Anda di halaman 1dari 22

Rani Asnita (16090020)

Wela Pratama Putri (18090067)


Sri Harti Wahyuni (18090074)
Desiana (18090081)
Shobahul Khoir (18090088)
Syafira Nurliza (18090094)
Pengertian Pasar
Monopolistis
Pasar Monopolistis adalah salah satu bentuk
pasar di mana terdapat banyak produsen yang
menghasilkan barang serupa tetapi memiliki
perbedaan dalam beberapa aspek.
Karakteristik Pasar
Monopolistis
Meskipun produk yang dihasilkan sejenis, namun
setiap produk yang dihasilkan tiap produsen
pasti memiliki karakter tersendiri yang
membedakannya dengan produk lainnya
(diferensiasi produk).
Contohnya adalah : shampoo, pasta gigi, dll.
Meskipun fungsi semua shampoo sama yakni
untuk membersihkan rambut, tetapi setiap
produk yang dihasilkan produsen yang berbeda
memiliki ciri khusus, misalnya perbedaan aroma,
perbedaan warna, kemasan, dan lain-lain.
Karakteristik Pasar
Monopolistis
Produsen dapat dengan
leluasa keluar masuk pasar.
Hal ini dipengaruhi oleh laba ekonomis, saat
produsen hanya sedikit di pasar maka laba
ekonomisnya cukup tinggi. Ketika produsen
semakin banyak dan laba ekonomis semakin
kecil, maka pasar menjadi tidak menarik dan
produsen dapat meninggalkan pasar.
Karakteristik Pasar
Monopolistis
Pada pasar monopolistis, tidak seperti pada pasar
persaingan sempurna, produsen memiliki
kemampuan untuk mempengaruhi
harga walaupun pengaruhnya tidak sebesar produsen
dari pasar monopoli atau oligopoli.
Misalnya, pasar sepeda motor di Indonesia. Produk
sepeda motor memang cenderung bersifat homogen,
tetapi masing-masing memiliki ciri khusus sendiri. Sebut
saja sepeda motor Honda, di mana ciri khususnya
adalah irit bahan bakar. Sedangkan Yamaha memiliki
keunggulan pada mesin yang stabil dan jarang rusak.
Akibatnya tiap-tiap merek mempunyai pelanggan setia
masing-masing.
Karakteristik Pasar
Monopolistis
Pada pasar persaingan monopolistis, harga
bukanlah faktor yang bisa mendongkrak penjualan.
kemampuan perusahaan
Bagaimana
menciptakan citra yang baik di dalam
benak masyarakat, sehingga membuat mereka mau
membeli produk tersebut meskipun dengan harga mahal
akan sangat berpengaruh terhadap penjualan
perusahaan. Oleh karenanya, perusahaan yang berada
dalam pasar monopolistis harus aktif mempromosikan
produk sekaligus menjaga citra perusahaannya.
PERMINTAAN PASAR
MONOPOLISTIK
• Permintaan dari suatu perusahaan dalam
persaingan monopolistik adalah condong
menurun karena preferensi konsumen terhadap
fitur-fitur produk yang dibedakan tersebut. Akan
tetapi, karena terdapat beberapa barang
pengganti dekat (jika tidak sempurna) yang
langsung tersedia, maka permintaannya menjadi
sangat elastis.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelemahan Pasar Monopolistik
Keseimbangan Jangka Pendek
• Pada jangka pendek kemungkinan akan terjadi
laba maksimum dan kerugian. Karena pada
waktu yang relatif singkat tidak akan ada
penambahan pesaing baru.
Keseimbangan Jangka Pendek
Keseimbangan Jangka Pendek
Keseimbangan Jangka Pendek
Keseimbangan Jangka Pendek
Tindakan Non Harga
Tindakan Non Harga
Pandangan Lain Yang Menyokong
Pengiklanan

• Pengiklanan membantu konsumen untuk


membuat keputusan yang lebih baik di dalam
menentukan jenis-jenis barang yang akan
dibelinya.
• Iklan akan menggalakkan kegiatan memperbaiki
mutu suatu barang.
• Iklan membantu membiayai perusahaan
komunikasi masa seperti radio, televisi, surat
kabar dan majalah.
• Iklan menaikkan kesempatan kerja.
Pandangan Yang Mengkritik
Pengiklanan

• Promosi secara iklan adalah suatu


penghamburan
• Iklan tidak selalu memberi informasi yang betul.
• Iklan bukanlah suatu cara yang efektif untuk
menambah jumlah pekerjaan dalam
perekonomian
• Iklan dapat menjadi penghambat kepada
perusahaan-perusahaan baru untuk masuk ke
dalam industri
Peraturan Perusahaan Monopolistik

– Pemerintah membuat peraturan tentang


kebijakan harga hal ini berhubungan dengan
fungsi pemerintah sebagai pengawas pasar.
– Pemerintah memberikan subsidi, hal ini
berarti pada saat tertentu pemerintah harus
siap memberikan subsidi paling tidak
sebesar keuntungan produsen yang hilang
atau keuntungan sama dengan nol.
Peraturan Perusahaan Monopolistik

• Kedua kebijakan tersebut diperlukan


agar perusahaan bekerja pada
MC=AC=P atau harga ditentukan
seolah-olah dalam persaingan
sempurna. Pada kondisi ini monopolis
tidak sepenuhnya menggunakan haknya
untuk membuat harga dan konsumen
membayar barang sesuai dengan biaya
marginalnya.