Anda di halaman 1dari 17

ANALISIS MISKONSEPSI MATERI

HUKUM NEWTON TENTANG


GERAK DALAM BUKU AJAR
FISIKA SMA/MA KELAS X
z Presented by :

RAHMITA ZULHA

1406103030036
z
BAB I Latar belakang
 Pembelajaran IPA mengungkap fenomena alam yang sangat luas
kajiannya. Konsep-konsep didalamnya tidak cukup dijelaskan dengan kata-
kata dan cenderung abstrak. Oleh karena itu, dalam pembelajaran IPA,
pembentukan konsep materi yang tepat sangatlah penting. Menurut Sumaji
(1998: 35), “Tujuan pembelajaran konsep IPA serta keterkaitan dengan
kehidupan nyata”.

 Apabila konsep yang dimiliki peserta didik sudah berhasil maka dapat
dikatakan bahwa pembelajaran Sains sudah berhasil namun jika terjadi
penyimpangan atau pertentangan konsep peserta didik dengan konsep
ilmiah, maka pembelajaran sains tersebut dikatakan tidak berhasil. Konsep
peserta didik menyimpang atau bertentangan dengan konsep ilmiah disebut
dengan miskonsepsi.
z
 “Miskonsepsi sering terjadi dalam Sains seperti Biologi, Kimia, Fisika,
dan Astronomi” oleh Suparno (2005 : 9). Miskonsepsi Fisika sampai saat
ini sering dialami oleh banyak orang,termasuk didalamnya para siswa.

 Miskonsepsi dapat disebabkan oleh banyak hal. Menurut Suparno (2005:


29) “ Secara garis besar, penyebab miskonsepsi dapat diringkas dalam
lima kelompok, yaitu ; peserta didik, guru, buku teks, konteks, dan
metode mengajar”. Dari pendapat ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa
salah satu penyebab miskonsepsi adalah buku ajar.

 Seperti yang kita ketahui, salah satu komponen yang penting dari
perangkat kurikulum pendidikan di sekolah adalah buku pelajaran, yang
sering disebut sebagai buku teks. Ketersediaan buku teks yang bermutu
dan memadai merupakan instrumen untuk menghasilkan pendidikan
yang bermutu.
z
 Riset tentang miskonsepsi yang terjadi dalam buku-buku teks Sains
(khususnya Fisika) juga belum banyak dilakukan. Penelitian yang
berkaitan dengan buku ajar di antaranya yang berkaitan dengan analisis
materi dari segi kedalaman konsep, miskonsepsi, keluasan, dan
kesesuaian dengan kurikulum yang berlaku (Paul Suparno, 2005:133).

 Peran guru sangat juga penting dalam menjelaskan konsep-konsep ilmu


pengetahuan pada proses pembelajaran di kelas. Guru tidak hanya
berperan menjelaskan kesalahan konsep yang ada di dalam suatu buku
ajar, namun juga berperan dalam menjelaskan hal-hal yang kurang
lengkap dan tepat dalam suatu buku ajar. Peranan ini menjadi tidak
berharga ketiga guru masih belum selamat dari miskonsepsi. Buku teks
yang bermutu, secara khusus benar dan jelas konsepnya sangat
diperlukan dalam pembelajaran di kelas.
z

 Oleh karena itu, penelitian tentang kebenaran dan


kejelasan konsep dalam suatu buku teks menjadi
sangat penting. Sehingga, penulis bermaksud untuk
melakukan penelitian berjudul Analisis Miskonsepsi
buku ajar materi Hukum Newton Tentang Gerak
pada beberapa buku ajar Fisika SMA.
z
 Rumusan Masalah

1. Apakah terdapat miskonsepsi pada materi Hukum Newton Tentang Gerak

dalam buku ajar Fisika SMA?

2. Bagaimana prosentase miskonsepsi pada materi Hukum Newton Tentang Gerak

dalam buku ajar Fisika SMA?

3. Bagaimana cara agar miskonsepsi pada pembelajaran Fisika khususnya pada

buku teks dapat berkurang?

 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah, maka yang menjadi tujuan penelitian ini adalah

untuk mengetahui adanya miskonsepsi pada materi Hukum Newton Tentang Gerak

dalam buku ajar Fisika SMA.


z
METODELOGI PENELITIAN

1 . Setting dan Karakteristik Penelitian


Setting dan karakteristik dalam penelitian ini berisi mengenai populasi dan
sampel objek penelitian yang berupa buku pelajaran fisika. Populasi dan sampel
secara rinci akan dijelaskan dalam uraian berikut.

 Populasi
 Sugiyono (2009:117) menyatakan bahwa populasi merupakan wilayah
generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan
karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian
ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah buku-buku pelajaran
fisika yang digunakan di seluruh SMA Negeri se- Banda Aceh.
 Sampel
 Dalam proses pengambilan sampel, terlebih dahulu dilakukan survey
mengenai penggunaan buku pelajaran fisika yang digunakan di SMA Negeri se-
Banda Aceh, kemudian dari data yang terkumpul, dipilih tiga buku yang paling
banyak digunakan, yaitu :
z
z
JENIS PENELITIAN

 Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hal ini dapat dikaitkan dengan
pendapat Bogdan dan Taylor (mengutip dari Moleong) bahwa “Metodologi kualitatif sebagai
prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan
dari orang-orang atau perilaku yang diamati” (Moleong, 2010: 4).

 Dikatakan penelitian kualitatif dilihat dari data yang dianalisis berupa kata-kata, bersifat
naratif dan deskriptif serta penggunaan dokumen pribadi, catatan lapangan, transkrip dan
recorder. Data-data yang akan dianalisis berasal deskripsi pokok materi Hukum Newton
Tentang Gerak Fisika SMA Kelas X Semester 2, buku Fisika Universitas dan narasumber
Ahli Fisika.

 Penelitian deskriptif mempunyai tujuan untuk membuat gambaran secara sistematis, faktual
dan akurat mengenai fakta – fakta, sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki.

 Dan dari data yang diperoleh, langkah selanjutnya adalah menganalisis data. Setelah
menganalisis atau mengolah data, penelitian ini dilanjutkan mencari prosentase miskonsepsi
ataupun kelengkapan konsep buku dan mengidentifikasi adanya indikasi lain yang dapat
menyebabkan miskonsepsi sesuai dengan tujuan penelitian.
z
 Setelah melakukan kajian teknik analisis data kualitatif, penulis
membuat desain penelitian sebagai berikut:
z
1 Teknik Pengumpulan Data

 Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan
wawancara. Studi pustaka yang digunakan adalah: 1) Buku fisika universitas, 2)
Wawancara, 3) Jurnal, 4) Laporan, dan 5) Internet. Untuk buku fisika universitas, ada dua
buku utama yang digunakan, antara lain: 1) Fisika untuk Sains dan Teknik karangan Serway
Jennet yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh penerbit
Selemba Teknika pada tahun 2004, 2) Fisika karangan Douglas C. Giancolli yang telah
diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh penerbit Erlangga pada tahun
1999.

2 Instrumen Pengumpulan Data

 Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi. Lembar
observasi ini berupa tabel analisis miskonsepsi. Tabel analisis miskonsepsi ini digunakan
untuk mengisi perbandingan konsep dari buku ajar yang diteliti dengan konsep yang benar
dari hasil studi pustaka dan wawancara tim ahli Fisika sehingga mendapatkan informasi
lebih lanjut tentang temuan miskonsepsi buku ajar.
z
3 Validitas Data

 Pelaksanaan teknik pemeriksaan pada penelitian ini dapat dipertanggungjawabkan dan dapat
dijadikan dasar yang kuat dalam menarik kesimpulan. Teknik yang digunakan untuk memeriksa
keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi. Sugiyono
mengungkapkan bahwa “Triangulasi adalah pengecekan data dari berbagai sumber dengan
berbagai cara dan waktu” (2009: 273).

4 Teknik Analisis Data

 Teknik yang dipergunakan dalam analisis data ini adalah teknik data kualitatif. Pada penelitian
ini, analisis digunakan untuk mencari prosentase miskonsepsi dan kelengkapan konsep buku
ajar berdasarkan silabus, serta mengetahui ada tidaknya indikasi lain yang dapat menyebabkan
miskonsepsi. Model analisis data yang dipakai adalah model interaktif Miles dan Huberman
yang ditunjukkan pada Gambar 3.2 :
z  Ada empat tahapan dalam analisis data yaitu: 1) Pengumpulan data, 2)
Reduksi data, 3) Penyajian data, dan 4) Pengambilan Kesimpulan. Tahap
pengumpulan data adalah pengambilan data dari silabus, buku ajar, dan
studi pustaka. Reduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal pokok,
memfokuskan pada hal-hal yang penting, mencari tema dan polanya dan
membuang yang tidak perlu. Dengan demikian, data yang telah direduksi
akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti
untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencarinya bila
diperlukan.

 Dalam penelitian ini, konsep di dalam data dipisahkan menjadi konsep


berdasarkan silabus dan konsep tambahan yang terdapat di dalam buku.
Data penjabaran konsep buku ajar yang telah diperoleh kemudian
dianalisis berdasarkan konsep Fisika yang benar hasil studi pustaka dan
tim ahli. Hasil konsep Fisika yang benar hasil studi pustaka dan tim ahli
digunakan untuk menentukan apakah konsep dalam buku ajar yang diteliti
tergolong miskonsepsi atau tidak. Konsep silabus juga digunakan untuk
mengetahui kelengkapan konsep hukum newton tentang gerak pada ketiga
buku ajar. Selain menganalisis miskonsepsi pada buku ajar, juga
mengidentifikasi indikasi lain yang dapat menyebabkan miskonsepsi.
z
Jumlah Konsep Jumlah Konsep
No Jenis Buku Berdasarkan Berdasarkan Silabus Prosentase
Silabus dalam Buku

1. Buku Pertama

2. Buku Kedua

3. Buku Ketiga

Selanjutnya dilakukan perhitungan prosentase miskonsepsi yang terdiri dari :


Prosentase Miskonsepsi Pada Buku Ajar
No Jenis Buku
berdasarkan Silabus

1. Buku Pertama

2. Buku Kedua

3. Buku Ketiga
z
 Perumusan perhitungan prosentase kedua jenis miskonsepsi tersebut adalah :
MB
%M= x 100%
K
Keterangan:
% M : persentase miskonsepsi
MB : jumlah konsep mengalami miskonsepsi
K : jumlah konsep total
 Saat menghitung prosentase miskonsepsi konsep hukum newton tentang gerak sesuai
silabus, konsep yang masuk dalam perhitungan adalah seluruh konsep dalam silabus. Pada
saat menghitung prosentase miskonsepsi konsep hukum newton tentang gerak dalam buku
ajar keseluruhan, konsep yang masuk dalam perhitungan adalah konsep sesuai silabus
ditambah konsep tambahan pada masing-masing buku. Untuk menghitung prosentase
kelengkapan konsep dalam ketiga buku sesuai dengan standar kesesuaian konsep pada
silabus acuan:
KS
%KL = x 100%
KB
Keterangan:
% KL : persentase kelengkapan buku
KS : jumlah konsep silabus yang terdapat dalam buku
KB : jumlah konsep buku
z
 Sedangkan untuk penghitungan indikasi lain yang dapat
menimbulkan miskonsepsi, penulis meneliti tujuh indikasi, yaitu:
konsep tidak lengkap, penulisan notasi perlu perbaikan,
keterangan perlu perbaikan, penulisan langkah perhitungan
perlu perbaikan, penulisan hasil perhitungan perlu perbaikan,
penulisan satuan perlu perbaikan, dan gambar perlu perbaikan.

 Tahap terakhir adalah tahap penarikan kesimpulan. Kesimpulan


akhir dibangun dengan kesimpulan-kesimpulan awal
sebelumnya. Kesimpulan awal adalah kesimpulan yang
menyebut apakah suatu konsep mengalami kesalahan atau
tidak. Kesimpulan akhir adalah kesimpulan yang menyebutkan
jumlah konsep yang terdapat dalam setiap buku dan peringkat
masing-masing buku.
z
DAFTAR PUSTAKA
 Abdulkarim, A. (2007). Analisis Isi Buku Teks dan Implikasinya dalam Memberdayakan
Keterampilan Berfikir Siswa SMA. Forum Kependidikan.26 (2), 118-226.

 Abimbola, I.A, Baba, S.. (1996). Misconceptions &Alternative Conceptions in Science Textbooks:
The Role of Teachers as Filters. TheAmerican Biology Teacher, Vol. 58,No. 1, pp. 14-19.
California: University of California Press.

 Kaltakçı-Gürel, D, Eryılmaz, A. (2013). A Content Analysis of Physics Textbooks as a Probable


Source of Misconceptions in Geometric Optics. Hacettepe Üniversitesi Eğitim Fakültesi Dergisi
[Hacettepe University Journal of Education], 28(2), 234-245.

 Sumaji, dkk.(1998). Pendidikan Sains Yang Humanistis. Yogyakarta: Kanisius.

 Suparno, P. (2005). Miskonsepsi dan Perubahan Konsep dalam Pendidikan Fisika. Jakarta: PT.
Grasindo.

 Tarigan, Henry Guntur. 2009. PengkajianPragmatik. Bandung: Angkasa.

 Vanden Berg, E., Vanden Berg, R., Wahyuningsing, C.S.A., Boko, K.S., Van Huis, C., Katu, N. et
al. (1991). Miskonsepsi Fisika dan Remidiasi. Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana.