Anda di halaman 1dari 8

Miniblok 4 Hematoimunologi

Fabella Khairina Pertiwi


Skenario 3
 Perempuan 65 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan
demam sudah sejak 3 hari yang lalu. Pasien baru
pulang dari bepergian ke Papua. Pasien sudah 3x
minum paracetamol demam turun sebentar tapi naik
lagi. Hasil pemeriksaan tanda vital didapatkan
tekanan darah 100/70 mmHg, suhu 39,8°C, nadi
110x/menit RR 22x/menit. Pada pemeriksaan fisik
ditemukan petekie dan epistaksis.
1. Sebutkan diagnosis banding dan alasan klinisnya!
2. Apa saja pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan?
3. Apa saja terapi farmakologinya?
4. Apa saja saran yang dapat diberikan kepada pasien?
1. Sebutkan diagnosis banding dan alasan
klinisnya!
1. Demam thyphoid  demam remiten
2. Malaria  menggigil, demam, berkeringat
3. Morbili  diawali batuk, timbul pada hari ketiga
dan semakin banyak, bercak akan hilang jika ditekan
4. Demam Chikungunya  Nyeri sendi (arthralgia)
dan oto t(myalgia)
5. Leptospirosis  Conjunctival suffusion
6. Idiophatic Thrombocytopenia Purpura (ITP) 
tidak ada demam
2. Apa saja pemeriksaan penunjang yang
dibutuhkan?
 Laboratorium
 Leukosit
 Trombosit
 Hematokrit
 Hemostasis
 Protein/albumin
 Ureum/kreatinin
 Imunoserologi dilakukan pemeriksaan IgM dan IgG
terhadap dengue
 Pemeriksaan radiologis
3. Apa saja terapi farmakologinya?

 belum ada obat yang spesifik untuk demam berdarah


 pengobatan DB bersifat simptommatik dan supportif
 Antipiretik: paracetamol 10 – 15 mg/kg BB/kali, 3
kali/hari.
 Metoklopramide bila terjadi muntah-muntah dengan
dosis 10 mg 1-3 kali/hari
4. Apa saja saran yang dapat diberikan kepada
pasien?
 Istirahat
 Minumlah air putih minimal 20 gelas berukuran
sedang setiap hari (lebih banyak lebih baik)
 Makanlah makanan yang bergizi seimbang dan
usahakan makan dalam kuantitas yang banyak.