Anda di halaman 1dari 16

LUKA-LUKA DI SEKUJUR

TUBUH PASCA
PERKELAHIAN
Mohammad Fajar Sodiqi
2. Penurunan kesadaran
2. Penurunan kesadaran
2. Penurunan kesadaran
3. Fraktur le fort I

• Meliputi fraktur horizontal bagian bawah antara maxilla


danpalatum/arkus alveolar kompleks. Menyebabkan
terpisahnya processus alveolaris dari palatum durum.
Garis fraktur berjalan ke belakang melalui lamina
pterygoid. Fraktur ini bias unilateral dan bilateral.
3. Fraktur le fort I

• Meliputi fraktur horizontal bagian bawah antara maxilla


danpalatum/arkus alveolar kompleks. Menyebabkan
terpisahnya processus alveolaris dari palatum durum.
Garis fraktur berjalan ke belakang melalui lamina
pterygoid. Fraktur ini bias unilateral dan bilateral.
3. Bising usus
8. Trauma thorax
• Pembagian trauma thorax:
• Trauma mengancam jiwa identifikasi dengan primary survey:
• Tension pneumothoraks
• Open pneumothoraks
• Massive hematothoraks
• Flail chest
• Cardiac tamponade
• Trauma thorax yang potensial mengancam nyawa:
• Kontusio pulmonum dengan atau tanpa flail chest
• Rupture aorta thorakalis
• Cedera trakea dan Bronkus
• Perforasi esofagus
• Robekan diafragma
• Contusio miokard
• Trauma thoraks yang berat:
• Subcutaneus emphysema
• Pneumothoraks
• Hemothoraks
• Fraktur costa
8. Trauma thorax
• Tension pneumothoraks
• Tension pneumothorax berkembang ketika terjadi one-way-
valve (fenomena ventil), kebocoran udara yang berasal dari
paru-paru atau melalui dinding dada masuk kedalam rongga
pleura dan tidak dapat keluar lagi (one-way-valve). Akibat
udara yang masuk kedalam rongga pleura yang tidak dapat
keluar lagi, maka tekanan di intrapleural akan meninggi, paru-
paru menjadi kolaps, terjadi displacement mediastinum dan
trachea. Pada sisi yang berlawanan vena cava superior atau
vena cava inferior terjadi gangguan venus return ke jantung,
terjadi kompresi paru kontralateral, terjadi hypoxia, hypotensi.
8. Trauma thorax
• Open pneumothoraks (sucking chest wound)
• Adanya defek atau luka yang besar yang tetap terbuka pada
dinding thorax dan paru menimbulkan “Sucking chest wound
around” sehingga terjadi keseimbangan antara tekanan intra
thorax dengan tekanan udara atmosfir. Jika defek pada dinding
dada mendekati 2/3 dari diameter trakea maka udara akan
cenderung mengalir melalul defek karena mempunyai tahanan
yang kurang atau lebih kecil dibandingkan dengan trakea.
Akibatnya ventilasi terganggu sehingga menyebabkan hipoksia
dan hiperkapnia.
8. Trauma thorax
• Hematothorax
• Hematothorax diklasifikasikan atas jumlah darah yang keluar, yaitu
• Minimal / ringan 350 ml
• Sedang 350 ml-1500 ml
• Masif terjadi bila perdarahan di atas 1.500 cc.
• Hemotoraks dapat terjadi pada cedera thorax yang jelas. Mungkin akan
terjadi penurunan suara saat bernafas dan harus segera dilakukan ronsen
dada. Di tangan dokter yang berpengalaman, ultrasound dapat
mendiagnosa pneumotoraks dan hemotoraks, namun teknik ini jarang
dilakukan sekarang ini. Tuba torakstomi harus dipasang secara hati-hati
untuk semua jenis hemathorax dan pnemuothorak. Dalam 85%, tube
toraktomi adalah satu-satunya metode yang dapat dilakukan. Jika
pendarahan terus terjadi maka lebih baik dari sistemik daripada arteri
pulmonary.
• Biasanya hematothorax ini terjadi pada luka tusuk dengan sobeknya
pembuluh darah hilus atau sistemik.
• Pada umumnya pembuluh darah intercostal dan mamaria interna terluka.
• Setiap hemithorax dapat menampung hingga 3 liter darah.
• Vena pada leher dapat menjadi datar karena hipovolemia atau menjadi
tegang karena efek mekanis dari darah di dalam thorax.
• Robeknya pembuluh darah hilus atau pembuluh darah besar dapat
mengakibatkan shock.
8. Trauma thorax
• Flail Chest
• Flail chest terjadi ketika segmen dinding dada tidak lagi mempunyai
kontinuitas dengan keseluruhan dinding dada. Keadaan tersebut
terjadi karena fraktur iga multipel pada dua atau lebih tulang iga
dengan dua atau lebih garis fraktur. Adanya segmen flail chest
(segmen mengambang) menyebabkan gangguan pada pergerakan
dinding dada. Jika kerusakan parenkim paru dibawahnya terjadi
sesuai dengan kerusakan pada tulang maka akan menyebabkan
hipoksia yang serius.
• Kesulitan utama pada kelainan Flail Chest yaitu trauma pada
parenkim paru yang mungkin terjadi (kontusio paru). Walaupun
ketidak-stabilan dinding dada menimbulkan gerakan paradoksal dari
dinding dada pada inspirasi dan ekspirasi, defek ini sendiri saja tidak
akan menyebabkan hipoksia. Penyebab timbulnya hipoksia pada
penderita ini terutama disebabkan nyeri yang mengakibatkan
gerakan dinding dada yang tertahan dan trauma jaringan parunya.
• Flail Chest mungkin tidak terlihat pada awalnya, karena splinting
(terbelat) dengan dinding dada. Gerakan pernapasan menjadi buruk
dan toraks bergerak secara asimetris dan tidak terkoordinasi
8. Trauma thorax
• Cardiac Temponade
• Tamponade jantung sering disebabkan oleh luka tembus.
Walaupun demikian, trauma tumpul juga dapat menyebabkan
perikardium terisi darah baik dari jantung, pembuluh darah
besar maupun dari pembuluh darah perikard. Perikard
manusia terdiri dari struktur jaringan ikat yang kaku dan
walaupun relatif sedikit darah yang terkumpul, namun sudah
dapat menghambat aktivitas jantung dan mengganggu
pengisian jantung. Mengeluarkan darah atau cairan perikard,
sering hanya 15 ml sampai 20 ml, melalui perikardiosintesis
akan segera memperbaiki hemodinamik.
11. Penatalaksanaan
11. Penatalaksanaan
11. Penatalaksanaan

Anda mungkin juga menyukai