Anda di halaman 1dari 12

Sub Bab 71

Demam: Tipe dan


Pendekatan
List
• Definisi
• Kriteria
• Diagnosa
• Pemeriksaan Penunjang
• Terapi
Definisi Demam
• Suhu tubuh normal berkisar antara 36,5 °C - 37,2 °C
• Sehingga Demam adalah keadaan suhu tubuh
diatas 37,2°C
Kriteria Pembagian Demam
• Demam Septik: Suhu badan berangsur tinggi saat
malam hari dan membaik pada pagi hari
• Demam Remiten: Suhu badan dapat naik turun tiap
hari. Tapi tidak pernah mencapai suhu normal
• Demam intermiten: Suhu badan dapat naik turun
dalam hitungan jam dalam satu hari. Dapat turun ke
suhu normal
• Demam Kontinyu: Variasi suhu dalam 1 hari tidak
berbeda lebih dari satu derajat
• Demam Siklik: Kenaikan suhu selama beberapa hari
dan diikuti dengan periode bebas demam selama
beberapa hari yang kemudian diikuti oleh kenaikan
suhu kembali
Demam Belum Terdiagnosis /
Fever of Unknown Origin (FUO)
• Suatu Keadaan dimana seorang pasien mengalami
demam terus menerus selama 3 minggu dengan
suhu badan diatas 38,3°C dan tetap belum
ditemukan penyebabnya walaupun telah diteliti
selama satu minggu secara intensif dengan
menggunakan sarana laboratorium dan penunjang
medis lainnya.
Kriteria Pembagian FUO
• FUO Klasik: Demam >3minggu, hasil penunjang secara
intensif belum dapat menetapkan penyebab demam
• FUO Nosokomial: Penderita awal dirawat di RS tanpa
demam, kemudian menderita demam >38,3°C, hasil
penunjang secara intensif belum dapat menetapkan
penyebab demam
• FUO Neutropenik: Demam >38,3°C, memiliki
neutrophil <500 uL
• FUO HIV: Penderita HIV dengan Demam >4minggu,
hasil penunjang secara intensif belum dapat
menetapkan penyebab demam
Pemeriksaan Penunjang
• Pemeriksaan SERO-IMUNOLOGI
• Uji Serologis Virus, Bakteri dan Jamur
• Mikrobiologi
• Kultur Isolasi Mikroorganisme
• Hematokimia
• Penghitungan Hitung Jenis, CRP, SGOT, SGPT, dll
• Radiologi
• Kelainan Paru, Ginjal dll
• Ultrasonografi, EKG, Biopsi, Laparatomi
Daftar Uji Virologis
Virus Penyebab Jenis Uji Penyakit
NS-1, (IHA, untuk Demam Dengue atau
Dengue
penelitian) Blot IgM/IgG Demam Berdarah D
Anti-CMV IgM & IgG Elisa,
Cytomegalovirus (CMV) Infeksi Cytomegalovirus
aviditas CMV
Epstein – Barr Virus (EBV) Paul Bunnel, Anti EBV Mononukleosis Infeksiosa
Berbagai komponen Anti
Hepatitis A s/d E Hepatitis Akut
Virus A s/d E
Coxiella burnetii IFA Demam Q
Anti HIV Elisa
HIV HIV/AIDS
Viral Load HIV
Daftar Uji Bakterio-Parasitologis
Penyakit Infeksi Jenis Uji Penyakit
Salmonella typhi Widal, Typhidot PCR Demam Tifoid
S.Paratyphi A/B/C Widal Demam Paratifoid
Streptokokus ASTO Demam Reumatik
TBC Pulmonal dan TBC
Mikrobakteria Myco Dot TB PAP Anti TB
Ekstrapulmonal
Leptospira spp M A T, IgM lepto Leptospirosis
Brucella spp Aglutinasi Brusellosis
Rickettsia spp Wel Felix Ricketsiosis
Mycoplasma pneum IF Mycoplasmosis
Legionella IF Legionellosis
~Continued
Daftar Uji Bakterio-Parasitologis
Penyakit Infeksi Jenis Uji Penyakit
Toxoplasma gondii Elisa IgG/IgM, aviditas Toksoplasmosis
Entamoeba histolitica IDT Amubiasis
Filaria spp IFAT Filariasis
Mikroskop cahaya
Candia spp Candidiasis
KOH/NaCl, Chromagar
Histoplasma capsulatum IDT Histoplasmosis
Terapi
• Terapi ad juvantius pada FUO hanya dapat dibenarkan
dalam instansi rujukan dimana tidak lagi dapat
ditempuh jalan lain untuk memperoleh kepastian
diagnosis
• Obat yang digunakan harus berdasarkan suatu indikasi
yang kuat sesuai pengalaman setempat dan harus
bersifat spesifik
• Persangkaan Penyakit dapat diberikan
• Demam Tifoid: Kloramfenikol
• TBC: OAT
• Demam Reumatik: Aspirin
• Emboli Paru: Antikoagulant
• SLE/Reumatoid Artritis: Kortikosteroid
Terimakasih