Anda di halaman 1dari 26

Ade sanjaya

(15177001)

Suci sukma faradila


(15177040)

Syafni sahara
(15177041)

Zia aulia zaidin putra


(15177071)
Latar Belakang

Sistem kekebalan tubuh atau system imun adalah system


perlindungan terhadap pengaruh luar biologis yang dilakukan
oleh sel dan organ khusus pada suatu organisme. Jika system
kekebalan bekerja dengan benar, system ini akan melindungi
tubuh terhadap infeksi bakteri dan virus, serta menghancurkan
sel kanker dan zat asing lain dalam tubuh. Sebaliknya jika system
kekebalan melemah, kemampuannya melindungi tubuh juga
berkurang, sehingga menyebabkan pathogen, termasuk virus
yang menyebabkan demam dan flu, dapat berkembang dalam
tubuh
Rumusan masalah

1. Bagaimana strategi dan mekanisme dari respon


system immune
2. Bagaimana antibody alamiah pada organisme
3. Bagaimana respon dari B cell dan T cell
4. Pembentukan sel lymphocyte
5. Bagaimana respon B Lymphocyte dan antibody
6. Bagaimana pengenalan dan respon T Lymphocyte
dan antigen
Tujuan

1. Mengetahui strategi dan mekanisme dari respon


system immune
2. Mengetahui antibody alamiah pada organisme
3. Mengetahui respon dari B cell dan T cell
4. Mengetahui Pembentukan sel lymphocyte
5. Mengetahui respon B Lymphocyte dan antibody
6. Mengetahui pengenalan dan respon T
Lymphocyte dan antigen
Pertahanan Alamiah Tubuh
1. Kekebalan bawaan (innate immunity)
Pengenalan sifat-sifat yang dimiliki bersama oleh
banyak sekali patogen , menggunakan seperangkat
reseptor yang kecil, respon yang diberikan cepat
Contoh nya : Kulit, Membran Penghalang, Mukus

2. Kekebalan yang diperoleh (acquired immunity)


Pengenalan sifat –sifat yang spesifik terhadap
patogen tertentu, menggunakan banyak sekali
reseptor, respon yang lebih lambat
Contoh : Respon humoral, antibodi mempertahankan
tubuh dari infeksi dalam cairan tubuh
Pertahanan Tubuh Oleh Sel Darah Putih

Gambar. 1 Bentuk berbagai macam sel darah


Sumber : Campbel, dkk (2008:70)
Respon dari B cell dan T cell
• Respon Sel B

 Sel B merespon patogen dan sel-sel lain dari luar


tubuh dalam darah dan getah bening. Sebagian sel
B melawan infeksi dengan membuat antibodi
 Antibodi adalah protein besar, berbentuk Y yang
mengikat antigen, protein yang dikenal sebagai
benda asing.
 Setiap antibodi dapat mengikat hanya dengan satu
jenis tertentu antigen
Respon dari B cell dan T cell
• Respon T Sel
 Sel T pembunuh menghancurkan sel-sel tubuh yang
terinfeksi, rusak, atau kanker. Ketika sel T pembunuh
terjadi kontak dengan sel yang terinfeksi, ia melepaskan
racun
 Sel T Helper tidak merusak sel-sel tubuh yang terinfeksi
atau rusak. Tapi mereka masih diperlukan untuk respon
kekebalan. Mereka membantu dengan melepaskan zat
kimia yang mengontrol limfosit lainnya.
 Bahan kimia yang dilepaskan oleh sel T helper
“mengaktifkan” baik dari sel B dan sel T pembunuh
sehingga mereka dapat mengenali dan melawan patogen
Pembentukan sel lymphocyte

Kebanyakan sel limfosit menempati suatu organ yang


disebut organ limfoid, secara garis besar dapat dibagi
menjadi dua bagian :
1. Organ limfoid primer , Sel- sel limfosit dihasilkan oleh
organ limfoid primer. Contoh : sumsum tulang dan
timus
2. Organ limfoid sekunder , sel-sel limfosit dijaga untuk
tetap hidup dan pada organ limfoid sekunder pula sel-
sel limfosit mengalami adaptasi akibat adanya antigen
yang masuk ke dalam tubuh, Contoh : appendix dan
tonsil
Struktur dan Fungsi Antibody

Antibody merupakan respon terhadap gangguan dari luar yang dibentuk oleh
sekelompok sel limfosit B. Antibody tersusun atas suatu serum globulin yang
disebut dengan Immunoglobulin (Ig).Sebuah molekul antibody umumnya
mengandung dua tempat pengikatan antigen yang spesifik

Gambar 2.Antibodi akan berikatan dengan epitop pada permukaan antigen. pada gambar
ini, tiga molekul antobodi yang berbeda bereaksi dengan epitop yang berbeda pada
molekul antigen besar yang sama.Sumber : Campbell, dkk (2008:98)
Berbagai jenis antibodi bekerja dengan beberapa cara
untuk melawan antigen:

1. Opsonin, merupakan antibody yang bekerja dengan


merangsang leukosit untuk menyerang antigen atau
kuman.
2. Lisin, merupakan antibody yang bekerja dengan cara
menghancurkan antigen (lisis)
3. Presipitin, merupakan anbtibodi yang bekerja dengan
cara mengendapkan antigen (presipitasi)
4. Aglutinin, merupakan antibody yang bekerja dengan
cara menggumpalkan antigen (aglutinasi)
Respon Imun
 Respons imun adalah tanggapan tubuh berupa suatu
urutan kejadian yang kompleks terhadap antigen,
bertujuan untuk mengeliminasi antigen tersebut.
Respons imun ini dapat melibatkan berbagai macam
sel dan protein, terutama sel makrofag, sel limfosit,
komplemen, dan sitokin yang saling berinteraksi
secara kompleks. Respon imun timbul karena adanya
reaksi yang dikoordinasi sel-sel, molekul terhadap
mikroba dan bahan lainnya.
Sistem imun terdiri atas system imun non spesifik dan
spesifik
 Sistem Imun Non Spesifik
imunitas non spesifik memiliki sifat selalu siap dan
memiliki respon langsung serta cepat terhadap adanya
pathogen pada individu yang sehat
bersifat tidak spesifik karena tidak ditunjukan terhadap
pathogen atau mikroba tertentu, talah ada dan berfungsi
sejak lahir
Sistem Imun Non Spesifik
Reproduksi
Pertahanan humoral non spesifik diantaranya berupa
komplemen, dan interferon

Komplemen terdiri atas sejumlah besar protein yang bila


diaktifkan akan memberikan proteksi terhadap infeksi dan
berperan dalam respon inflamasi. Komplemen juga
berperan sebagai opsonin yang meningkatkan fagositosis
yang dapat menimbulkan lisis bakteri dan parasit

Interferon adalah sitokin berupa glikoprotein yang


diproduksi oleh makrofag yang diaktifkan, sel NK dan
berbagai sel tubuh yang mengandung nucleus dan dilepas
sebagai respons terhadap infeksi virus.
Sistem Imun Spesifik
Mekanisme pertahanan yang ditujukan khusus terhadap
satu jenis antigen, karena itu tidak dapat berperan
terhadap antigen jenis lain.

Sistem imun spesifik mempunyai kemampuan untuk


mengenali benda yang dianggap asing.

Sistem imun ini diperankan oleh limfosit B dan limfosit


T yang berasal dari sel progenitor limfoid.
Sistem Imun Spesifik
 Sistem imun spesifik humoral
Limfosit B atau sel B berperan dalam system imun spesifik humoral yang akan
menghasilkan antibody. Antibodi dapat ditemukan di serum darah, berasal dari
sel B yang mengalami proliferasi dan berdiferensiasi menjadi sel plasma.Fungsi
utama antibody sebagai pertahanan terhadap infeksi ekstraselular, virus dan
bakteri serta menetralisir toksinnya.

 Sistem imun spesifik selular


Limfosit T berperan pada system imun spesifik selular. Pada orang dewasa,
sel T di bentuk di sumsum tulang tetapi proliferasi dan diferensiasinya terjadi
dikelenjar timus. Persentase sel T yang matang dan meninggalkan timus
untuk ke sirkulasi hanya 5-10%. Fungsi utama system imun spesifik selular
adalah pertahanan terhadap bakteri intraselular, virus, jamur dan parasit
Mekanisme Respon Imun
Respon imun non-spesifik
Dikatakan respon imun non-spesifik dikarenakan respon imun yang timbul terjadi
pada jaringan tubuh yang rusak/luka bukan terhadap penyebab kerusakan itu
sendiri.Respon imun non-spesifik berupa inflamasi dan fagositosis.

Inflamasi
Pembengkakan jaringan (inflamasi) merupakan reaksi cepat terhadap kerusakan
jaringan.Terjadinya inflamasi ditandai dengan timbulnya warna kemerahan,
timbulnya rasa panas, timbulnya pembengkakan dan timbulnya rasa sakit

Gambar 2.mekanisme respon peradangan lokal


Sumber : Campbell, dkk (2008:95)
Mekanisme Respon Imun
Fagositosis, Fagositosis dilakukan oleh leukosit jenis neutrofil dan monosit.

Gambar 3. Fagositosis
Sumber : Modifikasi dari Campbell, dkk (2008: 92)
Respon imun Spesifik

Dikatakan respon imun spesifik dikarenakan respon imun


yang terjadi akan melindungi tubuh dari serangan pathogen
dan memastikan pathogen tersebut tidak berbalik melawan
jaringan tubuh itu sendiri. Respon imun spesifik dibedakan
menjadi:

1. Antibody-mediated immunity (imunitas yang


diperantarai oleh antibody / imunitas humoral)

2. Cell-mediated immunity (imunitas yang diperantarai sel)


Respon imun ini melibatkan suatu senyawa kimia yang disebut
sebagai antibody. Antibody dihasilkan oleh sel limfosit B yang akan
aktif jika mengenali antigen yang terdapat pada permukaan sel
pathogen
Terdapat 3 jenis sel B yaitu:

Sel B plasma, Mensekresikan antibody ke sirkulasi tubuh. Setiap


antibody bersifat spesifik terhadap satu jenis antigen. Masa hidup
selama 4-5 hari.

Sel B memori, Masa hidup lama dalam darah. Sel ini akan
mengingat suatu antigen dan akan merespon dengan cepat ketika
terjadi infeksi kedua

Sel B pembelah, Berfungsi untuk menghasilkan sel B dalam jumlah


banyak.
Cell-mediated immunity

Imunitas yang diperantarai sel melibatkan sel-sel yang menyerang langsung


organisme asing. Sel yang dimaksud adalah Limfosit T.

• Helper T cell : Berfungsi sebagai menstimulasi sel B untuk membelah dan


memproduksi antibody serta mengaktifkan dua jenis sel T yang lain dan
mengaktifkan makrofag untuk segera memfagosit pathogen.
• Killer T cell :Disebut juga dengan sel T sitotoksit, menyerang sel tubuh
yang terinfeksi dan pathogen secara langsung. Sel T killer akan
membentuk pori pada sitoplasma sel pathogen sehingga sel pathogen
kehilangan sitoplasma dan kemudian mati.
• Suppressor T cell :Berfungsi menurunkan dan menghentikan respon
imun ketika mekanisme imun tidak diperlukan lagi. Mekanisme ini sangat
penting, karena jika tidak, produksi antibody dan pembelahan sel B dan
sel T terus menerus akan merusak jaringan tubuh yang normal.
Gambar4.Respon imun primer dari respon imun yang diperantarai antibodi dan yang
diperantarai sel.
Sumber : Modifikasi Campbell, dkk (2008: 103)
Antibodi respon dan sel B

Gambar ini menunjukkan


bagaimana antibodi mengikat
terhadap antigen. Antibodi ini
diproduksi oleh sel B. Ia mengikat
dengan hanya satu jenis antigen.
Antibodi diproduksi oleh sel B yang
berbeda mengikat dengan jenis
antigen.Situs pengikatan antigen
dapat bervariasi, sehingga mereka
spesifik untuk satu antigen.
Pengenalan Antigen oleh Sel T dan Respon

Sel T pembunuh mengenali sel tubuh yang


terinfeksi virus. Setelah sel T pembunuh
bersentuhan dengan sel yang terinfeksi, ia
melepaskan racun yang menyebabkan sel
yang terinfeksi untuk meledak. Ini
membunuh keduanya sel yang terinfeksi dan
virus di dalamnya.Sel T Helper tidak merusak
sel-sel tubuh yang terinfeksi atau rusak.Tapi
mereka masih diperlukan untuk respon
kekebalan.Mereka membantu dengan
melepaskan zat kimia yang mengontrol
limfosit lainnya.Bahan kimia yang dilepaskan
oleh sel T helper mengaktifkan baik dari sel B
dan sel T pembunuh sehingga mereka dapat
mengenali dan melawan patogen tertentu.