Anda di halaman 1dari 36

Penyakit Degeneratif

 Penyakit yang timbul akibat kemunduran fungsi sel. Dari normal jadi
buruk
Faktor Risiko
Bisa diubah

Tidak bisa diubah


- Usia
- Jenis Kelamin
- Faktor keturunan
- Ras
Diabetes Militus
 DM  penyakit yang menyebabkan gangguan fungsi pankreas
sehingga insulinnya kurang, ditandai dengan kadar gula darah
melebihi nilai normal.
 Tipe Diabetes
 Diabetes Militus tipe I
 Diabetes Militus tipe II
 Diabetes Militus tipe spesifik lainnnya
Tanda & Gejala
- Gejala klasik: banyak minum, banyak makan, banyak kencing
- Gejala lain: sering mengantuk, kesemutan, gangguan pengelihatan,
sendi terasa sakit, mudah lelah
Lanjutan Diabetes Militus...
Komplikasi
- Luka sulit sembuh
- Gangguan ginjal dan gangguan saraf
- Stroke dan Penyakit Jantung
Deteksi dini Diabetes Militus
- Pemeriksaan rutin gula darah
- Kontrol rutin ke dokter
Dislipidemia
 Dislipidemia  gangguan metabolisme lemak
 Metabolisme lemak  kolesterol total, trigliserid, LDL dan HDL
 Lemak akan menumpuk dipembuluh darah  menyempit dan
tersumbat  bisa menyebabkan kematian jaringan.
Otak  stroke
Jantung  Penyakit jantung koroner
Lanjutan Dislipidemia ...
Tanda & Gejala
- Pegal-pegal
- Leher tegang
- Kesemutan
- Bisa tanpa gejala
PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis)
 PPOK  penyakit ayng menyerang paru-paru dalam jangka panjang
ditandai dengan hambatan aliran udara dari dalam paru-paru sehingga
penderita mengalami kesulitan bernafas
Lanjutan PPOK...

Tanda & Gejala


Penyakit Ginjal Kronis
 PGK sindrom klinis karena penurunan fungsi ginjal secara menetap
akibat kerusakan jaringan ginjal
Tanda & Gejala
- Nyeri daerah pinggang
- Bengkak (kaki, sekitar mata, wajah)
- Perubahan warna kencing
- Terdapat keluhan saat BAK (nyeri, panas, sering BAK saat malam hari)
- Perubahan jumlah kencing (banyak, sedikit, atau tidak kencing sama
sekali)
- Lelah, gatal-gatal, kram-kram otot.
Gout Arthritis Osteoarthritis

Penyakit
Sendi
Rheumathoid
Arthritis
Lanjutan Penyakit Sendi
Tinggi Purin
< Aktivitas Usia > 50 th

Penyebab
Obat - obatan

Obesitas
(BMI > 25)

Trauma Tekanan Berulang


Lanjutan Penyakit Sendi

Tinggi Purin
 Makanan : - tinggi protein
- BENJOL ( bayam, emping, nangka, jeroan, otak, lemak,
sayuran hijau)
 Kurang minum air putih
 Konsumsi alkohol
 Mengalami gangguan ginjal
Lanjutan Penyakit Sendi

Tekanan Berulang
Melakukan olahraga berlebih, lari, lompat, jongkok, naik turun
tangga, main HP lama dan berulang
Apalagi jika obesitas ,selain lemak menggangu proses pengeluaran
purin juga menambah beban yang di tanggung sendi
Hitung BMI : BB (kg) : (TB x TB (m) )
Lanjutan Penyakit Sendi
Gejala Klinis
 Nyeri / ngilu pada sendi  besar ( lutut, pergelangan tangan,siku,dll) = Osteo arthritis
 kecil ( antar jari tangan dan kaki, daun telinga ) = Gout arthritis
 membaik saat istirahat = Osteo arthritis
 tidak membaik saat istirahat = Gout arthritis

 Kaku sendi  ± 30 menit = Osteoarthritis, Gout arthritis


 > 1 jam = Rheumatoid arthritis (pagi hari)
 Bunyi berderik / krepitasi / kretek – kretek saat digerakkan  osteoarthritis
 Perabaan  hangat dan bengkak = Rheumatoid arthritis, Gout arhtritis
 Lihat  tofus = Gout arthritis
 perubahan bentuk pada sendi = Rheumatoid arthritis
 pembesaran dan kemerahan sendi = Osteo arthritis
 Demam ringan  Rheumatoid arthritis
Lanjutan Penyakit Sendi

Rheumatoid Gout
Lanjutan Penyakit Sendi

Osteoarthritis
Lanjutan Penyakit Sendi

Pemeriksaan
 Rontgen
 Asam Urat : Laki-laki 3.4-7.0 mg/dl
Perempuan 2.4-5.7 mg/dl

 Rheumatoid Factor
 Aspirasi cairan sendi
Lanjutan Penyakit Sendi

Penanganan
 Imobilisasi dan proteksi sendi
 Kompres dingin atau hangat pada bagian yang sakit
 Minum air yang banyak
 Kurangi konsumsi makanan yang tinggi purin
(otak,bayam,bebek,jeroan,hati,alkohol,daun singkong,melinjo)
 Keseimbangan antara istirahat,bekerja dan olahraga. Hindari aktivitas
yang berlebihan
 Memakai penyangga untuk stabilkan sendi dengan kruk,atau walker
 Olahraga (renang,jalan) untuk menguatkan sendi dan otot-otot
 Konsumsi obat
PENYAKIT JANTUNG KORONER

Pembentukan & pertumbuhan plak


ateroma pd lapisan dalam dinding
pembuluh darah koroner
PENYAKIT JANTUNG KORONER
( PJK )

Merupakan penyakit
dimana jantung tidak
dapat berfungsi karena
otot jantung rusak akibat
kekurangan pasokan
oksigen
PROSES TERJADINYA
SERANGAN JANTUNG
Growth of thrombus
Intraluminal thrombus

Blood Flow

Intraplaque thrombus Lipid pool


Pencetus serangan jantung
Faktor Risiko PJK
Klasifikasi Tekanan Darah
( usia diatas 18 tahun )

BP Classification SBP mmHg DBP mmHg

Normal <120 and <80

Prehypertension 120–139 or 80–89

Stage 1 Hypertension 140–159 or 90–99

>160 or >100
Stage 2 Hypertension
Komplikasi Hipertensi
Brain Kerusakan Target Organ!!
Eyes
retinopat stroke
hy
Kerusakan yang disebabkan
Heart oleh hipertensi tergantung :
Kidneys ischaemic heart
disease ●Besarnya peningkatan
renal left ventr icular
failure tekanan darah
hypertrophy
●Lamanya kondisi
heart failure
tekanan darah yang tidak
terdiagnosis dan tidak
Peripheral arterial diobati
disease
Batasan Kadar Lipid Dalam Darah
Komponen Lipid Batasan (mg/dl) Klasifikasi

Kolesterol Total < 200 Yang diinginkan


200 – 239 Batas tinggi
> 240 Tinggi

Kolesterol LDL < 100 Optimal


100 – 129 Mendekati optimal
130 – 159 Batas tinggi
160 – 189 Tinggi
> 190 Sangat tinggi
Kolesterol HDL < 40 Rendah
> 60 Tinggi
Trigliserida < 150 Normal
150 – 199 Batas tinggi
200 – 499 Tinggi
> 500 Sangat tinggi
Batasan Kadar Gula Darah

Bukan DM Belum pasti DM DM


GD sewaktu: < 110 110-199 ≥ 200
GD puasa : < 110 110-125 ≥ 126
Pencegahan PJK
- Pola hidup benar (olah raga, stop merokok)
- Kontrol TD (diet rendah garam, olah raga, obat)
- Kontrol DM (diet rendah kalori, olah raga, obat)
- Kontrol kolesterol(diet rendah lemak, olah raga,
 obat
- Turunkan BB s/d BB ideal; (TB – 100) – 10%
Deteksi dini PJK
- Kenali gejala PJK
- Periksa faktor risiko PJK
secara berkala
- Periksa EKG (elektrokardiografi)
- Lakukan Treadmill test
Diagnosa Pasti
PJK
CT scan p.d. koroner (MSCT)
Kateterisasi jantung (CAG)
Penanganan PJK
1. Dengan obat:
- Rawat jalan (asimtomatis, APS)
- Rawat inap (APTS, serangan jtg)

2. Dengan tindakan intervensi:


- Pemasang stent / ring / cincin
(PTCA)
- Operasi bedah pintas koroner
(CABG)