Anda di halaman 1dari 38

SEMINAR 1

Kelompok 7
Kelompok 7
1. Riska Ayu Wibaweni 03013169
2. Robert Thiodorus 03013171
3. Shavira Putri P 03013181
4. Stella Alvianita Putri 03013183
5. Syaripah Nazilah 03013185
6. Tiafanni Azzahrah 03013187
7. Tiara Larasati Jaya P 03013191
8. Tria Utaminingsih 03013193
9. Ucok Jerry T 03013195
Skenario Kasus
Judul: Demam setelah wisata ke Gunung
Gede
Wanita, 24 tahun diantar keluarganya ke UGD rumah sakit
tempat saudara bekerja sebagai dokter karena demam sejak 5 hari
yang lalu. Pasien juga mengeluh demamnya disertai dengan sakit
kepala, nyeri otot dan persendian serta mual, nyeri ulu hati dan
muntah sebanyak 2x. Keluhan perdarahan disangkal. Pasien juga
mengeluh tidak nafsu makan dan kurang minum karena merasa
mual. Sesak nafas disangkal namun mengaku batuk-batuk sejak 1
hari yang lalu. Tiga hari sebelum sakit pertama, pasien mendapat
tugas memandu wisata ke Gunung Gede serta mengunjungi desa-
desa disana.
Pada pemeriksaan fisik awal didapatkan:
• Kesadaran : Compos mentis
• Tekanan darah: 110/70 mmHg
• Nadi: 100x/menit
• Suhu: 38,6oC
• RR: 18x/menit reguler
• Lidah tampak kering warna agak pucat
• Jantung: dalam batas normal
• Paru: suara nafas vesikuler terdengar
melemah pada bagian bawah basal
kedua paru
• Ekstremitas: ptechie (-)
Pemeriksaan Laboratorium
• Hb: 16,8gr/dl
• Ht: 49
• Leukosit: 2500
• Trombosit: 80.000
• Dengue Ag NS-1: (-)
• Dengue Ab IgG: (+)
• Dengue IgM: (-)

Keyword: Ptechie, Vesikuler, Dengue Ag NS-1,Dengue Ab IgG,


Denge Ab IgM
Klarifikasi Istilah
• Ptechie: bintik merah tidak menonjol akibat perdarahan
intradermal atau submukosa, umumnya menggabarkan
kelainan trombosit, dan tidak menghilang bila ditekan.
• Demam: peningkatan suhu tubuh diatas normal yang diatur
oleh hipotalamus
• Dengue Ag-NS-1: Pemeriksaan terhadap antigen non
struktural-1 dengue (NS1) dapat mendeteksi
infeksi virus dengue dengan lebih awal dari
pemeriksaan antibodi dengue, dan bahkan
dapat terdeteksi pada hari pertama mulai
demam
Penetapan Masalah
• Wanita 24 tahun
• KU: demam
• Onset: 5 hari
• Keluhan tambahan: sakit kepala, nyeri otot dan persendian,
mual, nyeri ulu hati, dan muntah sebanyak 2x, tidak nafsu
makan, kurang minum karena merasa mual, batuk-batuk sejak
1 hari yang lalu.
• Pergi kedaerah endemis
Pemeriksaan fisik:
• Suhu: 38,6oC
• Lidah tampak kering warna agak pucat
• Paru: suara nafas vesikuler terdengar melemah pada bagian bawah
basal kedua paru

Pemeriksaan Laboratorium:
• Hb: 16,8 gr/dl
• Ht: 49
• Leukosit: 2.500
• Trombosit: 80.000
• Dengue Ab IgG: (+)
Mind Map
Perjalanan ke Wanita, 24 tahun
Gunung Gede Ku: Demam
(daerah endemis) Onset: 5 hari

aAAnamnesis: Pemeriksaan fisik:


Ssakit kepala,nyeri Suhu: 38,6oC Pemeriksaan lab:
oto dan persendian, Lidah tampak kering Hb: 16,8 gr/dl
mual,nyeri ulu hati, warna agak pucat Ht: 49
muntah sebanya Paru: suara nafas Leukosit: 2.500
2x, kurang minum vesikuler terdengar Trombosit: 80.000
karena mual, melemah pada bagian Dengue Ab IgG:
batuk-batuk sejak 1 bawah basal kedua (+)
hari yang lalu. paru

Infeksi Dengue
Learning Objective
1. Definisi DBD
2. Etiologi DBD
3. Epidemiologi DBD
4. Patofisiologi DBD
5. Patoimunologi DBD
6. Manifestasi Klinis DBD
7. Penegakkan diagnosis DBD
8. Diagnosis banding
9. Tatalaksana DBD
10. Pencegahan DBD
11. Prognosis DBD
Learning Issue
1. Epidemiologi DBD
2. Penegakkan diagnosis
3. Tatalaksana
4. Pencegahan
5. Prognosis
6. Diagnosis Banding
Pembahasan
Definisi
• Demam dengue (DD) / dengue fever (DF) dan demam berdarah
dengue (DBD) / dengue haemorrhagic fever (DHF) adalah penyakit
infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dengan manifestasi klinis
demam, nyeri otot dan/atau nyeri sendi yang disertai leukopenia,
ruam, limfadenopati, trombositopenia dan diatesis hemoragik.

• Pada DBD terjadi perembesan plasma yang ditandai oleh hemokonsentrasi


(peningkatan hematokrit) atau penumpukan cairan di rongga tubuh.

• Sindrom renjatan dengue (dengue shock syndrome) adalah demam


berdarah dengue yang ditandai oleh renjatan/syok
Etiologi
• Virus Dengue dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae.
• Diameter 30 nm
• Terdiri dari asam ribonukleat rantai tunggal
• Mempunyai 4 jenis serotipe
- Den-1
- Den-2
- Den-3 (terbanyak di Indonesia)
- Den-4
• Ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi,
khususnya nyamuk Aedes aegypti dan Ae. albopictu
Epidemiologi
• Sejak tahun 1968 telah terjadi peningkatan persebaran jumlah
provinsi dan kabupaten/kota yang endemis DBD, dari 2
provinsi dan 2 kota, menjadi 32 (97%) dan 382 (77%)
kabupaten/kota pada tahun 2009
• Lima provinsi tertinggi angka insiden DBD tahun 2009 (per
100.000 penduduk)
– DKI Jakarta : 313,4
– Kalimantan Barat : 228,3
– Kalimantan Timur : 184,59
– Bali : 167,41
– Kepulauan Riau : 115,6
Patofisiologi
Imunopatologi
Virus Dengue

Viremia

ADCC (Antibody dependent cellular


cytotoxicity)
Apoptosis limfosit,
hiperagregasi &
monosit, makrofag
Apoptosis endotelium adhesi trombosit

Leukopenia
Kebocoran plasma Trombositopenia

Nyeri ulu hati, mual muntah, efusi Koagulopati


pleura,
Pendarahan

Risiko Pendarahan
Manifestasi klinis
WHO 1993

Demam dengue Demam berdarah dengue


1. Demam Dengue
• Periode inkubasi adalah 1-7 hari.
• demam secara mendadak, dengan suhu meningkat
cepat hingga 39,4-41,1 derajat C
• biasanya disertai nyeri frontal atau retro-orbital
• Mialgia dan artalgia
• hari 2-6 demam : mual dan muntah dan anoreksia
• Sekitar 1-2 hari kemudian, ruam makulopapular
terlihat, terutama di telapak kaki dan telapak tangan,
kemudian menghilang selama 1-5 hari.
• Kemudian ruam kedua terlihat, suhu tubuh, yang
sebelumnya sudah menurun ke normal, sedikit
meningkat dan mendemonstrasikan karakteristik pola
suhu bifasik.
2. Demam Berdarah Dengue
• Pembedaan antara demam demam dengue dan demam
berdarah dengue sulit pada awal perjalanan penyakit.
• Fase pertama yang relatif lebih ringan berupa demam, malaise,
mual-muntah, sakit kepala, anoreksia, dan batuk berlanjut
selama 2-5 hari diikuti oleh dan pemburukan klinis.
• Pada fase kedua ini, pasien umumnya pilek, ekstremitas basah
oleh berkeringat, badan hangat, wajah kemerah-merahan,
kelelahan, dan nyeri epigastrik.
Kriteria Diagnosis
• Berdasarkan kriteria WHO • Trombositopenia (jumlah
1997 diagnosis DBD trombosit <100.000/ul).
ditegakkan bila semua hal ini Terdapat minimal satu tanda-
di bawah ini dipenuhi : tanda plasma leakage
• Demam atau riwayat demam (kebocoran plasma) sebagai
akut, antara 2-7 hari, biasanya berikut :
bifasik. • Peningkatan hematokrit >20%
• Terdapat minimal satu dari dibandingkan standar sesuai
manifestasi perdarahan berikut dengan umur dan jenis
: Uji bendung positif. kelamin.
Petekie, ekimosis, atau Penurunan hematokrit >20%
purpura. setelah mendapat terapi cairan,
Perdarahan mukosa (tersering dibandingkan dengan nilai
epistaksis atau perdarahan hematokrit sebelumnya.
gusi), atau perdarahan dari • Tanda kebocoran plasma
tempat lain. seperti : efusi pleura, asites
Hematemesis atau melena. atau hipoproteinemia.
Pemeriksaan Penunjang
• Laboratorium
– Pemeriksaan darah tepi, yaitu :
• hemoglobin, leukosit, hitung jenis, hematokrit, dan
trombosit.
• Antigen NS1 dapat dideteksi pada hari ke-1 setelah
demam dan akan menurun sehingga tidak terdeteksi
setelah hari sakit ke-5-6.
– Uji serologi IgM dan IgG anti dengue
• Antibodi IgM anti dengue dapat dideteksi pada hari sakit ke-
5 sakit, mencapai puncaknya
• pada hari sakit ke 10-14, dan akan menurun/ menghilang
pada akhir minggu keempat sakit.
• Antibodi IgG anti dengue pada infeksi primer dapat
terdeteksi pada hari sakit ke-14. dan menghilang setelah 6
bulan sampai 4 tahun. Sedangkan pada infeksi sekunder IgG
anti
• Dengue akan terdeteksi pada hari sakit ke-2.
• Rasio IgM/IgG digunakan untuk membedakan infeksi primer
dari infeksi sekunder. Apabila
• Rasio IgM:IgG >1,2 menunjukkan infeksi primer namun
apabila IgM:IgG rasio <1,2 menunjukkan infeksi sekunder.
Interpretasi Uji Serologi
Diagnosis Antibodi Anti Dengue Keterangan

Ig M Ig G
Infeksi primer + - Apabila klinis
Infeksi sekunder + + mengarah ke infeksi
Infeksi lampau - + dengue, pada fase
Bukan dengue - - penyembuhan: IgM
dan IgG diulang
Diagnosa banding
Demam tifoid : disebabkan Salmonella Typhi Leptospirosis : di sebabkan infeksi bakteri dari
Anamnesis genus leptospira
- Demam naik secara bertahap pada minggu - Masa inkubasi : 2-26 hri
1, lalu menetap atau remitten pd minggu 2. - Fase :
- Demam terutama sore/malam hari
- Mual, muntah - fase awal(bakteri diisolasi di darah, c.
- Sakit kepala serebrospinal  gejala: demam
- Anoreksia tinggi+menggigil, mual muntah, nyeri kepala,
- Susah BAB ruam kulit, splenomegali dan hepatomegali

Pemeriksaan fisik - Fase imun : (antibodi dideteksi dg isolasi


Febris, bradikardi relatif, hepatomegali, kuman dari urin) : demam 40 drjt C, nyeri otot,
splenomegali, nyeri abdomen gejala kerusakan ginjal dan hati
(jaundice,uremik), ptekie,
Lab : dapat ditemukan leukopenia, peningkatan
LED, trombositopenia
Kultur darah (biakan empedu) positif
Titer uji widal >4 kali meningkat stlah 1 mggu
memastikan diagnosis.
Tatalaksana:
Protokol 1: Penanganan probable DBD
dewasa tanpa syok
Tatalaksana:
Protokol 2: Pemberian cairan pada
tersangka DBD dewasa di ruang rawat

Volume cairan kristaloid yang diperlukan per hari:


1500 + 20 x (berat badan dalam kg – 20)
Tatalaksana:
Protokol 3: Penatalaksanaan DBD dengan peningkatan
hematokrit >20%
Tatalaksana:
Protokol 4: Penatalaksanaan perdarahan spontan
pada DBD dewasa
Tatalaksana:
Protokol 5: Tatalaksana sindrom syok dengue pada dewasa
Referensi
• Suhendro, Nainggolan L, Chen K, Pohan HT. Demam
Berdarah Dengue dalam: Setiati S, Alwi, Sudoyo AW,
Simadibrata K, Setiyohadi B, Syam AF, Buku Ajar Ilmu
Penyakit Dalam. Edisi VI. Jakarta: Interna Publishing. 2014
• Pusat Data dan Surveilans Epidemiologi Kementrian
Kesehatan RI. Demam Berdarah Dengue di Indonesia Tahun
1968-2009. Buletin Jendela Epidemiologi. 2010;2:1-14
• Candra A. Demam Berdarah Dengue: Epidemiologi,
Patogenesis, dan Faktor Risiko Penularan. Aspirator.
2010;2(2):110-119.