Anda di halaman 1dari 15

KONDENSOR

Kondensor adalah salah satu jenis mesin penukar kalor (heat excharger) yang berfungsi
untuk mengkondensasikan fluida kerja. Kondensor biasanya mengubah fa sa zat gas
menjadi zat cair dari temperatur yang tinggi keluar melewati dinding-dinding kondensor
melewati media kondensasi, sebagai akibatnya uap akan didinginkan hingga fasanya
berubah menjadi fasa cair pada temperatur rendah.
Jenis-Jenis Kondensor

A. Surface Kondensor

Prinsip kerja surface kondensor steam masuk ke dalam shell kondensor melalui steam
inlet connection pada bagian atas kondensor, steam kemudian bersinggungan dengan tube
kondensor yang bertemperatur rendah sehingga temperatur steam turun dan
terkondensasi.
B. Kondensor Horizontal

Air pendingin masuk kondensor melalui bagian bawah, kemudian masuk ke dalam pipa-pipa
pendingin dan keluar pada bagian atas sedangkan arus panas masuk lewat bagian tengah kondensor
dan keluar sebagai kondensat pada bagian bawah kondensor.
C. Kondensor Vertikal

Air pendingin masuk kondensor melalui bagian bawah, kemudian masuk ke dalam pipa-pipa
pendingin dan keluar pada bagian atas sedangkan arus panas masuk lewat bagian atas kondensor
dan keluar sebagai kondensat pada bagian bawah kondensor

Gambar 2.2 Kondensor vertikal


Kondensor Direct-contact

Kondensor direct-contact mengkondensasikan steam dengan mencampur langsung


dengan air pendingin.Direct-contact atau open kondensor digunakan pada beberapa kasus
khusus, seperti :
1. geothermal powerplant.
2. pada powerplant yang menggunakan perbedaan temperatur di air laut (OTEC).

Direct-contact kondensor dibagi menjadi dua jenis lagi, yaitu:

1. Spray Kondensor

2. Barometric dan Jet Kondensor


 Pendinginan

Pendinginan pada dasarnya merupakan usaha untuk melepaskan panas dari suatu
bahan ke lingkungan yang bersuhu lebih rendah, tetapi kadang-kadang pada proses
tertentu dapat melepaskan panasnya pada suhu yang lebih tinggi. Pendinginan juga
berarti menurunkan suhu bahan sesuai kebutuhan sehingga kandungan air dalam
bahan tidak perlu sampai membeku (Helhman dan Singh, 1981).
• Unit Alat Pendingin dan Kondensator

Semua sistem pendinginan melakukan pertukaran kalor dengan cara melepaskan kalor ke udara, tetapi
ada juga dengan cara lain yaitu dengan melepaskan kalor ke udara melalui kontak langsung dengan air
(Lee dan Sears, 1959 dalam Firmansya, 2004). Ditambahkan bahwa berdasarkan zat pendingin yang
dipakai, dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

1. alat pendingin dengan udara.

2. alat pendingin dengan air.


Kondensor berfungsi sebagai tempat kondensasi refrigran pada saat proses desorpsi, yaitu
untuk membuang kalor dan mengubah wujud bahan pendingin dari gas menjadi cair
(Heldman dan Singh, 1981).

Jenis-jenis kondensor berdasarkan media/zat ysng mendinginkannya dapat dibagi menjadi tiga
macam, yaitu:

1. air-Cooled Condensor, menggunakan udara sebagai media pendinginnya


2. water-Cooled Condensor, menggunakan air sebagai media pendinginnya.
3. evaporative Condensor, menggunakan campuran air dan udara sebagai
media pendinginnya.
Alat Penukar Kalor Shell and Tube

Pada jenis alat penukar kalor ini, fluida panas mengalir di dalam tube sedangkan fluida dingin mengalir di
luar tube atau di dalam shell, karena kedua aliran fluida melintasi penukar kalor hanya sekali, maka
susunan ini disebut penukar kalor satu lintasan (single- pass), jika kedua fluida ini mengalir dalam arah
yang sama, maka penukar kalor bertipe dua lintasan (paralle flow) gambar 2.4. Jika kedua aliran itu
mengalir dalam arah yang berlawanan, maka penukar kalor ini bertipe aliran lawan (counter flow) gambar
2 (Kreith, 1997).

• aliran sejajar (paralel flow) kedua jenis fluida masuk dari satu sisi secara
bersamaan mengalir pada arah yang sama dan keluar dari satu sisi yang
lain yang sama.
• aliran berlawanan arah (counter flow) dua jenis fluida masuk dari arah yang
berlawanan dan keluar pada sisi yang berlawanan pula.

Gambar 2.5 Aliran berlawanan kondensor


Kondensor Shell and Coil

Kondensor tabung tank oil banyak digunakan pada unit pendingin dengan freon refrigerant
berkapasitas kecil, misalnya untuk penyegar udara, pendingin air, dan sebagainya. Seperti
gambar dibawah ini, kondensor tabung dan koil dengan tabung pipa pendingin di dalam
tabung yang dipasang pada posisi vertikal.Koil pipa pendingin tersebut biasanya dibuat dari
tembaga, berbentuk tanpa sirip maupun dengan sirip.

Gambar 2.7 Kondensor shell and coil


Kondensor Tube and Tubes

Kondensor jenis pipa ganda merupakan susunan dari dua pipa coaksial dimana refrigerant
mengalir melalui saluran yang terbentuk antara pipa dalam dan pipa luar yang melintang dari
atas ke bawah.Sedangkan air pendingin mengalir di dalam pipa dalam berlawanan arah, yaitu
refrigerant mengalir dari atas ke bawah. Pada mesin pendingin berkapasitas rendah dengan
freon sebagai refrigerant, pipa dalam dan pipa luarnya terbuat dari tembaga. Gambar dibawah
ini menunjukkan kondensor jenis pipa dalam ganda, bentuk koil pipa dalam dapat dibuat
bersirip atau tanpa sirip.

Gambar 2.8 Kondensor tube and tubes


 Komponen Alat Penghasilan Asap Cair

1. Pirolisis
Pirolisis adalah pengembangan dari teknik karbonisasi kayu atau bahan sejenis yang berkembang di
masyarakat umumnya dengan pembakaran kayu atau bahan sejenisnya langsung dalam suatu tungku,
drum, lubang yang ditutup sehingga tidak menggunakan oksigen dengan suhu tinggi dalam waktu
tertentu, dimana asap yang dihasilkan dari pembakaran tidak dilepaskan ke udara, tetapi dikondensasi
sehingga terbentuk cairan hitam yang disebut asap cair atau cairan pirolygneous liquor/crud (Hendra,
1992).

2. Asap Cair
Asap cair merupakan cairan hasil kondensasi asap hasil pirolisa kayu atau bahan sejenis untuk
memberikan aroma dan rasa. Asap cair berwarna coklat muda sampai coklat tua yang mempunyai daya
bunuh terhadap mikroba dan mempunyai daya anti oksidan yang berefek terhadap keawetan produk
(Purnama, 1997).
3. Reaktor Pirolisis

Reaktor Pirolisis adalah alat pengurai senyawa-senyawa organik yang dilakukan dengan proses
pemanasan tanpa berhubungan langsung dengan udara luar dengan suhu 300-600 0C. Reaktor
pirolisis dibalut dengan selimut dari bata dan tanah untuk menghindari panas keluar berlebih,
memakai bahan bakar kompor minyak tanah atau gas. Proses pirolisis menghasilkan zat dalam
tiga bentuk yaitu padat, gas dan cairan (Buckingham, 2010).

4. Pipa Penghubung
Pipa penghubung merupakan bagian komponen dari alat penghasil asap cair yang berfungsi sebagai
penghubung antara reaktor pirolisis dengan kondensor. Asap dari proses pembakaran pirolisa akan
mengalir menuju kondensor akibat adanya perbedaan tekanan yang disebabkan oleh perbedaan
temperatur antara reaktor piirolisis dengan kondensor