Anda di halaman 1dari 17

Skenario 3

Blok Hematoimun

Sea Nabilah Wijayanti


1513010001
Ups.. Hidungku Berdarah
Ny. Evi 40 tahun mengalami demam sejak 5 hari yang lalu.
Demam yang Ny. Evi berpola bifasik. Gejala lain yang dialami
adalah cephalgia, nyeri di regio epigastrica, myalgia, dan
terdapat petekie di tangan. Yang membuat ia dan keluarganya
panik adalah tiba-tiba saja hidungnya berdarah. Keluarga Ny.Evi
membawa Ny.Evi ke UGD. Pada pemeriksaan selanjutnya di
dapati leukopenia dan trombositopenia. Ny.Evi di rawat inap dan
di beri obat antipiretik dan vitamin. Apa yang terjadi pada
Ny.Evi?
Klarifikasi Istilah
O Cephalgia : Suatu sensasi yang tidak nyaman yang dirasakan

didaerah kepala (Dorland, 2012)

O Nausea : Rasa tidak enak pada perut, rasa mual sampai


keinginan kuat untuk muntah (Dorland, 2012)

O Regio epigastric : Salah satu dari sembilan regio abdomen yang

terletak segaris dan berada diatas pusar (Dorland,2012)

O Myalgia : Nyeri pada otot (myodima) (Dorland,2012)


Klarifikasi Istilah
O Petekie : Bintik merah akibat perdarahan intradermal atau

submukosa (Dorland,2012)

O Trombositopenia : Penurunan jumlah < 150.000-450.000/ml

(Dorland,2014)

O Leukopenia : Jumlah darah putih atau leukosit kurang dari

3500/mm3 atau kurang dari 4000/mm3 (Dorland,2014)


Identifikasi masalah
1. Apa yang dimaksud dengan demam bifasik dan jelaskan
mekanisme demam secara umum!

2. Jelaskan patofisiologi dari keadaan pasien meliputi


trombositopenia, nausea, petekie, leukopenia dan
epistaxis!

3. Apa kegunaan penatalaksanaan yang diberikan dan


vitamin apa yang di berikan?
Apa yang dimaksud dengan demam
bifasik ?
Demam dengan 2 episode yang berbeda (pelana kuda/
saddleback fever), demam pertama dengan durasi 2-3 hari,
kemudian turun sampai dengan hari ke-5, kemudian demam
lagi bahkan kenaikan suhu bisa lebih tinggi.
Jelaskan mekanisme demam secara
umum!
Pirogen
Infeksi pirogen
macrofag endogen/sitokin
eksogen
(IL-1, IL-6, TNF α)

Asam arakidonat
Prostaglandin dengan bantuan Hipotalamus
COX 2

Usaha tubuh
Set point
memproduksi
meningkat
panas
Ny.Evi, 40 thn

Infeksi virus

Fase infeksi Menempel Menempel


Fase replikasi Fagosit oleh pada saluran
(demam tinggi permukaan
(demam turun) leukosit cerna
mendadak) trombosit

Asam lambung
Demam Bifasik leukositopenia Trombosit rusak meningkat
Macrofag

iritasi
Pirogen Perombakan o/
Permeabilitas trombositopenia
endogen/sitokin (IL- hati & spleen
meningkat
1, IL-6, TNF α)
Perdarahan
Aktifasi sistem gastrointestinal
komplemen Hipotalamus
Hepatomegali & Usaha tubuh
c3a & c5a
spleenomegali mengatasi kebocoran
plasma,menutup Melena+Nyeri
Petekie & Asam endotel
epistaxis arakidonat

Hematokrit
prostaglandin
meningkat
COX 2
Set poin
meningkat

Demam
Tujuan pembelajaran
1. Jelaskan penegakan diagnosisnya!

2. Jelaskan tatalaksananya!

3. Jelaskan komplikasi yang dapat terjadi!

4. Jelaskan perbedaan demam akibat virus dan bakteri!


Pemeriksaan fisik
O Uji bendung positif (≥10 petekie/inch2) merupakan manifestasi

perdarahan yang paling banyak pada fase demam awal.

O Mudah lebam dan berdarah pada daerah tusukan untuk jalur vena.

O Petekie pada ekstremitas, ketiak, muka, palatum lunak.

O Epistaksis, perdarahan gusi

O Perdarahan saluran cerna

O Hepatomegali
Pemeriksaan penunjang

O Pemeriksaan darah perifer

O Antigen NS1 dapat dideteksi pada hari ke-1 tidak hari ke 5-6

O Antibodi IgM hari ke-5 sakit, puncak hari 10-14, lalu menurun

O Antibodi IgG hari ke-14 lalu hilang setelah 6 bulan sampai 4

tahun.

O Pemeriksaan Radiologi
komplikasi
O Perdarahan

O Kelainan ginjal akibat syok berkepanjangan dapat mengakibatkan gagal

ginjal akut.

O Edema paru dan/ atau gagal jantung seringkali terjadi akibat overloading

pemberian cairan pada masa perembesan plasma

O Syok yang berkepanjangan mengakibatkan asidosis metabolik &

perdarahan hebat

O Hipoglikemia / hiperglikemia, hiponatremia, hipokalsemia akibat syok

berkepanjangan dan terapi cairan yang tidak sesuai


Tatalaksana
Parameter yang harus dimonitor :
O Keadaan umum, nafsu makan, muntah perdarahan, dan tanda dan gejala lain

O Perfusi perifer sesering mungkin karena sebagai indikator awal tanda syok,

serta mudah dan cepat utk dilakukan

O Tanda vital: suhu, nadi, pernapasan, tekanan darah, diperiksa 2-4 (non syok)

& 1-2 jam (syok).

O Hematokrit 4-6 jam (stabil)

O Diuresis 8-12 jam (tidak berat) dan setiap jam(syok berkepanjangan / cairan

yg berlebihan)

O Jumlah urin harus 1 ml/kg berat badan/jam (berdasarkan berat badan ideal)
Prinsip umum terapi cairan pada
DBD
O Kristaloid isotonik selama masa kritis

O Cairan koloid pada perembesan plasma hebat, dan

tidak ada respon pada minimal volume cairan kristaloid


yang diberikan.

O Volume cairan rumatan + dehidrasi 5%

O Kecepatan cairan intravena


Perbedaan demam
Virus Bakteri

O Mendadak demam O Demam bertahap

O Demam bifasik O Nyeri lokal

O Membaik secara bertahap O KGB membesar

O Menyebar disertai kelelahan


O Infeksi lokal dapat menimbulkan
O Tanda peradangan abses

O Kondisi tubuh memburuk