Anda di halaman 1dari 10

Pengukuran Nyeri

 Menurut Merskey, 1986. “Nyeri adalah perasaan dan pengalaman emosi


yang berhubungan secara nyata atau potensial dengan kerusakan jaringan
atau digambarkan sebagai sebagai sesuatu yang berkenaan dengan
kerusakan”
 Nyeri disebabkan oleh trauma pada jaringan atau desease karena adanya
problem pada system chemical dan elektrik dalam tubuh. Ketika
rangsangan noxius mekanis chemical atau thermal mencapai intensitas
yang cukup maka tubuh mentransfer rangsangan ini ke dalam aktivitas
elektrik pada sensory nerve endings. Serabut myalinated A-delta dan
serabut un-myalinated serta serabut C yang pertama kali memerintahkan
neuron transmit electric untuk memberikan informasi dari perifer dorsal
horn spinal cord. Serabut A-delta dan serabut C masuk ke dalam dorsal
horn dimana terdapat synaps untuk meneruskan perintah selanjutnya.
 Perintah yang kedua terjadi pada neuron ascending yang
melalui tractus spinothalamicus di reticular formation pada
batang otak/ brain stem, pariaqueductal gray hypothalamus
dan thalamus. Di thalamus terjadi perintah yang ketiga yang
dikirim melalui axon pada cortex somatosensory dan limbic
system dimana signal diinterpretasikan sebagai nyeri.
 Menurut teori pintu gerbang (gate control) menyatakan
Modulasi nyeri terjadi karena keseimbangan pada serabut
saraf berdiameter besar A-β neuron transmitting non
nociceptive termasuk di dalamnya sentuhan, proprioceptif
serta tekanan dari A-delta dengan serabut C sensory neuron
transmitting nociceptive
DIMENSI NYERI
 Intensitas
 Afektif
Intensitas
 Verbal Rating Scale  Adalah list mengenai sifat
nyeri dengan menggambarkan level intensitas nyeri.
Rangkingnya antara tidak nyeri sampai nyeri sekali.
Terdiri dari 5 nilai dan 15 nilai. Pasien diminta
untuk mentukan rasa nyerinya. Kelemahan dari
VRS adalah sulit menggambarkan nyeri dan
perbedaan bahasa.
 Numerical Rating Scale  adalah penggambaran
nyeri pasien dengan menggunakan anka. Skala bisa
0 – 10 atau 0 – 100. 0 adalah untuk nilai tidak ada
nyeri dan 10 atau 100 adalah untuk nyeri yang
sangat hebat.
 Visual Analogue Scale  adalah pengukuran nyeri dengan
menggunakan garis sepanjang 10 cm/ 100 mm dengan pada
sisi kiri ditandai dengan tidak pernah nyeri sedang sisi
satunya nyeri hebat sekali. Pasien diminta menentukan
dimana rasa nyeri berada sepanjang garis tersebut.
Keuntungannya mudah utnuk pencatatan. Kelemahannya
sulit bagi orang tua atau gambaran pada usia yang berbeda
 Descriptor Differential Scale  pengukuran dengan
menggunakan 12 pernyataan nyeri yang memliki 20 scala
dalam bentuk garis. Pada satu ujung garis ditandai negatif
dan ujung lainnya diberi tanda positif. Pasien diminta
menggambarkan rasa nyeri tergantung kepada salah satu
pernyataan yang ada. Dan tentukan titiknya.
Afektif Nyeri
 Verbal Rating Scale  Pengukuran dengan
menggunakan pernyataan gambaran nyeri dari rasa
nyaman dan meningkat sampai rasa tidak nyaman,
seperti “distrcting”, “oppresive”, “awful” atau
“agonizing”.
 Visual Analog Scale  Sama dengan pengukuran
intensitas dengan menggunakan VAS hanya garis
yang digunakan 10 – 15cm dimana pada satu sisi
menggambarkan kondisi “tidak buruk sama sekali”
dan di sisi yang lain menggambarkan perasaan
paling tidak menyenangkan yang pernah dirasakan.
 Pain Discomfort Scale  Adalah pengukuran
dengan cara memberikan 10 bentuk pernyataan
kepada pasien dimana jawabannya merupakan
tingkat kesepakatan (persetujuan) dimana nilai 0
menandakan tidak sesuai dan nilai 4 menandakan hal
yang palaing sesuai untuk dirinya.
 4. Descriptor Pain Scale  Sama seperti descriptor
pain scale pada pengukuran nyeri hanya saja item
pernyataannya berupa pernyataan rasa tidak nyaman.
Gill Pain Questionnaire  Merupakan pengukuran
nyari yang paling dalam.
 Bagian I : Berupa suatu gambar manusia dari sisi anterior dan
posterior, pasien diminta untuk menunjukkan lokasi nyeri
yang dirasakannya.
 Bagian II : Berisi 102 pernyataan nyeri yang dibagi dalam 20
kelompok, dimana pasien diminta menandakan apa saja
gambaran nyeri yang dirasakan.
 Bagian III : Berisi pertanyaan Bagaimana perubahan yang
terjadi pada nyeri yang dirasakan terdiri dar 3 bagian yaitu
sifat nyeri, yang memperingan dan memprovokasi
 Bagian IV : Berisi pertanyaan mengenai seberapa kuat nyeri
yang dirasakan
Pengukuran Outcome nyeri
 Sesuai dengan aktifitas fungsional yang
dilakukan