Anda di halaman 1dari 15

DETERMINAN SOSIAL DALAM

KESEHATAN MASYARAKAT
Dosen Pengampu
Ade Suzana Eka Putri, SKM, M. Comm Health Sc, PhD

Kelompok II

Andre Rahmadani (1110333034)


Atika Syahira (1511211028)
Yulisar Tiara (1511211034)
M. Ibnu Dzaky (1511211043)
Fauzia Zahra Naldi (1511211044)
DETERMINAN SOSIAL
▫ Determinan sosial adalah faktor-faktor tertentu secara sosial di dalam
masyarakat.Pada prinsipnya determinan sosial adalah sejumlah variable yang
terglong pada faktor sosial seperti buadaya, politik, ekonomi, pendidikan, faktor
biologi, dan perilaku yang mempengaruhi status kesehatan individu atau
masyarakat. Determinan berkontribusi terhadap kesenjangan kesehatan di
dalam kelompok masyarakat yang disebut determinan sosial kesehatan dan
mempengaruhi kesehatan baik secara langsung maupun tidak langsung,
sehingga menjadi tolak ukur status kesehatan masyarakat.

▫ Determinan sosial kesehatan adalah proses yang membentuk perilaku


didalam masyarakat. Perilaku adalah semua kegiatan yang dilakukan manusia
baik yang dapat diamati langsung maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak
luar.Perilaku seseorang terbentuk dari pengetahuan, sikap dan praktek atau
tindakan yang dimiliki.Determinan kesehatan dan perilaku mempengaruhi
mortalitas dan morbiditas dalam suatu komunitas.
▫ .
SEJARAH
• Agenda kesehatan internasional dalam beberapa dekade menunjukkan kecenderungan yang terbelah antara dua pilihan
untuk mencapai tujuan kesehatan (CSDH, 2007)

• (1) Pendekatan yang mengandalkan intervensi medik dan kesehatan masyarakat yang berbasis teknologi

• (2) Pendekatan yang memandang kesehatan merupakan suatu fenomena sosial, yang memerlukan bentuk kompleks
langkah-langkah kebijakan intersektoral untuk mencapainya.

• Sejak awal berdirinya WHO (1948) mengakui adanya dampak kondisi sosial dan politik terhadap kesehatan, dan perlunya
kolaborasi antarsektor, seperti pertanian, pendidikan, perumahan, dan kesejahteraan sosial, untuk mencapai tujuan
kesehatan.

• Tetapi sejak tahun 1950 dan 1960an terdapat pergeseran arah kebijakan menekankan intervensi kesehatan "vertikal"
yang mengandalkan teknologi untuk mengatasi masalah penyakit, dengan hanya sedikit memberikan perhatian kepada
konteks struktural sosial-ekonomi

• Pada 1978 model pendekatan sosial tentang kesehatan mengalami kebangkitan kembali dengan dikemukakannya
Deklarasi Alma-Ata tentang "Primary Health Care" dan munculnya gerakan "Health For All". Deklarasi tersebut
mengingatkan kembali perlunya meningkatkan upaya untuk memperbaiki kesetaraan kesehatan dengan cara
memperbaiki kondisi-kondisi sosial melalui program intersektoral (CSDH, 2007).
JENIS-JENIS DETERMINAN
a. Determinan Agent

• Agen penyakit dapat berupa benda hidup atau mati dan faktor mekanis.kadang-kadang, untuk penyakit
tertentu, penyebabnya tidak diketahui seperti penyakit ulkus peptiku, coronaryheart diseases, dan
lain-lain. Menurut Bustan (2006), Agen penyakit dapat diklasifikasikan menjadi lima kelompok yaitu:

• Agen Biologis yaitu virus, bakteri, fungi, riketsia, protozoa, dan metazoan.

• Agen Nutrisi yaitu protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, dan air.

• Agen Fisik yaitu danas, radiasi, dingin, kelembaban, tekanan.

• Agen Kimiawi yaitu Dapat bersifat endogenous seperti asidosis, diabetes (hiperglikimia), uremia, dan
eksogenous seperti zat kimia, allergen, gas, debu, dan lain-lain.

• Agen Mekanis yaitu gesekan, benturan, pukulan yang dapat menimbulkan kerusakan jaringan tubuh.
b. Determinan Host

• Menurut Rajab (2009), dijelaskan bahwa faktor pejamu (host) adalah semua faktor yang
terdapat pada manusia yang dapat mempengaruhi timbulnya suatu perjalanan penyakit. Host
erat hubungannya dengan manusia sebagai makhluk biologis dan manusia makhluk sosial
sehingga manusia dalam hidupnya mempunyai dua keadaan dalam timbulnya suatu penyakit
yaitu manusia kemungkinan terpajan dan kemungkinan rentan/resisten.

• Faktor-faktor yang memegang peranan penting dalam proses kejadian penyakit pada pejamu
(host) adalah sebagai berikut:

▫ Faktor Keturunan. Ada beberapa penyakit keturunan yang dapat ditularkan dari kedua orang
tua (misalnya penyakit asma dan diabetes mellitus).

▫ Mekanisme Kekebalan Tubuh/Imunitas. Daya tahan tubuh seseorang tidaklah sama, namun
faktor imunitas sangat berperan dalam proses terjadinya penyakit. Imunitas dibagi dalam
beberapa kategori, yaitu : Imunitas alamiah, Imunitas didapat dan Kekebalan kelompok.

▫ Usia, Jenis Kelamin dan Ras

▫ Sosial ekonomi, Status Perkawinan, Penyakit Terdahulu dan Nutrisi.


c. Determinan Ekstrinsik Penyakit

• Determinan Faktor Ekstrinsik pada Penyakit adalah faktor ketiga atau semua faktor luar dari suatu individu yang dapat

berupa lingkungan fisik, biologik dan sosial sebagai penunjang terjadinya penyakit.Faktor ini disebut juga faktor

ekstrinsik.

• 1) Iklim

• Penularan beberapa penyakit menular sangat dipengaruhi oleh faktor iklim.

• Iklim dapat berpengaruh terhadap pola penyakit infeksi karena agen penyakit baik virus, bakteri atau parasit, dan vekor

bersifat sensitif terhadap suhu, kelembaban, dan kondisi lingkungan ambien lainnya.Selain itu, WHO juga menyatakan

bahwa penyakit yang ditularkan melalui nyamuk seperti DBD berhubungan dengan kondisi cuaca yang hangat. (Sitorus,

2003)

• 2) Tanah

• Tanah adalah merupakan lingkungan biologis semua makluk hidup yang berada disekitar manusia yaitu flora dan fauna,

termasuk juga manusia. Misalnya, wilayah dengan flora yang berbeda akan mempunyai pola penyakit yang berbeda

• 3) Peran Manusia

• Tahap ini digambarkan sebagai interaksi manusia dengan lingkungan, dimana suatu keadaan terpengaruhnya manusia

secara langsung oleh lingkungannya dan terjadi pada saat pra-patogenesis sutu penykit
DETERMINAN SOSIAL
▫ Determinan sosial menurut Simon-Morton meliputi ekonomi, agama, gender, budaya,demografi,

populasi penduduk.Status ekonomi seringkali mempengaruhi status kesehatan individu.Akses terhadap

pelayanan kesehatan yang terhambat akibat kemiskinan menjadi factor yang mempengaruhi

kesehatan seseorang.

Agama menjadi determinan social karena agama merupakan panutan bagaimana seseorang individu

berperilaku baik sebagai social maupun sebagai individu itu sendiri.Gender menjadi determinan social

karena di beberapa negara, termasuk Indonesia, isu gender masih sangat kental.Kaum laki laki lebih

dominan daripada perempuan, termasuk dalam hal kesehatan.Budaya patriakal merupakan salah satu

contoh determinan social dalam hal budaya. Menempatkan laki laki (suami) sebagai pelindung, dan

pengambil keputusan untuk semuanya kadang kala sangat menentukan terhadap status kesehatan

masing masing individu.


e. Determinan Kesehatan

• Kini makin disadari bahwa kesehatan dipengaruhi oleh determinan-determinan sosial dan lingkungan
fisik dan biologi. Determinan sosial yang mempengaruhi kesehatan antara lain :

• Kesenjangan social: Masyarakat dengan kelas sosial ekonomi rendah, biasanya sangat rentan dan
beresiko terhadap penyakit, harapan hidup juga rendah.

• Stress: Stres merupakan keadaan psikologis/jiwa yang labil, kegagalan menanggulangi stress baik
dalam kehidupan sehari - hari dirumah, lingkungan kerja akan mempengaruhi kesehatan seseorang.

• Pengucilan social: Kehidupan di pengasingan, perasaan terkucil akan menghasilkan perasaan tidak
nyaman, tidak berharga, kehilangan harga diri, akan mempengaruhi kesehatan, fisik dan mental.

• Kehidupan dini: Kesehatan masa dewasa ditentukan oleh kondisi kesehatan di awal kehidupan.
Pertumbuhan fisik yang lambat, dukungan emosi kurang baik pada awal kehidupan akan memberikan
dampak pada kesehatan fisik, mental dan kemampuan intelektual masa dewasa

• Pekerjaan: Stress ditempat kerja meningkatkan resiko terhadap penyakit dan kematian. Syarat-syarat
kesehatan di tempat kerja akan membantu meningkatkan derajat kesehatan.
• Pengangguran: Pekerjaan merupakan penopang biaya kehidupan, jaminan pekerjaan
mantap akan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan, bagi diri dan keluarganya.

• Dukungan social: Hubungan sosial, persahabatan, kekerabatan yang baik dalam keluarga
dan juga di tempat kerja

• Penyalahgunaan Napza: Pemakaian Napza merupakan faktor memperburuk kondisi


kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan. Napza/Narkoba, Alcohol, Merokok akan
memberikan dampak buruk terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

• Pangan: Ketersediaan Pangan, pendayagunaan penghaasilan keluarga untuk pangan, cara


makan berpengaruh terhadap kesehatan individu, keluarga dan masyarakat. Kekurangan
gizi maupun kelebihan gizi berdampak terhadap kesehatan dan penyakit.

• Transportasi: Transportasi yang sehat, mengurangi waktu mengendarai, meningkatkan


aktivitas fisik yang memadai akan baik bagi kebugaran dan kesehatan, mengurangi waktu
tempat dalam kendaraan akan mengurangi polusi pada manusia.
EPIDEMIOLOGI DAN DETERMINAN
SOSIO-EKONOMI KESEHATAN
• Epidemiologi merupakan sains yang mempelajari determinan penyakit pada populasi manusia.

• Determinan adalah istilah inklusif yang merujuk kepada semua faktor, baik fisik, biologi, perilaku, sosial,
maupun kultural yang mempengaruhi kesehatan dan terjadinya penyakit

• Konsep determinan kesehatan mencakup faktor risiko dan kausa.

 Faktor risiko adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam (atribut) atau dari luar (paparan) yang
berhubungan dengan meningkat¬nya probabilitas terjadinya suatu penyakit. Atribut adalah
karakteristik intrinsik dari individu (misalnya, umur, jenis kelamin, kerentanan genetik, status imunitas,
berat badan). Sedang paparan (exposure) adalah faktor risiko ling¬kungan di luar individu (misalnya,
agen infeksi, agen toksik, nutrisi, perumahan, pekerjaan).

 Kausa adalah kombinasi dari faktor-faktor risiko ter¬sebut, yang secara sendiri atau bersama
(multifaktor), pada suatu saat di dalam siklus hidup individu, menghasilkan suatu penyakit pada individu
tersebut.

• Determinan sosial-ekonomi kesehatan adalah kondisi-kondisi sosial dan ekonomi yang melatari kehidupan
seorang, yang mempengaruhi kesehatan
DETERMINAN HILIR & HULU BAGI
KESEHATAN INDIVIDU & POPULASI
•Determinan hilir (proksimal, mikro) dan hulu (distal,
makro) sebagai lingkungan mempengaruhi kesehatan
individu dan populasi sepanjang hayat

•Determinan kesehatan tidak terletak di satu tingkat,


melainkan beberapa tingkat (multilevel).

•Tidak terjebak pada cara pandang yang sempit,


terlalu simplistik, yang mereduksi kausa kesehatan
hanya terletak di tingkat hilir (proksimal), yakni
tingkat biologis-medis.
TEORI DISTRIBUSI KESEHATAN
Pendekatan psikososial

• Tingkat mikro, kesenjangan pendapatan → kecemburuan sosial yang memperkuat hirarki sosial → stres kronis
→ penurunan tingkat kesehatan di kalangan masyarakat berpendapatan rendah

• Tingkat makro, kesenjangan pendapatan mengikis kohesi sosial (socal cohesion) dan ikatan sosial (social bonds)
→ berkurangnya tingkat kepercayaan dan partisipasi warga, meningkatnya kejahatan, dan kondisi tidak sehat.

Produksi sosial penyakit/ ekonomi politik kesehatan

• Level mikro, kesenjangan pendapatan individu berimplikasi kepada sedikitnya sumberdaya ekonomi yang
dimiliki orang-orang miskin, sehingga menyebabkan rendahnya kemampuan mereka dalam menghindari risiko,
menyembuhkan penyakit dan cedera, maupun mencegah penyakit.

• Pada level makro, kesenjangan pendapatan menyebabkan rendahnya investasi sosial dan lingkungan (perumahan
sehat dan aman, sekolah yang baik, dan sebagainya) yang diperlukan untuk meningkatkan kesehatan di antara
orang-orang miskin.
Pendekatan ekososial

• Dikemukakan oleh Krieger (2001), pendekatan ekososial bersifat multilevel, mencoba


menganalisis pola kesehatan dan penyakit pada populasi dalam kaitannya dengan
organisasi biologis, ekologis, dan sosial pada tiap-tiap level, mulai dari level sel, kelompok
sosial manusia, hingga ekosistem secara keseluruhan.

• Teori ekososial berusaha memperoleh pandangan baru tentang pola distribusi kesehatan,
dengan cara menjelaskan pola kesehatan dan penyakit pada populasi sebagai suatu
ekspresi biologis dari relasi sosial, maupun sebaliknya untuk menjelaskan pengaruh sosial
terhadap pola kesehatan dan penyakit pada populasi sebagai ekspresi biologis.
Model Determinan Sosial Ekonomi
Seleksi sosial
• Perspektif ini menjelaskan bahwa kesehatan mempengaruhi posisi sosio-ekonomi, bukan
posisi sosio-ekonomi mempengaruhi kesehatan. Kesehatan memberikan pengaruh kuat
kepada individu dalam mencapai posisi sosial (misalnya, pendapatan), sehingga
menghasilkan pola mobilitas sosial, di mana individu-individu yang tidak sehat akan
bergeser ke bawah, dan individu-individu sehat bergerak ke atas.dalam mobilitas sosial
tersebut

Kausasi sosial
• Perspektif ini menjelaskan bahwa posisi sosial mempengaruhi kesehatan melalui faktor-
faktor antara.Kelompok faktor utama yang telah diidentifikasi memiliki peran penting
dalam memerantarai terjadinya kesenjangan kesehatan adalah faktor material,
psikososial, dan perilaku dan/ atau faktor biologi.

Perspektif sepanjang hayat


• Pendekatan sepanjang hayat (life-course approach) secara eksplisit menekankan
pentingnya dimensi waktu dalam memahami hubungan kausal antara paparan dan
kesehatan dan penyakit, sepanjang perjalanan hidup individu, lintas generasi, maupun
kecenderungan penyakit pada level populasi.

Anda mungkin juga menyukai