Anda di halaman 1dari 30

Laporan Manajemen

MANAJEMEN RUANG
TINDAKAN DI PUSKESMAS
KAWATUNA

Pembimbing Klinik :

dr. Indah P. Kiay Demak, M.Med, Ed


dr. Anastasia Christine

Olpin Ocdieltha Palajukan


PENDAHULUAN

• Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)


adalah unit pelaksana teknik Dinas Kesehatan
Kabupaten/ Kota yang bertanggung jawab
menyelenggarakan Pembangunan kesehatan
suatu atau sebagian wilayah kecamatan.
UPAYA PELAYANAN YANG
DISELENGGARAKAN

Pelayanan kesehatan masyarakat, yaitu


upaya promotif dan preventif pada
masyarakat di wilayah kerja Puskesmas

Pelayanan medik dasar yaitu upaya kuratif dan


rehabilitatif dengan pendekatan individu dan
keluarga melalui upaya perawatan yang tujuannya
untuk menyembuhkan penyakit untuk kondisi
tertentu.
Promosi kesehatan

Kesehatan lingkungan

KIA & KB

Perbaikan gizi

Pemberantasan penyakit menular

Pengobatan yang terdiri dari rawat jalan, rawat


inap, penunjang medik (laboratorium dan farmasi)
• Puskesmas Kawatuna mempunyai wilayah kerja seluas
24,01 km2 berada di Kecamatan Mantikulore Kota Palu
meliputi dua Kelurahan, yaitu Kelurahan Kawatuna dan
Kelurahan Tanamodindi

• Di Tahun 2017 Jumlah penduduk di wilayah kerja UPTD


Urusan Puskesmas Kawatuna 16.626 jiwa yang
tersebar di dua Kelurahan.
Ruang Tindakan di tingkat Puskesmas lebih sederhana
daripada di rumah sakit, baik dari kasus maupun
peralatan yang tersedia. Kasus-kasus yang ditangani di
puskesmas sesuai dengan standar kompetensi
puskesmas sebagai penyedia pelayanan klinik tingkat
pertama sehingga kasus yang ditangani pun terbatas.
setiap puskesmas yang ada maupun
yang akan didirikan harus memenuhi
standar baik

puskesmas rawat jalan, puskesmas rawat inap,


puskesmas rawat inap dengan PONED,
maupun puskesmas rawat inap PLUS.

Salah satu standar yang harus


dipenuhi adalah Standar Manajemen.
Tujuan manajemen
pelayanan Ruang
Tindakan?
• Sebagai bahan pembelajaran dalam manajemen
pengelolaan Puskesmas
• Sebagai syarat penyelesaian tugas di bidang Ilmu
Kesehatan Masyarakat
• Untuk mengetahui manajemen ruang tindakan di
Puskesmas Kawatuna
• Untuk mengetahui kelengkapan sarana prasarana dalam
melaksanakan kegiatan pelayanan
• Untuk mengetahui hambatan dalam pelaksanaan
kegiatan pelayanan
FUNGSI UTAMA PUSKESMAS

• Pusat penggerak pembangunan


berwawasan kesehatan.

• Pusat pemberdayaan masyarakat.

• Pusat pelayanan kesehatan strata


pertama.
Gambaran Umum Ruang Tindakan di
Puskesmas
 Ruang tindakan di tingkat puskesmas lebih sederhana
(kasus maupun peralatan)
 Kasus-kasus yang ditangani di puskesmas sesuai
dengan standar kompetensi puskesmas sebagai
penyedia pelayanan klinik tingkat pertama sehingga
kasus yang ditanganipun terbatas
 PERMENKES NO.75 tahun 2004 tentang Pusat
Kesehatan Masyarakat juga mengatur mengenai ruang
pelayanan Puskesmas non-rawat inap yaitu ruang
tindakan juga digunakan untuk pelayanan gawat
darurat
Pasal 32 Undang-Undang Republik Indonesia No. 36
Tahun 2009 tentang kesehatan menyebutkan bahwa
dalam keadaan darurat, sebuah fasilitas pelayanan
kesehatan baik pemerintah maupun swasta, wajib
memberikan pelayanan kesehatan bagi penyelamatan
nyawa pasien dan mencegah kecacatan terlebih
dahulu.
Cakupan pelayanan kesehatan yang perlu dikembangkan
meliputi:
• Penanggulangan penderita di tempat kejadian
• Transportasi penderita gawat darurat dan tempat
kejadian kesarana kesehatan yang lebih memadai.
• Upaya penyediaan sarana komunikasi untuk menunjang
kegiatan penanggulangan penderita gawat darurat.
• Upaya rujukan ilmu pengetahuan,pasien dan tenaga ahli
• Upaya penanggulangan penderita gawat darurat di
tempat rujukan (Unit Gawat Darurat dan ICU).
• Upaya pembiayaan penderita gawat darurat.
Status Kegawatan Pasien

• Pasien gawat darurat


• Pasien gawat tidak darurat
• Pasien darurat tidak gawat
• Pasien tidak gawat tidak darurat
PEMBAHASAN
INPUT
Luas ruangan ruang tindakan UGD Puskesmas Kawatuna ± 3
x 5m berada di gedung dalam Puskesmas sebelah kanan poli
umum
 Tempat tidur 2 buah
 1 buah meja dokter/perawat
 2 buah tabung oksigen kecil,
 1 buah tabung oksigen besar,
 1 buah lampu tindakan,
 1 buah autoclaft,
 1 buah alat tensimeter
 3 buah alat minor set,
 1 buah lemari obat dan peralatan
 1 buah alat EKG
 1 buah alat suction
 1 buah alat nebulizer
 2 buah alat valve bag mask
Pengolahan sampah pada puskesmas ini sudah
cukup baik di mana terdapat tempat sampah khusus jarum,
sampah infeksius dan non-infeksius, terdapat area cuci
tangan.

Berdasarkan kondisi yang ada, terdapat beberapa


kekurangan yaitu kurang lengkapnya alat penanganan
kegawat daruratan juga menjadi kendala, salah satunya
yaitu tidak lengkapnya alat untuk melakukan Bantuan
Hidup Dasar, tidak adanya ventilator dan tidak terdapat
tempat untuk obat – obat emergency yang dapat
menghambat penanganan pasien secara maksimal
Puskesmas Kawatuna memiliki 2 tenaga dokter
umum yang bertugas di polik umum dan juga merangkap
sebagai dokter di ruang tindakan. Dan juga terdapat 1
tenaga dokter di ruang tindakan yang bertugas di jam jaga
yaitu pada jam 16.00 – 20.00. Tenaga kesehatan di ruang
tindakan berjumlah 3 orang dan merupakan pegawai tetap.

Pelayanan yang dibuka pada jam 16.00 – 20.00


merupakan pelayanan kesehatan yang gratis dan pada jam
tersebut terdapat 1 orang dokter dan 1 atau 2 tenaga
kesehatan yang sukerala datang untuk membantu
dikarenakan kurangnya SDM.
Sumber pembiayaan dan pengadaan alat
bahan pada kegiatan di ruang tindakan
Puskesmas Kawatuna berasal dari bantuan Dinas
Kesehatan Kota Palu.

BPJS/JAMKESMAS atau membayar sesuai harga


tindakan yang telah di tetapkan UPTD Puskesmas bagi
pasien umum tetapi di luar jam dinas semua
pelayanan kesehatan gratis.
Berdasarkan dengan pasal 32 Undang-Undang tentang
kesehatan Republik Indonesia No 36 tahun 2009
menyebutkan bahwa jika dalam keadaan gawat darurat,
maka fasilitas pelayanan kesehatan, entah itu milik
pemerintah atau swasta, wajib melakukan pelayanan
kesehatan guna usaha menyelamatkan nyawa pasien dan
pencegahan perburukan penyakit hingga kecacatan.
PROSES

Puskesmas Kawatuna menggunakan model


manajemen yang sederhana yaitu meliputi 3 fungsi:
perencanaan, implementasi dan evaluasi. Model
manajemen ini biasa disebut juga model PIE. Evaluasi
kerja ruang tindakan dilakukan per triwulan atau
setiap 3 bulan.
OUTPUT

Adapun pelaksanaan kegiatan di ruang tindakan


Puskesmas Kawatuna belum berlangsung dengan baik hal
tersebut dikarenakan kurangnya sumber daya manusia dan
sarana maupun prasarana yang dibutuhkan

Adapun pelaksanaan kegiatan di ruang tindakan


Puskesmas Kawatuna mengacu pada SOP (standar
operasional)
Pelaksanaan kegiatan penyimpanan obat
emergency belum sesuai dengan peraturan PERMENKES
N0.30 tahun 2014 yaitu menyimpan obat pada lemari
penyimpanan sesuai dengan jenis obat, stabilitas,
mudah/tidaknya meledak, narkotik/psikotropika, obat
penanganan syok yang disimpan dalam lemari khusus dan
mengontrol ketersediaan obat dengan kartu stok yang ada.

Ketidaktersediaan obat emergency dalam ruang


tindakan, hal ini dapat menyebabkan terhambatnya
penanggulangan penderita di tempat kejadian.
KESIMPULAN
• Masalah yang ditemui dalam pelayanan di ruang
tindakan yang dilaksanakan Puskesmas Kawatuna yaitu
kendala ketersediaan alat, bahan, sarana dan prasarana
berupa tempat penyimpanan obat-obatan emergency di
ruang tindakan.
• Serta jumlah tenaga kesehatan yang belum memadai
yang dapat berdampak pada kurang maksimalnya
penanganan pasien.
SARAN
• Sebaiknya terdapat tempat peyimpanan sendiri obat-
obatan emergency di ruang tindakan.

• Sebaiknya pihak puskesmas dapat menambah jumlah


petugas di ruang tindakan sehingga pelayanan di ruang
tindakan dapat memberikan pelayanan yang maksimal.