Anda di halaman 1dari 16

ANALISIS KEBIJAKAN

KESEHATAN

KELOMPOK 3
STUDI KASUS
BAYI DEBORAH YANG MEMBUTUHKAN
PENANGANAN GAWAT DARURAT,
NAMUN RS MEMINTA SEJUMLAH UANG
MUKA UNTUK PERAWATAN ICU. BAYI
MALANG TERSEBUT AKHIRNYA
MENINGGAL DUNIA (KOMPAS,
11/12/2017)
Tiara Debora meninggal karena keluarganya tidak mampu
membayar uang jaminan perawatan sebesar Rp19,8 juta.
Uang tersebut diperlukan untuk memasukkan Debora ke
Pediatric Intensive Care Unit (PICU) di RS. Mitra Keluarga
Kalideres, Jakarta, yang tidak bermitra dengan Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Dokter pun melakukan
Pasien dilarikan ke Rumah Sakit pertolongan pada pasien yang
Mitra Keluarga mendapati masalah
dalam keadaan tidak sadarkan diri pernapasan dari debora dan
dan tubuh yang membiru pasien pun dipindahkan ke
pada pukul 03.00 WIB 3 september ruang PICU
2017

Biaya perawatan pasien yang memberatkan


kondisi keluarga untuk menyelesaikan
Setelah dilakukan pengobatan, membuat rumah sakit
resusitasi jantung, melakukan rujukan terhadap rumah sakit
lain yang bekerja sama dengan BPJS

Pasien Lamanya waktu yang dibutuhkan rumah


dinyatakan sakit untuk merujuk pasien kerumah sakit
Meninggal lain membuat kestabilan keadaan pasien
memburuk
Pengumpulan Informasi
Kebijakan dan Fakta Kasus
• Kebijakan internal RS belum berjalan dengan
baik.
• Adanya kebijakan uang muka yang tidak sesuai
peraturan perundang-undangan.
• Belum pahamnya semua petugas kesehatan
RS mengenai peraturan perundang-undangan
yang berlaku
Point-point Pelanggaran yang dilakukan Rumah Sakit
MITRA KELUARGA

KEWAJIBAN RUMAH SAKIT

Kewajiban suatu fasilitas kesehatan masyarakat ialah


memberikan ataupun melakukan kegiatan penanganan
medis terhadap pasien, dalam keadaan apapun,

UU Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit


disebutkan wajib melaksanakan pelayanan gawat
darurat sesuai dengan kemampuan. Akan tetapi
rumah sakit dengan fasilitas yang dibutuhkan
tersedia, diwajibkan melayani pasien dan tidak
menekankan biaya terlebih dahulu.
Enggan Bekerja Sama
Dengan BPJS

Dikarenakan rumah sakit MITRA KELUARGA merupakan


Rumah Sakit keluarga yang tidak bekerja sama dengan
pemerintah, mengganggap BPJS tidak membantu dalam
menutupi dana yang dibutuhkan oleh rumah sakit.

Namun juru bicara Kementerian


Kesehatan Busroni menepis hal itu dan
mengatakan bahwa tarif BPJS sudah sama
di setiap rumah sakit.
UNDANG – UNDANG YANG DILANGGAR OLEH RUMAH SAKIT
MITRA KELUARGA

Jika RS Mitra Keluarga Kalideres benar-benar terbukti menolak Debora, tentu


akan bertentangan dengan Undang-undang Republik Indonesia nomor 36 tahun
2009 tentang kesehatan.

Di Pasal 32 ayat 1 disebutkan, "Dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan


kesehatan, baik pemerintah maupun swasta, wajib memberikan pelayanan
kesehatan bagi penyelamatan nyawa pasien dan pencegahan kecacatan terlebih
dahulu."
Analisis Masalah
1. Penetapan Masalah
• Perlindungan hukum bagi pasien kurang mampu
merupakan amanat konstitusi dan sudah diatur
dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 2004
tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, Undang-
Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,
dan Undang-Undang No 44 Tahun 2009 tentang
Rumah Sakit. Namun perlakuan diskriminatif
masih sering dialami oleh pasien kurang mampu.
(Efektivitas perlindungan hukum bagi pasien
kurang mampu)
2. Analisa Kegagalan
• Pelayanan medis yang dilakukan rumah sakit
masih banyak berorientasi bisnis daripada
panggilan kemanusiaan.
• Belum ada penyelesaian yang konkret dalam
kasus penolakan penanganan pasien kurang
mampu. Selain itu, belum ada rumah sakit
yang diberi sanksi atau diputus bersalah dalam
kasus serupa.
3. Kendala Kebijakan
Meskipun perlindungan hukum bagi pasien kurang mampu
telah diatur dalam beberapa UU, namun perlakuan diskriminatif
terhadap mereka masih terjadi karena :
• Kurangnya pembinaan dan pengawasan terhadap rumah sakit
oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah dengan
melibatkan organisasi profesi, asosiasi perumahsakitan, dan
organisasi kemasyaratan lainnya sesuai dengan tugas dan fungsi
masing-masing.
• Kurangnya sosialisasi pelaksanaan program JKN di rumah sakit
non-mitra BPJS dalam keadaan darurat.
• Penegakan hukum bagi rumah sakit yang menolak pasien kurang
mampu masih kurang.
Analisis Solusi
1. Kriteria Evaluasi
Upaya mengefektifkan perlindungan hukum bagi
pasien kurang mampu yaitu melalui
• Peningkatan sumber daya manusia dan anggaran BPRS
dan pembentukan BPRS di tingkat kabupaten dan kota
untuk meningkatkan pembinaan dan pengawasan
terhadap rumah sakit.
• Meningkatkan sosialisasi prosedur pelayanan
kesehatan JKN dan mendorong semua rumah sakit
untuk bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
• Penegakan hukum bagi rumah sakit yang melanggar
kewajiban sosial bagi pasien kurang mampu.
2. Alternatif Kebijakan
• Komisi IX DPR RI memegang peran penting
untuk mendorong pemerintah meningkatkan
perlindungan hukum bagi pasien kurang
mampu dengan melaksanakan kredensialing
untuk sanksi administratif pada pihak rumah
sakit tersebut. Upaya ini diharapkan akan
meminimalisasi pelanggaran yang dilakukan
oleh rumah sakit dan tidak ada lagi pasien
kurang mampu mengalami perlakuan
diskriminatif.
3. Dampak Alternatif Kebijakan
• Mewajibkan rumah sakit melaksanakan kredensialing untuk
mengizinkan staf medis melakukan asuhan medis tanpa
supervisi, membuat regulasi penetapan dokter penanggung
jawab pelayanan (DPJP), melakukan akreditasi serta
penetapan ulang kelas rumah sakit paling lambat enam bulan
setelah surat keputusan dikeluarkan, dan restrukturisasi
manajemen rumah sakit dalam waktu paling lama satu bulan.
• Dinas Kesehatan tidak menjatuhkan sanksi penutupan rumah
sakit dengan pertimbangan tidak ada lagi RSUD atau rumah
sakit swasta di daerah tersebut selain RS. Mitra Keluarga
Kalideres.
• Dinas Kesehatan akan menghentikan operasional rumah sakit
apabila rumah sakit tersebut tidak melaksanakan akreditasi
dan restrukturisasi manajemen rumah sakit. Sebelumnya,
Kementerian Kesehatan telah memberikan sanksi
administratif berupa teguran tertulis bagi rumah sakit.
4. Rekomendasi Solusi

• Merekomendasikan perlunya peningkatan


pembinaan dan pengawasan terhadap rumah
sakit, sosialisasi prosedur pelaksanaan program
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), penegakan
hukum bagi rumah sakit yang melanggar
kewajiban dan fungsi sosial rumah sakit bagi
pasien kurang mampu. Komisi IX DPR RI juga
perlu mendorong pemerintah pusat dan
pemerintah daerah untuk meningkatkan
perlindungan bagi pasien kurang mampu.
TERIMAKASIH