Anda di halaman 1dari 19

 Kaca Mulut / Mouthmirror / Spiegel

 Pincet (Tweezer) / Dental Pincet


 Sonde / Probe Explorer
 Excavator
 Mixing Pad
 Agate Spatel
 Mixing Slab
 Cotton Pellet
 Dental Hatchet
 Enamel Cutter
 Applier (Carver)
 Wedge
 Celluloid strip
 Kaca Mulut / Mouthmirror / Spiegel
Fungsi :
Melihat permukaan gigi yang tidak
dapat dilihat langsung dengan
mata.
Membantu memperluas daerah
pekerjaan yaitu dengan menahan
pipi, lidah, dan bibir.
Mengetahui adanya debris, karang gigi,
lubang gigi.
Melihat hasil preparasi/tumpatan.
Melihat kelainan di dalam rongga mulut,
lidah, gusi, palatum
Ciri-ciri :
Alat yang tangkainya dari logam/non
logam dengan di ujungnya terdapat
kaca berbentuk bulat.
Macam permukaan kaca: datar dan
cembung.
Dimeter kaca ada beberapa macam
mulai dari nomor 3 sampai nomor 6.
 Pincet (Tweezer) / Dental
Pincet
Fungsi :
Merupakan alat penjepit yang
terbuat dari bahan stainless
anti karat dengan ujung
melengkung atau membentuk
sudut. Fungsi alat ini digunakan
untuk menjepit kapas , kasa
dan sejenisnya.
Ciri-ciri :
Alat penjepit dari stainless steel
dengan ujung jepitan yang
melengkung atau membentuk
sudut.
 Sonde / Probe Explorer
Fungsi :
Mencari karies dan mengukur
kedalamannya.
Memeriksa adanya debris dan kalkulus.
Memeriksa adanya perforasi pulpa.
Tangkainya dapat untuk perkusi.
Mengetahui tumpatan sudah rata atau
belum.
Ciri-ciri :
Alat dari logam dengan bagian
ujungnya yang runcing.
Ujung yang runcing hanya pada satu sisi
atau dikedua sisi.
Macam-macam sonde yaitu sonde
bengkok dan sonde lurus.
 Excavator
Fungsi :
alat yang kedua ujungnya
berbentuk seperti sendok,
yang digunakan yang tajam,
karies yang kecil berupa titik
atau yang untuk
mengorek/membersihkan
kotoran di dalam karies.
Ciri-ciri :
alat dari stainless steel dengan
ujungnya menyerupai
sendok kecil
bentuk ujungnya berbagai
ukuran nol s/d nomor 6.
 Mixing Pad
Instrumen ini diperlukan
pada pengadukan glass
ionomer. Ada dua jenis
mixing pad: Glass slab
dan paper pad yang
disposable.
 Agate Spatel
Fungsi :
Untuk mengaduk bahan
tambalan silikat, glass
ionomer.
Ciri-ciri :
Bentuk dan ukurannya
berbeda-beda dan ujungnya
pipih.
 Mixing Slab
Fungsi :
Tempat mengaduk bahan
tambalan cement,
fletcher.
Tebal 0,5 cm – 1 cm.
Tebal 2 cm untuk bahan
tambalan silikat.

Ciri-ciri :
Terbuat dari kaca.
Bentuk dan ukurannya
bermacam-macam.
 Dental Hatchet
Instrumen ini digunakan
untuk memperlebar jalan
masuk kavitas, untuk
mengikis email tipisyang
tidak terdukung dan email
yang terkena karies yang
masih tertinggal
setelah pembuangan
dentin berkaries.
 Enamel Cutter
Enamel cutter berfungsi untuk
membuka kavitas dan
melebarkannya.

 Applier (Carver)
Instrumen berujung dua ini
mempunyai dua fungsi. Ujung
yang tumpul digunakan
untuk memasukkan adukan
glass ionomer kedalam kavitas
serta pit dan fitsure. Sedangkan
ujungyang tajam digunakan
untuk membuang kelebihan
bahan tambal dan membentuk
glassionomer.
 Wedge
Bahan dari logam, plastik, atau kayu
yang di satu sisi bentuknya tebal
dan di sisi lainnya meruncing
Fungsi :
Digunakan untuk mendesak dan
memisahkan dua benda
Dalam kedokteran gigi digunakan
untuk memantapkan posisi band
matriks di daerah margin serviks gigi
ketika merestorasi daerah proksimal
Juga untuk memisahkan gigi.

 Celluloid Strip
Sebagai dinding sementara pada
waktu penambalan silikat. Terbuat
dari plastik tipis tembus pandang.
 Glass Ionomer Cement
 Dentin Conditioner
 Varnish
 Glass Ionomer Cement
Glass ionomer cement adalah salah satu bahan restorasi
di kedokteran gigi yang mempunyai sifat perlekatan
yang baik. Glass ionomer cement ini diperkerkenalkan
pertama kali oleh Wilsi dari campurerdiron dan Kent
(1972) di Inggris. Semen ionomer kaca terdiri dari
campuran bubuk dan liquid . Bubuk semen ionomer
kaca adalah kaca dan cairannya adalah larutan dari
asam polokrilik. Sifat fisik GIC yang adhesif
kepermukaan enamel dan dentin, melepaskan fluor ke
jaringan gigi. Biokompatibel pada jaringan pulpa dan
termal ekspansi sama dengan gigi membuat bahan ini
banyak digunakan. Selain itu, menurut Sidharta (1991)
GIC melepaskan ion fluor dalam jangka waktu yang
cukup lama sehingga apat menghilangkan sensitivitas
dan mencegah terjaadinya karies.
 Dentin Conditioner

Dentin Conditioner adalah larutan asam


poliakrilat ringan yang dirancang untuk
menghapus smear dentin lapisan dan dengan
kondisi dentin sehingga meningkatkan ikatan
antara ionomer kaca dan semen dentin.
Pemberian dentin conditioner (surface
pretreatment) adalah menambah daya adhesif
dentin. Persiapan ini membantu aksi pembersihan
dan pembuangan smear layer, tetapi proses ini
akan menyebabkan tubuli dentin tertutup. Smear
layer adalah lapisan yang mengandung serpihan
kristal mineral halus atau mikroskopik dan matriks
organik.
Varnish merupakan suatu bahan yang melekat ke
permukaan gigi, berwarna kuning, semi liquid, berisi fluoride
resin yang mengandung alcohol yang dapat mempercepat
proses pengeringan. Ketika pelarut menguap akan terbentuk
lapisan pelindung tipis yang melekat dan bisa bertindak
sebagai barier terhadap efek-efek yang membahayakan
dari bahan-bahan yang iritatif.

Varnish mengandung 5% sodium fluoride atau 22.600


ppm. Sodium fluoride merupakan bahan yang mengandung
ionic compound dengan formula NaF (Sodium Fluoride).
Penggunaan varnish pada permukaan tambalan glass
ionomer bukan saja bermaksud menghindari kontak dengan
saliva tetapi juga untuk mencegah dehidrasi saat tambalan
tersebut masih dalam proses pengerasan. Varnish kadang-
kadang juga digunakan sebagai bahan pembatas antara
glass ionomer dengan jaringan gigi terutama pulpa karena
pada beberapa kasus semen tersebut dapat menimbulkan
iritasi terhadap pulpa.
 Semen glass ionomer tersedia dalam dua betuk yaitu
bubuk dan cairan.
 Bubuk : yaitu larutan dasar asam kalsium
aluminosilikat glass yang mengandung fluoride. Ini
dibuat dengan mencampur silika+alumina+kalsium
fluoride, metal oksida dan metal fosfat pada 1100-
1500 C kemudian tuangkan lelehan ke pelat logam
atau ke dalam air. Glass yang terbentuk
dihancurkan, digiling dan ditumbuk menjadi bubuk
20-50. Ukuran tergantung kebutuhan. Campuran
dapat terurai oleh asam karena adanya ion Al+3
yang bisa dengan mudah dapat masuk ke dalam
jaringan silika.
 Alumina : meningkatkan opasitas
 Silika : meningkatkan translusensi
 Fluoride : meningkatkan t fusi,
antikariogenesitas, meningkatkan
translusensi, meningkatkan waktu
kerja, meningkatkan kekuatan.
 Ca-Fluoride : meningkatkan opasitas, berperan
sebagai pencair/pengalir
 Al-Fosfat : meningkatkan t leleh, meningktkan
translusensi
 Cryolite : meningkatkan translusensi, sebagai
pencair/pengalir