Anda di halaman 1dari 20

Satuan Proses

PRESIPITASI KIMIA
By Endah Ayuningtyas, S.Pd, M.Sc
Presipitasi…..
 Presipitasi kimia adalah pengendapan bahan-bahan
(anorganik) terlarut dan tersuspensi dalam air dengan
penambahan bahan kimia untuk membentuk presipitat.
 Proses kimiawi yang terjadi dalam presipitasi adalah reaksi
reduksi-oksidasi (redoks) yang membutuhkan kondisi
lingkungan (pH, waktu, temperatur, konsentrasi) tertentu.
 Aplikasi presipitasi dalam pengolahan limbah dan air minum
adalah penyisihan nitrogen atau fosfor, penurunan
kesadahan, penyisihan besi dan mangan.
Presipitasi…
• Presipitasi dapat terjadi jika hasil kali konsentrasi molar ion melebihi
nilai Ksp-nya.
[Ca 2  ][CO32  ]
K 
[CaCO3 ]

• Jika konsentrasi substansi solid diperlakukan sbg suatu konstanta Ks,


maka ;
[Ca2+][CO32-] = K.Ks = Ksp = 5 x 10 -9 (25º C)

• Ksp : konstanta produk kelarutan


(solubility-product constant)
- jika hasil kali konsentrasi molar ion < Ksp 
larutan tdk jenuh, tdk terbentuk presipitat
- jika hasil kali konsentrasi molar ion > Ksp 
larutan super jenuh, terbentuk presipitat
Tabel 1. Reaksi presipitasi dan harga konstanta kesetimbangannya.
Tahap Presipitasi
1. Nukleasi (nucleation) terbentuknya inti endapan
Kondensasi ion-ion menjadi partikel-partikel sangat kecil.
2. Pertumbuhan partikel (particle growth)
Merupakan tahap inti zat padat yang baru terbentuk mengalami
pertumbuhan menjadi partikel yang lebih besar. Begitu suatu situs
nukleasi terbentuk, ion-ion lain tertarik sehingga membentuk
partikel besar yang dapat disaring.
◦ Laju pembentukan inti dan pertumbuhan partikel tergantung pada
derajat lewat jenuh dari larutan.
Faktor-2 yang mempengaruhi
presipitasi
1. Common ion effect (efek ion sejenis)
Menurunkan kelarutan suatu substansi karena adanya salah satu
ion yang berlebih/sejenis
Contoh : kelarutan CaCO3 dlm air murni 13 mg/l, dlm air yg
mengandung 100 mg/l alkalinitas CO32- kelarutan hanya 0,5 mg/l

2. Efek solute lain  (efek ion asing)


a. Jika anion dpt membentuk asam lemah
Contoh : oksalat, sulfide, karbonat, fosfat.

CaCO3(s) + H+ Ca2+ + HCO3-

Jika ditambahkan H+ (pH ) CaCO3(s) akan larut  kelarutan naik


Faktor-2 yang mempengaruhi
presipitasi
b. Pembentukan ion kompleks
Pembentukan ion kompleks akan meningkatkan kelarutan
 Contoh : Pembentukan kompleks :

ZnCO3 Zn2+ + CO32-


+
NH3

Zn(NH3)2+
+
NH3

Zn(NH3)22+, dst hingga terbentuk


Zn(NH3)42+,
Faktor-2 yang mempengaruhi
presipitasi
◦ 3. Efek hidrolisa
- Ion logam dlm larutan air berada dlm bentuk ‘hydrated ions’ (ion yg berikatan dg air).
- Dalam aqueous solution terbentuk reaksi yg kompleks antara hydrated metal ion dg
hydroxyl ion yang cenderung membentuk hydroxocomplexes yang mengandung
satu atau lebih metal ion
- Reaksi berikut digunakan untuk menggambarkan pembentukan hydroxocomplexes
untuk ion logam trivalen :
(Me  metal  logam)

1. Me3+ + OH- MeOH2+


2. Me3+ + 2OH- Me(OH)2+
3. Me3+ + 3OH- Me(OH)30
4. Me3+ + 4OH- Me(OH)4-
3. Efek hidrolisa
◦ Kation logam adalah asam lemah yg disebut cation acids (asam-asam
logam), pembentukan hydroxocomplexes logam dianggap sebagai
ionisasi asam-2 logam tsb. Untuk ion logam trivalen reaksinya sbb :

1. Me(H2O)63+ Me(H2O)5(OH)2+ + H+
atau
Me3+ Me(OH)2+ + H+

2. Me3+ Me(OH)2+ + 2H+


3. Me3+ Me(OH)30 + 3H+
4. Me3+ Me(OH)4- + 4H+

◦ Reaksi ionisasi tipe ini terjadi jika garam mengandung ion logam yang
larut dalam air, & karena dihasilkan ion H+, akan menyebabkan larutan
bersifat asidik, menyebabkan kelarutan naik.
◦ Konstanta pembentukan kompleks  tabel
TABEL KONSTANTA
PEMBENTUKAN KOMPLEKS
◦ Diagram log [spesies] vs pH dpt digunakan utk menggambarkan efek pembentukan
hydroxocomplex logam thd kelarutan. Diagram dibentuk dengan pemplot persamaan-2 ;

1. Al(OH)3(s) Al3+ + 3OH-


Ksp = [Al3+][OH-]3 jika sisi kanan & kiri di-log-kan
Log Ksp = log [Al3+] + 3 log [OH-]
-) Log Ksp = -32,34
-) dari ionisasi air, diketahui log [OH-] =pH – 14
substitusi dua hal tsb di atas didapat :
-32,34 = log [Al3+] + 3pH – 42
atau

log [Al3+] = 9,66 – 3pH …….1)

2. Al3+ Al(OH)2+ + H+

-5,02 = log [Al(OH)2+] + log [H+] - log [Al3+]

log [Al(OH)2+] = 4,64 – 2pH …….2)


Dengan cara yang sama didapatkan :

3. 2Al3+ Al2(OH)24+ + 2H+

log [Al2(OH)24+] = 13,05 – 4pH …….3)

4. 6Al3+ Al6(OH)153+ + 15H+

log [Al6(OH)153+] = 10,96 – 3pH …….4)

5. 8Al3+ Al8(OH)204+ + 20H+

log [Al8(OH)204+] = 8,58 – 4pH …….5)

6. 13Al3+ Al13(OH)345+ + 34H+

log [Al13(OH)345+] = 28,19 – 5pH …….6)

7. Al3+ Al(OH)4- + 4H+

log [Al(OH)4- ] = pH – 13,91 …….7)


◦ Diagram log [spesies] vs pH untuk Al(OH)3-H2O (persamaan 1 s/d 7) sebagai berikut;

◦ Dengan cara yang sama dapat dicari untuk Fe(OH)3-H2O


APLIKASI-2 REAKSI PRESIPITASI DLM
TEKNIK LINGKUNGAN
A. Penurunan fluor (defluoridation)
Aplikasi defluoridation : - air minum
- air limbah
Pd air limbah fluorida diendapkan dg penambahan kapur

Ca(OH)2 + 2HF CaF2(s) + 2H2O pH 11 - 12

B. Penurunan logam-2
- Kebanyakan logam-2 dapat diendapkan sebagai karbonat dan
hidroksida beberapa dlm bentuk sulfida
- Perlu diperhatikan kondisi proses, khususnya pH untuk
mendapatkan kelarutan minimum
- Beberapa logam bersifat amfoter, contoh ; Cr dan Zn
◦ Pada pH < 7
H+
Cr(OH)3(s) + 3H2O Cr(H2O)63+(aq)

◦ Pada pH > 8
Cr(OH)3(s) + 3H2O Cr(H2O)63+(aq)

◦ Pada pengolahan beberapa logam, sebelum dapat diendapkan, harus


dilakukan dahulu reduksi/ oksidasi, contoh :
- pengolahan Cr ; Cr6+ direduksi dahulu menjadi Cr3+ (menggunakan NaHSO3
atau Na2S2O5 pada pH asam 2 s/d 3-4) baru diendapkan sebagai Cr(OH)3
pada pH ± 7,5
- pengolahan Fe & Mn ; Fe2+ dan Mn2+ dioksidasi dahulu, baru diendapkan
sebagai Fe(OH)3 dan MnO2
(oksidator : O3 > MnO4 > Cl2 > O2)
◦ Perlu diperhatikan jika limbah mengandung CN dan NH3. Beberapa logam
dapat membentuk senyawa kompleks dg CN dan NH3 yang meningkatkan
kelarutan shg susah utk diendapkan
C. Penurunan phosphor
- Phosphor dapat diendapkan dengan Ca, Fe atau Al.
- Presipitasi phosphor sbg garam Ca tergantung pH.

5Ca2++7OH-+ 3H2PO4 Ca5OH(PO4)3+6H20


hydroxyapatite

◦ Solid Calcium phosphate terbentuk sangat lambat, adanya Mg(OH)2


membantu presipitasi Calcium phosphate
◦ Presipitasi phosphor dg Al dpt berupa Al(OH)3 & AlPO4. Diperlukan 1,5 – 3 mol
Al per mol phosphor sbg P pada pH 6 – 6,5. Jika air alkali, pH perlu diturunkan
sebelum ditambahkan Al utk meminimalkan presipitasi Al(OH)3.
◦ Jika ditambahkan Fe, Fe dpt ditambahkan sbg FeSO4 atau FeCl3. Dosis
tergantung pd DO, pH, katalis biologis, adanya S & CO3. Dosis Fe 1,5 – 3 mol
Fe3+ per mol phosphor sbg P pada pH 5.
D. Pengolahan kesadahan

- Reaksi presipitasi menggunakan kapur – soda abu

1. CO2 + Ca(OH)2 CaCO3(s) + H2O

2. Ca(HCO3)2 + Ca(OH)2 2CaCO3(s) + 2H2O Ca-C

3. Mg(HCO3)2 + Ca(OH)2 CaCO3(s) + MgCO3 + H2O Mg-C


MgCO3 + Ca(OH)2 Mg(OH)2(s) + CaCO3(s)

4. MgSO4 + Ca(OH)2 Mg(OH)2(s) + CaSO4 Mg-NC

5. CaSO4 + Na2CO3 CaCO3(s) + Na2SO4 Ca-NC

- Kebutuhan bahan kimia:


(satuan masing-2 spesies dlm meq/l)

Diskripsi Kapur Soda Abu


CO2 1x -

Ca – karbonat 1x -

Ca – non karbonat - 1x

Mg – karbonat 2x -

Mg – non karbonat 1x 1x
Variasi proses kapur – soda ;

a. Excess lime treatment


Agar presipitasi berjalan optimal, terutama untuk
presipitasi Mg, ditambahkan kapur berlebih sebanyak ± 35
mg/l CaO (1,25 meq/l)

b. Split treatment
Sebagian air baku diolah dg proses excess-lime dan
menetralisi kelebihan kapur dg bagian air baku tersisa
CONTOH SOAL :

Air tanah mengandung kesadahan (data di bawah) akan diolah dengan proses excess lime
CO2 = 22 mg/l HCO3- = 366 mg/l
Ca2+ = 100 mg/l SO42- = 240 mg/l
Mg2+ = 84 mg/l Cl- = 35,5 mg/l
Soal:
a. Buat bar diagram & carilah komponen kesadahan yang terbentuk
b. Kebutuhan bahan kimia (kg/hari) jika kemurnian bahan kimia 70% dan debit air diolah
100 lt/det

SOLUSI
1. Satuan masing-2 spesies diubah dari mg/l ke meq/l
2. Susun masing-2 spesies dalam bar diagram (CO2 paling kiri; kation di bagian atas dengan
susunan Ca; Mg; anion di bagian bawah dengan susunan HCO3, SO4, Cl)
3. Pasangkan kation dengan anion untuk mengetahui jenis kesadahan yang terbentuk
4. Cari kebutuhan bahan kimia dengan bantuan tabel (masih dalam meq/l)
5. Konversi ke kg/hari (jika diketahui Qnya)
Tabel Berat Ekivalen Unsur,
Radikan dan Senyawa