Anda di halaman 1dari 30

BAB 13

PROSEDUR AKHIR PERIODE


PERUSAHAAN JASA
Akun Beban

dipindahkan Akun Ikhtisar


Jurnal Penutup dipindahkan dipindahkan Akun Modal
Akun dengan ke Laba Rugi ke
Pendapatan
menghasilkan

Neraca Saldo Jurnal


pada awal tahun
Setelah Tutup Pembalik
perlu dibuat
Buku

berfungsi untuk
membalik

Beban-beban Pendapatan Beban dibayar Pendapatan diterima


yang masih yang masih di muka dicatat di muka yang dicatat
harus dibayar harus diterima sebagai beban sebagai pendapatan
Penutupan Pembukuan

• Jurnal Penutup.
Jurnal penutup adalah jurnal untuk memindahkan saldo akun-akun
pendapatan dan akun-akun beban ke akun laba rugi dan kemudian
memindahkan saldo akun ikhtisar laba rugi itu ke akun modal.

Jadi kita menggunakan sebuah akun sementara yang juga baru, akun
ikhtisar laba rugi. Akun ini hanya digunakan pada saat penutupan buku
pada akhir periode.

Melalui akun ikhtisar laba rugi, semua saldo akun-akun pendapatan dan
akun-akun beban dihimpun sehingga diperoleh suatu angka yang
merupakan laba bersih atau rugi bersih. Dan kemudian angka ini akan
dipindahkan ke akun modal pembalik.
Tujuan Penutupan

Tujuan penutupan buku adalah sebagai berikut :

1. Untuk menutup saldo pada akun sementara. Kata menutup berarti


mengurangi saldo akun sehingga menjadi nol. Semua akun sementara
dengan demikian akan memulai dengan saldo nol pada awal periode
berikutnya.
2. Agar saldo akun modal menunjukkan jumlah sesuai dengan keadaan pada
akhir periode. Jurnal penutup ini membuat saldo akun modal sama dengan
jumlah akhir sebagaimana dilaporkan pada neraca.
Prosedur Penutupan
Penutupan pembukuan pada umumnya dilakukan dengan langkah-langkah sebagai
berikut :
1.Menutup semua akun pendapatan. Semua akun endapatan ditutup dengan
memindahkan saldo setiap akun pendapatan ke akun ikhtisar laba rugi. Perhatikan
ayat jurnal penutup sebagai berikut.

Pendapatan A Rp. XXX


Pendapatan B XXX
Ikhtisar laba rugi Rp. XXX
(menutup saldo akun pendapatan)

2.Menutup semua akun beban. Semua akun beban ditutup dengan


memindahkan saldo setiap akun beban ke akun ikhtisar laba rugi. Perhatikan ayat
jurnal penutup sebagai berikut :

Ikhtisar laba rugi Rp. XXX


Beban A Rp. XXX
Beban B XXX
Beban C XXX
(untuk menutup saldo akun beban)
3. Menutup akun ikhtisar laba rugi. Saldo akun ikhtisar laba rugi ditutup
dengan memindahkan saldo akun ikhtisar laba rugi ke akun modal. Perhatikan
ayat jurnal penutup sebagai berikut.

a. Jika laba.
Ikhtisar laba rugi Rp. XXX
Ekuitas( Modal ) Rp. XXX
(untuk menutup saldo akun ikhtisar laba rugi).

b. Jika rugi.
Ekuitas( Modal) Rp. XXX
Ikhtisar laba rugi Rp.XXX
(untuk menutup saldo akun ikhtisar laba rugi)

4. Menutup akun prive (jika ada). Saldo prive (jika ada) ditutup dengan
memindahkan saldo akun prive itu ke akun modal. Perhatikan ayat jurnal
penutup sebagai berikut.

Ekuitas Rp. XXX


Prive Rp. XXX
(untuk menutup akun prive)
Contoh :
Berikut adalah ayat jurnal penutup untuk Salon Lia.

JURNAL
(DALAM RIBUAN RUPIAH)
Halaman
Tanggal Keterangan Ref. Debit Kredit
Ayat jurnal penutup
2002 31 Ikhtisar Laba Rugi 303 5.750
Des Beban Gaji 501 1.100
Beban Listrik dan Air 502 500
Beban Lain-lain 503 3.000
Beban Asuransi 504 550
Beban Sewa 505 250
Beban Penyusutan Mesin 506 100
Beban Kerugian Piutang 507 250
Penutupan saldo akun beban
31 Pendapatan Jasa Salon 401 9.900
Ikhisar Laba Rugi 303 9.900
Penutupan saldo akun pendapatan
31 Ikhtisar Laba Rugi 303 4.150
Ekuitas Nn.Lia 301 4.150
Penutupan saldo akun ikhtisar
laba rugi
31 Ekuitas Nn.Lia 500
Prive Nn.Lia 500
Penutuan akun prive
Membuat Neraca Saldo Setelah Tutup Buku

• Neraca saldo setelah tutup buku adalah daftar berisikan akun-akun riil
beserta saldo masing-masing akun riil tersebut, sebab akun nominal sudah
ditutup.
• Saldo pada masing-masing akun riil tersebut merupakan saldo untuk
periode berikutnya.

Bentuk Neraca Saldo Setelah Tutup Buku

SALON LIA
NERACA SALDO SETELAH TUTUP BUKU
PER 31 DESEMBER 2004
(DALAM RIBUAN RUPIAH)

No.
Nama Akun Debit Kredit
Akun
Aktiva XXX -
Hutang - XXX
Ekuitas - XXX
XXXX XXXX
Contoh :
Berikut adalah neraca saldo setelah tutup buku untuk Salon Lia.

SALON LIA
NERACA SALDO SETELAH TUTUP BUKU
PER 31 DESEMBER 2004
(DALAM RIBUAN RUPIAH)
Halaman
No.
Nama Akun Debit Kredit
Akun
101 Kas 11.900
102 Piutang Usaha 750
103 Perlengkapan 1.000
104 Sewa Dibayar di Muka 1.250
105 Asuransi Dibayar di Muka 50
111 Sewa Dibayar di Muka 11.000
112 Peralatan 2.400
113 Akumulasi Penyusutan Mesin 100
201 Hutang Usaha 2.000
202 Pendapatan Jasa Diterima di Muka 4.500
203 Gaji yang Masih Harus Dibayar 100
301 Ekuitas Nn.Lia 21.650
28.350 28.350
Membuat Ayat Jurnal Pembalik

• Setelah laporan jurnal keuangan disusun dan jurnal penutup dicatat serta
dibukukan, perusahaan pada awal tahun berikutnya merasa perlu untuk
melakukan penyesuian kembali atas beberapa akun yang telah disesuaikan
pada akhir tahun yang lalu. Jurnal untuk tujuan ini disebut jurnal pembalik.

• Jurnal pembalik bukan merupakan suatu keharusan, melainkan hanya untuk


menyederhanakan pembuatan jurnal yang bersangkutan pada tahun berikutnya.
Selain itu, pembuatan jurnal pembalik daat digunakan untuk mengurangi
kemungkinan timbulnya kekeliruan atau kesalahan pencatatan pada saat
melakukan penjurnalan pada tahun berikutnya.

• Berikut adalah akun-akun yang membutuhkan jurnal pembalik.


1. Beban-beban yang masih harus dibayar.
2. Pendapatan yang masih harus diterima.
3. Beban dibayar di muka yang dicatat sebagai beban.
4. Pendapatan diterima di muka yang dicatat sebagai pendapatan.
Beban-beban yang Masih Harus Dibayar

• Beban yang masih harus dibayar dikelompokkan sebagai hutang. Jenis


transaksi ini sering terjadi karena cut off.

• Setelah penyesuaian dilakukan di akhir periode, jurnal pembalik dibutuhkan


untuk memudahkan akuntan perusahaan ketika membuat jurnal di periode
berikutnya dan untuk meminimalisasi kesalahan pencatatan.

• Tanpa jurnal pembalik, akuntan harus menghitung beban yang sudah dan belum
boleh diakui. Keadaan akan menjadi sangat rumit bila perusahaan tersebut
memiliki banyak beban yang masih harus dibayar.

• Keadaan ini berpotensi besar menimbulkan kesalahan.


Contoh :

Periode akuntansi berakhir pada hari Selasa (31 Desember 2002), sementara gaji
dibayarkan tiap hari Sabtu. Pada minggu berjalan, hari Sabtu jatuh pada tanggal 4
Januari 2003. gaji untuk hari senin dan selasa (30-31 Desember 2002) belum
dibayarkan. Jika gaji per hari adalah Rp. 300.000 maka gaji untuk dua hari adalah Rp.
600.000. Pada tanggal 4 Januari 2003, perusahaan akan membayar sejumlah Rp.
1.800.000.

Pada tanggal 31 Desember 2002, perusahaan akan mencatat beban gaji yang masih
harus dibayar sebesar Rp. 600.000 sebagai berikut :

2002 31 Beban Gaji 501 600


Des Gaji yang Masih Harus Dibayar 203 600
• Perusahaan harus mencatat beban gaji pada tanggal 31 Desember 2002 karena
perusahaan telah menggunakan tenaga karyawan (memperoleh manfaat) dan
mencatat gaji yang masih harus dibayar karena perusahaan baru akan
membayar seluruh gaji karyawan pada hari Sabtu tanggal 4 Januari 2003.

• Pada tanggal 31 Desember 2002, perusahaan harus menutup semua akun


nominal (pendapatan dan beban), termasuk beban gaji di atas. Jurnal penutup
untuk beban gaji adalah sebagai berikut.

2002 31 303
Ikhtisar Laba Rugi 600
Des 501
Beban Gaji 600

• Pada tanggal 4 Januari 2003, perusahaan membayar seluruh gaji, baik yang
telah diakui sebagai beban. Hal ini akan dicatat ke dalam jurnal sebagai berikut.

2003 4 Beban Gaji 501 1.200


Jan Gaji yang Masih Harus Dibayar 203 600
Kas 101 1.800
Pengaruh penjurnalan tersebut terhadap akun-akun pada buku besar adalah sebagai
berikut :

AKUN BEBAN GAJI (DALAM RIBUAN RUPIAH) Akun No.410


Saldo
Tanggal Keterangan Ref. Debit Kredit
Debit Kredit
2002 31 Penyesuaian JP 600 600
Des 31 Penutup JT 600
2003 4 Per Kas JU 1.200 1.200
Jan

AKUN BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR (DALAM RIBUAN RUPIAH) Akun No.210
Saldo
Tanggal Keterangan Ref. Debit Kredit
Debit Kredit
2002 31 Penyesuaian JP 600 600
Des
2003 4 Per Kas JU 600 -
Jan

AKUN KAS (DALAM RIBUAN RUPIAH) Akun No.101


Saldo
Tanggal Keterangan Ref. Debit Kredit
Debit Kredit
2003 4 Gaji yang masih harus dibayar JU 600 600
Jan 4 Beban Gaji JU 1.200 1.800
• Perusahaan seringkali lupa, bahwa pada tanggal 31 Desember 2002,
perusahaan telah mencatat penyesuaian, sehingga pada tanggal 4 Januari 2003
perusahaan membuat ayat jurnal sebagai berikut.

2003 4 Beban Gaji 501 1.800


Jan Kas 101 1.800

• Pengaruh jurnal tersebut akan mengakibatkan beban gaji menjadi kelebihan


(overstead) sebesar Rp. 600.000 karena tercatat sebesar Rp. 1.800.000 (Rp.
1.200.000 + Rp. 600.000). Padahal beban gaji seharusnya adalah Rp.
1.800.000. Gaji yang masih harus dibayar juga menjadi kelebihan sebesar Rp.
600.000 karena tercatat sebesar Rp. 600.000. Padahal gaji yang masih harus
dibayar seharusnya adalah Rp. 0 (saldo tanggal 4 Januari 2003)

• Pengaruh kesalahan pencatatan tersebut terhadap akun-akun pada buku besar


akan terlihat sebagai berikut.
AKUN BEBAN GAJI (DALAM RIBUAN RUPIAH) Akun No. 510
Saldo
Tanggal Keterangan Ref. Debit Kredit
Debit Kredit
2002 31 Penyesuaian JP 600 600
Des 31 Penutup JT 600
2003 4 Per Kas JU 1.200 1.200
Jan

AKUN BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR (DALAM RIBUAN RUPIAH) Akun No.210
Saldo
Tanggal Keterangan Ref. Debit Kredit
Debit Kredit
2002 31 Penyesuaian JP 600 600
Des
2003 4 Per Kas JU 600 -
Jan

Perusahaan dapat mencegah kesalahan pencatatan dengan membuat ayat jurnal


pembalik atas ayat jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2002.

2003 1 Gaji Yang Masih Harus Dibayar 203 600


Jan Beban Gaji 501 600
• Pengaruh penjurnalan tersebut terhadap akun-akun pada buku besar adalah
sebagai berikut.

AKUN BEBAN GAJI (DALAM RIBUAN RUPIAH) Akun No. 510


Saldo
Tanggal Keterangan Ref. Debit Kredit
Debit Kredit
2002 31 Penyesuaian JP 600 600
Des 31 Penutup JT 600 -
2003 1 Pembalik JB 600 600
Jan

AKUN BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYARI (DALAM RIBUAN RUPIAH) Akun No. 210
Saldo
Tanggal Keterangan Ref. Debit Kredit
Debit Kredit
2002 31 Penyesuaian JP 600 600
Des
2003 1 Pembalik JB 600 -
Jan

• Pendapatan di atas memperlihatkan saldo beban gaji sebesar Rp. 600.000 dan
saldo gaji yang masih harus dibayar menjadi nol. Perusahaan dengan demikian
dapat mendebit beban gaji dan mengkredit kas sebesar Rp. 1.800.000. Jurnal
pembalik boleh tidak dilakukan asalkan akuntan yang bersangkutan melakukan
pekerjaan dengan teliti.
Pendapatan yang Masih Harus Diterima

• Setelah penyesuaian dilakukan diakhir periode maka jurnal pembalik


dibutuhkan untukmemudahkan akuntan perusahaan membuat jurnal di
periode berikutnya dan untuk meminimalisasi kesalahan pencatatan.

• Tanpa jurnal pembalik, akuntan harus menghitung pendapatan yang sudah


dan belum boleh diakui. Hal tersebut akan menjadi sangat rumit bila
perusahaan memiliki banyak pendapatan yang masih harus diterima.
Keadaan ini berpotensi besar menimbulkan kesalahan.
Contoh :

• Salon Susi memiliki obligasi dengan bunga yang dibayarkan setiap enam bulan
sekali sebesar Rp. 600.000. Bunga obligasi tersebut dibayarkan setiap tangga; 1
April dan 1 Oktober setiap tahunnya. Pada tanggal 31 Desember 2006, Salon
Susi membuat jurnal penyesuaian atas pendapatan bunga dari tanggal 1
Oktober 2006 – 31 Desember 2006 (sudah menjadi hak atau boleh diakui).

• Pada tanggal 31 Desember 2006, perusahaan akan mencatat pendapatan bunga


dan pendapatan bunga yang masih harus diterima sebesar Rp. 3.000.000
sebagai berikut.

2006 1 Bunga yang Masih Harus Diterima 109 3.000


Des Pendapatan Bunga 409 3.000

• Perusahaan harus mencatat pendapatan bungan pada tanggal 31 Desember


2006 karena pendapatan bunga sudah jatuh tempo selama tiga bulan dan
mencatat bunga yang masih harus diterima karena perusahaan baru akan
menerima seluruh pembayaran bunga pada tanggal 1 April 2007.
• Pada tanggal 31 Desember 2006, Salon Susi harus menutup semua akun
nominal (pendapatan dan beban), termasuk pendapatan bunga di atas. Jurnal
penutup untuk pendapatan bunga adalah sebagai berikut.

2006 31 Pendapatan Bunga 409 3.000

Des Ikhtisar Laba Rugi 303 3.000

• Pada tanggal 1 April 2007, perusahaan menerima pembayaran bunga sebesar


Rp. 6.000.000. Kejadian ini akan dicatat ke dalam jurnal sebagai berikut.

2006 1 Kas 101 6.000


Apr Bunga yang Masih Harus Diterima 109 3.000
Pendapatan Bunga 409 3.000
• Pengaruh penjurnalan tersebut terhadap akun-akun pada buku besar adalah
sebagai berikut.

AKUN PENDAPATAN BUNGA (DALAM RIBUAN RUPIAH) Akun No. 409


Saldo
Tanggal Keterangan Ref. Debit Kredit
Debit Kredit
2006 31 Penyesuaian JP 3.000 3.000
Des 31 Penutup JT 3.000 -
2007 1 Pembayaran bunga obligasi JU 3.000 3.000
Apr

AKUN BUNGA YANG MASIH HARUS DITERIMA (DALAM RIBUAN RUPIAH) Akun No. 109
Saldo
Tanggal Keterangan Ref. Debit Kredit
Debit Kredit
2006 31 Penyesuaian JP 3.000 3.000
Des
2007 1 Penyesuaian JP 3.000 -
Apr
• Perusahaan seringkali lupa, bahwa pada tanggal 31 Desember, perusahaan
telah mencatat penyesuaian sehingga perusahaan membuat ayat jurnal sebagai
berikut.

2007 1 Kas 101 6.000


Apr Pendapatan Bunga 409 6.000

• Pengaruh jurnal tersebut akan mengakibatkan pendapatan bunga menjadi


kelebihan (overstead) sebesar Rp. 3.000.000 karena tercatat sebesar Rp.
6.000.000. padahal pendapatan bunga sampai dengan tanggal 1 April 2007
seharusnya Rp. 3.000.000 (Rp. 3.000.000 telah diakui pada tahun 2006 melalui
penyesuaian). Bunga yang masih harus diterima juga menjadi kelebihan
sebesar Rp. 3.000.000. Padahal bunga yang masih harus diterima seharusnya
Rp. 0 (saldo tanggal 1 April 2007).

• Pengaruh kesalahan pencatatan tersebut terhadap akun-akun pada buku besar


akan terlihat sebagai berikut.
AKUN PENDAPATAN BUNGA (DALAM RIBUAN RUPIAH) Akun No. 409
Saldo
Tanggal Keterangan Ref. Debit Kredit
Debit Kredit
2006 31 Penyesuaian JP 3.000 3.000
Des 31 Penutup JT 3.000
2007 1 Pembayaran bunga obligasi JU 6.000 6.000
Apr

AKUN BUNGA YANG MASIH HARUS DITERIMA (DALAM RIBUAN RUPIAH) Akun No. 109
Saldo
Tanggal Keterangan Ref. Debit Kredit
Debit Kredit
2006 31 Penyesuaian JP 3.000 3.000
Des
• Perusahaan dapat mencegah kesalahan pencatatan dengan membuat jurnal
pembalik atas jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2006.

2007 1 Bunga yang Masih Harus Diterima 109 3.000

Apr Pendapatan Bunga 409 3.000

• Pengaruh penjurnalan tersebut terhadap akun-akun pada buku besar adalah


sebagai berikut.

AKUN PENDAPATAN BUNGA (DALAM RIBUAN RUPIAH) Akun No. 409


Saldo
Tanggal Keterangan Ref. Debit Kredit
Debit Kredit
2006 31 Penyesuaian JP 3.000 3.000
Des 31 Penutup JT 3.000
2007 1 Pembayaran bunga obligasi JU 3.000 3.000
Apr

AKUN BUNGA YANG MASIH HARUS DITERIMA (DALAM RIBUAN RUPIAH) Akun No. 109
Saldo
Tanggal Keterangan Ref. Debit Kredit
Debit Kredit
2006 31 Penyesuaian JP 3.000 3.000
Des
2007 1 Pembalik JB 3.000
Apr
Beban Dibayar di Muka Dicatat sebagai Beban

• Jurnal pembalik dibutuhkan ketika perusahaan menggunakan pendekatan laba


rugi dalam pencatatan beban dibayar di muka. Pada akhir periode, jurnal
penyesuaian mengubah pendekatan laba rugi menjadi pendekatan neraca.
Perubahan ini menimbulkan akun beban di bayar di muka.

• Untuk mengubah kembali menjadi pendekatan laba rugi maka dibutuhkan jurnal
pembalik.

• Contoh :
Salon Susi membayar beban sewa untuk 6 bulan pada tanggal 1 Desember
2006 sebesar Rp. 6.000.000.

Pada tanggal 1 Desember 2006, Salon Susi akan membuat jurnal sebagai
berikut.

2006 1 Beban sewa 501 6.000


Des Kas 101 6.000
• Pada tanggal 31 Desember 2006, Salon Susi akan mengakui beban sewa pada
bulan Desember sebesar Rp. 1.000.000, sehingga Salon Susi akan memuat
jurnal penyesuaian sebagai berikut.

2006 31 Sewa Dibayar di Muka 106 5.000


Des Beban Sewa 501 5.000

• Pada tanggal 31 Desember 2006, Salon Susi harus menutup semua akun
nominal (pendapatan dan beban), termasuk beban sewa di atas. Jurnal penutup
untuk beban sewa adalah sebagai berikut.

2006 31 Ikhtisar Laba Rugi 303 1.000


Des Beban Sewa 501 1.000

• Pada tanggal 1 Januari 2007, Salon Susi akan membuat jurnal pembalik
sebagai berikut.

2007 1 Beban Sewa 501 5.000


Jan Sewa Dibayar di Muka 106 5.000
• Pengaruh jurnal-jurnal di tas terhadap akun-akun pada buku besar adalah
sebagai berikut.

AKUN BEBAN SEWA (DALAM RIBUAN RUPIAH) Akun No. 501

Saldo
Tanggal Keterangan Ref. Debit Kredit
Debit Kredit
2006 1 Saldo JU 6.000 6.000
Des 31 Penyesuaian JP 5.000 1.000
31 Penutup JP 1.000 -
2007 1 Pembalik JB 5.000 5.000
Jan

AKUN SEWA (DALAM RIBUAN RUPIAH) Akun No. 106

Saldo
Tanggal Keterangan Ref. Debit Kredit
Debit Kredit
2006 1 Saldo JU 5.000 5.000
Des

2007 1 Pembalik JP 5.000 -


Jan
Pendapatan Diterima di Muka yang Dicatat sebagai Pendapatan

Jurnal pembalik dibutuhkan ketika perusahaan menggunakan pendekatan laba rugi dalam
pencatatan pendapatan diterima di muka. Pada akhir periode, jurnal penyesuaian
mengubah pendekatan laba rugi menjadi pendekatan neraca. Untuk mengubah kembali
menjadi pendekatan laba rugi maka dibutuhkan jurnal pembalik.

Contoh :
Pada tanggal 1 Desember 2006, Salon Susi menerima pendapatan sewa untuk 10 bulan
sebesar Rp. 5.000.000, sehingga Salon Susi akan membuat jurnal sebagai berikut.

20065 1 Kas 101 5.000


Des Pendapatan Sewa 401 5.000
• Pada tanggal 31 Desember 2006, Salon Susi akan mengakui pendapatan sewa
selama bulan Desember karena pelanggan telah merasakan manfaatnya
(menggunakan sewa) sebesat Rp. 500.000, sehingga Salon Susi akan
membuat jurnal penyesuaian sebagai berikut.

2006 1 Kas 401 4.500


Des Pendapatan Sewa 106 4.500

• Pada tanggal 31 Desember 2006, Salon Susi harus menutup semua akun
nominal (pendapatan dan beban), termasuk pendapatan sewa di atas. Jurnal
penutup untuk pendapatan sewa adalah sebagai berikut.

2006 31 Pendapatan Sewa 401 500


Des Pendapatan Sewa Diterima di Muka 303 500

• Pada tanggal 1 Januaro 2007, Salon Susi akan membuat jurnal pembalik
sebagai berikut.

2007 1 Pendapatan Sewa Diterima di Muka 303 4.500


Jan Pendapatan Sewa 401 4.500
• Pengaruh jurnal-jurnal di tas terhadap akun-akun pada buku besar adalah
sebagai berikut.

AKUN PENDAPATAN SEWA (DALAM RIBUAN RUPIAH) Akun No. 401

Saldo
Tanggal Keterangan Ref. Debit Kredit
Debit Kredit
2006 1 Saldo JU 5.000 5.000
Des 31 Penyesuaian JP 4.500 500
31 Penutup JT 500
31 Pembalik JB 4.500 4.500

AKUN SEWA DITERIMA DI MUKA (DALAM RIBUAN RUPIAH) Akun No. 108

Saldo
Tanggal Keterangan Ref. Debit Kredit
Debit Kredit
2006 31 Penyesuaian JP 4.500 4.500
Des 31 Pembalik JB 4.500 -