Anda di halaman 1dari 24

TESIS

Institusionalisasi Akuntansi Basis Akrual Di


Pemerintah Kabupaten Malang

WULAN DRI PUSPITA


Universitas Brawijaya

Disajikan oleh:
Muh. Agus Syam (186020300111031)
Muhammad Ichsan (186020300111033)
M. Dhanutirto F. Tuwow (186020300111042)
PENDAHULUAN
Latar Belakang

▪ Reformasi merupakan bentuk ▪ Di Indonesia, perubahan


tuntutan agar pemerintah tersebut ditandai dengan
melakukan perubahan terutama terbitnya:
dalam memberikan pelayanan ▪ 1. Undang-Undang (UU) No. 22 tahun
yang lebih baik kepada 1999
masyarakat. ▪ 2. UU No. 25 tahun 1999
▪ Salah satu bentuk reformasi ▪ 3. Peraturan Pemerintah (PP) No. 24
pemerintahan adalah dalam tahun 2005: standar akuntansi cash
bidang keuangan yaitu dengan toward accrual
mengadopsi basis akrual ▪ 4. PP No. 71 tahun 2010: penerapan
diseluruh tingkat pemerintahan. SAP basis akrual

3
Latar Belakang (lanjutan..)

▪ Pemerintah Kabupaten ▪ Penerapan akuntansi basis akrual


(Pemkab) Malang merupakan merupakan bentuk perubahan yang
bagian dari entitas dilakukan oleh Pemkab Malang agar
sesuai dengan lingkungan
pemerintahan dengan pemerintahan.
memperoleh alokasi dana dari
APBD untuk membiayai kegiatan ▪ Tujuan dari penerapan akuntansi
basis akrual tidak serta-merta
dan pelaksanaan tugasnya. Oleh karena adanya legitimasi dari pihak
karena itu, Pemkab Malang yang berkuasa, tetapi agar mereka
diwajibkan membuat laporan dapat memperbaikan kinerja
keuangan atas pengelolaan pemerintahan untuk lebih
APBD berdasarkan SAP yang transparan, memiliki akuntabilitas
berlaku yaitu basis akrual. tinggi, efektif, efisien serta mampu
meningkatkan pelayanan terhadap 4
publik.
Institusionalisasi Basis Akrual dalam Mendorong Perubahan
Organisasi: Analisis New Institutional Sociology

▪ Akuntansi dalam pandangan Maksud dari pengertian


konteks organisasi dan sosial
dapat dikaitkan dengan berbagai tersebut adalah bahwa
isu, seperti kekuasaan, konflik, akuntansi memiliki dua
pemerintahan dan perilaku
organisasi (Carruthers, 1995).
kekuatan yaitu :
▪ Akuntansi dibentuk oleh 1. Dibentuk
lingkungannya melalui interaksi
sosial yang kompleks, dan
2. Mempengaruhi
akuntansi juga dapat berbalik
mempengaruhi lingkungannya
(Triyuwono, 2000).
5
Publikasi Akuntansi Sektor Publik

Hood Hood Mirna


(1991) (1995) (2011)

Harun Normasyah
dan Kamil dan Jantong Citra
Kamase Idawati (2016) (2016)
(2012) (2015)

6
Masalah, tujuan & manfaat penelitian

Rumusan Masalah Manfaat Penelitian


Bagaimana proses institusionalisasi a. Manfaat praktis
akuntansi basis akrual dilakukan di
Pemkab Malang? b. Manfaat Teoritiss

Tujuan
Tujuan penelitian ini adalah
mendeskripsikan institusionalisasi
akuntansi basis akrual yang
dilakukan oleh Pemkab Malang.
7
DASAR PIJAKAN TEORI
Dasar Pijakan Teori

2.1 Akuntansi Sektor Publik


2.2 Standar Akuntansi Pemerintah
2.3 New Public Management
2.4 New Institutional Sociology
2.5 Perubahan Organisasi

9
METODE PENELITIAN
3.1 Paradigma Penelitian

Paradigma interpretif adalah Penelitian ini merupakan penelitian


paradigma yang digunakan dalam kualitatif untuk melihat suatu objek
penelitian ini dimana pada kondisi yang alamiah (obyek
berkembang apa adanya, tidak
“sebuah teori dikatakan benar apabila teori
tersebut mampu memungkinkan orang lain dimanipulasi dan kehadiran peneliti
memahami suatu fenomena secara tidak memiliki pengaruh pada obyek
mendalam dan memiliki ketepatan dalam tersebut)
menggambarkan apa yang dirasakan oleh Dalam penelitian ini peneliti
subjek penelitian” (Neuman, 2003:79).
bertugas sebagai instrumen
Untuk itu tugas teori dalam penelitian penelitian
ini digunakan untuk memahami (to
interpret or to understand) suatu
11
fenomena.
3.1 Paradigma Penelitian (lanjutan)

Model penelitian yang digunakan “studi kasus dapat dibangun


adalah studi kasus. menggunakan paradigma interpretif
yang menekankan pada proses
‘studi kasus menyelidiki fenomena
interaktif dalam suatu kontruksi sosial
kontemporer dalam konteks
dengan mendeskripsikannya secara
kehidupan nyata, terutama ketika
cukup mendalam dalam memberikan
batas-batas antara fenomena dan
analisis”
konteks tak tampak secara tegas
(VanWynsberghe & Khan, 2007)
dengan memanfaatkan berbagai
sumber data yang saling ditriagulasi”
(Yin, 2009)

12
Peneliti memandang bahwa penerapan akuntansi
berbasis akrual memerlukan sebuah proses
dengan melakukan berbagai perubahan hingga
akhirnya basis akuntansi tersebut dapat benar-
benar terinstitutionalisasi pada organisasi yang
bersangkutan.

Jadi, peneliti beranggapan bahwa penggunaan metode tersebut


lebih tepat digunakan karena peneliti hanya ingin mengetahui
bagaimana (how) proses institusionalisasi basis akrual.

13
Tempat Penelitian dan Informan

▪ Tempat Penelitian ▪ Informan


Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Informan yang dipilih merupakan mereka
Malang yang memiliki pengalaman dan ikut andil
dalam pelaksanaan akuntansi berbasis
akrual, serta memiliki ketersediaan dan
kemauan untuk berpartisipasi menjadi
informan. Informan yang dipilih
merupakan bagian dari Satuan Kerja
Perangkat Daerah (SKPD) yang diyakini
dapat mewakili empat unsur yaitu
perencanaan, penatausahaan,
pengelolaan, dan pengawasan.
14
15
Teknik Pengumpulan Data

Wawancara Observasi Dokumentasi


Metode ini dilakukan Metode observasi dilakukan Dokumentasi dilakukan
dengan mewawancarai dengan mengamati dan untuk melengkapi
secara langsung kepada mencatat gejala-gejala yang penggunaan metode
pihak-pihak yang tampak pada objek observasi dan
terlibat dan terkait agar penelitian. Peran peneliti wawancara, sehingga
dapat memperoleh dalam penelitian ini adalah data-data yang
penjelasan mengenai sebagai partisipasi pasif diperoleh akan saling
kondisi dan situasi yang yang artinya peneliti tidak terkait serta sesuai
sebenarnya. terjun langsung dalam dengan topik penelitian
kegiatan sehari-hari tetapi ini.
peneliti datang langsung ke
tempat kegiatan partisipan 16
yang diamati.
Proses Analisis Data

Proses analisa data dalam penelitian ini mengambil Model Interaktif dari
Miles & Hubberman, seperti digambarkan berikut:

17
Uraian
a. Data Reduction
Data yang diperoleh di lapangan dicatat secara teliti dan terperinci. Peneliti
kemudian membuat catatan kasar sesuai dengan keterjadian di lapangan.
Selanjutnya data direduksi dengan mengambil data pokok yang disesuaikan
dengan tema dan merangkumnya. Terakhir, dilakukan pengelompokkan data
sesuai dengan polanya dan menulis kesimpulan sementara.
b. Data Display
Penyajian data dilakukan dalam bentuk teks yang bersifat naratif, tabel dan
gambar.
c. Conclusion Drawing/verification
Penarikan kesimpulan dalam penelitian merupakan bukti adanya sebuah
temuan yang diungkapkan dalam bentuk pernyataan. Untuk mengemukakan 18
penelitiannya, peneliti melakukan analisis menggunakan New Institutional
Sociology.
Langkah-langkah analisis data yang
dilakukan :
Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3

Pengumpulan data Transkrip data Pengelompokan


mentah melalui data
wawancara

Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6

Penyimpulan sementara Triangulasi atau Penyimpulan akhir


dilakukan dengan pengecekan silang merupakan proses
mengambil simpulan pengambilan 19
sementara keputusan
KESIMPULAN PENELITIAN
Kesimpulan

▪ Terdapat gejala institutional ▪ “Karena ya dasarnya aturan dari pemerintah ya.


Itu sudah 2010 kemarin kan sudah melakukan
isomorphism dalam upaya persiapan, tapi kita kan masih menunggu-
melembagakan akuntansi basis nunggu waktu keluar Permen 64 itu, karena
untuk pemda kan baru keluar Permen 64 ini
akrual pada Pemerintah akhir 2013.. 2015 kan mau gak mau kita harus
Kabupaten Malang pake (basis akrual), karena memangkan ada
aturan dari pemerintah kita harus pake. Sudah
▪ Pertama, coercive isomorphism kita pake tahun 2015, batas akhir itu kita sudah
memakai basis akrual” (Bu Yustin)
melalui tekanan dari pemerintah
pusat yang sifatnya mengikat ▪ “Dalam pemerintahan ini, kita mengacu pada
UU, kemudian peraturan pemerintah PP 71,
dalam bentuk peraturan kemudian Permendagri 64 tahun 2013. Mau tidak
mau dari regulasi itu kita akhirnya menetapkan
Perda tentang kebijakan akuntansi berbasis
akrual... Namanya peraturan, ya kita harus taati.
Kalau sudah ada Undang-undang, lalu PP itu
harus ditindaklanjuti dengan Permendagri. 21
Pemda gak bikin ya kita bagian dari pemerintah
kok, itu kan legalnya” (Bu Nurul)
Kesimpulan (lanjutan)

▪ Kedua, mimetic isomorphism ▪ “Studi banding kita Banyuwangi, waktu itu


Banyuwangi itu salah satunya yang menerapkan
melalui upaya memperbaiki akrual dan sudah WTP” (Bu Nurul)
praktik pengelolaan keuangan ▪ “Jadi kita sudah pernah ke Banyuwangi.. Jadi
dengan belajar dari pihak karena mereka lebih dulu melaksanakan, jadi
kita kemarin mengadop apa yang sudah
eksternal yang lebih dilakukan. Jadi mereka pertama ngumpulin
berpengalaman dalam bendahara dikasih bimtek awal, kemudian mulai
nyoba implementasinya, kemudian ada
menerapkan akuntansi basis konsultasi lanjutan, jadi kita mengadop dari
akrual sana. Karena mereka sudah setahun lebih dulu
kan bikin laporan keuangan yang akrual.”
(Bu Ita)

22
Kesimpulan (lanjutan)

▪ Ketiga, normative isomorphism ▪ Selain itu upaya untuk


melalui peran-peran profesional menyelaraskan antara
seperti BPKP serta penyaringan peraturan dengan praktik di
terhadap aparatur dengan latar lapangan (decoupling) juga
belakang pendidikan akuntansi dilakukan sebagai bentuk
untuk mendukung penerapan respon dalam menyikapi
akuntansi berbasis akrual perubahan:
▪ “Persiapan (kita) mulai awal 2015, jadi ▪ 1. menghadirkan pihak profesional
pelatihan-pelatihan kepada bendahara, (BPKP dan dosen Universitas
bimtek, pendampingan oleh BPK ini sudah
Diponegoro)
mulai dilakukan mulai awal 2015. Yang
mengadakan dari keuangan (BPKAD) ▪ 2. Sinkronisasi data secara manual
mengundang BPKP” (Bu Ita) karena sistem belum terhubung
secara online antara SKPD dengan 23
PPKD
Terima kasih

24