Anda di halaman 1dari 7

Kepribadian Dan Nilai

Oleh :
Kelompok 8
Rosmayanti : 105731108816
Musfira : 105731111116

Fakultas Ekonomi & Bisnis


Universitas Muhammadiyah Makassar
2018/2019
Apa Itu Kepribadian

Kepribadian atau psyche adalah mencakup keseluruhan fikiran, perasaan dan tingkahlaku, kesadaran dan
ketidak sadaran. Kepribadian membimbing manusia untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan
lingkungan fisik. Sejak awal kehidupan, kepribadian adalah kesatuan atau berpotensi membentuk kesatuan.
Ketika mengembangkan kepribadian, orang harus berusaha mempertahankan kesatuan dan harmoni antar
semua elemen kepribadian.

Sifat dan Kepribadian

Berbagai penelitian awal mengenai struktur kepribadian berkisar di seputar upaya untuk mengidentifikasikan
dan menamai karakteristik permanen yang menjelaskan perilaku individu seseorang.Karakteristik yang
umumnya melekat dalam diri seorang individu adalah malu, agresif, patuh, malas, ambisius, setia,
dan takut Karakteristik-karakteristik tersebut jika ditunjukkan dalam berbagai situasi, disebut sifat-sifat
kepribadian. Sifat kepribadian menjadi suatu hal yang mendapat perhatian cukup besar karena para peneliti
telah lama meyakini bahwa sifat-sifat kepribadian dapat membantu proses seleksi karyawan, menyesuaikan
bidang pekerjaan dengan individu, dan memandu keputusan pengembangan karier.
Model Kepribadian
1. Dominance Style
Pembawaannya :
-Suka mengendalikan lingkungan mereka serta menggerakkan orang-orang di sekitar mereka
-Senang mengambil peran penting, pembuat keputusan, problem solver dan melaksanakan berbagai hal
-Tidak menyukai rutinitas
-Menyukai tantangan dan berani mengambil resiko
Yang Harus Diperhatikan Ketika Berhubungan Dengan Orang Tipe ini :
– Pesan harus jelas & to the point
– Hindari hal-hal yang terlalu pribadi dan ngalor ngidul
– Beri kesempatan untuk mengambil keputusan & dalam kendali
– Beri tantangan baru, juga kesempatan untuk mengarahkan yang lain
2. Influence Style
Pembawaannya :
– Suka bergaul dengan orang lain
– Ekstrovert
– Senang berada pada lingkaran pertemanan yang luas
Yang harus diperhatikan ketika berelasi dengan orang tipe ini :
-Berikan waktu untuk berinteraksi & mendengarkan aspirasinya
-Berikan bimbingan dan arahan yang jelas, termasuk deadline, karena jika tidak akan ngelantur dan ngaret
3. Steadiness Style
Pembawaannya :
– Introvert. reserve dan quiet
– Suka melakukan secara sistematis, teratur dan bertahap
– Cenderung menyukai sesuatu yang berjalan dengan konsisten, dapat diprediksi dan lingkungan kerja yang stabil dan harmonis
– Tergolong pribadi yang sabar, dapat diandalkan
– Memiliki loyalitas tinggi
Hal yang harus diperhatikan ketika berhubungan dengan orang tipe ini :
-Berikan kesempatan untuk bekerjasama dalam tim untuk mencapai hal yang diinginkan
-Berikan arahan-arahan yang spesifik dan sistematis
-Yakinkan bahwa anda telah berpikir matang sebelum memutuskan perubahan
4. Conscientiousness Style
Pembawaannya :
– Menekankan akurasi(ketelitian)
– Enggan menerima proses perubahan yang mendadak
– Ketika termotivasi secara negatif, cenderung menjadi sinis atau sangat kritis
Yang perlu diperhatikan ketika berelasi dengan orang tipe ini :
-Memberikan tugas dimana terdapat kesempatan baginya untuk mendemonstrasikan keahliannya
-Memberikan tugas yang menuntut akurasi
Indikator Kepribadian

Beberapa indikator yang digunakan sebagai bentuk manifestasi dari aspek-


aspek kepribadian yang nampak dalam interaksi lingkungan antara lain:
•Konsekuen atau tidaknya aturan etika.
•Teguh atau tidaknya dalam memegang pendirian atau pendapat.
•Konsisten atau tidaknya dalam menghadapi situasi lingkungan yang
serupa/berbeda-beda (karakter).
•Cepat atau lambatnya (temperament).
•Positif atau negatifnya sambutannya obyek-obyek (orang, benda, peristiwa,
norma, sistem nilai etika atau estetika - sikap atau attitude).
•Mudah atau tidaknya tersinggung/marah, menangis, putus asa, stabilitas
emosional.
•Menerima atau melarikan diri dari resiko atas tindakan dan perbuatannya
(tanggung jawab/responsibility).
•Keterbukaan atau ketertutupan dirinya serta kemampuannya berkomunikasi
dengan orang tuanya (sosiobilitas)
Pentingnya Nilai

Nilai merupakan penghargaan terhadap sesuatu yang dapat menjadi dasar penentu bagi tingkah laku seseorang.
Menilai berarti menimbang, yaitu kegiatan menghubungkan antarasesuatu dengan sesuatu yang lain (sebagai
standar) untuk selanjutnya mengambil keputusan. Keputusan ini dapat berupa baik atau buruk, benar atau salah,
indah atau tidak indah, berguna atau tidak berguna, dan sebagainya. Nilai-nilai yang hendak diwujudkan
masyarakat, misalnya kebaikan, kebenaran, keindahan, kemanfaatan, kesopanan, ketertiban, keamanan, dan
sebagainya. Nilai dibagi menjadi 4 yaitu, nilai etika atau moral, nilai estetika, nilainilai agama dan nilai sosial.

Pembentukan Nilai

Pembentukan nilai dan norma itu dari lingkungan keluarga terlebih dahulu baru lingkungan masyarakat,dan dari
adat istiadat setempat terbentuknya nilai dan norma karena itu adalah kebiasaan masyarakat sesuai daerahnya.
Pendidikan sebagai upaya pembentukan nilai-nilai sportivitas atau potensi individu sehingga dapat hidup secara
optimal baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat serta memiliki nilai-nilai moral dan sebagai
pedoman hidupnya.
Mengaitkan Antara
Kepribadian dan Nilai-Nilai di
Tempat Kerja

Agar dapat bekerja optimal, organisasi perlu mencocokkan kepribadian dan nilai individu pada pekerjaan
tertentu. Namun jika lingkungan bersifat dinamis, karyawan dituntut agar lebih fleksibel, siap berpindah
tugas atau tim. Sehingga perlu mencocokkan kepribadian dan nilai individu pada budaya organisasi.
• Kecocokan Individu dan Pekerjaan (Personality-Job Fit) oleh John Holland
Teori ini berpendapat bahwa kepuasan kerja tinggi dan tingkat keluar rendah saat karyawan sesuai dengan
pekerjaannya.
Teori ini mengusulkan enam tipe kepribadian, beserta karakteristik masing-masing dan contoh pekerjaan
yang sesuai. Cara pengukurannya dilakukan dengan menggunakan kuesioner Vocational Preference
Inventory, yang mencakup 160 judul pekerjaan.
• Kecocokan Individu dan Organisasi (Person-Organization Fit)
Teori ini berpendapat seseorang akan tertarik dan diseleksi oleh organisasi yang memiliki kesamaan nilai-
nilai.
Seorang yang tinggi dalam extraversion akan cocok dengan budaya agresif dan berorientasi tim. Seorang
yang tinggi dalam agreeablenessakan cocok dengan lingkungan kerja yang suportif. Dan seorang tinggi
dalam openness akan cocok dengan organisasi yang menekankan inovasi.
Terimah Kasih 