe beda dengan heterozigot
HUKUM MENDEL II

 Pengelompokan gen secara bebas atau ”Independent Assortment of Genes”


 Berlaku ketika pembentukan gamet, dimana gen se-alel secara bebas pergi ke
masing-masing kutub ketika meiosis
 Pembuktian hukum ini dipakai pada Dihibrid atau Polihibrid (persilangan dari
individu yang memiliki dua atau lebih karakter berbeda)
POLIHIBRID KACANG ERCIS OLEH
MENDEL

P: YYRR (Kuning - Bulat) x yyrr (Hijau - Keriput)


F1 : YyRr (Kuning - Bulat)
F2 : F1 x F1
YR Yr yR yr
YR YYRR YYRr YyRR YyRr
Yr YYRr YYrr YyRr Yyrr
yR YyRR YyRr yyRR yyRr
yr YyRr Yyrr yyRr yyrr

 Rasio Fenotipe
Kuning - Bulat (9) : Kuning - Keriput (3) : Hijau - Bulat (3) : Hijau - Keriput (1)
 Fenotipe Kuning – Bulat & Hijau – Keriput  kombinasi asli (kombinasi parental),
sedangkan Fenotipe Kuning – Keriput & Hijau - Bulat  kombinasi baru (rekombinan)