Anda di halaman 1dari 43

Osteoarthritis

DEFINISI
• Osteoarthritis adalah tipe dari arthritis yang
disebabkan oleh kerusakan atau penguraian dan
akhirnya kehilangan tulang muda (cartilage) dari
satu atau lebih sendi-sendi. Cartilage adalah
senyawa protein yang melayani sebagai "bantal"
antara tulang-tulang dari sendi-sendi .
• Osteoarthritis umumnya mempengaruhi tangan-
tangan, kaki-kaki, tulang belakang (spine), dan
sendi-sendi yang menahan berat yang besar,
seperti pinggul-pinggul dan lutut-lutut.
OA merupakan radang sendi yang bersifat
kronis dan progresif disertai kerusakan tulang
rawan sendi berupa integrasi (pecah) dan
perlunakan progresif permukaan sendi dengan
pertumbuhan tulang rawan sendi ( osteofit) di
tepi tulang.
• Kartilago hyalin (jaringan tulang rawan) adalah jaringan elastis yang
berfungsi sebagai bantalan dimana tulang bertemu dan bergerak.
Fungsinya ibarat penyangga atau shock breaker pada mobil. Bantalan ini
juga bermanfaat sebagai pelumas. Dengan adanya bantalan tersebut, maka
tidak akan terasa sakit saat menggerakkan persendian. Apabila kerusakan
kartilago hyalin berlangsung lebih cepat daripada kemampuannya untuk
memperbaiki dirinya sendiri, maka terjadi penipisan tulang rawan dan
kehilangan pelumas sehingga kedua tulang akan bersentuhan. Inilah yang
menyebabkan rasa sakit pada sendi.
Setelah terjadi kerusakan tulang rawan, sendi dan tulangnya juga ikut
berubah. Pada permukaan sendi yang sudah aus, terjadilah pengapuran,
yaitu tumbuhnya tulang baru yang merupakan mekanisme pertahanan
tubuh untuk menjadikan sendi kembali stabil. Tapi ini justru membuat
sendi menjadi kaku.
Nyeri bersumber dari:
• Sinovium , karena adanya inflamasi
• Tulang, karena adannya tekananan pada
• sum-sum tulang dan fraktur sub-kondral.
• Fraktur subkondral
• Osteofit, karena adanva : reaksi periosteal,
tekanan syaraf
• Kapsul sendi, karena adanya :
distensi,instabilitas
• Otot/Ligamen, karena adanya: spasme,strain
Patogenesis

OA mendestruksi tulang rawan sendi / articular


cartilage (chondrolysis) sebagian akibat kegagalan
khondrosit untuk mempertahankan keseimbangan
normal antara sintesis dan degradasi matriks
sehingga terjadi edema di subchondral dan timbul
hipertrofi tulang rawan/osteofit dan akhirnya reaksi
radang sinovial. Telah diketahui bahwa khondrosit
artikular yang avaskular merupakan satu-satunya sel
yang ada di sendi dan mempunyai kapasitas untuk
mensintesis, mengorganisasi dan mengatur komposisi
matrik sekitarnya secara baik dan efisien
PROSES PATOGENESIS
• 1-1
• Tulang rawan sendi normal. Khondrosit normalnya
dikelilingi oleh ruangan yang kaya akan protein
adhesion dan adhesines (fibronectine, collagene
mineur seperti typeIX, collagen VI, tenascine) Ruangan
periseluler membatasi khondrosit dengan matrix
extraselular. matrix extraselular yang essensial terdiri
dari rantai-rantai fibre collagen type II yang terbenam
di dalam proteoglycanes yang kaya akan bahan untuk
lubrikasi.Collagen type II bersama-sama proteoglycan
diperkuat oleh protein lainnya seperti collagen type IX
dan fibromoduline. bekerja menstabilisasi struktur
tulang rawan
• 1-2
• adanya imbalans/ketidak seimbangan antara sintesis dan
katabolisme pada proses terjadinya OA Proses anabolik
dimotori oleh stimulasi pembentukan collagen type II,
proteoglygan dan enzim inhibitor terhadap TGFB
sedangkan di sisi lainnya proses katabolisme terjadi
dengan pelepasan sitokin proinflamasi seperti IL-1 dan TNF
alpha yang dihasilkan oleh autokrin dari khondrosit..
• Sitokin tersebut memproduksi enzim-enzim untuk
memecah komponen matriks collagen type II dan agrecane
serta fibronectine menjadi fragmen-fragmen dari fibron
ecyine
• 1-3
• Khondrosit juga mensekresi plasmin, plasminogen aktivator
(UPA), terutama MMP (metalloproteases) yang selanjutnya
mensekresi stromelysine, agrecanase, collagenase dan
gelatinase. yang berfungsi memecah/degradasi matriks
makromolekul. MMP pada keadaan normal dikontrol oleh
inhibitor spesifik TIMP. Proses katabolisme ini mestimulasi
sintesis matriks seperti proteoglycans yang pada mulanya
berhasil meningkat/anabolik, akhirnya mengalami
kemunduran/insufisien untuk mengimbangi katabolisme.
• 1-4
• Fase kongestif pada tulang subchondral,
akhirnya dapat menimbulkan jaringan sikatrik
yang ireversibel. Merupakan akibat dari
berlanjutnya proses tersebut di atas sehingga
kerusakan jaringan rawan sendi berlanjut,
edema subkhondral dan reaksi pembentukan
osteofit sebagai respon tulang subkhondral atas
inflamasi melalui osteoblast.
JENIS-JENIS OA
 1. Primer
P, akibat proses penuaan alami. Dialami setelah usia 45 tahun, tidak diketahui penyebab
secara pasti, menyerang perlahan tapi pasti, dan dapat mengenai banyak sendi. Biasanya
mengenai sendi lutut dan panggul, bisa juga sendi lain seperti punggung dan jari-jari.

PENYEBAB:
Osteoarthritis primer kebanyakan dihubungkan pada penuaan. Dengan menua, isi air dari
cartilage meningkat, dan susunan protein dari cartilage degenerasi. Akhirnya, cartilage mulai
degenerasi dengan mengelupas atau membentuk crevasses yang kecil. Pada kasus-kasus yang
telah lanjut, ada kehilangan total dari bantal cartilage antara tulang-tulang dari sendi-sendi.
Penggunaan yang berulangkali dari sendi-sendi yang terpakai dari tahun ke tahun dapat
mengiritasi dan meradang cartilage, menyebabkan nyeri dan pembengkakan sendi. Kehilangan
dari bantal cartilage menyebabkan gesekan antara tulang-tulang, menjurus pada nyeri dan
pembatasan dari mobilitas sendi. Peradangan dari cartilage dapat juga menstimulasi
pertumbuhan-pertumbuhan tulang baru (spurs, juga dirujuk sebagai osteophytes) yang
terbentuk sekitar sendi-sendi. Osteoarthritis adakalanya dapat berkembang dalam banyak
anggota-anggota dari keluarga yang sama, menyiratkan basis yang diturunkan (genetik) untuk
kondisi ini.
• 2. Sekunder
Dialami sebelum usia 45 tahun, penyebab
trauma (instability) yang menyebabkan luka
pada sendi (misalnya patah tulang atau
permukaan sendi tidak sejajar), akibat sendi
yang longgar dan pembedahan pada sendi.
Penyebab lain adalah faktor genetik dan
penyakit metabolik.
GEJALA OA
• Persendian terasa kaku dan nyeri apabila digerakkan .Pada mulanya hanya
terjadi pagi hari, tetapi apabila dibiarkan akan bertambah buruk dan
menimbulkan rasa sakit setiap melakukan gerakan tertentu , terutama
pada waktu menopang berat badan, namun bisa membaik bila diistirahat
kan . Pada beberapa penderita , nyeri sendi dapat timbul setelah istirahat
lama,misalnya duduk di kursi atau di jok mobil dalam perjalanan jauh.
Terkadang juga dirasakan setelah bangun tidur di pagi hari.
• Adanya pembengkakan/peradangan pada persendian (Heberden’s dan
Bouchard’s nodes)
Persendian yang sakit berwarna kemerah-merahan.
• Kelelahan yang menyertai rasa sakit pada persendian
• Kesulitan menggunakan persendian
• Bunyi pada setiap persendian(crepitus). Gejala ini tidak menimbulkan rasa
nyeri, hanya rasa tidak nyaman pada setiap persendian (umumnya lutut)
• Perubahan bentuk tulang.Ini akibat jaringan tulang rawan yang semakin
rusak, tulang mulai berubah bentuk dan meradang , menimbulkan rasa
sakit yang amat sangat.
• FAKTOR RESIKO;
• Usia diatas 50 tahun.
• wanita
• Kegemukan
• Riwayat immobilisasi
• Riwayat trauma atau radang di persendian sebelumnya.
• Adanya stress pada sendi yang
berkepanjangan,misalnya pada olahragawan.
• Adanya kristal pada cairan sendi atau tulang .
• Densitas tulang yang tinggi
• Neurophaty perifer
• faktor lainnya : ras, keturunan dan metabolik.
PENCEGAHAN OA

• Menjaga berat badan


• Olah raga yang tidak banyak menggunakan persendian
• Aktifitas Olah raga sesuai kebutuhan
• Menghindari perlukaan pada persendian.
• Minum suplemen sendi
• Mengkonsumsi makanan sehat
• Memilih alas kaki yang tepat dan nyaman
• Lakukan relaksasi dengan berbagai tehnik
• Hindari gerakan yang meregangkan sendi jari tangan.
• Jika ada deformitas pada lutut, misalnya kaki berbentuk O, jangan
dibiarkan. hal tersebut akan menyebabkan tekanan yang tidak
merata pada semua permukaan tulang.
 Terapi Non Farmakologi
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menangani OA ini antara lain :
 Olahraga
Olahraga yang dianjurkan adalah olahraga yang tidak terlalu berat dan tidak menyebabkan
bertambahnya kompresi atau tekanan atau terauma pada sendi, yaitu misalnya berenang dan
menggunakan sepeda statis. Olahraga selain berfungsi untuk mengurangi rasa sakit dan kaku
juga bermanfaat untuk mengontrol berat badan.

 Proteksi / melindungi sendi


Sendi dijaga dari berbagai aktivitas sehari-hari dan pekerjaan yang dapat menambah stress /
tekanan pada sendi.

 Terapi Panas tau dingin


Terapi panas digunakan untuk mengurangi rasa sakit, membuat otot-otot sekitar sendi
menjadi rileks dan melancarkan peredaran darah. Terapi panas dapat diperoleh dari kompres
dengan air hangat / panas, sinar IR (infra merah) dan alat-alat terapi lain seperti SWD / MWD

Terapi dingin digunakan untuk mengurangi bengkak pada sendi dan mengurangi ras sakit.
Terapi dingin biasanya dipakai saat kondisi masih akut. Dapat diperoleh dengan kompres
dengan air dingin
• Viscosupplementatior
Merupakan perawatan dari Canada untuk kasus OA

• Akupuntur
Dapat mengurangi rasa sakit dan merangsang fungsi sendi

• Massage / Pijat
Sebaiknya dilakukan oleh orang yang ahli dibidangnya.
Tujuan massage tersebut adalah untuk membuat rileks otot-
otot yang spasme dan membantu melancarkan sirkulasi
darah
FARMAKOLOGI

• Pengobatan untuk osteoarthritis berbeda-


beda tergantung stadium penyakitnya.
Stadium Ringan
• Acetaminophen
Merupakan obat pertama yang di
rekomendasikan oleh dokter karena relatif
aman dan efektif untuk mengurangi rasa sakit.
NSAIDs (nonsteroid anti inflammatory drugs)
Dapat mengatasi rasa sakit dan peradangan
pada sendi.Tapi Efek samping nya,
menyebabkan sakit perut dan gangguan fungsi
ginjal.
• NSAID seperti diklofenak, indometasin,
sulindak, tolmetin, celecoib, meklofenamat.
Selain diberikan golongan obat NSAID, juga
diberikan kortikosteroid yang berfungsi
sebagai anti radang. Contoh dari
kortikosteroid adalah hidrokortison,
prednison, metil prednisolon, deksametason.
Mekanisme kerja
NSAID dapat bekerja di berbagai tempat pada jalur
proses peradangan (inflammatory pathway);
terutama melalui hambat- an siklooksigenase dan
dengan demikian menghambat sintesis
prostaglandin. Hambatan sintesis prostaglandin
merupakan salah satu faktor yang berperan dalam
mengurangi reaksi peradangan. Berkurangnya proses
peradangan pada osteoartritis membantu
mempertahankan proteoglikan, dan dengan
demikianjuga mem- pertahankan sintesis tulang
rawan.
Tetapi Beberapa NSAID (misalnya indometasin
dan salisilat) menghambat sintesis
proteoglikan, sehingga usaha tubuh untuk
memperbaiki sendi yang rusak pada
osteoartritis menjadi kurang efektif .
• Topical pain
Dalam bentuk cream atau spray yang bisa
digunakan langsung pada kulit yang terasa
sakit.
• Milk narcotic painkillers
Mengandung analgesik seperti codein atau
hydrocodone yang efektif mengurangi rasa
sakit pada penderita osteoarthritis.
Hyaluronic acid

Merupakan glycosaminoglycan yang tersusun oleh


disaccharides of glucuronic acid dan N-
acetygluosamine. Disebut juga viscosupplementation.
Digunakan dalam perawatan pasien osteoarthritis. Dari
hasil penelitian yang dilakukan, 80% pengobatan
dengan menggunakan hyaluronic acid mempunyai efek
yang lebih kecil dibandingkan pengobatan dengan
menggunakan placebo. Makin besar molekul hyaluronic
acid yang diberikan, makin besar efek positif yang di
rasakan karena hyaluronic acid efektif mengurangi rasa
sakit.
SUPLEMEN SENDI
Penggunaan kombinasi
Glukosamine dan
Chondroitin
Glukosamine

adalah bahan pembentukan proteoglycan,


bekerja dengan merangsang pertumbuhan
tulang rawan, serta menghambat perusakan
tulang rawan.
Glucosamine merupakan komponen penting
bagi tubuh, termasuk golongan makro molekul
yang disebut Mukopolisakarida, dimana
normalnya mukopolisakarida ditemukan
dalam cairan synovial persendian.
Mekanisme Kerja
• Glucosamine ini terdapat pada cairan synovial, dimana fungsi
zat ini untuk mempertahankan fungsi persendian & mobilitas
persendian dalam keadaan normal. Selain itu Glucosamine
memiliki efek lain, yaitu :
• Merangsang pembentukan proteoglycan (dimana Glucosamine
merupakan komponen esensial dari pembentukan
Proteoglycan) ; menstimulasi biosintesis Glycosaminoglycan &
asam Hyaluronat, yang merupakan bahan penting untuk
pembentukan Proteoglycan tersebut.
• Menghambat regenerasi dari Proteoglycan.
• Menstimulasi regenerasi tulang rawan setelah terjadinya
trauma.
• Kadar Glucosamine dalam cairan synovial
dapat menurun oleh karena adanya oksidasi
dari radikal bebas. Oleh karena itu, pemberian
Glucosamine tambahan perlu dilakukan pada
orang lanjut usia & wanita yang sudah
mengalami menopause.
Chondroitin Sulfat
Berguna untuk merangsang pertumbuhan tulang
rawan dan menghambat perusakan tulang rawan.
Chondroitin juga merupakan mukopolisakarida,
yang bersifat sebagai shock breaker & untuk
menahan air.
Mekanisme kerja
• Chondrocyte adalah sel-sel yang akan
membentuk kolagen baru & proteoglycan (bila
diperlukan). Chondrocyte juga mengeluarkan
enzim yang akan menghancurkan kolagen &
proteoglycan yang lama supaya kolagen &
proteoglycan yang baru mempunyai tempat
untuk menjalankan fungsinya. Glucosamine &
Proteoglycan diperlukan untuk
mempertahankan fungsi tulang rawan &
cairan synovial pada persendian.
• Chondroitin berfungsi sebagai pelumas
(lubricans) pada persendian agar pergerakan
sendi menjadi lebih baik. Mekanisme kerja
dari Chondroitin hampir sama dengan
Glucosamine, dimana Chondroitin merupakan
substrat / bahan yang diperlukan untuk
membentuk Proteoglycan.
• Pada penelitian dimana Chondroitin
dikombinasi dengan Glucosamine akan
didapatkan efek yang baik pada persendian.
Kombinasi dari kedua zat ini akan
mempertahankan fungsi persendian &
memberikan nutrisi pada tulang rawan di
sekitar persendian, karena kombinasi ini akan
merangsang pembentukan Proteoglycan & sel
chondrocyte untuk membentuk kolagen baru
& Proteoglycan, serta aman bagi tubuh.
Indikasi

• Indikasi dari kombinasi Glucosamine & Chondroitin


adalah untuk orang-orang yang mengalami gangguan
pada persendian, seperti :
• Arthritis & Osteoarthritis
• Wanita yang memasuki masa menopause &
mengalami gangguan pada persendian lutut
• Kerusakan rawan sendi akibat trauma
• Penipisan tulang rawan sendi karena kekurangan zat
gizi
• Gangguan rawan sendi & synovial akibat penyakit
autoimmune
• Efek Samping
• Efek samping pada pemakaian kombinasi antara
Glucosamine & Chondroitin jarang sekali ditemukan, karena
kombinasi kedua zat ini terdapat dalam persendian tubuh
sehingga kedua zat ini aman bagi tubuh.
Efek samping akan timbul pada pemakaian yang melebihi
dosis anjuran, seperti : dyspepsia ( mual, kembung )
terutama pada pemakaian oral Chondroitin dengan dosis
besar.
• Sedangkan pemakaian Glucosamine sangat aman bagi orang
dengan gangguan,seperti :
• Gangguan sirkulasi darah
• Gangguan liver
• Diabetes mellitus
• Gangguan paru-paru
• Depresi
METHYLSULFONYLMETHANE ( MSM )
• MSM merupakan derivat dari Dimetylsulfoxide
(DMSO), yang mengandung sulfur. Dimana
sulfur ini berperan dalam pembentukan
protein jaringan tubuh (ikatan Disulfide),
sehingga terciptalah jaringan ikat yang baik.
MSM sangat membantu dalam pembentukan
sel yang baik & sehat, sehingga dapat tercapai
kesehatan organ tubuh yang optimal. Selain
itu, MSM juga membantu memperbaiki sel-sel
tubuh yang rusak.
• MEKANISME KERJA
MSM bekerja sama dengan vitamin & asam amino untuk memperbaiki &
membentuk sel-sel tubuh . Apabila tubuh kekurangan zat-zat tersebut maka sel-sel
tubuh mudah rusak, terkena infeksi & mudah terjadi disfungsi dari sel tersebut.
Dengan bertambahnya usia maka kadar MSM di dalam tubuh akan semakin
menurun. Kadar MSM yang terlalu rendah di dalam tubuh akan menimbulkan
gangguan fisik & psikologis, akibatnya mudah timbul stress, disfungsi organ &
jaringan tubuh, kelelahan fisik & mudah terkena penyakit.
Mekanisme kerja MSM masih banyak diteliti. Berdasarkan hasil penelitian, MSM
dapat menghilangkan rasa nyeri yang berhubungan dengan otot & tulang, juga
nyeri yang disebabkan oleh pembengkakan. Selain itu, MSM dapat mengatasi reaksi
alergi ( karena makanan, udara maupun antibiotika ).
Dalam mengatasi alergi, MSM akan membersihkan zat-zat allergen dari makanan /
pollen yang ada di dalam darah selama lebih kurang 3-4 hari setelah pemakaian
MSM tersebut.
• Indikasi
• Pada pemakaian MSM secara oral akan meningkatkan respon fisiologis
terhadap gejala-gejala stress, termasuk gangguan saluran pencernaan
(lambung & usus ), peradangan membran mukosa, nyeri yang berhubungan
dengan gangguan otot & tulang, serta peradangan karena proses infeksi.
• Disamping itu MSM dapat mengatasi gangguan nyeri yang disebabkan oleh
:
• Nyeri sendi (Arthritis/ Osteoarthritis)
• Nyeri tulang belakang (back pain)
• Sakit kepala
• Nyeri otot & ligamen (Fibromyalgia)
• Nyeri otot akibat cedera (Athletic Injuries)
• Nyeri tendon (Tendinitis)
• Nyeri telapak tangan (Carpal Tunnel syndrome)
• Temporomandibular joint syndrome (TMJ)
• Sakit gigi
• Nyeri lambung & meningkatnya asam lambung
• Efek Samping
• Tidak ditemukan efek samping dalam
pemakaian MSM jangka panjang serta dalam
dosis yang tinggi. Hal ini disebabkan karena
MSM merupakan zat gizi yang diperlukan oleh
tubuh & akan dikeluarkan oleh tubuh bila
kadarnya terlalu tinggi dalam darah.
• Konsumsi MSM dengan dosis berlebih dapat
mempercepat pertumbuhan dari kuku jari
tangan & kaki, serta rambut di tubuh. Selain
itu juga memperkuat konsistensi kuku
tersebut.
GABUNGAN “MSM, GLUCOSAMINE &
CHONDROITIN“
• Prinsip dari pengobatan Arthritis adalah : untuk menghilangkan rasa nyeri &
bengkak pada persendian, serta memperbaiki kerusakan pada persendian.
• Penggabungan dari 3 komponen tersebut akan memberikan efek yang baik, karena
:
• MSM : untuk mengatasi rasa nyeri yang ditimbulkan oleh proses peradangan sendi
tersebut serta mengurangi pembengkakan pada sendi yang terkena.
• Glucosamine : merangsang pembentukan Proteoglycan dari Glucosaminoglycans &
Asam Hyaluronat , serta menghambat regenerasi dari Proteoglycan.
• Chondroitin : komponen utama pada pembentukan Proteoglycan, sebagai lubricans
untuk persendian sehingga pergerakan sendi dapat lebih sempurna serta tidak
menimbulkan rasa nyeri.
• Selain 3 komponen tersebut, diberikan pula tambahan mineral penunjang seperti:
Zinc (Zn), dimana mineral ini sangat menunjang proses pembentukan / regenerasi
jaringan otot & tulang. Kemudian diberikan tambahan Ester-C sebagai pelengkap
pada regenerasi sel.
• ZINC (Seng)
Di dalam tubuh seng berperan sebagai bagian dari enzim atau sebagai kofaktor pada kegiatan enzim.
Seng berperan dalam berbagai aspek metabolisme. Salah satunya adalah berperan dalam
metabolisme tulang dan otot.

• VITAMIN C
Vitamin C diperlukan pada setiap tahap dalam sintesis kolagen (protein berserat yang menbentuk
jaringan ikat yang penting untuk tulang yang kuat) dan kartilago. Di mana jaringan tersebut
terdegenerasi karena arthritis.
Vitamin C memberikan perlindungan terhadap infeksi, polusi dan memperkuat imunitas tubuh.

• ESTER-C
Ester-C merupakan vitamin C generasi terbaru dengan pH netral sehingga aman bagi lambung. Selain
itu Ester-C mengandung suatu metabolit yaitu Threonate sehingga Ester-C memiliki beberapa
keunggulan dibandingkan vitamin C biasa.
Keunggulan dari Ester-C :
- diserap lebih banyak oleh jaringan tubuh
- lebih sedikit endapan oksalat yang dihasilkan
- bertahan lebih lama dalam darah
- tidak bersifat asam
• Manfaat dari Ester-C :
- Pembentukan kolagen yang diperlukan untuk mempertahankan elastisitas jaringan kulit, gigi,
tulang, & pembuluh darah.
- Membantu metabolisme lemak dalam tubuh
- Sebagai antioksidan, yang diperlukan untuk menangkal radikal bebas seperti polusi udara, makanan
berlemak, bahan pengawet makanan, sinar matahari, & stres.
Stadium Berat
• Pilihan pengobatan terbaik sampai saat ini
adalah operasi penggantian sendi (operasi
yang dilakukan untuk mengganti sendi yang
telah rusak dengan prostesis).