Anda di halaman 1dari 20

PRIMARY HEADACHE

DERA FAKHRUNNISA
DEFINISI

 Nyeri kepala  nyeri yang dirasakan di daerah kepala atau


merupakan suatu sensasi tidak nyaman yang dirasakan pada
daerah kepala (Goadsby, 2002).

 Nyeri kepala umumnya diklasifikasikan sebagai nyeri kepala


primer dan nyeri kepala sekunder

 Nyeri kepala primer  sifatnya “idiopatik”, tidak terkait dengan


kondisi patologi atau penyebab lain yang mendasari.

 Nyeri kepala sekunder  berkaitan dengan kondisi patologis


yang mendasari, seperti adanya tumor otak, aneurisma,
penyakit inflamasi.
PATOFISIOLOGI

 Disebabkan perangsangan struktur peka nyeri di


kepala atau leher, berupa :

o traksi
o displacement
o inflamasi
o spasme vaskuler
o distensi
Struktur Peka Nyeri Intrakranial

 Sinus venosus (sinus sagitalis)


 Arteri duramater (a. Meningea anterior dan media)
 Duramater
 n. V, n. Ix, n. X
 Arteri yg membentuk sirkulus willisi dan cabang-2-
nya
 Substansia grisea periaquaductal batang otak
 Nukleus sensoris dari talamus
Struktur Peka Nyeri Ekstrakranial

 Kulit, scalp, otot, tendon, dan fascia daerah kepala


dan leher
 Periosteum tengkorak terutama supra orbita,
temporal dan oksipital bawah
 Rongga orbita beserta isinya
 Sinus paranasalis, oropharynx dan rongga hidung
 Gigi geligi
 Telinga luar dan tengah
 Arteri ekstra kranial
 Arteri, nervus c2 dan c3
Klasifikasi

Migrain

Primary
TTH
headache

Cluster
Klasifikasi

Trauma kepala, leher

Vaskular kranial, servikal

Non vaskular intrakranial

Berkaitan dgn substansi/zat


Secondary Headache

Infeksi

Kelainan homeostasis

Kelainan wajah,struktur kranial

Kelainan psikiatrik
MIGREN
MIGRAIN TANPA AURA
(Common migraine)

 Nyeri kepala berulang dengan manifestasi serangan


selama 4-72 jam.
 Karakteristik nyeri kepala unilateral, berdenyut,
intensitas sedang atau berat, bertambah berat
dengan aktivitas fisik yang rutin
 Diikuti dengan nausea dan atau fotofobia dan
fonofobia.
Kriteria diagnostik :

A. Sekurang-kurangnya terjadi 5 serangan yang memenuhi kriteria B-D


B. Serangan nyeri kepala berlangsung selama 4 – 72 jam
C. Nyeri kepala mempunyai sedikitnya dua diantara karakteristik berikut :
1. Lokasi unilateral
2. Kualitas berdenyut
3. Intensitas nyeri sedang atau berat
4. Keadaan bertambah berat oleh aktivitas fisik atau penderita
menghindari aktivitas fisik rutin.
D. Selama nyeri kepala disertai salah satu dibawah ini :
1. Nausea dan atau muntah
2. Fotofobia dan fonofobia
E. Tidak berkaitan dengan kelainan yang lain
MIGRAIN DENGAN AURA
(Classic Migraine)

 Serangan nyeri kepala berulang dimana didahului


gejala neurologi fokal yang reversible secara
bertahap 5 – 20 menit
 Berlangsung kurang dari 60 menit.
 Gambaran nyeri kepala yang menyerupai migren
tanpa aura biasanya timbul sesudah gejala aura
 Aura: ggn. visual, sensoris, berbahasa, vertigo
Kriteria diagnostik :

A. Sekurang-kurangnya terjadi 2 serangan yang


memenuhi kriteria B.
B. Migren dengan aura yang memenuhi kriteria B dan
C satu diantara 1.2.1-1.2.6
C. Tidak berkaitan dengan kelainan lain
FAKTOR PENCETUS

 Trauma
 Stress psikogenik
 Gangguan tidur
 Kelelahan,
 Iklim
 Beberapa jenis makanan yang mengandung tiramin /
MSG
 Minuman (alkohol, coklat)
 Bau yang merangsang
 Menstruasi,
 Pil kontrasepsi
TATA LAKSANA

Tata Laksana

Hindari Pencetus Terapi Abortif Terapi Preventif

Non spesifik

Spesifik
Terapi Abortif Non - Spesifik
Terapi Abortif Spesifik
Terapi Prevensi

INDIKASI:
 Serangan berulang > 2x/minggu
 Berlangsung > 48 jam
 Pengobatan akut gagal/tidak efektif
 Ada kontra indikasi obat, efek samping obat muncul,
atau cenderung over use terhadap terapi akut
 Kondisi yang luar biasa (migren basiler, hemiplegi,
aura memanjang)
 Keinginan permintaan penderita sendiri
Terapi Prevensi
Tension Type
Headache (TTH)