Anda di halaman 1dari 36

 Adalah nyeri di daerah lumbosakral dan

sakroiliaka dan sering disertai penjalaran ke


tungkai sampai kaki.
 Adalah suatu sindroma klinis dengan
manifestasi berupa nyeri dan rasa tidak
nyaman di daerah belakang tubuh dengan
batas tulang costae12 hingga lipatan glutea
dengan atau tanpa disertai penjalaran ke
tungkai
 Keluhan utama “NYERI”
1. Nyeri Radikuler
2. Nyeri Lokal (tidak meluas)
3. Nyeri Alih (Referred Pain)
 Nyeri yang diakibatkan oleh keadaan
radikulopati yang berpangkal pada radiks
saraf dan menjalar ke daerah persyarafan
radiks yang terkena, dimana daerah ini sesuai
dengan kawasan dermatom.

 Nyeri radikuler sepanjang N. Ischiadicus 


Ischialgia
1. Hernia Nuklei Pulposi (HNP)
2. Trauma Pada Tulang Belakang
3. Spondilatrosis Deformans
4. Artritis Sakro-Iliaka
5. Tumor Kauda
6. Spondilitis Tuberkulosa
7. Kelainan Kongenital
1. Herniasi Nukleus Pulposi
 Gambaran Klinis :
• Nyeri radikuler
• Punggung terfiksir
• Lordose lumbal berkurang
• Skoliosis supaya nyeri berkurang
• Laseque positif
• Gangguan sensibilitas terganggu
• Tidak ada gangguan motorik
• Pemeriksaan cairan cerebrospinal biasanya
peningkatan protein
• Foto : lordose lumbal berkurang, skoliosis,
diskus Intervertebralis bisanya menipis
 Konservatif
◦ Tidur terlentang selama 6 minggu disamping
ananlgetika dan penyinaran infra-red
 Operatif : hemilaminektomi
 Tindakan edukasi untuk mencegah nyeri
◦ Tidur diatas kasur yang keras, atau dialas pakai papan
bila kasurnya lembek
◦ Letakan bantal kecil di bawah lutut bila tidur
◦ Duduk di kursi yang sandaran lempeng
◦ Bila duduk hendaknya kaki disilang
◦ Bila mengangkat beban, lakukan dengan cara yang benar
( jongkok terlebih dahulu, jangan mengakat dengan cara
berdiri)
2. Trauma Pada Lumbo-Sacral
 Bisa berupa trauma berat, atau trauma-teruma kecil yang
terjadi berulang-ulang kali
 Akibat Trauma berat dapat menimbulkan
◦ Fraktur corpus vertebra ( nyeri tekan atau ketok, bisa juga
anastesia selangkangan, dan gangguan miksi serta fungsi
genitalia )
◦ Tersobeknya insertio M. Erektor trunsi ( nyeri setempat dan
mendadak, hematoma dan udem pada lokasi nyeri, nyeri
bertambah ketika tulang punggung ekstensi
◦ Ruptur lig Spinosum (nyeri setempat dan mendadak, nyeri
bertambah jika tulang punggung fleksi)
 Istirahat
 Analgetik
 Antiinflamasi, valium
 Sebaiknya konsul ke Ortopedi untuk terapi
lanjutan
3. Spondilartrosis Deformans
 Merupakan penyakit degeneratif, dapat
dijumpai pada usia 40-50 tahun
 Gambaran radiologis :
◦ Rarefikasi korteks tulang belakang, penyempitan
discus dan ostefit-osteofit, serta penyempitan
foramen itervertebra
 dapat berupa nyeri radikuler atau nyeri pegal
di daerah lumbal
 Khasnya : nyeri pagi hari waktu bangun tidur
 Analgetika
 Terapi hangat dengan inframerah atau
diatermi
 Tempat duduk yang baik
 Bisa dilakukan senam otot
 Sebaiknya konsul fisioterapi untuk terapi
lanjutan
4. Artritis sakro-iliaka
 Sering dijumpai adalah Artritis sakro-iliaka
rematika (tuberkulosa jarang).
 Nyeri mendadak dan setempat(pasien dapat
menunjuk lokasi nyeri)
 Terdapat juga nyeri radikuler
 Kontra-patrick positif
 Lasek positif pada 30 derajat
 Defisit nyeri jenis lain tidak ditemukan
 Laboratorium : L.E.D meningkat
 DD : HNP, neuritis N. iskhiadicus
 Ditemukan juga nyeri tekan sepanjang
N.iskhiadicus
 Terapi :
◦ Obat antireumatika
◦ Terapi panas dengan sinar inframerah
◦ Penyuntikan kortison asetat 25 mg intra-artikular
setiap 5 hari
5. Tumor kauda
 Ependimoma, neurinoma, meningioma
 Nyeri radikular yang lambat laun bertambah
keras
 Bila tumornya besar dapat menimbulkan nyeri
yang terus menerus
 Gangguan sensibilitas berupa anestesia
selangkang yang asimetris
 Gangguan miksi, defekasi dan fungsi genitalia
 Gold standar : foto blanko dan foto melogram,
pemeriksaan likuor serebrospinalis
 Konsul bedah saraf
Metastase suatu karsinoma di korpus
vertebrae lumbo sakral
 Tumor primer biasanya terletak di mammae,
prostat, paru, tiroid, atau ginjal
 Dapat juga karsinoma pada traktus digestivus
dan melanoma
 Pada wanita post operasi karsinoma mammae
: pikirkan metastase
 Penegakan diagnosa :
◦ Rontgen
◦ Lab : meningkatnya alakaline fosfatase, acid
fosfatase, kalsium dan serum fosfat
 Konsul bedah saraf
6. Spondilitis tuberkulosa
 Spondilitis TB yang menyerang korpus
vertebrae L5 dapat menimbulkan nyeri lokal
 Nyeri tekan dan nyeri ketok pada P. spinosus
L5 dan nyeri radikuler
 Laseque positif
 Penegakan diagnosa: rontgen paru dan
vertebrae setinggi L5
 Terapi :
◦ Istirahat
◦ Analgetika
◦ OAT
7. Kelainan kogenital
 Spondilosis dan spondilolistesis :
◦ pembentukan korpus vertebra dan arkus vertebrae
tidak sempurna
◦ Keluhan timbul pada usia 35 tahun, nyeri berkurang
dengan berdiri dan bertambah jika berjalan
◦ Terapi : istirahat dan alagetika, bila radikuler konsul
bedah saraf
 Spina bifida
◦ Bila didaerah lumbosakral terdapat suatu tumor
kecil yang ditutupi kulit yang berbulu, maka
hendaknya kita wapada didaerah itu tersembunyi
suatu spina bifida okulta
◦ Terapi : istirahat dan analgetika, pemakaian korset
 Stenosis kanalis vertebralis:
◦ Diagnosis ditegakan secara radiologis
◦ Gejala muncul pada usia 35 tahun
◦ Nyeri radikular pada posisi jalan tegak
◦ Nyeri hilang dengan istirahat atau duduk
◦ Biasanya pasien jalan membungkuk
1. Lumbago karena “masuk angin”
2. Osteoporosis
3. Spondilitis ankilopoetika
4. Nyeri punggung akibat sikap yang sala
1. Lumbago karena “masuk angin”
 Nyeri pinggang yang hebat timbul secara
mendadak
 Lokasinya jelas (daerah lumbo sakral)
 Otot-otot paraspinal spasmus
 Nyeri diperberat oleh jika bergerak (batuk
atau bersin)
 Tulang belakang skoliosis (supaya tidak nyeri)
 Ada yang berpendapat disebabkan oleh :
pemakaian kipas angin, AC, sehingga
menyebabkan masuk angin
 Sangat mirip dengan HNP yang akut,
bedanya tidak ada nyeri radikuler.
 Terapi :
◦ Istirahat total
◦ Analgetika
◦ Terapi panas dengan sinar infra-red
◦ Penyuntikan prokain pada tempat nyeri
2. Osteoporosis
 Penderita osteoporosis sering kali
memperlihatkan gejala nyeri pinggang
 Penegakan diagnosa :
◦ Rontgen (tampak demineralisasi tulang belakang
secara menyeluruh
◦ Walaupun umur penderita telah lebih dari 40-50
tahun namun osteofit-osteofit tidak tampak
 Terapi :
◦ Anjurkan agar cukup bergerak
◦ Konsumsi tinggi protein
◦ Analgetik
◦ Kalsium dan vitamin D
3. Spondilitis ankilopoetika
 Penyakit herediter dan biasanya dapat
dijumpai beberapa kasus dalam satu keluarga
 Nyeri piggang yang dirasakan sebagai ngilu,
pegal dan kaku
 Pasien mengeluh kesulitan memutar tubuh
ketika tidur
 Foto rontgen memperlihatkan kelainan dini
pada artikulasio sakroiliaka (densitas akibat
ostifikasi ligamen interspinosum,
sindesmofit-sindesmofit yang akan
berkembang menjadi ostifikasi)
4. Nyeri pinggang akibat posisi yang salah
 Sensasi nyeri, rasa pegal atau panas,
diperingan oleh istirahat malam hari
 Rasa pegal hilang dengan pijat
 Rasa nyeri biasanya hilang oleh aktivitas atau
kesibukan tertentu
 Pemfis :
◦ Hiperlordosis
◦ Otot-otot paraspinal daerah lumbal yang agak
spastik
◦ Hiperekstensi tulang punggung dirasakan kurang
enak
◦ Rotgen dalam batas normal
 Riwayat pekerjaan yang duduk secara terus
menerus dalam posisi yang tidak baik
 Penderita obesitas
 Terapi :
◦ Tangani obesitasnya
◦ Tidak memakai sepatu hak tinggi
◦ Duduk dalam sikap yang benar
◦ analgetika
 Ulkus Duodeni
 Tumor pankreas
 Kholesistitis
 Batu ginjal
 Kolitis
 Patologis daerah pelvis
 LBP adalah keluhan yang sering ditemukan
dalam praktek kedokteran sehari-hari
 Terapi yang digunakan adalah sesuai dengan
penyakit yang mendasari
 Sangat dianjurkan untuk istirahat dan edukasi
yang baik terhadap faktor pencetus
 Diperlukan diagnostik penujang untuk
penyakit tertentu
 Ngoerah. 2017. Dasar-dasar Ilmu Penyakit
Saraf. Udayana University Press. Denpasar.