Anda di halaman 1dari 96

Definisi Rubber Dam

Nurnayly Putri Lyana binti Yusree Putra


• Suatu alat untuk isolasi satu atau lebih gigi dalam rongga mulut, pada
area kerja dari saliva dan darah, larutan irigasi atau bahan kimia lain
serta untuk mendefinisikan bidang operasi atau area kerja.
• Menarik kembali jaringan lunak (eksposur yang maksimal buat
operating site, maintain pembukaan mulut)
• Lembaran tipis berupa lateks atau non lateks yang dipegang oleh clamp
dan frame yang dilubangi sehingga dapat memperlihatkan satu gigi
yang akan dirawat atau lebih dan pada masa yang sama semua gigi dan
bagian rongga mulut lainnya ditutupi dan dilindungi oleh lembaran
tersebut.
• Bukan sahaja alat untuk mengisolasi area kerja tetapi juga untuk
mengelakkan infeksi (infection control) kepada pasien (rawatan endo)
Indikasi & Kontraindikasi
Rubber Dam
Mutiara Nuraini
Cindy Fellicia
Indikasi Rubber Dam
1. Root canal treatment/Endodontic procedures
Untuk mencegah tertelannya benda asing dan kontaminasi
bakteri dari saliva ke ruang saluran akar.
2. Excavation of deep caries
Untuk mencegah kontaminasi pulpa jika karies sampai mengenai
pulpa.
3. Subgingival restorations
Untuk memberikan retraksi gingiva dan mengontrol cairan
gingiva.
4. During adhesive restorations
Untuk mencegah kontaminasi saliva dan memastikan daerah
operasi yang kering.
Pada restorasi adhesif, bahan berikatan dengan struktur gigi
sehingga dibutuhkan daerah yang kering. Struktur gigi yang
dibonding memerlukan lingkungan yang terisolasi dari
kontaminasi cairan mulut. Jika gigi terkontaminasi, kontaminasi
tersebut akan menghalangi pembentukan ikatan. Jika daerah
operasi dapat diisolasi dengan baik, maka prosedur bonding yang
dilakukan akan berhasil.
5. In high-risk patients
Misalnya pada pasien hepatitis B atau HIV. Untuk mencegah
penyebaran cairan mulut, melindungi operator dari
kemungkinan terinfeksi.
6. Bleaching of teeth
Untuk mencegah kerusakan jaringan lunak akibat terkena oleh
agen bleaching.
Kontraindikasi Penggunaan Rubber Dam

1. Gigi yang belum erupsi sempurna untuk mensupport retainer

2. Beberapa gigi molar tiga


3. Gigi dengan malposisi yang ekstrim atau parah

4.Pasien yang menderita asthma


- Sulit bernapas melalui hidung
5. Pasien yang alergi latex
Dapat digunakan sheet berbahan non-latex.

6. Pasien yang bernafas melalui mulut


Karena mulut akan terhalang oleh rubber dam.
KEUNTUNGAN
Tang Yean Tang
Keuntungan
1. Dry, Clean Operating Field
2. Improved Access and Visibility
3. Potentially Improved Properties of Dental Materials
4. Protection of the Patient and Operator
5. Operating Efficiency
Dry, Clean Operating Field
• Prosedur yg memerlukan area kerja yang kering dan bersih
• Cth: Pembuangan Karies, Preparasi Gigi, Restorasi
• Mencegah terjadinya kontaminasi pulpa ketika terjadinya
perforasi
Access and Visibility
• Memberikan akses dan visibilitas yg maksimal.
• Moisture control dan retraksi jaringan lunak
• Retraksi Gusi: memberikan akses dan visibilitas pada aspek
gingival
• Retraksi lidah, bibir dan pipi
Improved Properties of Dental Material
• Mencegah kontaminasi daripada cairan mulut
• Baik untuk restorasi amalgam dan composite
Protection of Patient and Operator
• Melindungi pasien daripada metelan instrument yang kecil dan
debris
• Mencegah iritasi jaringan lunak dan rasa tidak enak dari obat (
Cth: Etching)
• Melindungi jaringan lunak daripada trauma yg disebabkan oleh
bur/batu
• Infection Control Barrier
Operating Efficiency
• Meningkatkan efficiency dan productivity
• Mengurangkan percakapan
• Retainer  Pembukaan mulut yang cukup
KEKURANGAN RUBBER DAM
Roland Andika
160110150004
Kerugian / kekurangan Rubber Dam
• Membutuhkan waktu untuk aplikasi rubber
dam.
• Komunikasi dengan pasien menjadi sulit.
• Penggunaan yang tidak tepat dapat merusak
crown porcelain/margin porcelain/ trauma
jaringan gingiva.
• Clamp dapat tertelan
Alat dan Bahan
Isolasi Rubber Dam
Eva Istikomah Kusuma Wardani
Zahra Milatania
Alat dan bahan
1. Rubber Sheet
• Bahan rubber sheet sama seperti bahan karet lainnya yang mudah
rusak dan robek  harus selalu baru
• Tersedia dengan ukuran dan ketebalan tertentu
• Tersedia dalam warna cerah dan gelap, tetapi lebih dianjurkan warna
gelap (kontras dengan warna gigi). Warna hijau dan biru juga tersedia
• Memiliki sisi mengkilap dan buram. Sisi buram secara umum
diletakkan menghadap oklusal gigi yang diisolasi
• Umumnya, rubber sheet dengan warna gelap, tebal 6x6 inci adalah
yang direkomendasikan
2. Rubber dam holder (Frame)
• Menjaga batas rubber dam agar tetap dalam posisinya. Berbentuk U-shaped
berbahan logam dengan proyeksi kecil logam untuk melindungi tepi rubber
dam
• Mudah diaplikasikan dan nyaman untuk pasien
• Adjustable neck strap (Fig. 10-10) dapat dipakai di bagian belakang leher
pasien dan dikaitkan pada 2 hooks, satu di tengah masing-masing sisi frame.
Dikaitkan erat ke wajah untuk meningkatkan retraksi dan menyediakan akses
pada operating site.
• Digunakan untuk menjangkar dam
pada gigi paling posterior agar
terisolasi. Retainer juga berfungsi
untuk meretraksi jaringan gingiva.
Terdiri dari 4 prongs dan 2 jaws yang
dihubungkan oleh sebuah bow
• Terdapat berbagai ukuran dan bentuk
yang tersedia, yang di design untuk gigi
tertentu
• Ketika diposisikan pada gigi, retainer
harus berkontak pada gigi dalam 4
area, 2 pada permukaan facial dan 2
pada permukaan lingual
(see Fig. 10-11)  mencegah
goyang/miringnya retainer yang dapat
melukai gigi dan gingiva
• Jaws pada retainer tidak boleh melampaui bagian sudut mesial dan distal gigi
karena:
1. Mengganggu penempatan matriks dan wedges
2. Memungkinkan terjadinya trauma gingiva
3. Complete seal disekitar gigi penjangkar lebih sulit dicapai
• Wings dirancang untuk memberikan retraksi ekstra rubber dam dari dari daerah operasi dan untuk
memungkinkan perlekatan dam ke retainer
• Wings mempunyai bagian anterior dan lateral (Fig. 10-14)
• Anterior wings dapat dipotong jika tidak diperlukan
• Bow retainer (kecuali no. 212, yang diaplikasikan setelah rubber dam diletakkan) harus diikat dengan dental
floss (Fig. 10-15) kurang lebih panjangnya 30,5 cm sebelum retainer dipasang
• Terkadang diperlukan untuk merekontur jaw dari retainer
menjadi bentuk gigi dengan menggerinda menggunakan
moounted stone (Fig. 10-16)
• Retainer biasanya tidak diperlukan ketika dam diaplikasikan
untuk perawatan gigi anterior kecuali cervical retainer untuk
restorasi kelas V
3. Punch

Instrumen presisi yang mempunyai rotating metal table (disk) dengan


lubang berbagai ukuran dan runcing, sharp-pointed plunger (Fig. 10-
17).
Retainer Forceps
• Adalah alat yang digunakan
untuk meregangkan jaw dari
retainer selama penempatan
dan pelepasan retainer dari
gigi
Napkin
Adalah lembaran berlubang terbuat dari bahan yang dapat
menyerap, digunakan dengan dilletakkan diantara rubber dam
dan kulit pasien.

Manfaat :
1. Meningkatkan kenyamanan pasien dengan mencegah
kontak langsung rubber material dengan kulit pasien.
2. Dapat menyerap saliva yang keluar dari mulut
3. Bertindak sebagai bantalan
4. Menyediakan metode yang mudah untuk mengusap bibir
pasien selama pelepasan dam
5. Membuat pasien lebih nyaman ketika tindakan yang
dilakukan memakan waktu yang lama.
Lubricant
Sebuah pelumas yang larut dalam air diletakkan di kedua sisi dam,
di area dam yang sudah dilubangi, untuk memudahkan septa dam
memasuki kontak proksimal gigi

Cocoa butter dan petroleum jelly bisa digunakan di ujung mulut


pasien untuk mencegah iritasi
Anchors (other than
retainer)
- Anchor digunakan untuk
mengunci dam pada gigi yang
paling jauh dari clamp.
- Dental tape, dental floss,
wedjet, dan lembaran kecil
yang dipotong dari rubber sheet
bisa digunakan untuk
menjangkar dam dengan
diletakkan di kontak
proksimal gigi.
Hole Size and Position
Amris Amrullah
Vanessa Sunada
• Isolasi gigi yang sukses bergantung pada ukuran lubang dan
posisi rubber dam.
• Lubang harus di-punch mengikuti bentuk arch, sesuaikan bila
ada gigi yang malposisi atau hilang.
• Punch rubber dam biasanya memiliki 6 lubang yang berbeda-
beda ukurannya. Ukuran yang
kecil  gigi incisivie, canine, premolar.
besar  gigi molar.
Lubang terbesar biasanya digunakan untuk gigi ‘anchor’
posterior.
Guidelines
• (Optional) Punch lubang identifikasi di bagian ujung atas kiri (kiri
pasien) rubber dam untuk memudahkan identifikasi lokasi saat
mengaplikasikan dam ke holder
• Untuk isolasi gigi incisor dan mesial canine  lakukan isolasi
dari premolar ke premolar.

Biasanya tidak diperlukan metal retainer pada isolasi ini. Jika


akses tambahan masih dibutuhkan, retainer dapat ditempatkan
diatas dam untuk melibatkan gigi yang tidak terisolasi, tapi harus
hati2 agar tidak melukai gingiva yg ada dibawah dam.
• Canine  isolasi dilakukan dari gigi molar pertama hingga gigi
insisiv lateral yang berlawanan.
• Kelas V canine  isolasi secara posterior melibatkan molar untuk
menyediakan akses penempatan retainer servikal pada canine.
• Gigi posterior  isolasi secara anterior melibatkan lateral incisor di
sisi berlawanan. Gigi anterior dilibatkan untuk menyediakan finger
rest pada gigi yang kering dan untuk akses dan visibilitas yang lebih
baik bagi operator
• Premolar  lubang melibatkan 2 gigi secara distal dan perluas ke
anterior melibatkan lateral incisor berlawanan
• Molar  lubang sedistal mungkin dan perluas ke anterior
melibatkan lateral incisor berlawanan
• Direkomendasikan isolasi minimal 3 gigi kecuali untuk indikasi
endo.
• Jarak antar lubang = jarak antar tengah gigi satu ke gigi sebelahnya.
Umumnya 6 mm.
Jika jarak terlalu besar  lipatan/kerutan antar gigi.
Terlalu kecil  stretch dan menghasilkan ruang disekeliling gigi dan
leakage
• RA  yang pertama dilubangi insisiv sentral. Diposisikan kurang
lebih 1 inch (25 mm) dari batas superior dam.
• RB  yang pertama dilubangi gigi yg diberikan retainer (anchor
tooth)
• RB  yang pertama dilubangi gigi yg diberikan retainer
(anchor tooth)
• Untuk menentukan lokasi lubang, rubber dam dibagi
secara vertikal menjadi tiga bagian (kiri, tengah, kanan)
▫ Anchor tooth di molar pertama -> lubang berada di
tengah-tengah tepi superior dan inferior, dan berada pada
pertemuan bagian kiri/kanan dengan bagian tengah
▫ Anchor tooth di molar kedua/ketiga -> lubang lebih ke
inferior dan sedikit lebih ke tengah dari rubberdam
dibanding lubang molar pertama
▫ Anchor tooth di premolar pertama -> lubang lebih ke
superior dan lebih ke tengah dari rubber dam dibanding
lubang molar pertama
▫ Semakin posterior dari anchor tooth, semakin besar
ukuran rubber dam yang dibutuhkan
▫ Semakin posterior dari anchor tooth pada RB, semakin besar ukuran
rubber dam yang dibutuhkan
• Saat retainer servikal diaplikasikan untuk kelas V,
gunakan rubber dam yang tebal untuk retraksi jaringan
yang lebih baik, punch agak lebih ke fasial dari arch form
untuk mengkompensasi keberadaan dam di bagian
servikal

• Jika menggunakan rubber dam tipis  gunakan lubang


pada punch yg berukuran kecil untuk mendapatkan seal
yg adekuat karena dam yg tipis memiliki elastisitas besar
• Bisa juga menggunakan produk komersial untuk menentukan
lokasi lubang
Jenis Rubber Dam
Andrian Fadhlillah Ramadhan
Muthiah Miftahul Jannah
Wong Sheng Long
Rubber Dam
• Rubber dam seperti produk karet lainnya akan mengalami
penurunan kualitas seiring berjalannya waktu sehingga
menyebabkan tear strength yang merendah. Oleh karena itu harus
digunakan dam yang baru.
Jenis Rubber Dam
• Ukuran
5 x 5 inch (12.5 x 12.5 cm)
6 x 6 inch (15 x 15 cm)
• Ketebalan
Thin (0.006 inch[0.15 mm])
medium (0.008 inch [0.2 mm])
heavy (0.010 inch [0.25 mm])
extra heavy (0.012 inch [0.30 mm])
special heavy (0.014 inch [0.35 mm]).
Jenis Rubber Dam
• Warna (Gelap/Terang)
Hijau
Biru
Hitam
Coklat
Jenis Rubber Dam
• Rubber dam memiliki sisi yang mengkilap dan dull(bagian dull
diletakkan menghadap oklusal karena bersifat lebih tidak
memantulkan cahaya)
• Dam yang lebih tebal lebih efektif dalam menarik jaringan dan
lebih tahan sobek.
• Dam yang lebih tipis lebih mudah melewati titik kontak.
1. Insti Dam
Terbuat dari latex translusen yang sangat elastis, resisten
terhadap sobekan, dan memberikan kemudahan visibilitas.
Keuntungan:
• Pre-punched hole yang membantu menghindari
adanya robekan.
• Radiografi dapar dilakukan dengan menekuk
frame tanpa melepas dam
2. Handi dam
Cepat dan mudah ditempatkan. Handi dam memungkinkan akses mudah ke rongga
mulut selama prosedur saluran akar.
3. Dry dam
Terdiri dari rubber sheet kecil di tengah kertas penyerap dengan tali elastis di kedua
sisinya untuk melewati telinga . Bentuknya seperti masker wajah dengan lapisan
penyerap untuk memberikan kenyamanan pasien dan mengurangi risiko reaksi alergi.
Ini berguna untuk mengisolasi gigi anterior dengan cepat tetapi tidak efektif untuk
isolasi gigi posterior. Ini memiliki kerugian tambahan karena tidak berguna dalam
prosedur bleaching karena sifat penyerap dari kertas yang mengelilinginya.
Framed Flexi Dam (Coltène/Whaledent)
• Hygenic non-latex flexi dam tersedia
dengan built in frame
• Fleksibel frame ini didesain untuk
memastikan pemasangan yang
mudah tanpa membatasi akses.
• Dam ini memiliki tingkat ketahanan
yang tinggi, bebas latex alergi dan
tidak berbau.
• Permukaan halus pada dam ini
memaksimalkan kenyamanan ketika
dipasang pada pasien.
Opti Dam (Kerr)
• Opti Dam adalah rubber dam pertama dengan
bentuk 3 dimesi dan desain putting.
• Bentuk anatomi frame ini sesuai dengan kontur
pada rongga mulut.
Meningkatkan tahap akses dan visibilitas pada
area kerja.
Memudahkan aplikasi rubber dam dan
mengurangi risiko terjadinya pemindahan
clamp.
• Tersedia dalam 2 versi: anterior dan posterior.
• Mengurangi pekerjaan persiapan dibanding
dengan rubber dam konventional karena tidak
perlu menandai posisi gigi.
• Meningkatkan tingkat kenyamanan pasien dan
pasien dapat bernafas tanpa tekanan di sekitar
Optra Dam (Ivoclar Vivadent, USA)

• Optra dam menggabungkan fungsi cheek dan


lip retraktor dengan isolasi total rubber dam.
• Bentuk anatomi, fleksibilitas yang tinggi dan
desain cincin dalam yang dipatenkan
menmungkinkan dam ini dipasang tanpa
clamp.
• Tidak memerlukan frame- lebih hemat waktu dan
biaya.
• Tersedia dalam ukuran reguler dan kecil.
• Bahan flexible dam ini memungkinkan pasien
untuk menggerakkan rahang tanpa rasa
ketidaknyamanan.
• Bentuk anatomi dam ini memberi ruang kerja
yang lebih luas dan dapat mengisolasi kedua
rahang pada saat yang sama.
Prosedur Pemasangan Rubber Dam
Kesya Dameta Saragih
Annisa Rahmaputri
Pani Matin Anugerah
1. Tes dan Lubrikasi Kontak Proksimal
• Menggunakan dental floss, cek
kontak interproksimal dan
hilangkan debris pada gigi yang
akan diisolasi.
• Melewatkan dental floss
melalui kontak proksimal
membantu mengidentifikasi
adanya ujung/tepi
restorasi/enamel yang tajam
yang seharusnya dihaluskan 
tidak merobek dam
1. Tes dan Lubrikasi Kontak Proksimal
• Menggunakan waxed dental
tape  lubrikasi kontak yang
sempit  mempermudah
penempatan dam
• Pada beberapa kasus, bagian
proksimal gigi yang akan
direstorasi mungkin sedikit
dipreparasi untuk
mengeliminasi bagian yang
tajam atau kontak yang terlalu
sempit sebelum penempatan
dam.
2. Membuat Lubang
• Lubang dibuat setelah
menilai arch form dan tooth
alignment.
• Lubang dibuat pada titik
yang sudah ditandai pada
rubber dam
3. Lubrikasi Dam
• Asisten melubrikasi kedua sisi
rubber dam pada area yang
dilubangi menggunakan cotton
roll atau gloved fingertip untuk
mengaplikasikan lubricant.
• Dilakukan untuk membantu
melewatkan rubber dam
melewati kontak.
• Bibir dan sudut bibir dapat
dilubrikasi menggunakan
petroleum jelly atau cocoa
butter untuk mencegah iritasi.
4. Seleksi Retainer
• Operator menerima rubber
dam retainer forceps dengan
retainer yang sudah dipilih dan
floss yang sudah diikat.
• Cobakan retainer pada gigi
untuk melihat stabilitas
retainer.
• Apabila belum pas, retainer
dilepas untuk
adjustment/penyesuaian atau
diganti dengan ukuran yang
berbeda.
5. Mengecek Stabilitas dan Retensi Retainer
• Apabila pada trial placement
retainer sudah terlihat pas,
lepaskan forceps.
• Tes stabilitas dan retensi
retainer dengan mengangkat
perlahan ke arah oklusal.
• Retainer yang tidak pas
biasanya akan goyang atau
lepas dengan mudah.
6. Memposisikan Dam di atas Retainer
• Dengan menggunakan
telunjuk, regangkan lubang
pada dam di atas retainer
(bow terlebih dahulu) dan
setelah itu dibawah retainer
jaw.
• Tepi lubang harus lewat
secara sempurna dibawah
retainer jaw.
7. Mengaplikasikan Napkin
• Operator mengumpulkan
rubber dam di tangan kiri,
asisten melewatkan ibu jari
dan telunjuk melalui lubang
pada napkin untuk
memegang dam yang
dipegang oleh operator.
8.
Memposisikan napkin
- Asisten menarik dam melewatkan napkin dan
memposisikannya pada wajah pasien.
- Operator membantu memposisikan napkin pada posisi
yang tepat.
- Napkin berfungsi untuk mengurangi kontak antara kulit
dengan dam.
65
9. Pemasangan frame “
◎Operator membuka/melebarkan dam
◎Asisten membantu melebarkan dam. Asisten memegang frame pada
tempatnya, kemudian meletakan dam ke metal projections secara
bersamaan sebelah kiri, serta sisi kanan frame oleh operator.
◎Frame diletakan di bagian luar dam.
◎Kurvatur frame harus konsentrik dengan wajah pasien.
◎Dam terletak diantara frame dan napkin.

67

68
10.
(Opsional) pemasangan neck strap
• Asisten memasangkan neck strap ke sisi kiri frame dan
melewatkannya ke bagian belakang leher pasien.
• Operator kemudian memasangkan ke sisi kanan frame.
• ketegangan dari neck strap diatur untuk mestabilisasi frame
dan menjaga frame (serta bagian tepi dam) agar menekan wajah
dengan lembut dan menjauhi daerah kerja.
• Jika diperlukan, soft tissue paper dapat digunakan diantara
leher dengan strap agar mengurangi kontak strap dengan leher.

69
11.
Melewatkan dam ke
kontak posterior
• Jika terdapat gigi yang terletak di bag. distal retainer, ujung distal
dari anchor hole harus bisa melewati kontak tanpa adanya lipatan
untuk memastikan penutupan yang rapat di sekitar gigi
penjangkar.
• Jika dibutuhkan, gunakan waxed dental tape untuk memudahkan
prosedur ini.(step 15)

71
12.
(opsional) aplikasi
compound
• Jika kestabilannya diragukan, dapat mengaplikasikan low fusing
modelling compound.
• Asisten memanaskan ujung dari stik compound dengan
menggunakan api dan melunakkannya dengan memegang
compound dalam air selama beberapa detik.
• Selama asisten memegang bagian yang tidak dipanaskan, operator
mengambil compound seperlunya untuk membentuk sebuah
kerucut dengan panjang +- ½ inchi (12,7mm).

73
13. mengaplikasikan anchor anterior (jika
dibutuhkan)
• Dam dilewatkan pada gigi anchor anterior. Biasanya dam dengan
mudah melewati kontak distal dan mesial gigi, jika dilewatkan
dengan ketebalan tunggal dimulai dengan lip of the hole.
• Regangkan bibir lubang (lip of the hole) dan menggesernya maju
mundur untuk membantu memposisikan septum.
• Saat kontak dengan retainer cukup jauh, anchor mungkin
diperlukan dalam bentuk ketebalan ganda dari dental tape atau
narrow strip of dam material yang dapat diregangkan, dimasukkan,
serta dilepaskan. (gambar 1)
• Jika terdapat diastema, dapat menggunakan dam material yang di
gulung. (gambar 2)
76
14.
Melewatkan septa ke kontak gigi tanpa
menggunakan dental tape
• Operator melewatkan septa melewati beberapa kontak yang memungkinkan,
dengan meregangkan septa dam secara fasiogingival dan linguogingival
dengan menggunakan jari telunjuk.
• Tiap septum tidak boleh ada yang terlipat atau menggumpal.
• Melewatkan septa ke kontak gigi tanpa menggunakan dental tape lebih
dianjurkan karena penggunaan tape dapat meningkatkan risiko terobeknya
lubang pada septa.
• Wedging dapat digunakan pada kondisi kontak gigi yang sangat ketat.
• Penggunaan instrumen tumpul (ex: beaver tail burnished) diaplikasikan
pada fasial embrasur gingiva ke kontak gigi, biasanya dapat digunakan untuk
membantu septa melewati kontak.

80
15. Melewati Septum Melalui Kontak dengan Dental
Tape
• Menggunakan waxed dental tape.
• The leading edge dari septum sudah melewati titik kontak tanpa terlipat, lalu
memasukkan seluruh septum menggunakan dental tape.
• Untuk mengontrol pergerakan dental tape, jari diistirahatkan pada gigi.
16. (Opsional) Teknik Menggunakan Dental Tape
• Ketika melewati kontak yang rapat, dental tape terdahulu sebaiknya
ditinggal pada gingival embrasure hingga seluruh septum tertempatkan
secara baik oleh bagian sisi lain dari dental tape tersebut (double strand).
• Double strand tersebut dilepaskan dari fasial embrasure.
17. Melewatkan dam ke interproksimal
• Memasukan dam pada sulkus gingiva untuk melengkapi penutupan sekitar
gigi dan mengindari kebocoran.
• Biasanya dam sudah memasuki sulkus gingiva pada bagian interproksimal
dengan sendidinya ketika septum melewati kontak.
• Untuk memverifikasinya, dapat menggunakan dental tape.
18. Melewatkan dam ke Fasiolingual
• Dam dilewatkan ke faiolingual dengan menggunakan eksplorer atau beaver-
tall burnisher
• Alat tersebut digerakkan ke sekitar leher gigi secara fasial dan lingual dengan
ujungnya tegak lurus dengan permukaan gigi
19. (Opsional) Menggunakan Saliva Ejector
• Opsional karena kebanyakan pasien dapat menanganinya dan lebih baik
untuk menelan saliva, tetapi jika saliva menjadi suatu masalah , maka
operator dapat menggunakan saliva ejector.
• Operator melubangi dam di bagian insisivu mandibula bagian lingual dan
masukkan saliva ejector pada lubang tersebut.
20. Konfirmasi Aplikasi Rubber Dam yang Benar
• Pemasangan rubber dam yang baik adah diposisikan secara dengan aman
dan nyaman untuk pasien.
• Konfirmasi kepada pasien bahwa rubber dam tidak mencegah pasien untuk
menelan atau menutup mulut ketika prosedur terjeda.
21. Memeriksa Akses dan Visibilitas
• Memerika rubber dam sudah menyediakan akses dan visibilitas maksimal
untuk prosedur operatif.
22. Memasukan Wedges
• Untuk preparasi permukaan proksimal (kelas II, III, IV), operatur
menganggap pemasukan wedges interproksimal merupakan tahap akhir dari
pemasanagan rubber dam.
• Tarik terlebih dahulu dam ke arah berlawanan dengan arah pemasukan
wedges, lalu lepas dam secara perlahan ketika wedges dimasukan.
Pelepasan Isolasi Rubber Dam
Anindya Ayu Pramesti
Step 1 : Memotong septa
• Rentangkan dam ke arah fasial
yang akan membuat septa tertarik
menjauhi jaringan gingiva dan gigi
• Lindungi jaringan lunak
dibawahnya dengan menempatkan
ujung jari di bawah septa
• Jepit tiap septum dengan blunt-
tipped scissors
• Dam pada anterior dan posterior
gigi penjangkar dibiarkan
Step 2: Melepas Retainer
• Lepas retainer menggunakan
retainer forceps
• Tidak perlu melepas compound
(jika digunakan) karena seiring
retainer diregangkan dan dilepas,
compound akan ikut terlepas
• Ketika operator melepas retainer,
asisten melepas neck strap (jika
digunakan) dari sisi kiri frame
Step 3: Melepas dam
• Setelah retainer
dilepaskan, lepas dam dari
anterior gigi penjangkar
• Lepas dam dan frame
secara bersamaan
• Instruksikan pasien untuk
tidak menggigit restorasi
baru hingga oklusinya di
evaluasi
Step 4: Mengelap bibir
• Lap bibir dengan tissue
langsung setelah dam
dan frame dilepaskan
• Untuk mencegah saliva
mengalir ke wajah dan
memberikan
kenyamanan pada
pasien
Step 5: Membilas mulut dan
memijat jaringan
• Bersihkan gigi dan mulut
menggunakan air water
spray dan high volume
excavator
• Untuk melancarkan
sirkulasi, pijat jaringan
di sekitar gigi yang
diisolasi
Step 6: Memeriksa dam
• Letakkan dam sheet
diatas permukaan datar
berwarna terang untuk
menentukan tidak ada
porsi Dam yang
tertinggal di sekitar gigi
karena dapat
menyebabkan inflamasi
gingiva